NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Reinkarnasi / System / Sistem / Tamat
Popularitas:749.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: Manysur

Allen adalah pria berumur 35 tahun yang belum mempunyai istri maupun anak. Dia hidup di tahun 2021 yang serba canggih dan uang adalah segalanya.

Sejak kecil, Allen sudah belajar tentang teknologi, khususnya komputer dan jaringan internet. Keahliannya dimanfaatkan oleh para orang kaya untuk meningkatkan kekayaannya dengan cara mempekerjakannya dengan paksa.

Karena hutang keluarganya terlalu banyak, Allen akhirnya menandatangani kontrak jangka panjang yang berujung kematiannya.

Tepat ketika Allen menjatuhkan dirinya dari langit, sebuah suara muncul dan mengatakan bahwa dia mendapatkan kesempatan pemilik Sistem Penguasa

Allen mendapatkan dua pilihan, menjadi kuat atau kembali ke masa lalu. Akhirnya dia memilih untuk kembali ke masa lalu.

Setelah berhasil kembali ke masa lalu, dia mendapati orang tuanya yang masih hidup dan adiknya yang masih tidak tahu diri.

2009 itulah tahun yang akan merubah dirinya menjadi pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Manysur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejamnya Dunia

Perjalanan ke Kota Z memakan waktu cukup lama, Allen dan Tiwi akhirnya sampai di bandara dan segera disambut seorang pria berambut hitam.

Sembari mengangkat papan bertuliskan Allen, pria itu tersenyum memandangi setiap orang yang lalu lalang mencari penjemputnya.

Allen mendekati sosok pria berkacamata dan jas berwarna hitam. "Saya Allen," ucapnya menggunakan bahasa kota Z. Perlu diketahui, bahasa setiap kota berbeda-beda sesuai dengan peradaban mereka.

"Baik, ayo ikuti saya.” Pria yang tersenyum sebelumnya menggunakan bahasa formal kota Z.

Tiwi sedikit bingung karena ia sama sekali tidak mengerti, hanya satu yang ada di pikirannya. “Mengagumkan!.”

Tidak hanya pintar dalam bisnis, Allen punya pengetahuan yang luas. Buktinya ia bisa menggunakan bahasa Kota Z dengan logat yang hampir sama dengan lawan bicaranya.

Allen melihat Tiwi yang tampak kagum, ia tersenyum manis dan segera mengalihkan pandangannya ke punggung pria di depan.

Tidak lama setelahnya, mereka masuk ke dalam mobil sedan berwarna hitam, Allen dan Tiwi duduk di belakang sedangkan pria sebelumnya mengemudi.

“Tuan, kita akan sampai tujuan sekitar 3 jam.”

Allen mengangguk dan segera mengatakan, “Tidak perlu terburu-buru, aku yakin kita sampai setelah 4 jam.”

Sopir mobil tersenyum tipis dengan ekspresi datar, tapi dalam hatinya ia kagum dengan pelanggannya kali ini. Tidak hanya tenang, ia punya pandangan dan perhitungan yang sangat baik.

Tujuannya kali ini adalah sebuah perusahaan di Kota Z, Allen ingin membuat sebuah kesepakatan dengan pemimpinnya. Sopir tadi di pesan melalui panggilan telepon, jadi Allen tidak mengenalinya.

Dalam perjalanan, Tiwi bertanya banyak hal tentang bahasa Kota Z dan beberapa kegundahannya tentang materi yang akan disampaikan. Sopir yang mengemudikan mobil tidak bisa berhenti tersenyum manis, tanpa sadar ia juga mengikuti kelas yang sangat menyenangkan.

Tiwi baru berusia 15 tahunan, tapi kemampuannya dalam belajar jauh melebihi anak pada usianya. Sangat berbeda dengan Alona yang boros dan tidak mau belajar di sekolah, yang ia tahu hanya bersenang-senang. Namun Allen tidak bisa menyalahkannya karena setiap orang punya waktunya sendiri.

Tidak berasa 4 jam berlalu di dalam mobil, sopir membuka pintu belakang dengan sangat cepat, padahal Allen bisa membukanya sendiri.

“Terima kasih, Paman,” kata Allen dengan sopan.

Sopir tersenyum manis dan menjawab, “Sama-sama, Tuan. Rasanya sangat menyenangkan perjalanan bersama anda.”

“Jangan terlalu formal, Paman. Umurku jauh di bawahmu.” Allen merasa tidak enak karena sopir yang mengantarnya sangat sopan.

“Prosedur kami memang seperti ini, Tuan Allen. Mohon dimaklumi.”

“Baiklah.”

Allen mengucapkan selamat tinggal dan segera menuju perusahaan. Bersama Tiwi, Allen memasuki kantor yang punya 25 lantai dan terbuat dari beberapa kaca sehingga cahaya bisa memasuki ruangan tanpa hambatan.

Kota K belum menerapkan ini karena mereka masih sedikit tertinggal dari Kota Z, oleh karena itu Allen tidak boleh berhenti berkarya di Kota K dan harus terus mengembangkan bisnis di kota lainnya.

Seorang pria dengan setelah jas rapi segera mendekati mereka, orang itu sudah di tugaskan oleh pemimpin perusahaan untuk mewakilinya. Allen dan Tiwi segera mengikutinya ke dalam ruang rapat dan hanya ada mereka bertiga di dalamnya.

Presentasi dilakukan dengan sangat baik, Allen menyajikan data dan beberapa penjualan baik dari bisnisnya di bidang susu dan beberapa sektor penjualan mainan. Ia sangat percaya diri perusahaan di Kota Z akan menyetujui proposalnya untuk melakukan kerja sama.

Sayangnya kenyataan tidak seindah yang dibayangkan, pria yang ditugaskan mengkaji presentasinya menggelengkan kepala. “Model bisnis seperti itu tidak cocok untuk perusahaan kita. Bisa dibilang model bisnis itu hanya untuk kelas personal atau UMKM.”

Meskipun semua laporan menunjukkan data yang sangat baik dan punya potensi keuntungan yang tinggi. Pria di depannya langsung mengatakan bahwa model bisnis yang dia bawa tidak cocok dengan perusahaan.

“Tapi ini sangat menguntungkan untuk masa depan. Setidaknya 5 tahun lagi model bisnis seperti ini akan sangat menguntungkan untuk perusahaan Anda.”

Pria yang mengkaji presentasinya menggelengkan kepala. “Perusahaan tidak berfokus pada keuntungan yang terlihat, tapi seberapa besar nilai yang didapatkan dari model bisnis seperti itu?”

Walaupun tampak sangat ganas, pria pengkaji presentasi menjelaskan kebutuhan perusahaan yang sebenarnya. Salah satu faktor sebuah perusahaan terus berdiri karena banyaknya hubungan baik yang mereka bangun, dengan menerapkan model bisnis yang diusung Allen, perusahaan hanya berfokus dengan dirinya tapi tidak mendapatkan koneksi tambahan.

Akhirnya Allen dan Tiwi keluar dari perusahaan dengan tangan kosong, setelah mereka berdua pergi pria pengkaji presentasi langsung memanggil beberapa bawahannya.

“Kalian semua dengarkan, segera buat model ritel yang mengutamakan banyak tempat penjualan. Kamu segera cari informasi tentang dropship!”

Ternyata pria yang mengkaji presentasi Allen punya maksud tersembunyi, ia tidak menerima proposal Allen dan mencoba mencuri idenya untuk keuntungan pribadi. Setelah berhasil menciptakan model bisnis yang sama persis dengan Allen, pria itu dipastikan akan naik jabatan di perusahaannya.

Semua bawahannya segera melaksanakan tugasnya dengan cepat. Bahkan mereka menyewa beberapa orang untuk melakukan riset pasar dan sesegera mungkin mengeksekusi idenya.

Allen tidak sadar dengan kelicikan salah satu karyawan dari perusahaan sebelumnya, ia segera menuju perusahaan lainnya untuk melakukan presentasi seperti sebelumnya. Kali ini Allen memberikan sedikit modifikasi dan meningkatkan potensi keuntungan yang didapatkan dari bisnisnya.

Sayangnya perusahaan kedua juga melakukan hal yang sama, Allen di tolak dan ide bisnisnya dicuri dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.

Setelah satu minggu di Kota Z dan melakukan presentasi di berbagai perusahan, Allen dan Tiwi menyerah untuk sementara. Mereka berdua kembali ke Kota K untuk memikirkan strategi lanjutan. Namun mata Allen segera berfokus pada sebuah gerobak yang menjual susu seperti miliknya.

“Apa aku salah ingat, sepertinya tidak ada gerobak penjual susu sebelumnya?” ucap Allen yang masih penasaran.

“Aku yakin tidak ada sebelumnya.”

Allen melihat logo di pojok kanan atas gerobaknya, ia segera teringat dengan logo perusahaan pertama yang dikunjunginya. “Sial, kita benar-benar ditipu. Ayo pulang dan berfokus pada pengembangan Kota K!” katanya sedikit terburu-buru.

Melihat idenya dicuri dan dieksekusi dalam waktu 1 minggu, Allen harus segera memperkuat fondasi bisnisnya di Kota K. Jika tidak semuanya akan runtuh dalam beberapa minggu saja.

Sayangnya Allen terlalu naif, kekuatan perusahaan besar jauh melebihi ekspektasi. Sesampainya di Kota K, Allen melihat banyak gerobak dengan logo perusahaan besar. Terlebih lagi semua logo itu pernah dia datangi dan mengungkapkan idenya.

Tidak hanya bisnis ritel, Allen juga melihat pengurangan penjualan karena para perusahaan besar mulai menerapkan model penjualan yang lebih efektif dan baik. Sehingga bisnis dropship tidak dapat bergerak bebas.

Satu bulan berlalu, Allen belum menemukan ide yang dapat membebaskan mereka dari perang dagang dengan para perusahaan besar. Setelah berlari menyelesaikan tugas harian, Allen duduk di kursi alun-alun.

[Status : Pemain Allen]

Level : 1

Kekuatan tubuh : 10

Stamina : 10

Konsentrasi : 10

Mental : 3,1

Wibawa : 5

Aura : 10

---- Keterampilan ----

Pemain pengguna sistem dewa.

Mata Dunia.

Seni Bela Diri.

---- Bonus ----

Bonus poin bebas : 0

Bonus poin keterampilan : 0

“Hai, kenapa poin hari ini tidak dapat poin lagi?” tanya Allen pada dirinya sendiri.

[“Tidak ada yang instan, berusahalah sebaik mungkin!”]

Sistem hanya menjawab seadanya, Kekuatan Tubuh, Stamina, Konsentrasi, dan Auranya sudah mencapai 10 poin. Setelah menjadi 10 poin, melakukan tugas harian tidak memberikan hadiah seperti sebelumnya, meninggalkan tugas harian juga akan mendapat hukuman.

Dengan stamina dan kekuatan tubuh yang sangat baik, berlari 10 kilometer bukan masalah besar. Bahkan Allen tidak mengeluarkan keringat setelah melakukannya berulang kali.

Karena konsentrasinya sudah mencapai 10 poin, Allen merasa latihannya kurang. Ia segera menambah porsi latihannya dua kali lipat daripada biasanya. Tidak lupa ia melakukan meditasi 2 menit dalam keadaan fokus sempurna. Allen melakukannya tanpa terbebani, tanpa sadar ia sebenarnya sudah menikmati olahraga setiap hari.

Meskipun tidak terjadi apapun, Allen melakukannya dengan senang hati. Kemudian ia segera kembali ke kantor kecil berukuran 4 kali 6 meter. Doni dan Bobi sedang memperhatikan laptop yang ada di depan Tiwi.

“Apa yang kalian tonton?”

Doni mendongak dan melihat bosnya. “Hyung, penjualan kita merosot jauh setelah para pesaing menerapkan diskon besar-besaran. Jika kita menurunkan harganya hingga menyamai mereka, ongkos produksi kita tidak bisa ditutupi.”

Allen tersenyum manis, ia dapat melihat 5 detik di masa depan. Jadi selama ini ia melihat bisnisnya tidak akan gulung tikar, tapi masa depan yang ia lihat hanya terbatas esok hari.

“Tenanglah, aku sudah menyiapkan dana yang cukup untuk kita.” Allen mengirim sejumlah uang ke rekening perusahaan.

Tiwi yang menerima pemberitahuan bank melalui laptop hanya bisa bengong. Tidak beda jauh dengan Doni dan Bobi, mereka ternganga melihat 100 juta uang masuk ke dalam rekening perusahaan.

1
Jack Strom
Pada dasarnya ceritanya sudah menarik, hanya ada beberapa kejanggalan, seperti: MC nya sok boros, biaya pangkas plus jas hanya 700rb namun sok membayar 1jt...
Lalu apa urusan pihak ke-3 sok menyeludiki keuangan MC, kan aneh tuh?
dhani satria
mortal kombat
dhani satria
hahahahhahah muride surya paloh le
dhani satria
ma fanta enak mn kul?
dhani satria
mangkok legend
Arif Ridho
Luar biasa
AXYs
Eeh uya pa kabarnya mereka para preman itu ya?
AXYs
Kapan belinya thor?
Perasaan itu di ambil dari tambang deh
AXYs
Ga naik2..,!!
AXYs
Eeh btw bus way.. jangka waktu 3 bukan pertemuan antara 3 temen kakek Jojo dah kelewat jauh ya…
AXYs
Bukannya mc dah kebal racun yaa sewaktu di gigit ular > di daerah si lembu itu.
Apa bedanya dg ini?
AXYs
Beberapa hari? Waaah beda benya dong kota A
AXYs: *nenya > benua
total 1 replies
AXYs
11 tahun? Wadadawww…
AXYs
Laah bukannya udah 3…
Sebelum bya juga gutu di tingkat 2…
AXYs
Yaa ampuuun kok blegok amat siy mc nyaaa.. 😱😱😱😱
AXYs
Eeh maaf thir, kota K apa Surabaya?
Louis Vert
gua tebak alurnyaaa lambatt😹/Scowl/
uwa_botak
Luar biasa
Alon Afdal
bolooo
Samsul Bahri
Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!