Zahra menolong seorang wanita bersama gadis kecil, wanita itu pingsan dan Zahra pun membawanya ke rumah Sakit. Ternyata wanita itu adalah istri dari dosen paling killer di kampus. Dan dosen yang paling Zahra hindari.
Wanita yang di tolong Zahra meminta Zahra untuk menikahi suaminya dan menjadi ibu dari anaknya sebagai permintaan terakhirnya.
Akankah Zahra menerima atau menolaknya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renav Renren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. di permalukan
Hari ini dokter Fachri sedang pergi untuk beres-beres barang yang ada di kontrakan. Sedangkan Chantika ikut pergi sama Abi dan umi ke acara syukuran rumah barunya teman Abi.
Di rumah hanya ada dirinya dan mbok Nah saja. Selesai makan siang dan shalat Dzuhur Zahra memilih untuk tidur . Karena jujur badannya hari ini cukup lelah padahal hari ini dirinya nggak ngapa-ngapain.
Entah berapa lama dirinya tertidur sampai Zahra merasa ada benda kenyal yang menempel di bibirnya. Karena merasa terganggu Zahra pun membuka kelopak matanya. Zahra langsung melotot tajam menatap suaminya Yang masih menikmati bibirnya.
Zahra langsung mendorong tubuh dokter Fachri tapi lelaki itu tidak bergeming. Dengan terpaksa Zahra pun mencubit perut dokter Fachri.
" Auwh..." Teriak dokter Fachri karena merasakan pedasnya cubitan Zahra.
" Dek kenapa di cubit sih, Sakit tahu."
" Lagi bisa bisaan orang lagi tidur di cium." Ucap Zahra sebal.
" Maaf."
Cup
Dokter Fachri sekali lagi mencium Zahra.
" Mas..."
" Iya....iya mas minta maaf."
" Mas udah selesai mindahin barang-barangnya."
" Udah makanya sekarang mas ada di sini."
" Mas udah makan."
" Belum."
" Ya udah ayo." Ajak Zahra.
" Ayo kemana dek?."
" Ya makan lah kan mas belum makan."
" Kalau makan Nasi Alhamdulillah udah."
" Tadi bilangnya belum."
" Iya mas memang belum makan, makan kamu." goda dokter Fachri.
Zahra yang kesal pun langsung pergi ke kamar mandi. Sedangkan dokter Fachri terkekeh geli melihat sang istri yang malu.
********
Hari ini Zahra berangkat agak siang mengendari mobil bersama kembarannya menuju kampus. Setelah memarkirkan mobilnya Zahra dan Zafra pun berjalan menuju kelasnya.
Tapi perjalanan dari parkiran menuju kelas Zahra merasa para mahasiswa yang Zahra lewati memandang dengan pandangan yang aneh.
" fra, kamu merasa nggak kok anak-anak melihat kita dengan pandangan nggak suka gitu ya." tanya Zahra.
" Iya Ra tumben pada ngelihatin kita kaya gitu."
Di tengah jalan Zahra dan Zafra dihadang oleh olive and the Genk.
" eh Ada pelakor di sini." Ucap olive sedikit berteriak dan menimbulkan berapa mahasiswa yang sekitar sana mendekat.
Zahra dan Zafra hanya diam saja karena nggak tahu apa yang di maksud oleh olive.
" Teman-teman Kalian malu nggak satu kampus sama perempuan ini." Tunjuk olive ke Zahra.
" Malu...." Seru para mahasiswa yang di sana.
" Baju aja tertutup, sok agamis tapi kelakuan bejat. Buka aja tuh hijab nggak pantes sama kelakuan."
" Maksud kamu apa olive." Tanya Zahra berusaha tenang.
" Teman-teman Kalian tahu wanita ini adalah pelakor dia udah menggoda pak Fachri dosen kita dan merebutnya dari istrinya. Dan asal kalian tahu dia sudah menikah dengan pak Fachri. Padahal saat itu istrinya pak Fachri sedang sakit. Dan wanita kejam nggak punya perasaan ini malah menyuruh pak Fachri untuk menikahinya di depan istrinya pak Fachri yang sedang sakit. "
Para mahasiswa pada berbisik dan melihat Zahra dengan jijik.
" Dan yang paling membuat gue betapa kejamnya cewek ini.Cewek ini berhasil menyingkirkan istrinya pak Fachri . Istrinya pak Fachri meninggal dunia setelah menyaksikan cewek ini menikah dengan pak Fachri. Siapa coba yang bakal sanggup melihat suaminya menikah lagi di depan dia."
Olive mendekat ke Zahra.
" Mendingan Lo buka ini jilbab." Ucap olive yang ingin membuka jilbab Zahra.
Karena olive terus memaksa ingin membuka jilbab Zahra dan Zahra sekuat tenaga ingin tetap mempertahankan hijabnya. Tanpa senggaja Zahra reflek mendorong tubuh olive hingga terjatuh.
Olive yang di dorong hingga jatuh, marah nggak terima. dia pun bangkit dan langsung menampar Zahra.
Tamparan olive cukup keras tidak hanya membuat merah pipi Zahra tapi juga luka di sudut bibirnya Zahra.
" Gue bakal minta sama bokap gue untuk ngeluarin lo dari kampus ini." ucap Olive sombong.
" Memang kamu siapa seenaknya ngeluarin aku dari kampus ini." ucap Zahra dingin menatap tajam olive.
" Hahaha...kamu lupa siapa papa aku, papa aku rektor kampus ini jadi bisa dengan mudah mengeluarkan ****** kaya kamu. Bahkan aku juga bisa sekalian mengeluarkan kembar kamu."
" Dan aku menunggu saat itu aku atau kamu yang akan di keluarkan dari kampus ini." ucap Zahra sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
' eh...****** jangan pergi Lo, atau Lo mau mangkal lagi cari om-om tajir." teriak Olive mengejek.
" Jaga omongan kamu karena kamu nggak tahu apa-apa jangan sampai ucapan kamu jadi bumerang buat kamu dan juga buat yang lainnya " ucap Zafra tegas sambil menatap tajam olive dan juga semua mahasiswa yang ada di sana. Setelah itu dia segera menyusul kembarannya.
******
Tak jauh dari sana ada seseorang yang sangat bahagia menyaksikan semua kejadian itu. Dan orang itu adalah Nico, Nico nggak bisa menerima kalau Zahra menolak cintanya. Dan lebih memilih menikah dengan dosennya.
Maka Nico merencanakan ingin membuat malu Zahra. Dengan begitu Zahra pasti menyesal telah menikah dengan pak fachri. setelah itu dirinya bisa merebut kembali Zahra. Dan untuk menjalankan rencananya Nico memanfaatkan olive anak rektor kampus yang sudah sama menyukai dirinya.
Dan kini rencana itu berhasil membuat Zahra malu karena menjadi tontonan.
" Zahra cepat atau lambat aku pasti akan merebut kamu dari suami kamu." ucap Nico
******
Zahra berlari menuju mobilnya dia segera masuk ke dalam mobil dengan hati yang di selimuti dengan kemarahan. Zahra sangat marah dan sakit hati dengan olive.
Zahra nggak peduli dengan semua omongan dan tuduhan olive kepada dirinya. Zahra nggak merasa sakit hati dengan tuduhan olive karena dirinya tidak melakukan hal itu. Dirinya marah dan sakit hati saat olive mencoba paksa untuk membuka paksa jilbabnya.
Bagi Zahra Jilbab adalah harga dirinya yang sangat-sangat dia jaga. Dengan olive mencoba membuka paksa jilbabnya , berarti olive sudah melecehkan harga dirinya.
Begitu masuk mobil Zahra sudah tidak lagi bisa membendung air matanya. Zahra menangis sambil menyelungkupkan wajahnya di stir mobil.
Tak lama pintu mobil terbuka.
" Pindah kamu ke kursi samping biar aku uang nyetir."