NovelToon NovelToon
Pengganti Istri Kedua Tuan Zain

Pengganti Istri Kedua Tuan Zain

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pengantin Pengganti Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Choi_ria

Sepulang dari pesta kelulusannya, gadis berusia 18 tahun bernama Zahwa Zahratunnisa mendapat kejutan besar dalam hidupnya.

Demi menjaga kehormatan keluarga, ia dipaksa untuk menggantikan kakaknya yang kabur di hari pernikahannya. Tidak sampai disitu, Zahwa dikejutkan dengan fakta bahwa pria yang akan menjadi suaminya itu telah beristri.

"Mengapa harus aku yang selalu kalian paksa untuk mengalah, Ma?" tanya Zahwa dengan mata berkaca-kaca.

"Karena kamu bukanlah anakku!"

Bagaimanakah kelanjutan kisah Zahwa? Apakah pernikahan ini akan membawa Zahwa menuju kebahagiaan? Atau sebaliknya? Zahwa akan kembali merasakan luka yang mungkin lebih buruk dari sebelumnya.


Tambahkan ke daftar favorit kalian ya!
Selamat membaca, jangan lupa like, vote, gift dan komennya...

Akan ada giveaway untuk 3 pendukung teratas pada tgl 31 Oktober 2022,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Trauma Zahra

Zain kembali ke rumah sakit dan duduk di sebelah brankar rumah sakit tempat di mana Zahra terbaring dengan memejamkan matanya sejak pertama kali masuk ke dalam rumah sakit ini..

Ruangan mewah VVIP berwarna hijau itu seakan menjadi tempat ternyaman bagi Zahra sehingga membuatnya enggan untuk membuka matanya.

Semalaman Zain menemani Zahra di ruangan itu, bahkan ia rela tertidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangan mungil istrinya.

Zain ingin menjadi orang pertama yang di lihat oleh Zahra ketika ia membuka matanya.

Waktu menunjukkan pukul 09.00, sedikit pun Zain enggan meninggalkan istrinya walau sekedar untuk mengisi perutnya yang meminta jatah untuk diisi.

Tok! Tok! Tok!

“Permisi, Tuan. Saya ingin memeriksa keadaan Ny. Zahra.” Perawat itu meminta izin kepada Zain, namun tidak mendapat tanggapan dari tuan muda yang di segani itu, ia melirik ke arah Zain dan merasa kasihan. Pria yang terkenal dingin dan kejam itu kini terlihat sangat rapuh dan terpuruk di samping istrinya yang terbaring lemah.

Setelah menyelesaikan tugasnya, perawat tersebut pamit dan meninggalkan ruangan itu.

Zain menatap lekat wajah Zahra yang sedikit lebih segar setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

“Apa yang membuatmu enggan untuk membuka matamu, hmm?” tanyanya pelan.

Zain membelai pelan wajah gadis di depannya, lalu tangannya turun menyentuh tangan Zahra dan mencium setiap bekas luka di tangan istrinya.

Perlahan Zahra menggerakkan jemarinya, dan mengerjakan matanya namun masih belum terbuka.

Zain yang melihat itu terlihat antusias. "Dokter!" teriaknya dan langsung berlari keluar kamar untuk memanggil Dokter. Pria dingin itu melupakan adanya tombol darurat yang berada di dekat brankar pasien.

Zain kembali dengan berlari kecil diikuti seorang Dokter wanita di belakangnya.

Sejak semalam, Zain melarang adanya Dokter ataupun perawat laki-laki untuk memeriksa keadaan istrinya.

“Bagaimana kondisi istri saya, Dokter?” tanya Zain tidak sabar setelah Dokter itu memeriksa kondisi Zahra.

“Ny. Zahra sudah membaik, Tuan. Kita tunggu sebentar lagi, Ny. Zahra pasti akan membuka matanya,” jelas Dokter itu.

Zahra perlahan membuka matanya, namun ada yang aneh dengan Zahra, ia hanya diam dengan pandangan kosong menatap lurus ke langit-langit kamar itu.

“Zahra!” panggil Zain, namun tidak mendapat respons apa pun dari istrinya.

“Apa yang terjadi, Dokter!” tanya Zain menatap ke arah Dokter itu dengan wajah paniknya.

“Apa yang terjadi kepada istri saya, Dokter?” tanya Zain dengan nada tinggi.

“Tenang, Tuan. Izinkan saya untuk memeriksa Ny. Zahra,” ucap Dokter itu dengan tenang.

Dokter tersebut kembali memeriksa Zahra, namun Zahra hanya diam membisu mengabaikan semua pertanyaan yang dilontarkan Dokter itu kepadanya, membuat Zain kalang kabut dan menarik tubuh Dokter itu untuk memberinya ruang mendekati istrinya.

Zain memegang tangan Zahra dan mengajaknya bicara. “Hei, gadis nakal! Jangan bercanda denganku ya!” seru Zain berdiri di sebelah brankar Zahra.

Zain menunggu reaksi dari istrinya, namun tidak ada tanggapan darinya. Zain pun tetap mencoba segala cara untuk menyadarkan Zahra.

“Bocah kecil! Bangun! Jangan mempermainkanku!” kesal Zain. “Kamu berani mengabaikan perintahku, hah!”

Dokter itu menatap bingung ke arah tuannya karena mendengar ucapan Zain yang dilontarkan untuk istrinya, namun Dokter itu hanya diam saja tidak berani mengganggunya.

Perlahan Zain mendekatkan wajahnya ke wajah Zahra dan menempelkan kening mereka. Sebutir air mata menetes dari mata Zahra membuat Zain tersenyum lega.

“Gadis kecil, aku di sini bersamamu. Aku menunggumu, sadarlah,” ucap Zain lirih di dekat telinga Zahra.

Zain kembali ingin mengecup kening Zahra namun terhenti karena terikan Zahra.

“Berhenti! Menjauh! Jangan mendekat!” teriak Zahra histeris dan mendorong tubuh Zain.

“Zahra! Tenang!” perintah Zain dan memeluk erat tubuh Zahra.

“Pergi! Pergi dari sini! Jangan ganggu aku!” Zahra memberontak dalam pelukan Zain, membuat Zain sedikit kewalahan.

“Tenang, tenang, tenang,” lirih Zain menenangkan Zahra dan semakin mengeratkan pelukannya.

“Pergi! Aku mohon pergi! Jangan ganggu aku!” teriak Zahra dengan suara bergetar.

Zain meneteskan air matanya melihat keadaan istrinya, ia menyesal karena tidak bisa menjaga Zahra dengan baik.

“Tenang, aku di sini, aku bersamamu dan akan selalu bersamamu,” ucap Zain dalam tangisnya.

Zain tidak peduli lagi dengan reputasinya, biarkan orang-orang menilainya lemah. Hatinya hancur melihat gadisnya seperti ini.

Barra yang baru saja masuk ke dalam kamar itu dengan membawa makanan untuk tuan mudanya dibuat terkejut melihat kondisi tuan dan istrinya.

Salah seorang perawat datang dan menyuntikkan sesuatu kepada Zahra, perlahan tubuh Zahra berhenti memberontak dan terkulai lemas dalam pelukan suaminya.

Zain membaringkan tubuh Zahra di atas brankar dan menyelimutinya, ia menatap wajah sembab Zahra lalu mengecup pelan kening Zahra.

“Tuan, ada yang ingin saya sampaikan,” ucap Dokter itu.

Zain mengalihkan pandangannya kepada Dokter itu dan menganggukkan kepalanya. Zain berjalan keluar di ikuti oleh Dokter itu.

“Jaga Zahra seperti kamu menjagaku!” perintah Zain kepada Barra sebelum ia menghilang dibalik pintu.

Dokter yang menangani Zahra duduk dengan cemas di depan tuannya, ia sedikit merasa waswas untuk menyampaikan prediksinya terhadap kondisi Zahra.

“Tuan, saya harus menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa membuat Anda sulit untuk menerimanya.”

1
Qaisaa Nazarudin
Oh benaran nih mereka udah ketemu,Cuman ulet bulu aja yg tertidur,makanya dia gak tau kalau Zain juga ada disana..
Qaisaa Nazarudin
Heran aja aku padahal semuanya pada keluar dari ruangan yg sama,Yaitu Ruangan Dr.Damayanti kan,kenapa mereka pada gak ketemu saat berada didalm ruangan itu?? Zain,Anindya dan juga istri Dr.Wira..sama2 keluar dari ruangan Dr.Damayanti kan..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Isteri kayak gini kenapa masih disimpan dan pertahan,gila masak aja gak tau..
Qaisaa Nazarudin
NGANCAM MULU, TAPI TINDAKAN NYA ZONK...🤦🤦🙇🙇🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Terus kenapa kamu kabur waktu itu??
Qaisaa Nazarudin
Aku makin bingung,Zahra bilang ke mertuanya dia tau yg melakukan itu Zain suaminya,Tapi kenapa malah masih takut dan trauma gitu 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Barra anaknya Dokter Agam..
Qaisaa Nazarudin
Aku kasihan dengan yg namanya Asisten,kerjanya lebih banyak dari boss,boleh di bilang 24/7 jam garus standby, sewaktu2 di panggil harus siap sedia,walaupun gaji dan bonusnya besar,Uang tdk bisa membeli kesehatan..
Qaisaa Nazarudin
BUKAN GILA ZAIN,TAPI TRAUMA..
Ana Rusliana
Luar biasa
Ana Rusliana
Lumayan
bundha novita
Luar biasa
Sella Fitri cahaya
apakah msih ada lanjutannya ka
Sella Fitri cahaya
lanjut Thor
Surati
bagus
Mama Muda
penasaran banget thor 👍👍👍👍semangat sehat selalu
Mama Muda
kapan up nya thor tak tunggu dengan hati tak tenang sehat selalu ya thor 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Mama Muda
sabar bang Zain wajah bang Zain sangat tampan
Mama Muda
hani aku ada untukmu semoga kamu mendapatkan jodoh yang lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!