Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 17
**Sebelum membaca, Jangan lupa tekan like dan tinggalkan komentar ya..
Mohon dukungan Vote-nya juga ya..
Sebab apalah artinya karyaku tanpa dukungan vote dari kalian.
Happy Reading**!
•••
"Miya sayang, main bonekanya udahan, ya. Besok disambung lagi." Ucap Kayla untuk kesekian kalinya sambil mengelus kepala Miya.
"Gak mau! Miya maunya sekarang."
"Tapi sayang ini kan sudah sore, mandi dulu yuk.."
"Miya bilang gak mau, enggak mau Mama!" Jawab Miya dengan nada suara meningkat.
Kayla mendengus, perasaannya bingung bercampur kesal. Harus bagaimana lagi caranya membujuk Miya supaya berhenti main boneka dan mau mandi?
"Kalau Miya mau mandi, Mama bikinin rainbow cake mau.."
Kening Miya mengerut serta bibirnya mengerucut oleh ucapan Kayla yang terasa mengganggu acara main bonekanya.
"Ihhh Miya gak mauu.. Miya masih mau main!"
Adrian tiba-tiba saja datang dan merampas boneka di tangan Miya.
"Kalau Miya gak mau mandi, bonekanya Papa buang!" Adrian mengancam menatap Miya dengan wajah galak.
Ancaman Adrian tersebut membuat Miya ketakutan hingga menyebabkan gadis kecil itu menangis terisak.
Lantas Miya pun mendekat dan meminta perlindungan pada Kayla. "Hhuuuaaaa.. Mama, Papa jahat! Hiks hikss."
"Cup-cup jangan menangis sayang, nanti cantiknya hilang lohh.." Bujuk Kayla sambil memeluk Miya untuk menenangkannya.
"Kita mandi yuk, biar Papa gak marah lagi pada Miya." Ajak Kayla.
Miya yang berada di dalam pelukan Kayla, mendongak melihat wajah Kayla bergantian dengan Adrian setelahnya dia pun mengangguk.
"Setelah selesai memandikan Miya temui aku." Ucap Adrian sambil berlalu.
•••
Adrian terlihat segar setelah menyelesaikan mandinya dan terlihat tampan meski memakai piyama tidurnya.
Klekk,
Pintu Kamar dibuka oleh Kayla baru masuk ke dalam kamar dan mendorong pintunya agar tertutup kembali.
"Duduk!" Perintah Adrian seraya menatap Kayla dengan tajam dan mengintimidasi.
"Kau tahu kesalahanmu?" Tanya Adrian setelah Kayla duduk disampingnya dalam posisi berhadapan dengannya.
Kayla menggeleng,
"Tidak masalah jika kau membelikan Miya sesuatu ataupun menuruti kemauannya. Tapi jangan sampai memanjakannya. Kau lihat tadi dia membangkang tidak menuruti perintahmu. "
Kayla menunduk merasa bersalah. "Maaf, aku hanya tidak mau Miya menangis kalau aku tidak menuruti kemauannya."
"Lain kali jangan ulangi. Aku tidak mau dia tumbuh sepertimu jadi wanita manja yang tidak bisa apapun."
Kayla mengangkat kepala lantas menatap Adrian dengan tatapan tidak suka.
"Aku tidak seperti itu.. Aku bukan gadis manja! Tidakkah kau perhatikan kalau aku mengurus Miya dan menyiapkan keperluanmu. Apa hal itu tidak cukup membuktikan kalau aku bukan gadis manja! Katakan aku harus apa lagi, supaya kau percaya kalau aku tidak manja." Sarkas Kayla.
"Jadilah istriku yang sesungguhnya." Jawab Adrian menatap Kayla dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Apa maksudmu, aku sudah jadi istrimu, jangan berbelit-belit."
"Pertama, panggil aku dengan panggilan Mas, sopanlah sedikit aku ini suamimu bukan temanmu."
Kayla mendengus, tapi tidak berusaha menyela.
"Kedua, aku ingin hakku sebagai suamimu segera kau penuhi." Adrian menyeringai dengan mesum.
"Kenapa aku harus melakukannya? Setelah menyerahkan diriku nantinya kau akan mencampakanku!"
Rahang Adrian mengetat serta tangannya mengepal menahan amarah. Tidak suka pada ucapan Kayla barusan.
"Siapa yang mengatakan kalau setelah mendapatkanmu, aku akan mencampakanmu? Pikiran macam apa ini.. Kau menuduhku yang bukan-bukan!" Ucap Adrian dengan suara nada meningkat.
"Huhhh.. Bagaimana aku tidak akan berpikir seperti itu. Kalau kelakuanmu di kantor masih suka menggoda wanita." Tuduh Kayla.
Adrian makin mengeram, lantas dia pun mencengkram dagu Kayla, membawanya lebih dekat pada wajahnya.
Keduanya saling menatap dengan penuh emosi dan amarah. Saling tidak terima pada ucapan lawan bicara.
"Kau jangan sok tahu, memangnya kau pernah lihat aku melakukan hal yang kau tuduhkan?" Adrian melepaskan cengkramannya pada Kayla.
"Dengar Key, dirimu adalah milikku! Apapun yang ada padamu adalah kepunyaanku!! Kalau kau tidak memberinya secara sukarela padaku, maka aku akan memaksamu." Tegas Adrian posesif dan penuh ancaman.
•••
TO BE CONTINUED
24-02-2020