NovelToon NovelToon
259 DAYS

259 DAYS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Chicklit
Popularitas:177.7k
Nilai: 5
Nama Author: SheisUgly

Wrenny Saragih, wanita berusia 30 tahun yang mewujudkan ambisinya menjadi pengacara di hadapkan pada kisah masa lalu yang mengganggu Hidupnya.

Dominic Sinatria, lelaki bodoh yang menganggap istrinya juga mencintainya.

Alur maju mundur. Diharapkan jika membaca harus teliti di setiap narasi.

Enjoy it ! Thanks....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BILA...RASAKU INI RASAMU.

Suara deru mobil yang terdengar dari halaman rumah, membuat Shendy yang tidur bergelung di sofa ruang tamu membuka mata. Dengan langkah riang dia melompat turun dari kursi, berlarian menuju depan pintu. Menunggu si pemilik masuk ke rumah. Terdengar Dominic sedang membuka akses pintu utama dengan memasukkan kata sandi yang terhubung melalui i phone miliknya. Setelah pintu terbuka, nampak si kucing imut sudah menunggu. Shendy menyambutnya dengan eongan.

Dominic menutup rapat pintu rumahnya kemudian berjongkok untuk menyapa Shendy. Sudah lama sekali, Mereka jarang berinteraksi karena Dominic sering pulang malam.Namun sebelum berangkat bekerja, Dominic selalu menyempatkan diri menyiapkan makanan dan sesekali membersihkan kandang kucing berjenis peranakan anggora warna abu-abu itu.

"Hai Shendy? Kamu kangen aku ya?" Dominic mengelus kepala Shendy. Jika Shendy adalah kucing ajaib yang bisa bicara pasti dia bilang "Aku kangen Dominic". Tanpa bicarapun, Dominic sudah pasti tahu Shendy juga merindukannya. Terlihat dari gesturnya yang ingin sekali di manja sang pemilik.

Dominic meletakkan tas kerjanya asal di sofa, beralih dengan menggendong Shendy menuju dapur rumahnya. Saat di kantor, Dominic sama sekali tidak merasakan lapar. Pekerjaan di kantor beserta rapat dengan dewan direksi perusahaan membuatnya gila. Namun setelah bertemu dengan Shendy yang bertingkah manja, Dominic mengambil inisiatif untuk menemani Shendy makan malam.

Mungkin, interaksi pemilik dan kucing peliharaan ini terlihat berlebihan.Bahkan Dominic juga pernah menganggap Wrenny lebay karena sangat menyukai kucing. Mantan istrinya itu selalu memperlakukan hewan lucu itu seperti teman, kadang-kadang seperti keluarga. Malahan, Wrenny membiasakan kucing peliharaannya dengan panggilan Mama. Wrenny memang gadis tidak waras.

Dominic meletakkan Shendy di kursi minibar. Dengan cekatan lelaki tampan itu menggulung lengan kemeja kerja warna putihnya hingga sebatas siku. Melepaskan dasi dan memasang apron untuk memulai memasak.

Tangan milik Dominic menggapai kabinet atas untuk mengambil beberapa botol saus. Beralih ke kulkas yang menyerupai almari mengambil beberapa bahan makan protein berupa irisan dada ayam dan ikan tuna. Dada ayam adalah makanan kesukaan Dominic dan tuna adalah favorit Shendy. Resep memasak makanan kucing telah Dominic kuasai. Setelah mereka bercerai, Wrenny lupa membuang secarik kertas yang selalu menempel di pintu kulkas. Dan Dominic baru tahu jika kertas itu bertuliskan resep ikan tuna kesukaan Domi. Kucing milik Wrenny.

Shendy kembali mengeong ketika hidung tajamnya menghidu aroma daging ikan tuna yang di goreng. Agaknya kucing gemuk satu ini merindukan juga masakan yang di buat oleh pemiliknya. Dominic tersenyum geli melihat ada rona bahagia di wajah imut Shendy.

Teflon diangkat dan Dominic langsung menuang isinya kedalam piring yang sudah berisi sedikit nasi. Tinggal ditambah garam sedikit lalu dicampur rata, Shendy akan melahap makanan ini sampai tandas.

"Nah, ini makanan kamu Shendy. Dan ini makanan Papa"

Dominic menyerahkan piring milik Shendy dan setelah mengeong sebentar Shendy langsung menggeram melahap makanannya.

Dominic menjepit potongan dada ayam goreng tepung dan mecocolnya dengan saus pedas. Setelah seharian ini Dominic kehilangan ***** makan, entah mengapa perutnya langsung lapar dan mengajak Shendy yang juga lapar makan bersama.

Apa yang diperbuat Wreny memang ada benarnya. Memelihara kucing imut seperti Shendy bisa mengusir rasa kesepian. Mungkin ini yang dulu dirasakan Wreny saat mereka menikah, tinggal bersama namun saling tidak bicara satu sama lain. Dan sekarang, karma ini datang pada Dominic. Dirinya memang sudah menikah lagi dengan Kalinda, mengukir kebahagiaan bersama dirumah ini. Namun, Kalinda yang di harapkan bisa melengkapi hidupnya, mendadak berubah drastis.

Setelah 2 tahun pernikahan, Kalinda mulai bosan berada di rumah. Istrinya mulai mengikuti arisan sosialita. Kadang Kalinda berlibur bersama teman arisannya hingga berhari-hari. Dominic mencoba memaklumi, Kalinda mungkin merasa bosan dan tidak mempunyai kegiatan. Sebagai suami, Dominic memberi masukan untuk mencoba bergabung ke dalam perusahaan milik Ayahnya agar dia punya kesibukan. Tapi dia bilang, mengurus perusahaan bukan passionnya. Jika itu alasannya Dominic tidak akan memaksakan kehendak. Lelaki itu tahu, pekerjaan yang dilakukan setengah hati tidak akan membuat hari-harinya terasa menyenagkan.

Dominic mencoba memahami minat Kalinda yang lain, seperti menjadi psikolog yang sesuai dengan pendidikan yang dia Miliki. Namun Kalinda menolak tegas jika dia dulu mengambil jurusan psikologi karena paksaan dari Mamanya. Saat Dominic menggodanya untuk segera mulai program kehamilan, Kalinda malah naik pitam tanpa menyebutkan alasannya. Kenapa dia tidak menginginkan anak?

Kalinda malah ngambek dan pergi berlibur bersama salah satu teman arisannya selama dua minggu. Stress menghadapi kemelut rumah tangga yang tidak berjalan sesuai dengan keinginan membuat Nadia dan Jantaka mengambil tindakan tegas untuk mengingatkan adiknya. Dominic mempunyai urusan lebih berat daripada menyikapi istri yang susah di atur seperti Kalinda.

"Domi, kamu mesti ingat kalau harapan kita cuma kamu. Kamu yang bisa mengendalikan perusahaan. Jangan cuma gara-gara Kalinda, kamu mengabaikan kantor. Kalau dia liburan, biarin aja. Kalau duitnya abis, dia juga pulang ke rumah" Tidak pernah sekalipun, Nadia berkata keras selama ini kecuali saat dirinya sudah jengah menghadapi adik laki-laki pemegang kendali perusahaan. Domi juga paham, jika saudaranya termasuk Jantaka yang lahir dari ibu berbeda tidak pernah merestui hubungannya dengan Kalinda. Tidak ada orang yang bisa memaksakan kehendak seseorang mengenai cinta. Semua orang bebas memilih. Nadia, juga menikahi karyawan papa yang hanya manager HRD. Papa juga setuju. Tapi kenapa, Keluarganya begitu membenci Kalinda??

"Kalau aku boleh bilang, kamu itu terlalu bucin Mas." Jantaka menimpali. Dia pun sudah jengah dengan sikap Kakaknya yang dibutakan oleh cinta.

"Bucin? Budak cinta maksudnya?" Dominic menatap tajam adik laki-lakinya yang terkenal playboy. Dirinya juga tidak terlalu paham dengan istilah kekinian jaman sekarang. Seperti bucin, gabut, parno dan sebangsanya.

Tapi dia juga tidak terima jika dianggap bucin oleh adiknya. Bukannya Jantakan juga bucin? Mengejar cewek-cewek incarannya dengan bujuk rayu dan pesonanya?

"Iya Mas. Kalian kan pacaran udah lama banget. Bahkan waktu masih nikah sama Wren juga Mas Domi sering jalan sama Kalinda" Jantaka berkata pedas yang seketika membuat jantung Dominic berdenyut ngeri.

"Aku juga enggak paham sama Mas mu Itu Jan. Seneng banget di bego-begoin Kalinda." Emosi Nadia juga tak kalah meledak mendukung statement Jantaka.

"Kalian kenapa mojokin aku sih? Apa salah kalau aku bahagiain istri sendiri? Apa yang aku lakukan untuk Kalinda itu masih dalam tahap wajar.Bukan bucin !" Elak Dominic berusaha membela istrinya. Jujur dia sakit hati. Siapa yang terima jika wanita yang kita cintai dihina orang lain?

"Ok, kita paham. Berusaha memaklumi apa yang jadi pilihan hidup kamu. Bahkan dewan direksi juga sudah melupakan perceraian kamu sama Wren. Tapi yang Mbak minta, tolong kamu jangan terlalu fokus sama Kalinda. Ada hal lain juga yang mesti kamu pikirin dan kamu pertahankan."

Dominic menghela nafas, kemudian meraih botol air mineral. Meneguk air untuk merelaksasi pikirannya. Mungkin, ada benarnya juga apa yang dikatakan Jantaka dan Nadia, saudaranya.

Semua hal yang Dominic hadapi dalam hidup ini hanya bermuara pada satu orang yaitu Kalinda. Nadia dan Jantaka menasehati karena mereka menyayanginya. Membuatnya sadar jika pernikahannya dengan Kalinda tidak mungkin terselamatkan lagi.

Dominic juga tidak peduli dengan pendapat orang-orang tua di kantor yang menjabat sebagai dewan direksi. Mereka menyebut Dominic gila karena menceraikan Wren dan menikahi mantan pacarnya. Mereka malah mengasihi Wren yang terlihat sebagai korban perselingkuhan Dominic dan Kalinda.

Padahal, setelah perceraian itu Wren pergi dengan bebas dan membawa uang yang banyak. Tidak akan ada yang tau skandal pernikahan mereka yang tertutup rapat.

"Meong....."

"Makannya sudah??" Dominic mengelus kucingnya dan lagi-lagi Shendy mendongak dan mengeong kembali. Kucing itu menjilat-jilat jarinya.

"Shendy, kangen enggak sama Mama?" Dominic menopang dagu menatap intens kucing yang masih asyik menjilat ekornya.

"Kapan ya kita bisa ketemu Mama ? Tante Anita bilang kalau Mama sibuk sama kasus baru" Dominic mengelus bulu halus Shendy dengan jemarinya.

Sekilas, pandangannya bertumbuk di jari manis kanannya yang sedang mengelus bulu Shendy. Disana tersemat cincin pernikahan milik Dominic yang selalu dipakai. Pria itu selalu memakainya agar semua orang tau dirinya sudah tidak melajang. Tapi hal mengejutkan didapatinya sebelum gugatan cerai Kalinda sampai ke tangannya. Bahwa istrinya itu tidak pernah memakai cincin pernikahan mereka lagi.

"Yang, cincin pernikahan kamu mana?" Tanya Dominic hati-hati ketika pertama kali melihat cincin itu tidak ada di jari manis istrinya.

"Oh, sengaja aku lepas Yang. Soalnya kemarin cincinny hampir aja hilang waktu aku berenang" Kalinda masih sibuk mengeringkan rambut menggunakan hairderyer.

"Pagi ini kamu mau kemana Yang?" Dominic melihat Kalinda sudah rapi dan bersiap seperti mau pergi.

"Aku mau pergi ke acara ulang tahun Wanda. Udah di undang secara langsung trus di mention di instagram juga.Jadi enggak enak kalau aku enggak dateng?"

"Kamu enggak capek? Kayaknya kamu tadi malam pulang jam dua deh" Tegur Dominic sehalus mungkin. Dia hanya tidak ingin Kalinda terlalu lelah karena menghadiri acara yang diadakan teman-temannya.

"Aku bosen di rumah." Keluhnya.

"Kalau kamu bosen, ikut aku ke kantor ya?? Kamu nemenin aku kerja. Aku pasti semangat banget ada kamu"

Kalinda malah merengut. Meletakkan hairdryer yang baru saja di matikan.

"Aku males ke kantor kamu. Mereka enggak suka sama aku !" Jawabnya ketus. Wanita itu memasang sepatu higheels warna hitam yang baru dibelinya kemarin. Menyambar tas dan berpamitan pergi.

"Aku udah di tunggu sama temen Yang." Kalinda berpamitan pergi mengecup sekilas bibir Dominic yang masih mematung di tempatnya. Hingga deru mobil Kalinda tak terdengar lagi.

♥♥♥♥♥

Pagi ini Dominic mengantarkan dokumen yang diminta Anita dan Glenn untuk kelengkapan menuju sidang perdana perceraian Dominic yang berlangsung pekan depan. Dengan langkah mantap, Dominic menaiki anak tangga naik ke teras kantor James & co yang asri. Di parkiran, sudah nampak mobil yang biasa dikendarai Anita dan mantan istrinya di kantor. Sepagi ini Wren sudah datang. Cara kerjanya sama sekali tidak berubah.

"Selamat pagi Pak Dominic" Glenn. Junior Associate yang menangani kasus perceraiannya menyapa ramah.

"Selamat pagi Glenn" Dominic membalas dengan senyum menawannya. Glenn selalu kagum dengan senyuman Dominic yang manis. Jika dirinya wanita, sudah pasti dia akan menebar jala untuk menjerat Dominic yang sebentar lagi resmi bercerai.

"Mbak Anita sudah datang, tapi tadi dia keluar sebentar di minimarket depan Pak. Bapak bisa menunggu di ruangannya" Glenn mempersilahkan Kliennya untuk menunggu di ruangan Anita di lantai dua.

Dominic sudah berkali-kali datang kesini hingga dia tidak perlu menanyakan lagi ruangan Anita. Namun, saat tangannya akan membuka pintu ruang kerja Anita, rasa penasaran Dominic mendorong dirinya untuk membuka pintu ruangan Wren.

Gadis itu pasti sudah ada di dalam. Jika dia tidak terima dengan Kedatangannya, Dominic akan berbalik arah dan masuk ke ruangan Anita.

Di pintu, tertulis nama Wrenny Saragih. SH. L.LM. Senyum tipis tersungging dari bibir Dominic. Wren benar-benar mewujudkan impiannya menjadi pengacara dengan meneruskan S2 di Inggris. Dominic sedikit menghargai usaha Wren, meskipun gadis itu mendapatkan uang dengan cara menipu banyak orang, dia konsisten dan menggunakan uang kompensasi itu di jalan yang benar.

Dominic mengetuk pintu tapi tidak terdengar jawaban dari dalam dan membuat Dominic lancang memasuki ruangan Wren. Benar saja, Wren tidak ada di tempat. Pagi-pagi sekali, gadis itu pasti sudah pergi menemui klien barunya. Dari cerita Anita, Wren mendapat klien dari kalangan menengah Kebawah yang mencari keadilan.

Ruang kerja milik mantan istrinya terlihat rapi dan bersih. Folder-folder tersusun rapi di rak sebelah kanan meja kerjanya. Disana juga ada beberapa buku tebal yang bermuatan hukum. Di meja, ada setumpuk snelhecter warna warni. Dominic tidak begitu tertarik membukanya. Isinya sudah pasti berkas-berkas mengenai kasus yang dia tangani.

Meskipun pernikahan mereka sangat singkat, Dominic tidak bisa memungkiri jika Wren memang benar sungguh-sungguh menggapai cita-citanya. Yang Dominic anggap laksana pungguk merindukan bulan. Wren yang saat itu magang di kantor Notaris milik saudara Kalinda, bekerja dengan giat hingga larut malam. Dominic juga tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan Wren. Seringkali Wren tidur di meja kerja yang ada dilantai bawah yang menjadi daerah teritori Wren dirumah dengan laptop menyala. Keesokan paginya, dia masih terlihat ceria meskipun sibuk menerima telpon dari klien bosnya. Bekerja di ranah Hukum, memang menjadi passionnya. Tak heran jika dia meraih posisi ini sekarang.

Meja Kerja Wren berbahan kayu. Diatasnya ada gambar sketsa kucing yang dilapisi oleh kaca bening. Kucing ini berwarna abu-abu karena arsiran dari warna pensil. Di leher ada kalung dengan bandul lonceng, dan di pojok kertas sketsa itu, tertulis Domi, My Sweetheart.

Rupanya, Wren belum melupakan Domi, kucing peliharaan nya yang dulu di pungut Wren saat usianya masih sekitaran 3bulan. Dominic ingat jika Wren menangis terisak saat memberi makan Domi yang kurus dengan nasi campur ikan sarden yang dibelinya.

Dominic hanya bisa mengamati dari jauh dan mencibir. Dan yang paling menggelikan dan membuatnya sebal, kucing itu di beri nama Domi. Apa Wren sengaja menyindir nya???

Terdengar suara langkah kaki tergesa dari arah koridor. Mungkin Anita sudah datang dari minimarket. Buru-buru Dominic berlari keluar dari ruang kerja Wren.

Apa jadinya jika dia tertangkap basah menyelinap ke ruang Wrenny??

"Loh, Pak Dominic kok enggak nunggu di dalam ruangan saya aja??" Tegur Anita setelah mendapati Dominic berdiri di depan ruang kerjanya.

"Enggak apa-apa Mbak. Saya nk unggu disini aja" Dominic gugup dan berharap Anita tidak tahu jika ia dengan lancang masuk ke ruangan rekannya tanpa izin.

"Mari Pak, masuk" Anita memutar kenop pintu mempersilahkan Dominic masuk.

"Maaf Pak, saya tadi ke minimarket depan. Ada titipan dari Wrenny." Katanya seraya menarik kursi untuk di duduki.

"Iya Mbak, ini berkas yang Mbak Anita minta" Dominic menyerahkan file itu di meja bersamaan dengan getaran ponsel milik Anita.

"Maaf ya Pak, saya terima telpon dari Wren dulu." Anita menyambar ponsel dengan tergesa.

"Iya Wren, ada sesuatu yang urgent?" Tanyanya sedikit khawatir. Dominic diam-diam menyimak seraya pura-pura memainkan ponselnya.

"Padahal aku udah telpon Dokter Naya lho. Dia katanya sanggup mampir dulu untuk meriksa kamu." Anita mengernyitkan alis.

"Enggak apa-apa nih kalau Dokter Naya enggak dateng??" Jari Anita mengetuk meja.

"Ok deh, nih koyo' yang kamu minta juga udah aku beliin. Nanti biar Agus yang antar ke apartemen"

Sambungan telpon mereka terputus.

"Maaf pak, Wrenny sakit dan dia tadi nitip obat. Sampai mana bahasan kita??"

Dominic mendadak terpaku di kursinya saat mendengar Wrenny sedang sakit dan membutuhkan koyo'. Memaksanya untuk kembali memutar memori saat mereka masih tinggal bersama. Dimana pernah, Dominic melihat Wrenny sakit dengan pelipis dan pipinya penuh dengan tempelan koyo'.

♥♥♥♥

masak yuuk....

1
mamih
masih di rak thor..lanjutin ceritanya ya😍
mama Al
akhirnya up Juga
Nazmia Mia
berbulan2 nungguin
Nazmia Mia
berbulan2 nungguin...
Etik Triwahyuni
aq nungguin gimana bisa lupa
Etik Triwahyuni
kesini lagi ternyata masih sama😥😥
tinny suartini
ya Allah, kakak kirain ga akan ketemu lagi.
makasih masih inget wreni belum beres ini, penasaran sampe novel mu yang lain aku baca ulang🤣👍
T.N
tetap semangat kk ditunggu kelanjutannya
anikkkk
alhamdulillh setelah sekian lama,,akhirnya,,,,
masih menunggu thor,,,miss uuuuuu😍😘
Mulya Tiningsih
masiiih saaay....ya Allah kemana aja....kangen...jarang buka noveltoon eh...ada notif ...😍
Muhammad Dimas Prasetyo
dih othor kemana aja sih kamu...apa kesambet setan kuburan juga??semangat update nya lagi yaa😁
Muhammad Dimas Prasetyo: semoga lanjut terus ya thor..sayang banget cerita sebagus ini di gantung kelamaan
total 2 replies
Yanti Husna
suka bangeeet, di baca2 ulang novelnya kk, yg pumpkin sama wilo
Yanti Husna: sama2 kk
total 2 replies
Saiful Misbah
masih kak. ya Allah kakak apa kabarnya? semoga sehat selalu.... kangen. ditunggu setelah sekian lama, begitu ada notif rasanya wowwwww
Rissa Kim: gitu ya?? skrg udah 2026...lama juga ya ternyata...💪💪
total 1 replies
Sri Wahyuni
lanjut donk kak... 🫰🫰
Rissa Kim: insyaallah....
total 1 replies
Siti Aisah
sampe Oktober 2025 masih nunggu ya
T.N
Oktober 2025
kak akan dilajut kah
T.N
nggak kan bisen utk baca ulang berharap kali aja ada lanjutannya
T.N
nggak pernah bosen ungulang" bacanya
Isna Hasyim
Agustus 2025
tinny suartini
setelah 4 tahun berlalu ternyata kakak author ini masih jadi kesayangan, kangen ceritanya yang selalu menarik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!