Belum selesai Revisi
Bagaimana rasanya jika dijodohkan dengan orang yang tidak kita Cintai? Bisakah Kita menerima perjodohan dengan menunggu kepastian masa lalu yang menghilang tanpa kabar?
Siapakah yang akan Muti pilih? Renald atau Rizky?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hati yg tak menentu
"Maafkan aku soal yang tadi." Rizky membuka pembicaraan setelah selesai makan malam, dan kini mereka berdua duduk di sofa ruag tamu, Rizky merasa Muti marah padanya karna telah lancang menciumnya, karna Muti diam saja dengan muka datar, yg tak bisa di tebak oleh siapapun.
"Mas Rizky nggak perlu minta maaf, hanya saja, aku yg belum bisa menjadi istri yg baik untukmu, maafkan Muti mas."
"Kau tak perlu minta maaf, cukup memberi aku kesempatan saja, aku sudah sangat bahagia, dan aku akan selalu menunggumu sampai kau benar-benar mencintai Mas."
"Jika suatu saat nanti kau tetap tak bisa mencintai Mas, maka Mas akan ikhlas melepasmu dan mencari kebahagiaan yg seharusnya kau dapatkan yg tak pernah bisa kau dapatkan selama bersama Mas."
"Mas Rizky jangan pernah bilang seperti itu, Mas Rizky adalah orang yang terbaik yg tak pantas Muti dapatkan, hanya saja Muti tak pandai bersyukur, sehingga tak pernah memandang Mas Rizky selama ini, hatiku terlalu keras sehingga diri ini menjadi kejam padamu Mas." Muti memegang tangan Rizky sambil menangis terisak dg tubuh yg bergetar hebat.
Rizky menghapus air mata Muti, sambil tersenyum menatapnya, lalu mendekap Muti ke dalam pelukannya, Rizky sangat bahagia, karna pada akhirnya Muti tak menjauh darinya, walaupun ia masih belum bisa memiliki Muti seutuhnya, tapi Rizky akan mendekati Muti secara perlahan, Rizky tak mau Muti terpaksa menerimanya karna ia mempunyai penyakit."
"Tidurlah, sekarang sudah malam." Rizky melepaskan pelukannya.
"Selamat malam Mas." Muti berdiri dan pergi meninggalkan Rizky yg masih duduk di sofa sambil menatap kepergiannya."
**********
ke esokan harinya.
"Mas, apakah nanti siang kau ada acara?" Muti membuka pembicaraan antara dia dan suaminya.
"Tidak, tumben kau menanyakan kegiatan Mas." Rizky tersenyum menatap Muti yg sedang mengantarnya ke depan pintu rumah, saat ia hendak berangkat ke kantor.
"Nggak apa-apa Mas, aku cuma mau makan di luar bersama Mas, karna selama ini kita tak pernah menghabiskan waktu bersama, mungkin dengan cara begini, kita bisa saling mencintai." Muti tersenyum menatap Rizky.
"Baiklah, nanti Mas jemput." Rizky sungguh sangat bahagia dengan sikap Muti, seakan akan hatinya di taburi bunga yg bermekaran dimana mana.
"Nggak usah Mas, biar kita langsung ketemu disana saja."
"Baiklah, Mas berangkat dulu." Rizky mencium kening Muti, Entah keberanian dari mana, kini Rizky mulai berani menyentuh istrinya, walaupun rasa takut melandanya, takut kalau Muti akan menjauhinya, tapi Rizky akan tetap mencoba untuk mendekati Muti secara perlahan.
Sedangkan Muti hanya pasrah dg hati yg tak menentu, ia hanya menatap kepergian suaminya menuju mobilnya.
"Sampai jumpa." Rizky melambaikan tangannya, dan Muti pun membalas lambaian tangan Rizky.
********
"Kak Renld l kemana aja? aku sudah lama menunggumu disini." Ayunda pura-pura kesal pada Renald.
"Maaf." Renald tersenyum paksa.
"Aku udah makan duluan, habisnya Kak Renald lama sih...." Yunda memasang wajah cemberut.
"Ya udah, nggak apa-apa, tadi sebenarnya aku sudah makan dg klien.
"Apakah ada yang ingin Kak Renald bicarakan?" tanya Yunda karna Renald memasang wajah seriusnya.
"Hmmmm..." Renald sebenarnya masih ragu akan keputusannya untuk menjadikan Yunda sebagai kekasihnya, tapi mungkin dengan cara inilah ia bisa menjauhi Muti dan melupakannya.
"Aku bukanlah pria yg Romantis aku tak membawa bunga dan tak membawa apapun untukmu, tapi aku mau kau menjadi kekasihku."
"Prang....."
Suara piring jatuh menyita perhatian semua orang yg berada di dalam restoran itu, kini orang yg menjatuhkan piringnya berdiri sambil menatap Renald dan Yunda dengan air mata yg tak hentinya menetes, dan langkah kakinya menuju meja yg di tempati Renald dan Yunda, entah apa yg ia akan lakukan, tapi kini ia tak memperdulikan tatapan semua orang yg menatap ke arahnya, sakit hatinya membuatnya lupa segalanya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung....
sukses
semngat
mksh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa