NovelToon NovelToon
KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Poligami / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: L. ROSA

Mila seorang gadis yatim piatu dari Desa harus pasrah dinikahkan oleh sahabat kakeknya pada cucunya, Seorang laki-laki yang angkuh dan dingin. Ketidaksukaan laki-laki itu membuat Mila harus mengalami masa-masa yang pahit. Apalagi sejak Tuan Edwin meninggal, Mila dipoligami oleh Ronald dan mendapat perlakuan yang kejam dan kasar dari suaminya. Ia bahkan dijebak seolah-olah berselingkuh dengan supir Tuan Edwin. Video itu viral sehingga menyebabkan ia terpuruk dan sulit mendapatkan pekerjaan. Karena sejak itu ia diusir Ronald, suaminya. Tapi sebelum diusir, Mila diperkosa oleh suaminya yang menyebabkan Mila hamil tanpa sepengetahuan Ronald. Cinta Ronald pada Mila tumbuh sejak ia memperkosa Mila. Susy (istri kedua Ronald) dan Nyonya Jeny melakukan percobaan pembunuhan pada Mila karena Susy takut suaminya tertarik pada Mila. Mila selamat, hanya saja wajahnya rusak. Ada seorang dokter yang merasa iba. Keluarganya merelakan untuk mendonorkan wajah adik dokter yang meninggal itu untuk dilakukan tranplantasi wajah pada Mila.
Bagaimanakah kelanjutan cinta Ronald pada Mila?
Bagaimanakah kehidupan Mila dengan wajah barunya? Apakah yang dilakukan Mila untuk membalas dendam pada Ronald, Susy dan Nyonya Jeny? Apakah Mila menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L. ROSA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18. KASIH TAK SAMPAI

Petang itu Mila melaksanakan pekerjaan rumah seperti biasa. Ronald dan Susy akan menghadiri sebuah acara, yang membuat mereka tidak akan makan malam di rumah. Sekitar jam 7 malam Ronald dan Susy pergi untuk menghadiri acara itu. Dua orang Satpam dan seorang yang berambut cepak yang menjadi penjaganya selama ini, sedang bermain catur di pos penjagaan.

Lalu Salah seorang Satpam minta ijin ke toilet. Orang berambut cepak itu kemudian yang menggantikan main catur.

"Kayaknya asyik kalau sambil ngopi. Saya ambil kopi dulu ya," kata Satpam yang masih ada di pos itu.

Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel. Orang berambut cepak itu mengangkat panggilan itu.

"Ya, hallo? Apa?! Aku kan pernah bilang, minum pil itu agar tidak hamil! Hhhh ... itu salahmu!" lalu terdengarlah orang berambut cepak itu seperti sedang cekcok dengan orang yang meneleponnya. Ia marah-marah pada penelepon itu. Orang itu beranjak menjauhi pos penjagaan supaya tidak terdengar oleh orang lain.

Pandangan orang berambut cepak itu kadang ke atas, kadang ke bawah, kadang juga ke arah lain. Posisi Orang itu yang menjauh dari pos jaga, menguntungkan Mila untuk kabur dari rumah itu. Mereka tampaknya masih cekcok.

Mila mengendap-endap mendekati gerbang. Menggeser pelan pintu gerbang sedikit. Keluar dengan hati-hati. Mila pun berjalan dengan perlahan meninggalkan gerbang rumah itu. Setelah agak jauh, barulah Mila lari sekencang-kencangnya. Ia terus berlari sampai di tempat yang dirasa aman untuk menelepon Fathir.

"Fathir! Aku sudah keluar dari rumah itu. Aku berada dekat ****mart. Tolong jemput aku! Bawa aku pergi!" kata Mila.

"Kamu tunggulah disana. Aku segera berangkat," jawab Fathir.

Sekitar 20 menit, Fathirpun datang dengan mengendarai mobil Ayahnya. Mila segera naik ke mobil. Mobilpun segera melaju membelah jalanan ibukota.

"Kita mau kemana?" tanya Fathir.

"Aku bingung. Apa sebaiknya ke desaku saja ya?"

"Jangan ke desamu! Bagaimana kalau ke Jawa Timur?Aku ada rumah disana. Aku khawatir kalau ke desamu, suamimu menemukanmu."

"Apa orangtuamu tahu, kamu akan mengantarkanku?"

"Aku hanya pamit untuk mengantar teman," jawab Fathir.

"Maaf. Sudah merepotkanmu."

"Jangan bilang begitu. Aku senang membantumu."

"Kamu orang yang baik, Fathir. Semoga kamu mendapatkan gadis yang baik," kataku tulus.

"Aku tidak dapat mencintai gadis lain."

Akhirnya mereka saling terdiam. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Maafkan aku, Fathir .....," gumam Mila dalam hati.

Sekitar 5 jam perjalanan, mobil berhenti dipinggir jalan.

"Mila, sebaiknya kita beristirahat. Berbahaya kalau sampai aku mengantuk. Aku mau tidur dulu ya setengah jam -an di belakang. Kamu juga tidur ya di sini," kata Fathir

Mila mengangguk. Fathir pindah ke belakang untuk tidur, sedangkan Mila akan tidur di depan saja.

Ketika adzan shubuh berkumandang, Mereka berhenti dan mencari masjid terdekat yang dilalui. Setelah shalat Subuh, mereka mencari warung kopi untuk sarapan. Kebetulan di warung itu ada bubur ayam. Merekapun menikmati bubur ayam. Minumnya Mila memesan teh hangat, sedangkan Fathir memesan kopi hitam.

"Mila ..., kamu makannya kayak anak kecil. Belepotan," Fathir mengusap sudut bibir Mila dengan menggunakan tissu.

Mila tersipu malu.

"Terimakasih," ucap Mila.

"Aku akan mengenang hari ini kebersamaan kita. Semoga kita masih bisa bertemu lagi ya," kata Fathir

"Kita nanti kan masih bisa nelpon, video call, atau kamu bisa main ke rumahku," kata Mila.

"Aku takut kita tidak bisa berjumpa lagi," Fathir terlihat sedih.

"Kamu jangan bicara begitu ah! Memangnya kamu mau kemana?"

"Nona ini tehnya. Dan ini kopinya Tuan," Seorang bapak tukang warung mengantarkan teh dan kopi pesanan Mila dan Fathir. Merekapun menyesap minumannya masing-masing, melupakan pertanyaan Mila. Fathirpun terlihat ceria lagi setelah meminum kopi.

"Ini benar-benar kopi terenak yang pernah kuminum!" ujar Fathir.

"Ah Tuan bisa saja. Terimakasih Tuan, kalau Tuan suka kopi racikan saya,"

Selesai sarapan, mereka melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan banyak yang mereka obrolkan. Mulai dari perkuliahan hingga rencana masa depan. Juga hal-hal lucu tentang masa kecil mereka sewaktu di desa.

Mila POV

Rasanya sangat indah kebersamaan kami . Kami merasa bahagia bisa melakukan perjalanan ini berdua. Aku tidak tahu apakah hal ini akan terulang kembali. Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Fathir menghentikan mobilnya.

"Ada apa Fathir?" tanyaku.

"Aku lupa, stok air mineral kita habis. Sebelum melewati jalanan hutan, kita beli air mineral dulu untuk di jalan," kata Fathir. Aku hanya mengangguk.

Kulihat ada warung di seberang jalan raya. Aku yang akan turun, di cegah oleh Fathir.

"Biar aku saja. Kamu tunggu aja di mobil," kata Fathir.

Akupun menurut. Fathirpun turun dari mobil kemudian menyeberang jalan. Iapun membeli air mineral. Ketika ia menyeberang jalan akan kembali ke mobil, tiba-tiba dari arah yang kami lalui tadi sebuah mobil pick up warna hitam melaju sangat kencang melaju ke arah Fathir yang sedang berjalan sambil tersenyum ke arahku.

Aku menjerit ketika melihat mobil itu akan menabrak Fathir.

"Fathir .... awas!" teriakku panik.

Brak!

Fathir terpelanting dan terseret hingga beberapa meter. air mineral di kantong keresekpun terpelanting. Fathir terkapar dengan darah berceceran di jalan raya. Tapi mobil itu tetap melaju dengan kencang. Fathir menjadi korban tabrak lari.

Orang-orang yang ada disekitar lokasi penabrakan, menghambur ke arah Fathir yang sudah terkapar. Akupun berlari keluar dari mobil dengan histeris.

Kupangku kepala Fathir. Aku tak perduli walau darah membasahi pakaian dan tanganku. Fathir sedang sekarat.

"Ja-ga di-ri ba-ik ba-ik. Kau.... ha-rus ku-at. Laa- illa-ha-illallah!"

"Fathiiiiir .....! Tidaaaaak .....!" Aku menjerit histeris.

"Fathir! Jangan perg! Bangun Fathir, bangun! hiks hiks.....," tangisku pecah, tak tertahan lagi.

"Sabar, nak, sabar ...," orang-orang mengerumuni kami. Fathir sudah tak bernyawa lagi. Rasanya aku lemas dan sangat shock. Aku menangis tersedu-sedu. Tak menyangka Fathir akan pergi secepat itu. Aku menyesali mengapa kejadian ini harus menimpa kami.

Mereka membantuku berdiri dan dibawa duduk ke tempat yang teduh dipinggir jalan. Fathir dibiarkan di posisi semula, karena menunggu polisi datang. Jenazah Fathir ditutup koran.

Aku diberi minum oleh warga. Tak lama Polisi datang. Mereka olah TKP. Kemudian jenazah di bawa ke Rumah Sakit. Sedangkan aku di bawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Setelah aku selesai dimintai keterangan, akupun dipersilahkan duduk di ruang tunggu. Aku sengaja mengatakan pada polisi, tidak punya keluarga. Jangan sampai Ronald dan keluarganya diberitahu. Aku hanya memberitahu tentang keluarga Fathir.

💔💔💔💔💔

Aku berjongkok di depan pusara Fathir. Semua orang yang mengantar ke peristirahatan terakhir Fathir telah meninggalkan areal pemakaman itu. Teman-teman kuliah Fathir, juga teman-teman semasa SMA Fathir meninggalkan pusara Fathir dengan isak tangis, mengenang sosok teman yang sangat mereka sayangi. Ibu dan Ayah Fathirpun tak berkata apa-apa padaku.. Mereka pergi begitu saja. Mereka menyalahkan aku atas kejadian yang menimpa Fathir.

"Fathir, aku tahu kamu orang baik. Allah lebih sayang padamu. hiks hiks ...., maafkan aku kalau selama ini merepotkanmu. Aku juga menyesal, mengapa aku belum menjawab yang sebenarnya pertanyaanmu. Aku belum pernah membuatmu bahagia. Aku hanya ingin kamu tahu. Kalau ... kalau aku juga..... sebenarnya mencintai kamu."

"Tapi aku hanya tidak ingin memberimu harapan, karena aku masih bersuami. Aku ingin kamu mencari gadis lain yang lebih baik. Semoga kamu mendapat bidadari-bidadari di surga."

Kutabur bunga aneka rupa di pusara Fathir. Kupandangi foto Fathir. Kuusap foto Fathir. Air mataku semakin deras mengalir.

"Selamat jalan sahabatku. Semoga kamu tenang dan bahagia di alam sana. Jangan khawatirkan aku. Aku akan baik-baik saja. Aku harus jadi wanita kuat. Aku janji. Aku yakin kematianmu karena ada yang menginginkan kematianmu. Aku akan membalasnya suatu hari nanti."

Milla POV Off

Setelah naik *jol, Mila turun di depan kampusnya. Sore itu kampus terlihat sepi. Hanya sedikit Mahasiswa yang masih lalu lalang di kampus. Kematian Fathir membuat seluruh kampus berduka. Karena Fathir termasuk Mahasiswa yang aktif berorganisasi, banyak teman dan dikenal para dosen.

Milapun duduk di warung bakso menghadap jalan raya di depan kampusnya. Mila memandang gedung kampusnya. Kebetulan di warung bakso itu sedang menyetel musik box dengan lagu yang kebetulan sesuai dengan hati Mila saat ini. Lagu "Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti" dari Anneth Delliecia.

Kuhampiri jalan yang kita lewati

Setiap hari kita di sini

Ku menanti hadirmu 'tuk kembali

Hanya kenangan yang tersisa di sini

Namun s'karang kau t'lah pergi

Dan kuyakini kau takkan kembali

Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti

Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini

Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti

Tak lagi saling menyapa

Meski ku masih harapkanmu

Ku menanti hadirmu 'tuk kembali

Hanya kenangan yang tersisa di sini (namun sekarang)

Namun s'karang kau t'lah pergi (pergi)

Dan kuyakini kau takkan kembali

Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti

Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini

Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti

Tak lagi saling menyapa

Meski ku masih harapkanmu

Sesungguhnya hatiku tak sanggup menerima

Dan lupakan s'galanya

...............

"Mila," seseorang membuyarkan lamunan Mila. Bakso dihadapannya telah dingin.

TO BE CONTINUED

MET LIBURAN. JANGAN LUPA, TINGGALKAN JEJAKMU.

1
Nonik Anda Swl
terkesan murahan, bukan nya justru menjaga jarak, membalas dengan elegan, malah kyk lacur, amit2
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih /Joyful/
total 1 replies
Nonik Anda Swl
kok kesan nya Monika menggatal ya?miris, malah terkesan jadi wanita gampangan
Nonik Anda Swl
😭😭😭😭😭😭😭😭😭 knp baru nemu cerita ini sekarang hik, sedih banget
Evy
bukannya kalo mau tes DNA pakai rambut.rambut itu harus sampai akarnya...bukan digunting tapi harus dicabut.
Evy
Nasib Tuan Brian dan Ronald sama...anak yang dikandung istrinya anak dari pria selingkuhan istri nya.
Evy
Tuan Brian berubah gara2 harta.lebih baik selidiki dulu anaknya itu siapa bapaknya...mau2 nya dibodohi istrinya.
Elok Pratiwi
cerita buruk tidak menarik ... apalagi karakter pemeran utama wanita nya lemah mudah ditindas sangat burukkk ...
Monika Onik
sama Richard slama, nya thor,, jangan sama ronald,,, mantan ya tetap mantan jangan balikan,, cari cerita yg beda, kebanyakan cerita udah di sakiti masih mau balikan bkin kecewa
Nanikk Tjahya Suryani
𝚕𝚎𝚖𝚋𝚎𝚔 𝚋𝚐𝚝 𝚔𝚛𝚊𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚜𝚒 𝚖𝚒𝚕𝚊...
angel
walaupun panjang alurnya gk bosen bacanya ..alurnya bagus
angel
sy suka alur ceritamu Thor ..saran sy gk usah ada bawa2 agama 🙏. di bacanya jd enak, cukup bahas tradisi spt bab ini ..LBH enak di cerna
Khusnul Khotimah
menurut q thor jadi monica lbh baik dr pada mila soalny mila masa laluny terlalu ribet n menyedihkan.klo kisah nyata mending buka lembaran baru melupakan kisah2 lama yg menguras air mata tp ttp keluarga jgn dilupakan.😁😁
Santi Rizal
keren banget Thor ceritanya..
aku suka...love for author
Santi Rizal
pantes Reyhan benci...dia dan ibunya sampe di fitnah gitu
Santi Rizal
nasib 2 lalat sangat tragis
Santi Rizal
rasain ..niat jahatnya sih
Santi Rizal
kisah Tika ternyata tragis juga
Santi Rizal
janda dan duda kelamaan jomblo gitu deh
Santi Rizal
sukurin Andra...
Santi Rizal
malu banget tuh 2 lalat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!