NovelToon NovelToon
Kaya Mendadak

Kaya Mendadak

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Spiritual / Cintamanis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:377k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Asep seorang pemuda biasa saja, yang selalu tersisih dari kancah dunia percintaan, ditolak ciwi-ciwi karena selalu tongpes, bokek dan misquin.

Tiba-tiba suatu hari Asep ketiban Durian runtuh sepohon-pohonnya. Walhasil Asep dalam sekejap jadi OKB.

Yuk kita intip, apa yang membuat Asep bisa memperbaiki nasibnya... Hihihi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Rejeki Nemplok

Krisna sang utusan Tuan Anonymous masuk ke dalam rumah Bik Marni begitu dipersilahkan Asep.

Langkahnya sempat terhenti manakala melihat Bani yang berdiri di tengah pintu pembatas ruangan depan dan ruang tengah.

Bani menatap Krisna dengan kening berkerut.

Laki-laki tampan bernama Krisna itu duduk di di kursi ruang tamu rumah bik Marni.

Asep juga duduk di kursi depan Krisna, lalu menatap tamunya.

"Ada keperluan apa Tuan Krisna sampai datang di waktu sepetang ini?"

Tanya Asep.

Krisna tersenyum.

"Apa saya sudah mengganggu Tuan Asep?"

Tanya Krisna.

Asep menggeleng sambil cepat meralat.

"Bukan, bukan begitu."

Kata Asep.

"Begini Tuan Asep, saya diminta Tuan Anonymous untuk mengantar uang DP malam ini agar mulai besok Tuan Asep bisa segera mengerjakan pesanan Tuan Anonymous. Kami beri waktu satu bulan untuk menyelesaikan semuanya."

Kata Krisna.

"Sa... Satu bulan?"

Asep ternganga.

Bagaimana mungkin, 100 etalase dalam waktu satu bulan? Batin Asep.

"Kalau sukses, Tuan Anonymous akan pesan lagi, 1000 unit, apa anda tidak auto ngeces membayangkan uangnya?"

Laki-laki tampan itu tersenyum miring.

Asep terdiam sebentar.

100 etalase dalam waktu satu bulan, itu berarti satu hari harus menyelesaikan kurang lebih tiga etalase.

Buset!

"Apa tidak bisa ditambah jangka waktunya Tuan? Ini terlalu cepat, kami manusia mana sanggup kerja secepat itu."

Kata Asep.

"Ck ck ck... Dasar manusia hobinya belum apa-apa sudah mengeluh saja."

Kata Krisna.

Asep yang mendengar sindiran itu jelas langsung pasang wajah masam.

Lagian tidak kira-kira, pesan etalase seratus unit hanya diberi waktu satu bulan harus kelar, dikira bikin etalase macam bikin mendoan?

"Sanggup tidak Tuan Asep?"

Asep menggeleng.

"Tidak mungkin Tuan, saya membayangkan saja sudah tidak sanggup. Bisa-bisa begitu proyek selesai, saya isdet."

Ujar Asep.

Laki-laki bernama Krisna itu tertawa terbahak-bahak.

Lalu akhirnya...

"Baiklah, mungkin saya akan kasih waktu 100 hari. Jadi satu hari satu etalase."

Kata Krisna akhirnya.

"Naaaah begitu baru cocok."

Asep mantuk-mantuk setuju.

"Tapi..."

Krisna, laki-laki tampan tapi cerewet itu melemparkan kata tapi hingga membuat Asep yang baru saja akan nyengir lebar akhirnya tidak jadi.

"Tapi apa Tuan Krisna..."

Asep ketar ketir.

"Tapi setiap hari pasaran Kliwon, tolong antarkan ke gudang kami."

Kata Krisna.

"Setiap pasaran kliwon? Jadi lima hari sekali?"

Tanya Asep memastikan.

Krisna mengangguk.

"Betul Tuan Asep, setiap lima hari sekali saat Kliwon, kirimkan etalase-etalase yang sudah digarap ke gudang kami."

Kata Krisna.

Asep mengangguk.

"Baiklah Tuan Krisna."

Asep akhirnya menyanggupi.

Krisna tampak mengangguk puas.

Krisna kemudian bangkit dari duduknya dan berdiri.

"Saya akan ambil uang mukanya."

Kata Krisna yang buru-buru keluar dari rumah Bik Marni.

Asep yang langsung otaknya bekerja begitu mendengar akan diambilkan uang mukanya langsung mendadak jadi mister kalkulator.

Tak lama kemudian Krisna sudah kembali lagi dan membawa paper bag warna coklat berisi lembaran-lembaran merah yang selalu membuat siapapun yang melihatnya serasa berbunga-bunga.

"Kami tak biasa melakukan transaksi lewat bank, kami bayar secara tunai saja, silahkan dihitung Tuan Asep, ini ada seratus dua puluh lima juta."

Kata Krisna pada Asep sambil mendorong paper bag berisi uang yang merupakan titipan Tuan Anonymous.

Asep yang kemudian menerima paper bag itu tangannya sampai gemetaran karena seumur hidup ia jadi manusia belum pernah melihat uang dalam jumlah sebegitu banyak.

Asep mengeluarkan uang-uang itu dari paper bag, lantas Asep memanggil Bani untuk membantunya menghitung uang-uang tersebut.

Bani yang takjub melihat uang seratus ribuan dalam jumlah yang sangat banyak bola matanya langsung membesar seperti bakso pingpong.

Jadi deh bon Asep buat nikahin Nia. Batin si Bani.

"Gas keun Ban, dihitung, sudah malam."

Kata Asep.

Bani langsung sigap duduk sebelah Asep.

Dan...

Bani menghitung dengan kecepatan tangan luar biasa.

Set set set set...

Sebagai mantan karyawan Juragan Sembako yang toko sembakonya paling besar di kecamatan Rawa Endut, toko sembako Chearli Endhel, karena konon katanya, si pemilik anaknya ada tiga cewek semua itu, si Bani nyatanya jari jemarinya sangat lihat menghitung uang meskipun bukan uang punya sendiri.

Asep juga sibuk menghitung uang-uang depe dari Krisna tersebut.

Sementara hantu Nenek tampak nongkrong di dekat meja sambil menatap uang-uang yang ada di atas meja di depan sang cucu.

Mata Nenek macam ada infra red nya untuk mendeteksi apakah ada uang monopoli terselip, atau bahkan uang Barbie yang ikut terbawa.

Dan...

Saat dalam proses penghitungan uang sudah hampir selesai, di mana uang masuk seratus dua puluh lima juta, sementara yang terhitung sudah seratus lima belas juta tiga ratus ribu rupiah, tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan rumah.

Motor itu diparkir di sebelah mobil Pajero hitam pekat milik Krisna.

Pemilik motor yang tak lain adalah Sobir terlihat turun dari motornya sambil memperhatikan mobil Pajero di sebelahnya.

Mobil Pajero yang rasanya ia pernah lihat tapi Sobir lupa punya siapa.

Entah punya temannya, atau punya tetangganya, atau siapanya, tapi yang jelas bukan punya dia sendiri.

Sobir lalu melihat ke dalam rumah Bik Marni di mana Asep dan Bani duduk di ruang tamu seperti sedang sibuk entah apa.

Sobir pun melompat bagai kodok ngorek pinggir kali.

Sobir masuk dan mendapati kedua temannya kini sedang bermandikan uang ratusan ribu yang bertumpuk-tumpuk di atas meja.

Waw...

Sobir langsung matanya toweng toweng.

"Perlu bantuan nggak?"

Tanya Sobir yang telat karena akhirnya acara berhitung selesai.

"Uang seratus dua puluh lima juta lebih seratus ribu rupiah."

Asep memberikan lebihan satu lembar uang seratus ribuan pada si Krisna.

Tampak Krisna tersenyum sambil manggut-manggut macam kepala Odong-odong.

Krisna seperti puas karena ia melihat itikad baik Asep yang meskipun kelihatannya dia hanyalah manusia yang jarang mandi, tapi ternyata kejujurannya patut diacungi permen jempol.

"Karena anda jujur, uang seratus ribu itu biar untuk beli rokok saja."

Kata Krisna.

"Wah cocok jiwa."

Sahut Sobir, nimbrung dengan percaya diri.

Asep pun mengucapkan terimakasih dan menitipkan salam untuk Tuan Anonymous.

"Baiklah, saya rasa cukup sekian, saya pamit, dan saya tunggu etalasenya hari Kliwon mendatang Tuan Asep."

Kata Krisna sambil memberikan secarik kertas pada Asep di mana di sana alamat gudang yang akan dijadikan tujuan pengiriman.

Asep mantuk-mantuk mengerti.

"Baiklah, saya akan usahakan sesuai perjanjian setiap Kliwon akan setor."

Janji Asep.

Krisna mengangguk.

Laki-laki tampan itupun akhirnya benar-benar pamit, ia keluar dari rumah diiringi semuanya.

Asep, Sobir dan Bani.

Uang seratus dua puluh lima juta dibiarkan tetap terhampar di atas meja.

Hantu Nenek pun melayang naik ke atas meja dan tiduran di atas uang-uang yang terhampar itu.

"Akhirnya aku kaya, hahaha..."

**--------------**

1
Fida
Luar biasa
zevs
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu
Bismillahirrahmanirrahim
izin maraton thor . . . .
snow Dzero
Luar biasa
Ken Keenan
Keren.. ringan gaya bahasa asyik, sangat menghibur, rekomen untuk dibaca. Te O Pe..
novita setya
bani di skip aja..bw pengaruh buruk ke asep. tar kl asep kesandung yg ketawa paling keras si bani,yg kabur duluan juga si bani dasar teman rasa penghianat
novita setya
keluarga besar asep rukun ga saling julid..bener2 hal mewah dijaman skrg
novita setya
mikimos pesen etalase..etdah mo buka warung keknya
novita setya
oala msh tetanggaan sm depy & ela
Naida Iko
waduh
Daddy Ghani
Dasar hantu nenek matre🤣🤣
Guz Pur
novel Lou TeOpe bgt thoirr gue suka gaya Lou
nisa
ok kk critanya mksih
Cila Mici: hehehe makasih juga ya
total 1 replies
Angel Poerba
keren abiss
Romi Tama
bagus ceritanya
Cila Mici: hehehe makasih makasih
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum kak Cila..
Aq mampir nih...
Cila Mici: waalaikumsalam... okay ka... 🥰
total 1 replies
Tama!
Halo kakak Author izin buat dubbing novelnya ya kak 😊
Cila Mici: monggo hehehe
total 1 replies
Okta Via
ceritanya sederhana.menghibur dan banyak yg bisa kita pelajari dr cerita ini
sukses buat penulisnya karya yg bagus
Cila Mici: wkwkwk asep suresep yg baunya kayak kecoak,

makasih makasih ya udah mampir
total 1 replies
adriana nadirah 🐻💜
rasanya asep jomblo sampai skrg mesti angkara melati...🤭🤭🤭
Cila Mici: hahhaahhaa...
total 1 replies
adriana nadirah 🐻💜
trm ksh thor...br nak tanya😘😘😘
Cila Mici: kembali kasih donhs
total 1 replies
Azaidane Azaidane
padahal karya author cila bagus bgt semua y.. tp jempol y dikit.. bayak yg baca tp pelit ngasih jempol.. semangat d sukses y tor...
Cila Mici: wkwkkwk gpp, mgkin lupa ngelike aja,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!