NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cut Ria

Zarulita Maya 26 tahun, seketika mematung ketika menangkap basah sang calon tunangan tengah bercumbu dengan seorang wanita di kantornya.

Demi untuk mengagalkan pernikahan, Maya pun harus memilih cara absur yaitu dengan menyewa jasa pengacara Ferdian Bastian.

"Bisakah mas Ferdian berpura-pura menjadi kekasih Maya??"

Berhasilkah usaha Maya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Keesokan paginya.

Rapat pemegang saham tahunan pun di gelar. Hari ini adalah keputusan akhirnya yang harus di ambil.

Marcel dan Maya sudah memikirkan hal terburuk jika para pemegang saham akan hengkak dari perusahaan New-A.

Debat segit pun terjadi, Marcel angkat bicara sebagai wakil Direktur. Ia mencoba menarik simpati para tertua di New-A untuk mendukungnya.

Namun pihak Zinus keberatan karena latar belakang pendidikan Marcel tidak sejalan dengan bisnis.

Gebrina bersikeras memberi ide baru jika mereka memberi jalan untuk New-A marjer di bawah naungan Star Tomo.

Beberapa pihak sudah mulai memilih jalan voting sebagai hasil akhir.

Marjer atau hengkang??.

Maya benar-benar dibuat pusing dengan semua ide ini. New-A benar-benar di ujung tanduk.

Dan Gebrina dengan senyum percaya diri akan memenangkan pertarungan akhir ini.

Marcel kehilangan simpatik para petinggi pemegang saham, tak terkecuali Paman Johan yang juga tak bisa terlalu vulgar menolong dua anak sahabatnya itu.

Dan hasil akhirnya di mulai dengan penghitungan suara.

Hasilnya nyaris seri, suara Marjer lebih 4 poin dari hengkang yang hanya kurang dari 8 poin.

Maya yang menulis hengkang sangat terhenyak mendapat dapat hasil akhir yang benar-benar diluar dugaan.

Ternyata selama ini New-A telah membesarkan para penghianat yang ingin menghancurkan New-A.

Prok..prok.. Gebrina bertepuk tangan dengan wajah bahagia. Rencana yang ia buat berjalan dengan sangat manis. Maya tak bisa berkutik.

"Aku sangat puas!!" seru dengan nada licik.

"Kau sudah bermain curang Gebrina??"

"Oh, itu tidak lah mungkin, karena para tertua New-A juga sadar siapa di antar kita yang lebih kompeten dalam menjalan perusahaan New-A agar bisa terus hidup" ujar Gebrina.

"Kau dan saudara kembar mu, akan menempati jabatan lain, jika kalian merasa keberatan untuk menjadi Direktur boneka" senyum Gebrina licik.

Maya meradang.

"Aku, pasti akan merebut kembali New-A!!" ucap Maya marah.

Namun Gebrina tak mengubris ia merasa larut dalam kemenangan akhir yang sempurna. Niatnya untuk mengalahkan Maya pun sukses tanpa bisa di elakkan.

Waktu pun berlalu, rapat akhri itu pun usai. Maya dan Marcel kalah dalam mempertahankan perusahaan keluarganya.

"Maya?" seru Marcel mendekat.

"Maaf, karena aku sudah membuat mu kecewa"

Maya tersenyum simpul.

"Ah, mungkin ini jalan yang memang baik walau nyatanya aku berat"

"Kau pasrah??" tanya Marcel.

Maya berpikir sejenak.

"Untuk saat ini, Ya.. karena aku belum mendapatkan solusi dari hutang dan biaya finalty kita"

Marcel menghela nafas pelan.

"Aku akan menjual aset yang kakek berikan"

Kening Maya terkaget.

"Apa kau gila??"seru Maya protes.

Namun Marcel beranjak untuk pergi.

"Marcel???" seru Maya mencoba menahan.

Dan benar langkah Mercel berhenti lalu ia berbalik untuk menatap wajah saudara kembarnya itu.

"Aku tidak butuh aset, karena jiwa ku hanya untuk mengabdi, bukan menyimpan harta"

Jleb...

Ucapan Marcel nyatanya telah membuat Maya terpaku. Sosok saudara kembara yang benar-benar berbeda jauh.

Jika Maya memilih bisnis maka Marcel memilih dokter. Jika Maya memilih anggar maka Marcel memilih renang. Dan jika Maya berambisi maka Marcel memilih mengabdi.

Jiwa sang kakek dermawan dan low profil nyatanya turun pada Marcel.

Dan Maya tak bisa menahan Marcel. Ia tau jika saudara kembarnya sudah cukup lama bertahan salam tekanan dan ia mulai muak.

Maya merenung di dalam ruangan rapat yang kini telah kosong.

Hingga tanpa disangka sebuah pesan masuk pada handphonenya.

Dan ia membaca pesan yang dikirim oleh Paman Johan.

Tak lama Maya pun beranjak pergi dari ruang rapat itu.

🍃🍃🍃

Di satu ruangan kerja, milik pengacara Johan B. Bastian.

Terlihat Ferdian berdiri di hadapan sang pengacara handal dengan tenang.

Brak!!..

Pria paruh baya itu kesal ia melempar semua berkas pengadilan yang sudah sangat kacau.

"Kau, bermain?"

"Tidak"

"FERDIAN!!" hardik Johan marah menatap putranya yang ternyata mengacaukan sidang internasional.

"Aku katakan padamu, jika ini terjadi jadi lagi.. maka Lusya akan aku lenyap kan!!" ancam Johan dengan sangat marah.

Ferdian terdiam dengan wajah tenang. Johan merasa bertarung dengan dirinya sendiri ketika berhadapan dengan putra satu-satunya.

"Katakan?? kau berniat membangun kerajaan bisnis dibelakang ku??"

Ferdian bungkam.

"Apa Lusya sudah mencuci otak mu, jauhi dia dan segera menikah dengan pilihan yang sudah di tentukan Mami Sari, dan fokus pada jasa pengacara mu!!"

Johan berlalu hendak pergi dari hadapan sang putra.

"Apa anda menikah dengan ibu ku atas dasar cinta atau kasian???" tanya Ferdian yang akhirnya bukan suara.

"Dan anda pasti sangat kecewa karena saya harus lahir dan anda kehilangan orang yang sudah mengubah hidup anda???"

Johan terhenyak, ucapan sang putra sudah mengusik luka lamanya.

Sekilas Ferdian menyeringai pelan dengan senyum tipis menertawakan hidupnya.

"Ah, maaf.. jika sebagai anak, saya sangat mengecewakan anda" ucap Ferdian dengan berbalik lalu pergi meninggalkan Johan begitu saja.

Johan terpaku, ia seakan baru saja bertemu dengan sosok dirinya di masa muda. Ia tidak pernah mengira jika watak keras kepala Ferdian benar-benar menjadi ciri khas dari keturunan Bastian.

***

Di sisi lain, tanpa di duga Maya mendengar semua moment itu. Ia yang tiba di kantor pengacara Johan B. Bastian tanpa sengaja mendengar semua pembicaraan sengit antara Ayah dan Anak pengacara.

Pikiran Maya terbang entah kemana. Dan sebuah rasa penasaran pun muncul di pikiran Maya.

"Ferdian memiliki kerajaan Bisnis??" bisik batin Maya.

"Waah!!" bisik Maya spontan berdecak tak percaya.

Dan tak lama sosok Ferdian keluar dari ruangan itu, Maya pun bersegera bersembunyi. Ia berharap tak tertangkap basah karena telah menguping pembicaraan genting itu.

1
Safitri Agus
baca novel ini sangat berkesan dan menguras emosi,sedih, bahagia,tangis,tawa, semua jadi satu dan akhirnya happy ending 😊
Safitri Agus
terimakasih kak Riya 🙏🥰🥰🥰
Safitri Agus
pengacara Topan ini suaminya Alia di novel pembantu hangat ya, kalau ga salah 🤭
Safitri Agus
😭😭😭😭😭😭
Safitri Agus
Maya Hamidun itu tanda²nya
Safitri Agus
akhirnya unboxing juga,papa Johan bentar lagi cucu mu otw🤭
Safitri Agus
butiknya Dinda
Safitri Agus
kok jadi sedih ya bacanya 🥹
Safitri Agus
ribet en belibet tuturannya
Safitri Agus
sedih bacanya knp tokoh Erwin dimatikan,kak mumy😭
Safitri Agus
apakah Dinda tidak bisa bertahan dgn jantungnya
Safitri Agus
mengulang kisah emak bapaknya🤭
Safitri Agus
bukannya menyelesaikan masalah malah party,yg ada nambah masalah nanti
Safitri Agus
Syahrini dan Nia Ramadhani jgn lupa
rinny
dari 9 karyamu tinggal satu yg belum AQ baca kak author dan semua the best 👍👍👍
rinny
karya yg luar biasa 👍👍👍
rinny
tegang banget bacanya.... semoga obatnya kalah dengan rasa cinta Ferdian
rinny
semoga maua tidak termakan hasutan lusya. jadi tegang bacanya kak author
rinny
semoga tidak jadi Bumerang untuk rumah tangga maua dan Ferdian
rinny
ayo maya buat si Ferdian panas karena cemburu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!