Aileen Grizelle Azalea atau biasa disapa Aileen ini kabur dari rumahnya karena tak mau dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Saat kabur dari rumah,entah kenapa ia selalu bertemu dengan cowok yang selalu membuat moodnya down.
Hingga pada suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan kedua orang tuanya dan orang tua cowok yang akan dijodohkannya dengannya.Dan mereka kaget karena Aileen kabur tapi malah ditemukan berdua dengan cowok yang akan dijodohkannya.
Setelah itu apakah yang akan terjadi?
Yukkk simak ceritanya...
p.s. Jangan terlalu dianggap serius ceritanya. Ini hanya sebuah fiksi. So, enjoy aja! but, cerita ini masih banyak kekurangan. Dan bagi yang gak suka pernikahan dini, gak usah baca daripada baca tapi berkomentar yang gak enak! Okay?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiniAngraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anti pelakor
Budayakan like sebelum baca...
Happy Reading
.
.
.
"Iya deh iya. Eh tadi gue liat lo di parkiran keluar dari mobil seseorang. Hayoooo sama siapa lo?" Tanya Rena membuat Aileen terdiam.
"Gue sama Van.. ehm kak Vano," jawab Aileen menyampirkan rambutnya ke belakang telinga.
"Kak El maksud lo?" Tanya Rena yang dijawab anggukan oleh Aileen.
"Lo jadian ya sama kak El? Lo manggilnya juga beda. Panggilan kesayangan ya?"
"Nggak gue gak jadian sama kak Vano. Dan soal gue manggilnya kak Vano ya karena suka aja gitu. El itu nama yang terlalu keren buat dia!" Balas Aileen yang mendapat toyoran dari Rena.
"Kak El keren tau. Emang sih dia gak famous. Gak seperti kak Rayhan atau kak Gino. Dia gak mencolok. Gak banyak yang tau. Gue aja baru-baru ngeh kalau ada cowok setampan kak El di sekolah ini," ungkap Rena.
"Terus kok lo bisa tau kak Vano?" Tanya Aileen mengorek informasi. Pasalnya ia juga baru tau kalau ia satu gedung sekolah dengan Vano. Kemana saja dia setahun lebih ini? Apakah mereka pernah berpapasan? Atau bagaimana? Mereka baru benar-benar saling menyadari keberadaan sejak insiden kecelakan.
"Gini nih kalau lo malas denger gosip sekolah. Jadi, denger-denger kak Felly suka sama kak El. Nah sejak itu gue cari tau tuh siapa yang namanya kak Elvano yang bisa bikin kak Felly suka hingga menolak kak Gino," jelas Rena.
"Kak Felly mantan wakil ketua osis itu?" Tanya Aileen memastikan.
"Iya. Dan saat gue tau dan perhatiin kak El, pantes aja kak Felly lebih milih kak El daripada kak Gino."
"Kok gitu?"
"Ya secara kan kak Gino itu bandel, ketua geng, cuman tenar doang. Sedangkan kak El? Ternyata dia itu pacarable banget. Ganteng? Iya, pintar? Iya, rajin? Iya, mandiri? Iya, ramah? Iya, dduhhh coba aja ya kak El jadi pacar gue." Ucapan Rena dengan mupengnya membuat Aileen melotot tak terima.
"Enak aja pacar. Suami gue tuh!"
"Kalau lo sendiri? Kok tiba-tiba akrab gitu sama kak El? Langsung boncengan ke sekolah. Menang banyak lo!" Lanjut Rena.
"Ada insiden hingga gue jadi kenal dan akrab. Awalnya gue gak tau loh kalau dia sekolah di sini bahkan jadi kakak kelas kita," jelas Aileen.
"Insiden?" Ulang Rena membuat Aileen memutar bola matanya malas.
"Negatif mulu pikiran lo! Maksud gue tuh insiden kecelakaan. Mobil gue nabrak pohon dan kak Vano nolongin!" Ujar Aileen.
"Ouh kirain. Bahasa elo sih."
Aileen hanya terdiam kembali mengabaikan Rena. Bahkan ia tak menyadari Rena menyimpan sesuatu di tasnya. Karena ia tenggelam dalam pikirannya. Apa yang dipikirkannya? Tentu saja suaminya.
Ia beruntung suaminya tidak famous di sekolah. Tapi sepertinya itu tidak bertahan jika didekati kak Felly. Kenapa juga harus kakak kelas yang mendekati? 'Kan ia jadi tak bisa melabrak. Coba saja adik kelas atau seangkatan. Sudah ia labrak agar tidak mendekati suaminya. Gini-gini ia tak mau ada pelakor di rumah tangganya. Ia tak akan membiarkan pelakor menang. Hidup Aileen!
Tapi tunggu! Aileen mengingat sesuatu. Vano bilang padanya jika yang bersamanya di butik itu adalah Felly. Kemungkinan besar Felly yang dimaksud Vano adalah Felly yang ia bicarakan saat ini. Sepertinya Aileen harus lebih giat menjaga suaminya dari para pelakor.
xxx---
Aileen dan Rena sedang menyantap makanan mereka di kantin yang tengah ramai ini. Tentu saja karena saat ini jam istirahat.
Kedua gadis itu asyik makan tak menghiraukan siswa-siswi yang riuh dan berlalu lalang. Karena bagi mereka yang penting mereka sudah dapat tempat duduk dan bisa makan. Apalagi perut mereka sudah meminta jatah sejak tadi. Apalagi Aileen, meskipun sudah memakan kue begitu banyak tadi pagi, ia tetap kelaparan.
Tapi pendengaran mereka terusik saat mendengar nama El disebut-sebut. Mereka melirik ke sumber suara dan mendapati Felly dengan kedua temannya yang perlahan mendekat dan duduk di bangku dekat mereka.
"Sekalian aja kalian yang beli. Gue nitip aja ya. Gue tunggu di sini," ucap Felly pada kedua temannya sembari memberikan uang.
Aileen dan Rena saling pandang lalu kembali melanjutkan makan mereka. Tak lama kemudian kedua teman Felly datang membawa makanan mereka dan memberikan sebungkus roti yang berukuran agak besar dan minuman botol.
"Makasih ya. Kalau gitu gue duluan ya. Semoga El masih di taman," pamit Felly pada kedua temannya.
"Ok. Good luck."
"Semoga berhasil."
Aileen dan Rena kembali berpandangan.
"Tuhkan apa gue bilang," bisik Rena.
"Hmm gue udah selesai. Gue ke kelas dulu ya," pamit Aileen meminum cepat minumannya dan meninggalkan Rena yang tersedak saat Aileen menepuk bahunya saat ia tengah memakan makanannya yang berkuah pedas.
Aileen tak berbohong jika ia akan ke kelas. Karena ia memang akan ke kelas setelah mengikuti kakak kelasnya yang cantik itu.
Ia akan melihat apakah suaminya akan tergoda pada kakak kelasnya yang berpotensi jadi pelakor di rumah tangganya. Aileen duduk di bangku taman tak jauh dari Vano dan Felly duduk. Ia bisa mendengar dan melihat dengan jelas keduanya.
Dilihatnya Felly menyodorkan roti dan sebotol minuman kepada Vano yang sedang baca buku. Vano memandang Felly bingung.
"Ini aku beliin kamu roti dan minum," ucap Felly saat memberikan itu.
"Idihhh aku kamu," cibir Aileen dalam hatinya.
"Makasih. Tapi buat kamu saja," tolak Vano halus membuat Aileen bersorak dalam hatinya.
"Kamu terima ya. Aku udah cape-cape antri beliin ini buat kamu di kantin," ucap Felly dan lagi-lagi membuat Aileen memcibirnya dalam hati.
"Antri apaan! Dia malah asyik duduk nunggu temannya yang antri! Dasar carmuk!" cibir Aileen.
"Buat kamu saja. Kamu pasti belum sempat makan 'kan? Karena pak Broto telat keluar," tolak Vano lagi.
"Kamu perhatian banget sih sama aku. Tapi ini emang aku beli buat kamu yang lebih milih baca buku di taman daripada ke kantin."
"Ya sudah saya terima ya. Terima kasih sekali lagi." Vano akhirnya menerima karena tak ingin memperpanjang.
Sedangkan Aileen? Ia kesal karena itu sama saja memberi peluang pada calon pelakor itu. Lihat saja sekarang wajah Felly yang sangat senang. Ugh rasanya Aileen ingin mencakarnya dan teriak bilang kalau Vano itu suaminya. Biar tau rasa tuh kakak kelas centilnya.
"Apaan perhatian? Dasar ganjen. Untung aja kakak kelas. Coba kalau nggak," gerutu Aileen beranjak dari duduknya. Namun tanpa ia sadari kakinya tersandung batu yang lumayan besar karena asyik menggerutu dan tak memperhatikan jalan.
Brukkkk
"Adduhhhh!"
-TBC-
bonus foto Aileen:*
di hp dulu x ya... 🤗🤗🤗
padahal disini dy yg paling nyebelin