NovelToon NovelToon
Jodoh Dadakanku

Jodoh Dadakanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / Romansa Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Wulan Antya

Hidup mati seseorang tidak ada yang tahu.
Begitupun dengan jodoh.

Hawa yang memberontak karena dijodohkan dengan kakak kelasnya akhirnya mencoba menerimanya, dengan perjanjian agar di rahasiakan. mengingat mereka masih duduk di bangku sekolah, tapi qodarullah ibu Hawa sakit dan meminta Hasby mengucap ijab kabul secara rahasia di tempat ibu Hawa dirawat. ibunya meninggal dengan tenang karena Hawa tidak sendiri lagi, sudah ada Hasby dan keluarga barunya.

Dengan berat hati Hawa menerima status barunya itu serta mencoba menjalaninya. Entah mampu bertahan atau berhenti ditengah jalan, Hawa tak tahu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Antya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

...Terlihat dikejauhan seorang siswi berwajah muram, entah apa yang tengah dipikirkannya. Ketika berjalan mendekati tangga, dengan jelas terlihat mata merah, bibir pucat....

       "Apa yang telah terjadi padanya?" Hasby membatin keheranan. Terlihat enggan menyapa didepan umum. Dengan gerakan tenang meraih gawai dan mengetikkan sesuatu.

           mau ngobrol denganku bentar?

     Mungkin dia merasa sedikit peduli dengan calonnya tersebut.

       Hawa merasakan getaran disaku bajunya ternyata ada pesan masuk. Meraihnya dan membaca sekilas, lalu mengetik balasan cepat.

           tidak, thanks kak

      Hasby membaca balasan singkat itu, lalu beranjak kekelas masing". Sedikit kecewa karena merasa tertolak.

     Hiruk pikuk yang terjadi pagi ini sangat menguras energi Hawa. Sebenarnya ia enggan beranjak dari sisi Ibunya. Ingin tetap menjaganya, tapi Ibu memaksanya tuk pergi sekolah. Kalau diberi kesempatan memilih, dia akan tetap memilih disisi Ibunya.

     Ibu yang tiba-tiba jatuh sakit membuatnya kehilangan separuh hidupnya.dengan berat hati ia berangkat walaupun harus mencoba tetap tegar dan kuat.

...Selama jam pelajaran berlangsung, Hawa sama sekali tidak bisa fokus. Fokusnya terbagi antara sekolah dan sang Ibu yang sedang sakit di puskesmas. Ibu yang selama ini terlihat kuat dan tidak pernah sakit. Membuat dirinya berpikir Ibu adalah wanita kuat dan penuh kasih sayang....

           Asrina menatap Hawa dan mulai menariknya untuk duduk dibangkunya.

"Ada apa Wa?" tanyanya dengan tidak sabar.

"Ibu,,, Ibu sakit As?" jawabnya lemah. Sambil menundukkan kepalanya diatas meja. Airmata yang sedari tadi ditahannya akhirnya luruh juga. Asrina langsung memeluknya erat. Sesekali mengelus punggung temannya itu.

"Sakit ap Wa? Nanti pulang sekolah q ikut mau jenguk Ibu sekalian" ucapnya pelan, sedih melihat temannya seperti ini.

"Aku gak tahu As, tadi masih diperiksa di puskesmas , aku mau nemenin Ibu aja gak boleh. Bagaimana kelanjutannya aku juga gak tahu". Jelasnya sedih, mengusap airmatanya cepat. "ya sudah sekarang cuci muka sebelum guru masuk kelas" Asrina mendorong Hawa pelan. Hawa bangkit segera berjalan ke kamar mandi.

       Lorong sekolah sudah mulai sepi, hanya tersisa siswa yang baru datang terlambat. Mereka berlari masuk kelas. Hawa bergegas segera kembali ke kelasnya. Untung guru belum ada.

...Hawa mencoba memperhatikan penjelasan guru, tapi tetap tak bisa. Perasaannya tak tenang, ada rasa sesak, air mata menggunung dipelupuk mata. Siap jebol jika dia memejamkan matanya. Diusapnya dengan sudut kerudungnya pelan....

...^^^ Mencoba menarik nafas yang terasa menghimpit dadanya, menghembuskannya perlahan. Jantungnya berdegup cepat. Entahlah benar-benar tidak bisa fokus karena memikirkan Ibunya. Bayangan Bapak meninggal kembali melintas diingatannya. ^^^...

...Seusai tenang ia mengikuti pelajaran demi pelajaran hingga selesai. Waktu istirahat yang biasanya menjadi waktu yang ditunggunya jadi tak menyenangkan lagi. Hawa hanya ingin cepat pulang. Melihat Ibu dan berada disampingnya selalu....

...Bagi Hawa Ibu adalah segalanya. Karena tanpa Ibu ia bukan siapa-siapa. Setelah kehilangan Bapak membuatnya takut kehilangan orang yang sangat berharga baginya....

...Kegiatan belajar telah usai, teman-temannya berhamburan keluar kelas. Begitupun Hawa dan Asrina. Mereka berjalan cepat ke parkiran motor....

...Asrina mengendarai motor dengan lumayan kencang tapi tetap hati-hati. Suasana yang ramai lancar. Matahari bersinar sangat teriknya, tapi tidak menggoyahkan perjalanan mereka....

...Sesampainya disana, mereka langsung masuk dan menuju resepsionis....

..."Assalamu'alaikum, permisi kak, mau tanya ruangan Ibu saya dimana ya?" Hawa bertanya dengan gugup. Suaranya terdengar gemetar walau samar....

"Wa'alaikumsalam, iya dek, diruangan no. 4. Dari sini belok kanan ya" jawabnya tersenyum ramah.

"Makasih ya kak, permisi" Hawa dan Asrina bebarengan. Beranjak dari sana tuk mencari ruangan tersebut.

...Hawa mengetuk pelan dan membuka pintu perlahan. Pupil matanya membesar karena terkejut melihat Hasby berdiri didekat ranjang Ibunya. Belum sempat mencerna keadaan, Asrina memekik tertahan "Haah, Kak Hasby ?!"...

...Hawa memejamkan matanya pelan menghela nafas. Bagaimana kalau Asrina bertanya-tanya tentang kak Hasby. Mau jawab apa coba....

...Asrina mengerjapkan mata berkali-kali. Mencoba mempercayai penglihatannya. Tetap saja benar adanya, kenyataan itu benar-benar Hasby. Bisa jadi hot news kalau teman-temannya tahu. Seorang Ketua Osis menjenguk ibu dari adik kelasnya. Hahaha. Sungguh pikiran yang berlebihan....

...Hasby melihat mereka masuk dan menutup pintu pelan. Dia bergeser kedekat sang mama. Memberi ruang untuk Hawa. Hawa melangkahkan kakinya pelan mendekati ranjang Ibu. Melihat Ibu tersenyum lemah dengan wajah pucatnya membuat hatinya seperti teriris. Tangannya gemetar saat meraih tangan ibunya, "Ibuuuu" bisik Hawa terasa menyesakkan dada. Bahunya bergetar pelan. Siapapun tahu Hawa menahan tangisnya dari tadi....

"cup,, cup,, gak usah nangis lagi, ibu nggak pa-pa kok nak.." ibu berucap lemah, tangannya mengusap kepala anaknya itu dengan lemah.

...Hawa semakin terisak dan memeluk ibunya pelan. Karena takut ibunya kesakitan kalau terlalu kencang memeluknya. "Hawa takut Ibu pergi meninggalkanku bu,, seperti Bapak dulu. Hawa nggak bisa kalau nggak ada ibu." ujarnya pelan. Air mata yang selalu terjun bebas tanpa mau berhenti membuat semua orang diruangan itu menahan nafas sesak....

...Asrina membekap bibirnya kuat, supaya suaranya tidak keluar. Air mata membanjiri kedua pipinya....

...Seseorang yang selalu terlihat ceria dan tanpa beban. Ternyata menyimpan begitu banyak luka dihatinya. Luka yang tidak akan pernah sembuh dalam waktu yang singkat. Asrina tahu bagaimana dulu Hawa berusaha bangkit dari keterpurukannya setelah Bapaknya meninggal dunia. Kini harus dihadapkan pada kenyataan ibunya sakit seperti pemantik luka lama itu lagi....

...Suasana yang penuh dengan isak tangis itu tiba-tiba dikejutkan dengan kondisi ibu yang...

Memburuk. Nafasnya tersengal. Seisi ruangan panik. Hawa mengambil langkah seribu memanggil dokter dan petugas kesehatan yang bertugas. Suasana diruangan menjadi sesak.

"Mohon untuk menunggu diluar!" ucap petugas kesehatan dengan tegas.

Mama mengangguk singkat dan meraih Hawa untuk keluar ruangan. Hawa menurut tanpa perlawanan,ia duduk dibangku samping ruangan ibunya, menundukkan kepalanya lebih dalam. Asrina memeluknya, merasa sedih dengan keadaan ibu dan juga Hawa. Mama senantiasa disamping Hawa. Hasby duduk tak jauh dari ruangan Ibu. Semuanya berdo'a didalam hati.

...^^^ Pemeriksaan berjalan terlalu lama bagi Hawa. Dengan tidak sabarnya ia melangkahkan kaki kesana kemari. Berharap dokter tan petugas kesehatan lekas keluar. Rasa ingin menerobos masuk untuk melihat sang Ibu sangat kuat. Tapi tidak dilakukannya. Dia masih bisa berpikir jernih ditengah kekalutannya itu.^^^...

...Dikeheningan yang mencekam, suara berderit pintu terbuka membuat semua orang menoleh cepat. Hawa menyerbu dokter yang pertama kali keluar ruangan ibunya....

"Dok,, bagaimana dengan Ibu?" ucapnya berusaha tenang dengan mata memerah. akibat menangis terlalu lama.

...Menghela nafas pelan dan memandang seorang anak perempuan berseragam sekolah membuat hatinya tak tega menyampaikan berita ini. Dokter menepuk pelan bahu Hawa "Maafkan kami yang tidak bisa menyelamatkan ibumu nak."...

Duuaaarr

...Bagai disambar petir, Hawa berlari menemui Ibunya, dengan mata terpejam, seolah tidur dengan lelapnya. Tanpa menghiraukan kebisingan sekitarnya. melihat wajah pucat ibu, air mata meleleh dipipinya, semakin lama makin deras. Menyentuh jemari Ibu yang dingin dan sedikit meremasnya."Ibu,, Ibuuu huu huuu huu. bangun bu,, Hawa nggak bisa tanpa ibu" suaranya yang serak terus memanggil ibu. Tangannya menguncang badan ibu agak kencang. Tapi nihil. Ibu tidak bangun sama sekali....

"aaarh huuu huuu hiks hiks" suara tangisannya semakin kencang. Tangan Mama terulur dan memeluknya erat. Mencoba memberi ketenangan baginya. Asrina menangis disamping Hawa.sesekali tangannya meremas bahu temannya untuk menenangkan.

"Ibu harus segera dimakamkan nak" ujar Mama lembut. Mengerti dengan perasaan yang dirasakan Hawa, mama melirik Hasby. Menganggukkan kepala pelan. Hasby mengerti, melangkahkan kaki tegas, pergi untuk menghubungi sang Papa dikantor. Semua harus segera diurusnya.

...Pemakaman dilakukan dengan hening dan teratur. Beratapkan langit orange dan matahari telah bersembunyi diufuk barat. Tanpa tangisan, hanya do'a yang dipanjatkan. Hawa terlihat meatap kosong gundukan tanah merah tempat bersemayam jenazah ibunya. Bibir pucat mengatup tanpa mengeluarkan suaranya, mata merah dan sembab, karena terlalu banyak menangis. Kini dia berdiri dengan tegar. Mama senantiasa menemaninya, merangkulnya, memberi kekuatan padanya....

...Hawa bersyukur karena masih banyak orang yang peduli dan datang mendo'akan ibunya. Membantu pemakaman ibunya. Walau sekarang dia harus merelakan kepergian ibunya, satu-satunya keluarga yang ia miliki. Sekarang tinggalah dia seorang diri, melanjutkan kehidupannya. Menggapai cita-citanya. Tanpa senyuman atau suport dari sang ibu....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!