NovelToon NovelToon
ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP

Status: tamat
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Teman lama bertemu kembali / Misteri / Tamat
Popularitas:219.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

°•°Serial Detektif/Kriminal°•°
Novel lanjutan dari CLBK [Cinta Lama Belum Kelar].

Alangka baiknya membaca novel tersebut di atas, sebelum membaca novel ini. Agar bisa mengikuti lanjutan kisah 'Kasus Selokan' dan 'Asmara' serta 'Problem Hidup' dari tokoh-tokohnya.

Tawa dan tangis seiring sejalan dalam hidup seseorang. Tidak selamanya ada tangis, tidak selamanya tertawa. Semuanya silih berganti menghiasi hidup. Itulah romantika kehidupan'.

Mampukah Kaliana sang detektif dan 'Team Sopape' bisa menolong Chasina yang telah ditahan sebagai pelaku pembunuhan?

Bagaimana dengan 'Kasus Hati' Marons dan Kaliana? Siapakah yang akan menyelesaikan kasus ini?

"Kebenaran selalu menemukan jalannya, untuk menolong setiap orang yang berjalan di jalan-Nya."

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Menyadari 2.

...~•Happy Reading•~...

Melihat Kaliana tetap diam saat merima surat perjanjian, pengacara keluarga Pak Adolfis segera memberikan lembaran surat perjanjian yang lain kepada Danny untuk dibaca dan dikoreksi, jika perlu.

Danny langsung tanda tangan, karena hanya tercantum berapa besar uang yang akan diterima oleh Danny saat menjadi pengacara Chasina. Marons sudah cerita banyak kepada Danny tentang Pak Adolfis dan kondisi keuangan keluarganya. Sehingga Danny langsung tanda tangan dengan senang hati, ketika melihat angka yang akan diberikan kepadanya.

Pak Adolfis merasa lega melihat situasi yang mulai kondusif. "Bu Kaliana, alangkah baiknya ibu mencicipi sedikit makanan yang sudah kami sediakan. Nanti kita bisa bersama-sama pulang ke rumah, untuk bertemu sopir Chasi." Pak Adolfis berkata pelan dan berharap Kaliana bisa menerima permintaannya. Beliau tertarik dan ingin melihat cara kerja Kaliana. Sekalian juga mau mendampingi sopir Chasina.

Mendengar permintaan Pak Adolfis dan juga tidak enak terhadap Danny yang datang bersamanya, Kaliana mengangguk mengiyakan permintaan Pak Adolfis. Melihat anggukan Kaliana, Bryan juga merasa lega. Dia telah menyadari kesalahannya dan tidak mau memperpanjang urusan dengan Kaliana. Dia berharap, pilihan Daddy nya tidak salah untuk menolong Chasi.

Apa yang dikatakan Kaliana tentang adiknya, benar-benar memukul kesadarannya. Apalagi saat tiba di Indonesia dan mendengar suaminya juga ditahan karena pengguna dan pengedar narkoba, Bryan ingin sekali bertemu dengan Jaret dan memberikan pelajaran untuknya.

Setelah semua menu di sajikan, mereka semua makan dalam diam. Kaliana makan sedikit soup untuk menghormati Pak Adolfis yang tetap baik dan bijak dalam menanggapi sikapnya terhadap Bryan. Kaliana juga menyadari, dia telah berlaku kasar kepada Bryan. Sehingga dia menurunkan sedikit emosinya, agar tidak terjadi perdebatan yang berkepanjangan.

Walaupun sedang makan, Bryan perhatikan apa yang dilakukan Kaliana. Bryan baru menyadari, Kaliana bukan seperti wanita pada umumnya yang feminim. Kaliana tidak membawa tas selayaknya seorang wanita dan tidak berdandan. Kecantikannya benar-benar alami.

Pakaian yang dikenakan juga sangat simple, dan rompinya sangat unik. 'Apakah semua keperluannya ada di kantong-kantong rompinya, sehingga dia tidak membawa tas?' Bryan bertanya sendiri dalam hati. Dia juga baru menyadari, handsfree yang ada di telinga Kaliana terus berkedap kedip.

Sambil menghabiskan desserts nya, Kaliana menyadari, dia sedang diperhatikan oleh Bryan. Tetapi dia berlaku seakan tidak tahu. Bagi Kaliana, selagi tidak mengganggu, tidak ada salahnya melihat. Kaliana juga suka mengamati client, saksi atau tersangka.

Setelah makan, Pak Adolfis langsung mengajak semua untuk keluar ruangan. Apa yang dikatakan Kaliana tentang tidak bermanfaat lama-lama di tempat itu, membuat Pak Adolfis menyadari kebenaran kata-kata itu untuk kepentingan Chasina.

"Mbak Anna, apa saya ikut juga ke tempat Pak Adolfis untuk bertemu dengan sopirnya?" Tanya Danny pelan, sambil berjalan di samping Kaliana keluar dari ruang privat.

"Tidak usah, Pak Danny. Sepertinya, sidang Bu Chasina lebih dulu dari yang lainnya. Tapi saya akan bicara dengan penyidik, agar Pak Ewan yang lebih dulu dijadwalkan. Pak Danny pelajari dokumen yang akan kami kirim perihal Pak Punguk dan Pak Ewan, untuk persiapan sebelum ditentukan jadwalnya." Kaliana berkata pelan, tapi serius.

"Baik. Kalau begitu, saya segera kembali ke kantor untuk periksa dan mempelajari dokumennya." Danny berpikir cepat dan mengerti maksud Kaliana tentang penundaan. Dia akan meminta waktu untuk penjadwalan sidang Chasina, agar bisa mendapatkan bukti tambahan.

"Baik. Oh iya, Pak Danny. Kejadian tadi di ruang makan, tidak usah disampaikan kepada Pak Marons. Supaya tidak terjadi salah paham diantara Pak Adolfis dan Marons, juga Pak Bryan." Kaliana meminta pengertian Danny.

Kaliana khawatir, hubungan baik Marons dan Pak Adolfis akan rusak karena ketegangan yang terjadi antara dirinya dengan Bryan. Sedangkan dia sudah tanda tangan surat perjanjian. Dia juga ingin menolong Chasina dalam kasus yang sedang dihadapinya. Danny mengangguk mengiyakan, karena mengerti maksud Kaliana.

"Maaf, bapak-bapak, saya duluan. Pak Danny, sepertinya ada yang ganggu 'sopapa' ku. Aku mau lihat dan tunggu di luar." Kaliana segera keluar dan berjalan cepat menuju tempat parkir. Yang lain jadi ikut berjalan cepat, karena penasaran dan ingin tahu. Apa yang sedang terjadi, membuat Kaliana tiba-tiba seperti itu.

Setelah di luar restoran, Kaliana berlari ke arah tempat parkir mobilnya. Dalam kecepatan tinggi, dia menarik tangan seorang pria yang baru saja bangun dan berdiri di samping mobilnya. Membuat orang itu terkejut dan tidak siap untuk melawan.

"Apa yang kau lakukan dengan mobilku?" Kaliana bertanya dengan garang dan terus memelintir tangan pria itu, tanpa melonggarkan sedikit pun.

"Jika kau tidak menjawab dan terus melawan, aku akan kirim ke UGD." Ucapan Kaliana tanpa melepaskan pelintiran, malah makin menambah tenaga pelintiran. Hingga membuat pria itu meringis kesakitan.

"Pak Danny, tolong panggil security." Teriak Kaliana, saat melihat Danny berjalan cepat ke arahnya. Danny sudah tahu mobil Kaliana, jadi dengan cepat bisa menyusulnya. Danny segera berbalik ke arah restoran untuk memanggil security. Dia tahu, pasti terjadi sesuatu melihat keseriusan Kaliana.

Sedangkan Bryan, Pak Adolfis dan pengacara yang mengikuti Danny langsung berdiri tertegun melihat apa yang dilakukan Kaliana kepada seorang pria yang sedang meringis kesakitan.

"Jika aku temukan sesuatu di mobilku, kau akan terima akibatnya." Kaliana mengancam tanpa melepaskan tangannya. Kaliana tahu, dia telah meletakan sesuatu di mobilnya membuat dia tidak sabar untuk periksa.

Danny datang dengan security sambil berlari kecil ke arah Kaliana. "Pak, tolong pegang orang ini. Jangan sampai lepas. Saya akan periksa mobil saya." Kaliana berkata tegas, melihat security datang mendekat bersama Danny.

Saat Kaliana melepaskan tangan untuk diserahkan kepada security, orang itu pergunakan kesempatan untuk kabur. Hal itu membuat Kaliana menendang tungkainya dalam kecepatan yang tidak diduga orang itu dan juga semua yang sedang melihat ke arah Kaliana.

"Tidak cukup tangan, tapi kakimu juga perlu diajar etika. Tunggu di situ. Aku akan patahkan tangan dan kakimu, jika kau berani mengganggu mobilku." Kaliana berkata sambil menunjuk ke arah tersangka. Kaliana telah membuat orang itu berlutut sambil meringis di depan security.

Kaliana segera membuka mobilnya untuk mengambil alat pendeteksi yang ada di dalam mobil. Pak Adolfis, Bryan dan pengacara makin tertegun melihat mobil jeephard Kaliana yang telah dimodifikasi. 'Sebuah mobil yang sangat keren dan tidak feminim.'

Itu yang ada dalam pemikiran mereka, saat melihat ban mobil yang berukuran besar. Membuat mobil Kaliana lebih tinggi dan menonjol dari mobil yang ada di sekitarnya.

"Pelangi food, on all." Kaliana mengirim pesan untuk Putra, karena dia akan periksa mobil. Kaliana sangat panik, saat berjalan keluar dari restoran, Putra mengirim sinyal kepada Kaliana, bahwa mobilnya sedang dipasang benda asing. Benda tersebut terdeteksi oleh Putra yang sudah pasang alat pengaman di mobil Kaliana.

Situasi saat ini dan peringatan Bram membuat Kaliana waspada. Ketika dia tidak menemukan bahan peledak, tapi GPS Kaliana meradang. "Pelangi food, deteksi alat ini." Kaliana langsung mendekati alat itu ke kamera yang dipasang pada rompi.

...~°°°~...

...~●○¤○●~...

1
Hariyanti Katu
novelx mantaf🥰🥰🥰
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Makasih sudah baca & dukung karya ini & timggalkan jejak, Kak.🤗 Smg kita bisa bertemu di karya yg lain, ya. 🙏 Makasih 4 all Kak♡ 🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
aktorx trnyta jaret🫣🫣
Hariyanti Katu
mantaf🥰🥰
Hariyanti Katu
serasa nonton film detektif😁
Hariyanti Katu
kena p.rikus..ooohhh kamu kthuan🤣🤣
Hariyanti Katu
kerjasama yg manis🥰
Hariyanti Katu
grecep🤗🤗
Hariyanti Katu
waspada pak bram,banyak nyamuk mengintai,jgn sampai d gigit😄😄
Hariyanti Katu
saya suka sekali🥰team kaliana dan bram..kalian top banget...lanjut thoorr
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaaah...🤭😄 Makasih 4 all Kak♡🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
🥰🥰🥰
Hariyanti Katu
sosialita😆gaya hedon
Hariyanti Katu
cerdas kaliana sm bram🥰
Hariyanti Katu
saya tdk bisa berkata2,damai negeriq🥰
Hariyanti Katu
wiih pak dany pengertian banget🤗
Hariyanti Katu
tuntaskn thoorrr
Hariyanti Katu
mm garet mainx luar biasa..ngeri🫢🫢
Hariyanti Katu
wauuoo..
Hariyanti Katu
mantul thoor,serasa saya jg ikut2 jadi detektif😅
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaah.. 🤭😊 Makasih 4 all Kak🙏😍❤️🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
lanjut thoorr,trpesona diriq😄
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Makasih dukungannya Kak 🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
perikitiww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!