Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tujuh Belas
Gue dan Tuan Richard memesan soto ayam, kopi dan air mineral. Sedang nona Jasmin terlihat tidak selera dengan menu makanan yang ada di pujasera ini.
"Oppa, ayo kita cari tempat makan yang lain." renggeknya.
Gue menyalakan rokok menghisap dan menghembuskan asapnya beberapa kali dengan cepat.
"Lu mau bikin gue sesak napas! " hardik nya.
"Maaf non, kebiasaan."
"Keliatan banget ya kalau murahan. Udah tatoan perokok juga."
"Gitu ya non? Biar aja, yang penting gue gak minta duit rokoknya sama nona."
Tuan Richard senyum - senyum aja ngeliat gue ngejawab semua kata - kata Jasmin.
"Ternyata biar oppa - oppa tapi doyan makanan Indonesia. Kemarin gue liat nasi padang ludes, sekarang makan soto ayam. Gue penasaran jengkol suka gak ya? Hi Hi hi"
Tuan Richard menyantap sotonya dengan santai. Dia juga menambahkan kecap manis dan sambal. Tuan Richard bahkan makan dengan kerupuk. Indonesia banget.
"Lana, hari ini Angel sudah bisa pulang."
Gue menikmati pencuci mulut gue alis rokok. "Wahh... syukurlah kalau begitu."
"Seminggu sekali dia ada sesi terapi dengan psikolog."
"Nanti biar aku yang anter." Jasmin menyela.
"Angel punya permintaan." Tuan Richard terdengar serius. "Dia mau kamu tinggal di rumah."
Uhuk... Uhuk... Uhuk... ini kedua kalinya gue kesedak gara - gara appa nya Angel. "Gimana tuan? Saya kurang paham."
"Angel minta kamu untuk jadi eomma nya."
Gue menutup mulut gue dengan telapak tangan. Kanget yang pasti, gimana bisa Angel punya pikiran kesana. Sekalipun dia tidak pernah menyinggung masalah itu saat ngobrol sama gue.
"Apa?!" Jasmin mengebrak meja. "Gak bisa!"
"Tuan kenapa Angel bisa meminta itu?"
"Kemarin waktu dia bangun dan tidak menemukan kamu, Angel menangis histeris. Dia ketakutan. Aku sudah coba menjelaskan bahwa kamu tidak bisa bermalam bersama kami, karena kita bukan keluarga."
"Kemudian Angel meminta ku untuk menjadikan mu keluarga. Aku sudah menjelaskan itu tidak mungkin karena artinya kita harus menikah. Angel justru menyetujui ide itu."
"Angel merenggek semalaman meminta ku untuk menanyakan ini padamu. Aku bilang sebaiknya Angel menanyakan ini sendiri pada mu."
"Tapi tuan... "
"Pikiran dulu. Tapi aku mohon pertimbangkan keadaan dan perasaan Angel. Ini demi Angel. Hanya demi Angel."
"Oppa... biar aku saja yang menjadi ibu sambung Angel." Jasmin bergelayut manja pada lengan Tuan Richard. Tapi tuan Richard tidak memperdulikan nya.
Gue berasa lemas tidak bertulang. Oksigen disekitar gue seperti menghilang. Ini bukan keputusan kecil. Terlalu banyak perbedaan yang bisa menimbulkan konflik yang akan berdampak pada Angel.
"Pikirkan dulu. Aku tahu ini keputusan besar."
"Bisa kita bicara berdua?" gue perlu meluruskan beberapa hal.
"Jasmin, tolong." dengan wajah ditekuk nona Jasmin meninggalkan kami. Setelah gue lihat nona Jasmin masuk ke area rumah sakit, gue siap bicara.
"Tuan, pertama saya sangat menyayangi Angel. Saya bersedia melakukan apapun demi kebaikan Angel dan kebahagianya." Gue mengehela napas.
"Jadi kamu bersedia?"
"Saya belum selesai, tuan."
"Saya mendengarkan." Tuan Richard menyesap kopinya.
"Tuan, terlalu banyak perbedaan diantara saya dan keluarga anda. Secara penampilan saya dan kedudukan sosial saya."
"Aku pernah salah menilai mu, tapi sekarang aku yakin kamu gadis baik - baik."
Kenapa gue ngerasa kalau tuan Richard bersemangat sekali?
"Tapi apa Angel siap? Nanti pasti akan ada banyak omongan orang, tuan. Kebanyakan dari mereka selalu menilai saya buruk. Seperti oma dan tante nya Angel. Apa Angel siap? Saya tidak bisa memberikan contoh yang baik untuk Angel."
"Contonya jika suatu saat nanti Angel ingin membuat tato, saya tidak akan bisa melarangnya, karena saya sendiri bertato."
"Apa Angel siap mempunyai seorang eomma yang dicap sebagai brandalan? Preman? Saya khawatir itu akan mempengaruhi kejiwaan Angel."
"Saya khawatir saya adalah pilihan yang salah." akhirnya gue mengungkapkan semua kekhawatiran gue.
"Jadi apa saranmu?" tuan Richard menopang wajahnya dengan tangan.
"Sebaiknya kita bicarakan situasinya dengan Angel. Kita harus menyampaikannya sederhana mungkin."
"Aku rasa kamu terlalu berlebihan." Gue rasa tuan Richard terlalu meremehkan masalah ini. "Menjadi tugas mu untuk menerangkan situasi mu ini pada Angel." Tuan Richard berdiri, berjalan ke kasir dan melakukan pembayaran.
*****
"Tante, apa tante mau tinggal sama Angel?" gue sama Angel sedang main boneka di kamar Angel.
Satu jam yang lalu Angel sudah tiba di rumahnya. Dokter bilang keadaannya sudah baik - baik saja. Hanya perlu terapi untuk menghilangkan trauma nya.
"Angel mau tante tinggal sama Angel?" Angel memberi anggukan. "Kenapa?"
"Karena Angel sayang tante. Kalau ada tante Angel seperti punya eomma."
"Tante Lana mau ya jadi eomma nya Angel" mulut gue pengen bilang iya, tapi otak gue bilang jalan terjal menanti gue dan Angel.
"Biar kita bisa tinggal sama - sama." rayu Angel lagi.
"Emm kalau ada nanti ada orang yang bilang eomma nya Angel orang jahat gimana?"
"Tante Lana gak jahat. Tante Lana sayang sama Angel."
"Kata appa orang itu bisa kayak stroberi, keliatan cantik tapi rasanya asam. Ada juga yang kayak coklat gak terlalu bagus tapi rasanya manis."
"Kalau tante stroberi atau coklat?"
"Tante Lana apa ya.... Tante Lana cantik kayak stroberi tapi gak asem. Tante itu stroberi coklat... " jawab Angel riang.
"Kamu, ya... " gue kelitikin pinggang Angel, begitu gue lengah Angel berlari menghindar.
Sepanjang perjalanan pulang gue mikirin kata - kata Angel. Gue stroberi coklat. Betapa polosnya dia.
"Lana!" Suara tuan Richard membuyarkan lamunan gue. "Kamu baik - baik saja?"
"iya tuan"
"Jangan panggil tuan sama calon suami mu?" ada senyum jahil dibibir tuan Richard yang belum pernah gue liat sebelumnya.
"Tuan menurut tuan saya coklat atau stroberi?" gue penasaran. Dia bisa kasi penjelasan ke Angel dengan baik kalau gak boleh menilai orang dari fisik nya, kalau dia sendiri pendapatnya apa ya
"Kamu?"
"Iya saya." tuan Richard terlihat berpikir, "Kamu gitu stroberi yang terlapisi coklat, terus rasa coklat."
"Mana ada tuan?"
"Ada!"
Gue rasa tuan Richard ini punya dua kepribadian. Kadang ramah kadang jutek dan dingin.
Kadang ngomong nya banyak, kadang singkat, jelas, padat.
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin list favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..