KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL

BAB 1. PERTEMUAN DUA SAHABAT

Karmila atau biasa dipanggil Mila, gadis 19 tahun, berwajah manis, berkulit sawo matang, berambut panjang lurus sepunggung, yang telah menamatkan SMAnya, berlari-lari kecil menyusuri sawah dan rerumputan untuk pulang ke rumahnya. Hari sudah menjelang sore setelah ia menyelesaikan tugasnya mengusir burung-burung pemakan padi dengan cara menggerak-gerakan orang-orangan sawah dan bunyi-bunyian kaleng bekas dengan tali.

Sekarang waktunya ia memasak untuk makan malam dirinya dan Kakek. Ia sudah Yatim piatu sejak ia duduk di kelas 6 SD. Sehingga ia dirawat oleh Kakek dan Neneknya. Namun sayang, Neneknya pun meninggal ketika ia kelas 2 SMA. Kini Mila hanya tinggal dengan Kakeknya yang sudah tua renta. Kakeknya sudah tidak bisa kemana-mana. Sehingga Mila harus mengolah sawah Kakeknya dibantu para pekerjanya.

Mila belum ada rencana apa-apa, setelah kelulusannya dari SMA sebulan yang lalu. Ia tidak bisa pergi meninggalkan Kakeknya untuk kuliah ataupun bekerja ke kota. Ia tidak tega kalau untuk meninggalkan Kakeknya. Jadi, ia hanya mengolah sawah saja untuk mengisi waktunya.

Mila tertegun ketika melihat sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu. Mila meneliti mobil mewah hitam itu sambil menyentuh mobil itu dengan takjub.

Mila tersentak ketika alarm mobil itu berbunyi. Seorang bapak-bapak keluar dari dalam rumah Mila. Mila sedikit takut melihat orang itu. Takut kena marah. Tapi orang itu malah tersenyum.

"Kamu pasti cucunya Pak Haris ya? Cepat sana masuk, ditunggu Kakekmu!" kata orang itu.

"Bapak siapa?" tanya Mila.

"Saya Pak Soleh, supirnya Tuan Edwin. Sahabat Kakekmu dari kota," jawab orang itu.

Mila pun segera masuk ke rumah. Melihat kedatangan Mila, Kakeknya tersenyum sambil melambaikan tangannya agar Mila mendekat.

"Nah, ini cucuku, Mila. Sini Mila, salam sama Tuan Edwin," kata Kakeknya.

Mila pun menuruti perintah Kakeknya.

"Wah. Cucumu sudah besar! Cantik alami. Cocok nih kalau dijodohkan dengan cucuku!" kata Tuan Edwin

"Ha ha ha ....! Bisa aja kau Win! Mana pantas cucuku bersanding dengan cucu seorang pengusaha sukses sepertimu. Cucumu pasti berpendidikan tinggi. Cucuku cuma lulusan SMA dan gadis Desa. Pasti tidak sesuai dengan selera cucumu yang orang kota," jawab Kakek Mila.

"Aah .... Jangan suka merendah. Cucuku pasti mau. Ia tidak akan membantah," kata Tuan Edwin.

Obrolan kedua kakek-kakek itu membuat Mila sedikit merasa malu. Karena menjadi objek pembicaraan.

"Kek, Mila ke belakang dulu mau buat minuman," izin Mila.

"Oh iya. Tamunya belum di kasih minum nih. Cepat buatin minumnya, Mila," perintah Kakeknya. Mila

mengangguk lalu bergegas ke dapur untuk membuat air teh.

Kedua kakek-kakek itu masih asyik mengobrol ketika Mila menyuguhkan minuman.

"Mila, Tuan Edwin ini sahabat Kakek waktu kecil, sewaktu SD. Mobil keluarga Tuan Edwin ini masuk sungai karena tergelincir. Untung mereka selamat, hanya luka-luka. Keluarga Kakek yang menampung mereka setelah di evakuasi dari sungai itu. Setelah dua hari, bantuan datang. Merekapun dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Selama mereka di Desa ini, mereka hanya diobati dengan ramuan-ramuan kampung, karena dulu belum ada tenaga medis di Desa ini. Juga belum ada telepon masuk ke Desa ini. Sehingga proses penjemputan mereka lambat karena kendala komunikasi," Kakek Mila bercerita. Mila hanya manggu,-manggut saja.

"Sejak saat itulah keluarga Tuan Edwin kerap berkunjung ke mari. Kami pun bersahabat. Kakek dan Orangtua Kakek pernah diajak ke rumah mereka yang bagus dan besar. Kakek terakhir ke rumahmu kapan ya Win, aku lupa," Kakek mengingat - ingat.

"Terakhir kali kamu ke sana sewaktu kamu telah menikah dengan gadis pujaan hatimu, Ris," Tuan Edwin mengingatkan.

"Oh iya ya," Kakek menepuk dahinya, "Kalau kamu, terakhir ke sini sewaktu bersama putramu yang berusia 14 tahun ikut datang ke sini " kata Kakek Mila bernostalgia.

Pembicaraan merekapun berlanjut hingga Mila selesai masak. Tuan Edwin dan supirnya diajak makan dengan menu seadanya ala kampung. Hanya goreng tempe, ikan asin dan sambal. Tapi anehnya, mereka terlihat lahap sekali. Orang kota memang aneh! Pikir Mila. Meraka menyukai makanan kampung. Padahal, orang kampung sangat ingin sekali makan makanan orang kota yang terlihat enak-enak.

Rupanya Tuan Edwin dan supirnya akan menginap di rumah Mila. Mila menyiapkan kamar tamu. Setelah dibersihkan dan mengganti sprei, Tuan Edwin yang telah membersihkan badan, beristirahat di kamar tamu.

Sedangkan supirnya menolak tidur di kamar dengan majikannya. Ia lebih memilih tidur di tikar di depan TV. MIila yang merasa kasihan takut supir Tuan Edwin kedinginan, memberikan selimut untuk alas tidur supir Tuan Edwin, dan juga sarung untuk menyelimuti kakinya.

Ketika Mila akan beranjak tidur, Tuan Edwin, Kakek dan Supir Tuan Edwin terdengar mengobrol entah sampai jam berapa. Tiba-tiba menjelang dini hari sekitar jam 3 pagi, terdengar suara Kakeknya memanggil-manggil

Mila segera bangun dan menghampiri Kakeknya. Nafas Kakek tersengal-sengal. Tuan Edwin dan supirnya pun ikut terbangun karena mendengar suara Kakek yang memanggil-manggil Mila.

"Mila. Sepertinya umur Kakek tidak akan lama lagi. Kau ikutlah dengan Tuan Edwin. Edwin, aku titip cucuku. Tolong Jaga cucuku. Ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi," kata Kakek Mila dengan tersengal-sengal.

"Kamu jangan bicara seperti itu. Kamu harus tetap hidup untuk melihat cucumu hidup bahagia. Aku akan menjaga cucumu walau tanpa diminta," jawab Tuan Edwin.

"Kakek, Kakek! Jangan tinggalkan Mila, Kek!" Mila menangis tersedu ketika melihat Kakeknya akan menghembuskan nafas terakhirnya.

Supir Tuan Edwin membimbing Kakek untuk mengucapkan Talqin. Mila semakin histeris. Tuan Edwin pun tampak menangis tertahan. Ternyata ini menjadi hari terakhir pertemuannya dengan Haris, sahabatnya setelah sekian lama tak bertemu. Entah mengapa Tuan Edwin ingin berkunjung ke Desa Haris. Padahal ia juga kondisinya sedang lemah. Tapi, entah kekuatan dari mana, selama perjalanan ia merasa sehat.

"Inna lillahi wa innaillaihi rojiun," Supir Tuan Edwin mengusap wajah Kakek Mila yang telah menghembuskan nafas terakhirnya.

"Kakek! Kakek! Jangan tinggalkan Mila! Hu hu hu .....," Mila tambah tersedu-sedu. Tuan Edwin mengusap punggung Mila yang memeluk tubuh Kakeknya.

"Sabarlah, nak! Tabahkan hatimu. Ikhlaskan kepergian Kakekmu. Insya Allah Husnul Khotimah," kata Tuan Edwin.

"Mulai saat ini, panggil aku Kakek. Anggap saja aku sebagai pengganti Kakekmu. Kamu tidak sendirian, ada Kakek kini yang akan menjagamu," kata Tuan Edwin lagi.

*

*

*

*

Mila menatap jalanan dari jendela mobil. Setelah pemakaman Kakeknya, Mila diajak pergi dari Desa itu untuk tinggal di rumah Tuan Edwin, sahabat Kakeknya. Mila menitipkan rumah dan makam Kakeknya pada tetangganya. Ia tidak punya kerabat, karena Kakek dan Neneknya bukan asli dari Desa itu. Kakek dan Neneknya belum sempat bercerita tentang hal itu. Tapi menurut kabar yang ia dengar, Kakek dan Neneknya dulu kawin lari. Sehingga mereka tidak punya saudara dan kerabat di Desa itu.

Setelah menempuh perjalanan 5 jam, mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah rumah besar dan megah. Mila merasa takjub. Rumah itu seperti rumah-rumah di sinetron yang sering ditontonnya.

Tuan Edwin mengajak Mila turun. Supir membawakan tas Tuan Edwin dan Mila. Mila masuk ke dalam rumah secara perlahan. Netranya terpesona melihat keindahan interior rumah itu.

"Siapa dia Pa?" seorang wanita cantik yang sudah berumur turun dari lantai atas, menatap dua orang yang baru masuk ke rumah. Pandangannya fokus menatap Mila dari atas hingga ke bawah. Seperti sedang menilai.

"Dia anak sahabatku. Mulai hari ini, dia akan tinggal di rumah ini," jawab Tuan Edwin.

Dua orang laki-laki pun turun dari lantai atas. Mereka menatap gadis yang dibawa Tuan Edwin.

"Kebetulan kalian berkumpul semua. Perkenalkan, dia Mila. Dia cucu sahabatku yang baru meninggal kemarin. Dia juga sudah Yatim piatu. Mulai hari ini, dia akan tinggal di sini bersama kita," kata Tuan Edwin menatap anak, menantu, dan cucunya.

"Kuharap Kakek tidak akan menjadikan rumah ini tempat penampungan para yatim piatu," ujar Ronald, cucu Tuan Edwin, seorang pemuda 28 tahun, memandang Mila dengan sinis. Menurutnya, penampilan gadis itu lusuh dan kelihatan kampungan.

"Sopanlah sedikit, Ronald! Selamat datang, Nak! Semoga kamu betah tinggal di rumah ini," Tuan Brian, Papa Ronald menyambut Mila dengan hangat.

Mila menjabat tangan Tuan Brian. Juga pada Nyonya Jeny. Sedangkan Mila tampak ragu-ragu untuk berjabat tangan dengan Ronald. Dengan malas, Ronald mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Mila.

"Sari! Kemarilah!" Tuan Edwin memanggil salah seorang pelayannya.

Pelayan yang bernama Sari, tergopoh - gopoh menghampiri Tuan Edwin.

"Tunjukkan kamar Nona Mila di lantai atas. Bawakan tasnya. Tolong tasku masukkan ke kamarku.," perintah Tuan Edwin pada Sari.

"Mila, kamu istirahat ya di kamarmu," kata Tuan Edwin sambil tersenyum.

"Baik,Kek," jawab Mila

Sari pun mengajak Mila ke lantai atas. Tuan Edwin menatap kepergian Mila keatas. Kemudian Tuan Edwin pergi ke kamarnya untuk beristirahat.

"Kalian, duduklah di ruang tengah! Ada yang akan aku sampaikan pada kalian!" kata Tuan Edwin pada anak, menantu dan cucunya keesokan harinya.

To be continued

Hai jumpa lagi sama saya di karya baru saya. Maksud hati ingin Hiatus sampai awal tahun depan. Apa daya jiwa Author meronta-ronta ingin menulis. Udah banyak ide cerita berjejalan di otak. Ya udah, akhirnya nulislah. Menulis semau Author menulis. Mengalir aja seperti air. Walau awalnya buat ikut lomba menulis. Tapi males juga untuk revisi. Ya udah ikut menulis aja, yang sesuai kata hati.

Semoga reader suka. Jangan lupa kasih vote, like dan komentar ya! Terimakasih.

Terpopuler

Comments

Santi Rizal

Santi Rizal

lanjutkan

2023-05-30

0

Soraya

Soraya

Assalamu'alaikum permisi numpang duduk dl ya kak

2023-04-20

1

MaRny PuPut

MaRny PuPut

hello

2022-08-24

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. PERTEMUAN DUA SAHABAT
2 BAB 2. PERNIKAHAN MILA DAN RONALD
3 BAB 3 BULAN MADU UNTUK RONALD DAN MILA
4 BAB 4. PERHATIAN MILA
5 BAB 5. DIMANAKAH RONALD?
6 BAB 6. ISTRI YANG TAK DIANGGAP
7 BAB 7. MERASA BERSALAH
8 BAB 8. CANTIK NAN EKSOTIS
9 BAB 9. MARAH ATAU CEMBURU?
10 BAB 10. TEMAN MASA KECIL
11 BAB 11. TINGGAL SERUMAH DENGAN SUSY
12 BAB 12. SUSY HAMIL
13 BAB 13. TUAN EDWIN MENINGGAL
14 BAB 14. PEWARIS
15 BAB 15 APA SALAHKU
16 BAB 16 UNGKAPAN HATI FATHIR
17 BAB 17. PESTA PERNIKAHAN RONALD DAN SUSY
18 BAB 18. KASIH TAK SAMPAI
19 BAB 19. NASIB BURUK
20 BAB 20. BERTAHAN HIDUP
21 BAB 21. TAK SESUAI HARAPAN
22 BAB 22. PERTEMUAN DENGAN RICHARD
23 BAB 23. KENANGAN BURUK YANG INGIN DILUPAKAN
24 BAB 24. MERINDUKANMU
25 BAB 25. TOLONGLAH AKU YA TUHAN
26 BAB 26. MENJALANKAN MISI
27 BAB 27. PERSEKONGKOLAN MENANTU DAN MERTUA
28 BAB 28. ANUGRAH DAN BENCANA
29 BAB 29 MISI RAHASIA DOKTER CLARK
30 BAB 30. WAJAH BARU, IDENTITAS BARU
31 BAB 31. KISAH TENTANG MONICA
32 BAB 32. MEMBALASKAN SAKIT HATI MONICA (PART 1)
33 BAB 33. MEMBALASKAN SAKIT HATI MONICA ( PART 2 )
34 BAB 34. MILA SIAP BERAKSI
35 BAB 35. MENJADI WANITA PENGGODA
36 BAB 36. MENGADU DOMBA
37 BAB 37. USAHA SUSY
38 BAB 38. SIASAT MONICA
39 BAB 39. MENJERAT NYONYA JENY
40 BAB 40. KEPULANGAN RICHARD
41 BAB 41 BUKAN NYONYA JENY YANG DULU LAGI
42 BAB 42. BEGINIKAH RASANYA
43 BAB 43 KECURIGAAN RICHARD
44 BAB 44. MALU SEUMUR HIDUP
45 BAB 45. MERAYAKAN KEBERHASILAN
46 BAB 46. KAUKAH ITU?
47 BAB 47. TERPURUK
48 BAB 48. KARMA UNTUK SUSY PART 1
49 BAB 49 KARMA UNTUK SUSY PART 2
50 BAB 50 JIMY TAK BISA BERKUTIK
51 BAB 51 KEBAIKAN HATI GISEL
52 BAB 52. PERTUNJUKAN SEGERA DIMULAI
53 BAB 53. SALING BALAS
54 BAB 54 ADA YANG CEMBURU
55 BAB 55. WILL YOU MARRY ME?
56 BAB 56 JIMY KAPOK
57 BAB 57. KEJUTAN UNTUK RONALD
58 BAB 58. BAHAGIAMU, DUKAKU
59 BAB 59. RESTU
60 BAB 60. SIAPA ERIKA?
61 BAB 61. ERIKA ANAKKU!
62 BAB 62. USAHA RONALD
63 BAB 63. DERITA SUSY
64 BAB 64. DULU CINTA, SEKARANG BENCI
65 BAB 65. HANYA MASA LALU
66 BAB 66. MENAKLUKKANMU
67 BAB 67. MENGUNJUNGI KELUARGA
68 BAB 68 KEROKAN
69 BAB 69 BULAN MADU IMPIAN
70 BAB 70. INVESTASI MENGIKAT
71 BAB 71. KABAR GEMBIRA DAN KABAR SEDIH
72 BAB 72. DUA BERITA DUKA UNTUK RONALD (TAMAT SEASON 1)
73 (SEASON 2) BAB 73. HARI KEBEBASAN RONALD
74 (SS 2 ) BAB 74 PERTEMUAN PAPA DAN ANAK
75 (SS 2) BAB 75 ERIKA TINGGAL DENGAN PAPANYA
76 (SS 2) BAB 76. JATUH CINTA
77 (SS 2) BAB 77. KETIKA KESETIAAN DIUJI
78 (SS 2) BAB 78. ANDRA BERUBAH
79 (SS 2) BAB 79. BUKTI CINTA ERIKA
80 (SS 2) BAB 80 TEGAS
81 (SS 2) BAB 81 HEMPASKAN BENALU
82 (SS 2) BAB 82. MAAFKAN PAPA, NAK!
83 (SS 2) BAB 83. BERTEMU COWOK MENYEBALKAN ITU LAGI
84 (SS 2) BAB 84. GADIS YANG DIRINDUKAN
85 (SS 2) BAB 85 UNGKAPAN CINTA REYHAN
86 (SS 2) BAB 86. BERBESAN
87 (SS 2) BAB 87 PENYESALAN ANDRA
88 (SS 2) BAB 88 MENGAJAKMU KEMBALI
89 (SS 2) BAB 89 KETIKA DUDA DAN JANDA JATUH CINTA
90 (SS 2) BAB 90 RESTU DARI PAPA SAMBUNG
91 (SS 2) BAB 91 DIGIGIT SERANGGA
92 (SS 2) BAB 92. KISAH MASA LALU TIKA
93 (SS 2) BAB 93. NASIB TRAGIS KELUARGA PAKDHE
94 (SS 2) BAB 94. DERITA TIKA (FLASBACK)
95 (SS 2) BAB 95. PERNIKAHAN RONALD DAN TIKA
96 (SS 2) BAB 96. BIKIN IRI SATU RT
97 (SS 2) BAB 97. SENJATA MAKAN TUAN
98 (SS 2) BAB 98. NASIB TIGA PECUNDANG
99 (SS 2) BAB 99. ADA UDANG DI BALIK BATU
100 (SS 2) BAB 100. AYAH DURJANA
101 (SS 2) BAB 101. UNTUK TERAKHIR KALINYA
102 (SS 2) BAB 102 KEHAMILAN TIKA
103 (SS 2) BAB 103. BERTEMU MANTAN
104 (SS 2 ) BAB 104. TAK ADA LAGI HARAPAN
105 (SS 2) BAB 105. AIB ITU MASIH TERASA
106 (SS 2 ) BAB 106. TRAGEDI MEMBAWA BERKAH
107 (SS 2) BAB 107. HARI BAHAGIA ERIKA DAN REYHAN
108 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1. PERTEMUAN DUA SAHABAT
2
BAB 2. PERNIKAHAN MILA DAN RONALD
3
BAB 3 BULAN MADU UNTUK RONALD DAN MILA
4
BAB 4. PERHATIAN MILA
5
BAB 5. DIMANAKAH RONALD?
6
BAB 6. ISTRI YANG TAK DIANGGAP
7
BAB 7. MERASA BERSALAH
8
BAB 8. CANTIK NAN EKSOTIS
9
BAB 9. MARAH ATAU CEMBURU?
10
BAB 10. TEMAN MASA KECIL
11
BAB 11. TINGGAL SERUMAH DENGAN SUSY
12
BAB 12. SUSY HAMIL
13
BAB 13. TUAN EDWIN MENINGGAL
14
BAB 14. PEWARIS
15
BAB 15 APA SALAHKU
16
BAB 16 UNGKAPAN HATI FATHIR
17
BAB 17. PESTA PERNIKAHAN RONALD DAN SUSY
18
BAB 18. KASIH TAK SAMPAI
19
BAB 19. NASIB BURUK
20
BAB 20. BERTAHAN HIDUP
21
BAB 21. TAK SESUAI HARAPAN
22
BAB 22. PERTEMUAN DENGAN RICHARD
23
BAB 23. KENANGAN BURUK YANG INGIN DILUPAKAN
24
BAB 24. MERINDUKANMU
25
BAB 25. TOLONGLAH AKU YA TUHAN
26
BAB 26. MENJALANKAN MISI
27
BAB 27. PERSEKONGKOLAN MENANTU DAN MERTUA
28
BAB 28. ANUGRAH DAN BENCANA
29
BAB 29 MISI RAHASIA DOKTER CLARK
30
BAB 30. WAJAH BARU, IDENTITAS BARU
31
BAB 31. KISAH TENTANG MONICA
32
BAB 32. MEMBALASKAN SAKIT HATI MONICA (PART 1)
33
BAB 33. MEMBALASKAN SAKIT HATI MONICA ( PART 2 )
34
BAB 34. MILA SIAP BERAKSI
35
BAB 35. MENJADI WANITA PENGGODA
36
BAB 36. MENGADU DOMBA
37
BAB 37. USAHA SUSY
38
BAB 38. SIASAT MONICA
39
BAB 39. MENJERAT NYONYA JENY
40
BAB 40. KEPULANGAN RICHARD
41
BAB 41 BUKAN NYONYA JENY YANG DULU LAGI
42
BAB 42. BEGINIKAH RASANYA
43
BAB 43 KECURIGAAN RICHARD
44
BAB 44. MALU SEUMUR HIDUP
45
BAB 45. MERAYAKAN KEBERHASILAN
46
BAB 46. KAUKAH ITU?
47
BAB 47. TERPURUK
48
BAB 48. KARMA UNTUK SUSY PART 1
49
BAB 49 KARMA UNTUK SUSY PART 2
50
BAB 50 JIMY TAK BISA BERKUTIK
51
BAB 51 KEBAIKAN HATI GISEL
52
BAB 52. PERTUNJUKAN SEGERA DIMULAI
53
BAB 53. SALING BALAS
54
BAB 54 ADA YANG CEMBURU
55
BAB 55. WILL YOU MARRY ME?
56
BAB 56 JIMY KAPOK
57
BAB 57. KEJUTAN UNTUK RONALD
58
BAB 58. BAHAGIAMU, DUKAKU
59
BAB 59. RESTU
60
BAB 60. SIAPA ERIKA?
61
BAB 61. ERIKA ANAKKU!
62
BAB 62. USAHA RONALD
63
BAB 63. DERITA SUSY
64
BAB 64. DULU CINTA, SEKARANG BENCI
65
BAB 65. HANYA MASA LALU
66
BAB 66. MENAKLUKKANMU
67
BAB 67. MENGUNJUNGI KELUARGA
68
BAB 68 KEROKAN
69
BAB 69 BULAN MADU IMPIAN
70
BAB 70. INVESTASI MENGIKAT
71
BAB 71. KABAR GEMBIRA DAN KABAR SEDIH
72
BAB 72. DUA BERITA DUKA UNTUK RONALD (TAMAT SEASON 1)
73
(SEASON 2) BAB 73. HARI KEBEBASAN RONALD
74
(SS 2 ) BAB 74 PERTEMUAN PAPA DAN ANAK
75
(SS 2) BAB 75 ERIKA TINGGAL DENGAN PAPANYA
76
(SS 2) BAB 76. JATUH CINTA
77
(SS 2) BAB 77. KETIKA KESETIAAN DIUJI
78
(SS 2) BAB 78. ANDRA BERUBAH
79
(SS 2) BAB 79. BUKTI CINTA ERIKA
80
(SS 2) BAB 80 TEGAS
81
(SS 2) BAB 81 HEMPASKAN BENALU
82
(SS 2) BAB 82. MAAFKAN PAPA, NAK!
83
(SS 2) BAB 83. BERTEMU COWOK MENYEBALKAN ITU LAGI
84
(SS 2) BAB 84. GADIS YANG DIRINDUKAN
85
(SS 2) BAB 85 UNGKAPAN CINTA REYHAN
86
(SS 2) BAB 86. BERBESAN
87
(SS 2) BAB 87 PENYESALAN ANDRA
88
(SS 2) BAB 88 MENGAJAKMU KEMBALI
89
(SS 2) BAB 89 KETIKA DUDA DAN JANDA JATUH CINTA
90
(SS 2) BAB 90 RESTU DARI PAPA SAMBUNG
91
(SS 2) BAB 91 DIGIGIT SERANGGA
92
(SS 2) BAB 92. KISAH MASA LALU TIKA
93
(SS 2) BAB 93. NASIB TRAGIS KELUARGA PAKDHE
94
(SS 2) BAB 94. DERITA TIKA (FLASBACK)
95
(SS 2) BAB 95. PERNIKAHAN RONALD DAN TIKA
96
(SS 2) BAB 96. BIKIN IRI SATU RT
97
(SS 2) BAB 97. SENJATA MAKAN TUAN
98
(SS 2) BAB 98. NASIB TIGA PECUNDANG
99
(SS 2) BAB 99. ADA UDANG DI BALIK BATU
100
(SS 2) BAB 100. AYAH DURJANA
101
(SS 2) BAB 101. UNTUK TERAKHIR KALINYA
102
(SS 2) BAB 102 KEHAMILAN TIKA
103
(SS 2) BAB 103. BERTEMU MANTAN
104
(SS 2 ) BAB 104. TAK ADA LAGI HARAPAN
105
(SS 2) BAB 105. AIB ITU MASIH TERASA
106
(SS 2 ) BAB 106. TRAGEDI MEMBAWA BERKAH
107
(SS 2) BAB 107. HARI BAHAGIA ERIKA DAN REYHAN
108
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!