NovelToon NovelToon
Indigo Evolution (Silver Alaska)

Indigo Evolution (Silver Alaska)

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Akademi Sihir / Evolusi dan Mutasi / Barat / Tamat
Popularitas:134.6k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Hallo, Aku Rey Arlert! Berbekal kemampuan sihir tiga pedang semesta dalam tubuhku. Aku bersama dengan empat orang rekanku yang lain menyusuri daerah terkontaminasi. Area iblis bernama Silver Alaska.

Bersama Debora kekasihku, pemilik Surai putih sama sepertiku. Kami berlima masuk demi menyelamatkan nyawa umat manusia di ambang kepunahan.

Menghentikan para iblis untuk berhenti memangsa manusia juga mengembalikan kebebasan dunia atas penjajahan keji para iblis.

Pemantik paling besar dari semua ini. Adalah adikku yang saat ini dipengaruhi sihir kutukan. Dia ditangkap lalu dipengaruhi oleh raja iblis untuk melawan kami.

Syena, aku berjanji akan membawamu pulang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hening dan Kekacauan

Keindahan persaudaraan tidak hanya karena ikatan darah

Ketika kamu merasa energimu selalu bertambah ketika bersamanya, itulah persaudaraan sejati

_________

______

Rembulan malam ini cukup syahdu, taburan bintang kerlap-kerlip di angkasa. Hembusan angin malam ini sejuk tidak terlalu berlebihan.

Rey dan Justice berjalan kembali ke markas Rensuar, cukup sepi malam ini hanya ada beberapa Musketeers berlalu lalang entah mereka sedang berjaga ataukah mereka ada kelas malam ini.

Lihatlah rasanya Rensuar seperti sebuah universitas bukan? Namun pembedanya di sini mempelajari sihir dan pedang ilmu pertarungan.

Kali ini mereka hanya berdua, setelah rentetan jadwal kegiatan hari ini, mereka lalui dengan baik.

Riley menunjukkan pada mereka jadwal giliran berbelanja untuk mengisi stok bulanan mereka di markas. Ya, hari ini adalah giliran Rey dan Justice berbelanja.

"Ah damai sekali malam ini sungguh!" ucap Rey matanya berbinar menatap langit-langit syahdu itu.

"Di sini damai tetapi di luar benteng rensuar kacau." tambah Justice sesekali menatap langit malam, sambil mengingat apa yang sudah terjadi di luar benteng ini.

Kacau, populasi manusia hanya tinggal 20%, belahan bumi yang mereka tinggali hanya sekitar 15% dari permukaan bumi.

"Kekacauan ini kapan ya berakhirnya?" tanya Rey lagi padanya, Justice tersenyum miris mendengar itu memang rasanya mereka sama sekali tak menemukan sisi terang untuk akhir bahagia.

Justice teringat akan satu hal di mana dahulu sebelum kekacauan ini muncul para manusia beramai-ramai mengatakan seorang indigo adalah anak kutukan.

Mata mereka dianggap sebagai penyakit. Jika memang keyakinan mereka mengatakan seperti itu tolong, biarlah kenyataan itu menjadi milik mereka pribadi jangan dipaparkan. Mereka pun tak ingin dilahirkan semacam itu.

"Dengar Rey, kebanyakan dari kita kemari apa karena memang ingin membalas dendam atau karena tuntutan masyarakat?" kali ini Justice kembali melempar pertanyaan pada Rey. Apa yang Justice ucapkan cukup membuat Rey bingung juga heran.

"Apa maksudmu itu? Kau berbicara tidak jelas malam ini?" Rey memakinya, Justice menggelengkan kepalanya sembari tersenyum mendengar itu memang perlu kesabaran ekstra untuk sekedar mengobrol bersama Rey, mungkin karena minimnya IQ yang Rey miliki.

"Suamiku memang tidak peka ya!" ujar Justice, Rey membulatkan matanya mendengar ungkapan itu. Benar, apa yang dikatakan Justice padanya kalimat itu menjijikan sekali jika diucapkan.

"Hahaha... mengapa kau menatapku semacam itu, hah? Bagaimana rasanya, kalimat itu hangat dan nyaman, bukan?" canda Justice padanya, Rey menatap jijik ke arahnya rasanya hampir mual ia dibuatnya.

"Bagian mana yang hangat dan nyaman, hah?" tanya Rey dingin padanya. Justice mengacuhkan pertanyaan itu kali ini, ia menunduk memikirkan sesuatu.

Sesuatu beberapa tahun lalu, sesuatu yang terpaksa membawanya kemari.

"Kemampuan sihir hanya mampu digunakan para Indigo, bukan? Selama dunia baik-baik saja anak-anak seperti kita dicap sebagai anak kutukan, mata kita dianggap sebuah penyakit. Namun hari ini apa Rey? Umpatan mereka pada kita tidak benar adanya!" jelas Justice, Rey meresapi apa yang dikatakan rekannya ini.

Sepertinya hal buruk pernah menimpanya sehingga menjadikannya semacam ini.

"Selama aku bernafas yang kupelajari adalah, tetaplah bangkit sekalipun jeruji dunia ini menusukmu begitu dalam." ujar Rey, kalimat itu seakan menggetarkan hati Justice. Rupanya sosok konyol di sampingnya ini mampu merapal kata yang bijak sekali.

Rey memang istimewa, tekad juga semangatnya terkadang ikut membawa mereka terbakar melalui segalanya bersama, sosok kawan yang baik berani menjadi sebuah tameng untuk kawannya.

"Sepertinya duniamu lebih kejam daripadaku ya Rey?" tebak Justice kali ini, Rey hanya tersenyum mendengar itu.

"Aku hidup sebatang kara dalam naungan panti asuhan. Di sana aku mengenal seorang gadis kecil yang umurnya berbeda lima tahun denganku. Gadis itu sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri, Syena namanya." jelas Rey sambil mengingat kenangan masa lalunya bersama Syena.

Sungguh seandainya hari itu Rey mampu menggunakan seluruh kekuatan Baron dalam dirinya. Adiknya nasibnya tidak akan menderita.

"Lantas kemanakah saudaramu itu Rey?" tanya Justice.

Sejenak Rey, yang mendengar itu sesak di dadanya kembali. Kekecewaan dalam dirinya membungkus hatinya kembali. Dia kembali menyalahkan segala yang terjadi, pada dirinya sendiri.

"Kemalangan menimpa kami! Ketika aku ingin memberinya hadiah ulang tahun. Hari itu kami terjebak di toko roti dengan belasan iblis yang mengepung kami. Beruntungnya aku memilki Baron dalam tubuhku itulah yang menyebabkan diriku masih bernafas sampai saat ini." jelas Rey, Justice iba mendengar kisah hidup Rey.

"Jadi apakah Syena...." ucapan Justice terpotong ketika Rey menatapnya.

"Syena tidak mati, dia masih hidup! Baron sendirilah yang memberitahuku tentang Syena yang tidak akan dibunuh, karena memiliki pecahan partikel Baron dalam tubuhnya." jelas Rey, tersirat dalam mata itu sebuah penyangkalan, juga keyakinan yang teramat dalam.

Seperti menyimpan banyak kekecewaan, Justice tau itu, ia diam kali ini tak mengatakan apapun.

"Jadilah manusia hebat. Yang dihina tak tumbang, dan yang dipuji tak terbang. Orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih orang yang amatiran. Kita di sini untuk menjadi manusia kuat, kit di sini karena tekad jadi teruslah melangkah! Jangan jadi manusia yang amatir!" tutur Rey lagi.

Justice tertawa mendengar itu, lihatlah lintasan petuah itu muncul lagi dari lisan Rey. Sungguh malam ini segala ucapannya membuat Justice sadar.

Bahwa sekalipun bagaimanapun kacaunya dunia, rasa syukur itu harus selalu ada dalam diri manusia.

"Kenapa kau tertawa, hah?" tanya Rey heran sambil menoleh ke samping. Justice menggelengkan kepalanya seraya masih tertawa.

"Otak sedangkal ini rupanya bijak juga ya!" puji Justice yang terkesan mengesalkan. Sungguh rasanya Rey ingin sekali menghajarnya sekarang.

"Lama-lama kutampar juga kau nanti Justice!" geram Rey, seandainya tangannya tak memangku barang belanjaan mungkin adu mekanik malam ini bisa saja terjadi antara dirinya dan Justice.

"Aku hanya bercanda Rey!" ucap Justice seraya tertawa, Rey membuang nafasnya kasar mendengar tawa itu. Matanya kembali menatap taburan bintang di langit, dengan penuh harapan ia berdoa.

"Semoga Tuhan selalu menjagamu Syena." batin Rey, di bawah rembulan malam itu hatinya mendoakan sosok satu-satunya keluarga yang ia miliki, hatinya tak sabar untuk segera bertemu Syena kembali.

_________

Di sisi lain Noella tercengang melihat satu kehadiran gelap di hadapan matanya, sosok itu hitam sekujur tubuhnya hitam bentuk fisiknya tinggi besar namun ramping.

Sosok itu sedang membelakanginya. Malam ini tepat di dalam ruang penyimpanan prestasi sihir sosok itu sedang mencari sesuatu, entah apa yang dicarinya di sana? Harith sedang berada di atas. Leonin itu sedang sibuk membahas perkara Silver Alaska bersama dengan para Musketeersnya.

Noella berancang-ancang menyerang sosok itu. Ketika tubuhnya hendak berbalik ke arahnya. Matanya membulat ketika melihat wujud menyeramkan itu.

Baimana sosok iblis mampu masuk ke dalam istana Kaisar Putih? Bukankah penjagaan Rensuar ini ketat lantas mengapa sosok seram ini tak terdeteksi.

Ketika Noella hendak menyerangnya, sosok itu seketika menghilang, bingung dengan hal itu Noella mengedarkan pandangannya ke segala arah namun netranya tak menangkap siapapun di sana. Haya ruangan remang yang kosong, seakan hanya dirinya saja yang berada disana.

Ketika Noella menghela nafas lega merasa sosok itu sudah tak ada, aura kehadiran itu seketika muncul dari balik tubuhnya, ketika kuku-kuku tajam itu akan mengoyak dirinya sebuah mantra dari depan Noella menghentikannya.

"Axxio!!!" teriak Harith merapalkan mantranya ke arah sosok itu.

Bommmmmm

Suara ledakan itu melempar sosok itu keluar, Jendela belakang Noella pecah begitu saja karena mantra itu.

Noella terengah-engah was-was rasanya hampir saja tadi ia terluka dan mati jika Harith tak datang kemari. Harith menghampiri Noella yang masih terkejut itu.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Harith panik, namun Noella hanya mengangguk mencoba menenangkan perasaannya yang kalut.

Harith mengepalkan tangannya ia takut, bukan takut akan iblis itu namun takut jika sesuatu terjadi pada Noellanya.

Ketika Harith beranjak dari sana mencoba memeriksa apakah Iblis itu mati atau tidak ia di kejutkan dengan satu serangan mantra mendadak dari arah samping, beruntungnya Harith sempat mengelak dari itu.

Harith melihat sosok itu dengan cengiran menyeramkannya sebelum menghilang, melihat itu Harith mencoba mendeteksinya dengan kemampuannya namun nihil sosok itu tak terdeteksi apapun kehadirannya seakan ilusi, namun sosok itu nyata adanya dan mengancam.

"Sesuatu macam apakah itu Harith? Mengapa kehadirannya tak terdeteksi oleh Musketeers kita?" tanya Noella seraya menghampirinya, Harith masih merenungkan apa yang baru saja terjadi.

"Noella, Iblis semakin mendekati kemajuan! Menunggu akan membuat mereka semakin kuat, ketika fajar tiba nanti aku akan memberikan misi untuk mereka berlima, bagaimanapun caranya kita harus mempersingkat waktu." jelas Harith berlalu dari hadapan Noella.

Ancaman itu berbahaya rasanya, jika Iblis datang kemari mencari tau sesuatu atau membawa pulang sesuatu informasi benteng Rensuar akan bocor di tangan Iblis seratus juta jiwa.

Lebih baik bersiap perang daripada berharap bahwa musuh tidak pernah datang

Gagalkan kekuatan musuh, paksa dia untuk menampilkan wajah asli mereka

______________

Ensiklopedia :

Mengapa Alam Semesta Berwarna Gelap?

Sebab luar angkasa memiliki partikel yang sangat sedikit, hampir tidak ada apa pun di ruang antara bintang dan planet yang dapat menyebarkan cahaya ke mata kita. Itulah mengapa kita melihat luar angkasa berwarna gelap bahkan hitam.

1
fatliqa
benar terkadang aku juga melihat langit berwarna ungu.saat itu aku pikir mata ku yg gangguan
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Wkwkwkwk..langsung tersusun rencana yang biaa dilakukan dengan teman yang sefrekuensi,sama gilanya 🤣
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Miris dan sangat menyedihkan masa lalu Debora,pantas saja jika dia mengalami trauma yang berkepanjangan. Tapi untung saja Rey datang sebagai penolong semoga saja itu bisa membuka hati dan pikirannya.
🏡s⃝ᴿ ѕ⍣⃝✰𝑰voᷠnͦeͮ𝐀⃝🥀࿐
Buka hatimu Debora buka juga pikiranmu dan hilangkan rasa bersalahmu,mulailah hidup baru dan berjuanglah bersama rekan2mu.
Suii
sangat sulit apalagi itu kenangan manis 🥺
Suii
dan itu tidak mudah..butuh perjuangan untuk memaafkan
Suii
mntra nya kyk pernah denger tp di mana entah lupa
Suii
ini author nya hebat bisa gt ya membawa imajinasi seolah² kita ada di situ
Suii
narsis x kau Rey 😎😎
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 sha
manusia hanya di takdirkan untuk berusaha.. selanjutnya bukan lagi hak kita yg punya penentu
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 sha
adakala mendung menutup langit yg begitu cerah..itu dinamika kehidupan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 sha
syena berjuanglah melawan bresh dan iblis 100 juta jiwa.. Rey sedang berjuang juga
NUR 15💞
mngkn rey lg aplg in npa dah tmpt lain tp hangat kn milki kluarga bgni
NUR 15💞
shey dah mau punah it ap ga ilang dl utk mnymbuh kn skit adk kau it ad aj dah
Etrama Di Raizel
Hal yang hilang akan kembali tapi bisa juga tidak akan kembali. Dan dua sisi manusia benar, gelap dan terang
Etrama Di Raizel
Nah kan kau penasaran mereka alien atau buka ya 🤣🤣
Etrama Di Raizel
Hancur dan sedih pasti itu, adiknya di ambil gitu
✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸
rey belajarlah mengontrol emosi mu,jangan sampai nanti terjebak karena emosi mengalahkan akal sehat untuk berfikir melawan musuh
✪⃟𝔄ʀ ησƒяιтα 🅾︎🅵︎🅵 ⍣⃝కꫝ🎸
akankah regu elang putih mampu menyelesaikan misi drai haritth,alarmnya luar biasa membuat para penyihir jadi kalang kabut
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
tak perlu sedarah Ki hrs puya ijab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!