Nifa(19 tahun) adalah seorang gadis yang kelahiranya dianggap sial oleh keluarganya. Nifa memiliki postur tubuh yang pendek dan gemuk. Serta penampilan Nifa dengan kaca mata tebalnya membuatnya juga sering di bully oleh teman temanya.
Saat duduk di bangku kuliah, Nifa masih saja mendapatkan bully dari temanya karena fisik dan penampilanya. Hingga puncaknya, Nifa dijadikan taruhan oleh Ardian(22 tahun) dan teman temanya yang populer di kampus.
Ardian(22 tahun) adalah seorang laki laki tampan yang terkenal playboy dan sering berganti pasangan. Ardian yang kalah dalam taruhan terpaksa harus menjalankan tantanganya memacari Nifa selama satu bulan.
Bagaimana kisah kehidupan Nifa dan Ardian kedepanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfian Rosyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17 - CURIGA
Malam hari, Ardian menunggu Elsa dan temanya makan malam di restoran. Ardian merasa geram Elsa tidak pernah tepat waktu jika janjian. Hingga 20 menit kemudian, Elsa dan temanya baru sampai di restoran.
"Sayang, maaf aku menunggu lama," ucap Elsa
"Selalu saja kebiasaan," jawab Ardian
"Aku kan sudah minta maaf, jangan cemberut gitu dong," rengek Elsa
Ardian hanya terdiam menunjukan ekspresi juteknya. Elsa yang melihat Ardian masih jutek, mengalihkan perhatian Ardian dengan mengenalkan temanya.
"Sayang, kenalin cewek disampingku ini namanya Della, dia teman akrabku saat SMA. tapi dia beda perguruan tinggi sama kita. aku sudah banyak menceritakan tentang dirimu sama Della, karena dia sahabat terbaiku," ucap Elsa
"Perkenalkan saya Della," saut Della
"Hmm..saya Ardian," jawab Ardian
Setelah berkenalan mereka bertiga memesan makan malam bersama. Namun pada saat itu tatapan Ardian terfokus pada dompet milik Elsa. Semenjak menjadi kekasih Elsa, Ardian sangat hafal barang barang yang dimiliki Elsa. Karena tidak dipungkiri, Ardian selalu memanjakan Elsa yang selalu merengek minta barang barnf mahal.
Saat itu Ardian merasa dompet Elsa sepertinya baru dipikiranya. Tanpa ragu, Ardian bertanya pada Elsa.
"El, dompet kamu baru ya? aku gak pernah lihat soalnya," tanya Ardian
"Iya Ar, bagus ya?" tanya balik Elsa
"Bagus, sepertinya dompet itu mahal," jawab Ardian
"Iya dong jelas, aku tadi sore belanja dompet ini sama Della, kita berdua pingin kembaran punya dompet jadi tergiur beli deh," ucap Elsa
"Berapa harganya?" tanya Ardian
"Dua dompet ini harganya 100 juta, besok beliin tas dong sayang," jawab Elsa
Mendengar nominal 100 juta, Ardian teringat tadi sore ponselnya muncul notifkasi pengeluaran uang sebesar 100 juta. Entah mengapa Ardian ingin tahu dari mana Elsa memiliki uang sebanyak itu.
Serta dalam pikiran Ardian, Elsa adalah tipikal gadis yang perhitungan. Agak aneh rasanya jika Elsa tiba tiba sukarela membelikan temanya dompet seharga puluhan juta. Bahkan yang bikin Ardian heran, Ardian selalu mengingat dirinya akan dikirimi foto barang yang hendak dibeli Elsa. Namun sekarang Ardian merasa diam diam Elsa membeli barang mahal tanpa sepengetahuanya.
"Kamu dapat uang sebanyak itu darimana?" tanya Ardian
"Iya uangku lah," jawab Elsa gugup
"Lha iya dari siapa?" tanya Ardiamln
"Ini aku beli pakai tabunganku," jawab Elsa gugup
"Tabungan?" tanya Ardian
"Iya sayang, aku punya tabungan," jawab Elsa bohong
Ardian saat itu tak percaya dengan apa yang dikatakan Elsa. Tanpa ragu, Ardian memancing Elsa agar mengatakan asal uang yang digunakan beli dompet.
"Sepertinya kamu banyak uang," ucap Ardian
"Banyak Uang? aku tentu dapat dari papa aku dan kamu sayang," jawab Elsa
"Berarti kamu bohong dong sama aku. setiap minggu kamu ngeluh uang habis minta dikirimi uang untuk beli ini itu. dan aku paham loh setiap kamu beli barang mahal, kamu ngirimin foto barangnya ke aku dulu, lalu minta dikirimi uang. dan saat itu juga aku langsung kirimi sesuai harga yang kamu inginkan. eh diam diam sekarang beli dompet dua, gak bilang bilang harga 100 juta," satu Ardian
Elsa saat itu terdiam menyadari kebodohanya membeli dompet tanpa sepengetahuan Ardian. Elsa mengakui dalam hatinya dirnya dan Della terlalu bersemangat shopping usai merampas black card milik Nifa. Elsa takut sekali Ardian tahu jika black card Nifa telah dirinya dan Della rampas. Demi ingin melindungi dirinya, Elsa hanya meminta maaf dan menyesal.
"Maaf sayang, aku terlali bersemangat jadi lupa. lain kali aku akan konfirmasi ke kamu ya," ucap Elsa
Ardian hanya mengangguk jutek
"Sayang, aku dimaafin kan?" tanya Elsa
Ardian hanya diam mengangguk
Dalam diam, entah mengapa dalam pikiran Ardian sekarang tertuju pada hilangnya black card Nifa. Munculnya notifikasi pengeluaran uang dengan waktu belanja Elsa sama sama di sore hari. Bahkan harga nominal di notifikasi dan harga dompet sama sama 100 juta.
Ardian merasa curiga kalau Elsa telah menggunakan black card milik Nifa. Tapi sayangnya tidak ada bukti kuat. Hingga akhirnya Ardian memilih diam dan mengikhlaskan black card nya yang dihilangkan Nifa.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
terimakasih ya tor 🙏🙏🙏