NovelToon NovelToon
Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Wanita perkasa / Perubahan Hidup / Balas dendam. / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:77.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Ivan mengira perjodohan ini hanyalah candaan kakeknya saja, bagaimana dia bisa mengira itu serius, saat kakeknya mengatakan akan menjodohkan dirinya dengan seorang gadis bernama Diana. Dia seorang gadis bisu, tidak berpendidikan. Bahkan kata orang di desanya, gadis itu gila. Hingga dia pun setuju. Ternyata kakeknya benar-benar serius. Seorang gadis dari desa yang bisu, benar-benar datang ke rumahnya dan bertunangan dengannya.

Bagaimana perjodohan mereka? Akankah bisa berlanjut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Bukan Cuma Kamu

Hari berlalu begitu saja, namun kesibukan seolah tiada habisnya. Akhirnya semua mata kuliah hari ini selesai. Saat di depan kampus Diana bertemu dengan Veronica, sangat malas ber-urusan dengan wanita itu, namun wanita itu masih saja berani menampakkan batang hidungnya dihadapan Diana.

Wajah Veronica sangat kesal melihat sosok Diana. "Kalian semua tahu bukan, bagaimana hubungan aku dan Ivan." Veronica sengaja berkata demikian.

"Sangat tahu Ve, kamu dan Ivan tidak terpisahkan, bahkan kalian sangat serasi." Sahut teman Veronica yang lain.

"Iya, tapi cinta kami diuji, karena ada sebuah batu dari desa yang akan memisah kami."

"Ya ampun Ve."

"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku dan Ivan sama-sama terikat, dan tidak mau berpisah."

Diana mengetik sesuatu dari handphonenya.

...Tak terpisah?...

...Kamu lupa bagaimana Ivan berkata sore kemaren? Bahkan sangat jelas dia bilang, kamu bukan siapa-siapa Dia....

Seketika wajah Veronica berubah.

Diana mengetik jawaban lagi.

...Kalian boleh tidak percaya padaku, tapi ada saksi, Thaby dan Rektor kita, beliau ada di satu tempat yang sama....

Veronica sangat malu, dia seketika membisu kehilangan jurus cuap-cuap manjanya.

Diana pun pergi begitu saja dari sana. Sedang Veronica bingung harus membela diri dengan cara apa di depan teman-temannya.

***

Pagi berjalan lancar seperti biasanya. Melihat mata kuliah yang akan ada pada siang hari, entah kenapa Diana merasa sangat malas. Dia membolos, dan menghabiskan waktunya di perpustakaan kampus, mencari materi yang berkaitan dengan operasi yang akan dia ambil akan datang.

Diana fokus dengan materi yang dia baca, namun getaran handphone membuat fokusnya terbelah. Diana meraih handphone dan membaca pesan pribadi yang masuk. Pesan itu dari salah satu anggota group yang lainnya.

^^^Apa operasi yang akan dilakukan nanti kemungkinan berhasil dok?^^^

Dengan mantap Diana mengetik pesan balasan untuk keluarga pasiennya.

Tingkat keberhasilannya cukup besar, optimis ya, berdo'a pada Tuhan, semoga semua bisa berjalan lancar.

^^^Terima kasih dok, pasien itu adalah nenek saya.^^^

Kamu harus semangat, optimis kalau semuanya akan berjalan lancar.

Saya sangat berharap nenek saya bisa sembuh dok.

^^^Itu juga harapan seorang dokter, saat ada pasien yang datang padanya ^^^

Bisa kamu rekam video nenekmu? Aku ingin melihat keadaannya saat ini.

Yudha pun mengirimkan video yang diminta sang dokter.

^^^Saya sangat takut dok, bagaimana kalau operasi nanti gagal?^^^

Atas kuasa Tuhan, Semoga semuanya diberi kemudahan, dan usaha kita semua berjalan lancar.

Di sudut lain ….

Yudha merasa lega mendapat balasan dari dokter, dia segera mendekati Ivan.

"Aku sangat penasaran dengan sosok dokter bedah yang sangat hebat ini, Van."

"Bukan cuma kamu, mungkin lebih separu isi kota ini penasaran dengan dokter hebat itu."

Drtttttt!

Handpone Ivan bergetar, terlihat identitas pemanggil adalah Veronica, mengingat ulah varonica kemaren, rasanya sangat malas berkomunikasi dengan Veronica, namun selama ini dia tidak pernah mengabaikan panggilan dari Veronica, dengan lemas Ivan menggeser icon berwarna hijau.

"Iya Ve?"

"Ivan, tante Rani terluka!"

Ivan sangat terkejut mendengar ucapan Veronica. "Bagaimana bisa?!"

"Mama kamu tadi dipukul Diana, saat ini tante aku bawa ke Rumah Sakit Healthy And Spirit!"

Mendengar ibunya kecelakaan, wajah Ivan seketika panik.

Melihat perubahan drastis pada wajah Ivan, Yudha pun bingung. "Ada apa?" 

"Mamaku terluka."

"Cepat kamu susul dia, urusan kantor biar aku tangani." Sorot mata Yudha tertuju kearah Dilah Asisten Ivan. "Dil, kamu temani Ivan.

Ivan dan Dillah pun segera menuju Rumah Sakit.

1
Nur Khaya
udah tegang mlh ngakak ma Nizam 🤣
Nur Khaya
na gitu Ivan ya harus tegas
Nur Khaya
Dillah kn nyesel.
Nur Khaya
kasihan Diana ini itu sendiri, Ivan gak pernah ada buat Diana kalo kesusahan.
Nur Khaya
keren 👍
apajalah
👌🤔🍂
apajalah
/Doge//Rose//Ok/
apajalah
🍂🍁👌🤔/Doge/
ARSAD ACHMAD BETHAN
Luar biasa
ARSAD ACHMAD BETHAN
LUAR BIASA
Listiatie Utami
denakin seru bikin penasaranoʻ
Listiatie Utami
d7h semakin rumoy
Efsa Lestari
kapan sih ketauan identitas nya jadi enek sendiri bacanya. yg ada malah menampilkan kejahatan terus
Efsa Lestari
tapi anehnya desy, Rani yg ada di situ diam aja dan tetap menerima aja tuh sih veronika jadi kurang greget aja bacanya kalau yg jahat selalu menang
Efsa Lestari
yg aku heran udah tau veronika yg jahat tapi Ivan pun masih dgn senang hati berbicara dengan veronika
Efsa Lestari
please kapan identitas nya kebongkar
Efsa Lestari
di novel ini tidak dijelaskan dulu awal. mulanya muncul masalah tu gimana jadi kadang agak bingung sendiri
Efsa Lestari
aku masih bingung Diana kuliah S3 kh atau apa sih. kan dia udah jadi dokter bedah yg hebat bahkan satu kampus dgn veronika lagi bearti veronika juga calon dokter....ini yg dari tadi jadi pertanyaan aku
Efsa Lestari
tapi semoga Diana dan yudha bisa membuat Ivan cemburu dan merasa dianana tu berharga pasti lebih seru
Efsa Lestari
pasti si ivan tu terkaget-kaget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!