Kisah antara Deven dengan keluarganya yang telah membuang dirinya membuat dirinya berada di tengah tengah keluarga George dan Xeyla yang dipenuhi dengan musuh musuh
Selain kisah Deven disini juga ada kisah Clarine dan kedua saudara kembarnya yang terpisah dengan kedua orang tuanya karena salah satu musuh terbesar kedua orang tua nya yang iri akan usaha kedua orang tua nya yang sangat maju
Banyak pengorbanan dan air mata yang harus di lalui oleh Clarine untuk menyingkirkan satu persatu musuh musuh nya untuk mencapai kebahagiaan nya
Sedangkan Deven harus berjuang untuk menyingkirkan amarah dan kecewa di dalam hatinya untuk memaafkan keluarga nya yang telah membuang dirinya
Bukan hanya hal itu saja Deven harus menghadapi saudara kembarnya yang membencinya karena kehadirannya membuat perhatian keluarganya teralih
Bagaimana kah perjuangan satu keluarga untuk menggapai kebahagiaan?
Pastinya akan membutuhkan banyak pengorbanan untuk hal itu
Apakah mereka bisa menghadapi hal ini sampai selesai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembicaraan bertiga
Setelah kejadian beberapa jam yang lalu keluarga Viraxel kini memutuskan untuk beristirahat
Dan kini mereka telah berada di sebuah mansion besar yang telah di persiapkan dengan sempurna oleh Clarine
"Ternyata melihat aslinya lebih bagus dari pada yang kamu tunjukkan tadi" ucap Gabriel
"Wait!! kamu sudah tau tentang mansion ini" tanya Helin
Kini Helin Gabriel dan juga Clarine berdiri di tengah luasnya halaman mansion ini
"Iya emang aku sudah tau" ucap Gabriel santai sambil berjalan masuk
"Whatt dari mana kau tahu" tanya Helin sambil mengejar Gabriel
"Dari Clarine" jawab Gabriel santai
"Hah aku hanya tahu tentang mansion ini tapi aku tidak pernah tau bentuk mansion ini sedangkan kau sudah tau huh!!" ucap Helin dengan kesal
"Dia baru tahu hanya di vidio" ucap Clarine santai sambil masuk ke dalam mansion menyusul yang lainnya
...****************...
Sesampainya di dalam kamar Clarine membanting tubuhnya ke atas ranjang
"Huh!!" keluh Clarine
"Oh ya gimana keadaan Arley ya" gumam nya
"Tapi ah sudahlah ngapain juga aku mikirin cowok kayak gitu" gerutu Clarine kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Waktu menunjukkan sudah tengah malam memang tidak baik mandi pada jam 12 malam seperti ini tapi tubuhnya yang lengket membuat Clarine ingin mandi
30 menit dia habiskan di dalam kamar mandi dengan ritual ritual nya
Setelah selesai dia tidak ingin segera tertidur karena matanya belum merasa ngantuk sama sekali
Membuka laptop miliknya mencari kesibukan sendiri
Mengecek semua laporan dari perusahaan dan memastikan semuanya tidak ada yang salah
Tok... tok... tok...
Dengan malas Clarine beranjak dan berjalan menuju pintu
Membuka sistem pengaman pintu dengan sidik jari miliknya kemudian tak lama dia membuka pintu sedikit
"Kak Laura ada apa" tanya Clarine
"Kau belum tidur rupanya ku pikir kau sudah berada di alam mimpimu" ucap Laura
"Belum ngantuk" jawab Clarine singkat
"Aku mau masuk aku ingin tanya sesuatu sama kamu" ucap Laura hendak masuk namun suara seseorang membuat nya menghentikan langkah kakinya
"Laura" panggil Helin
"Kau belum tidur" tanya Helin
"Aku sudah tidur ini cuma arwahnya" ketus Laura
"Kenapa kau kesini " tanya Helin
"Ini kamar Clarine ada yang salah aku ingin tanya sesuatu sama dia" ucap Laura
"Oh aku juga ada yang ku sampaikan sama Arine" ucap Helin
Perkataan kedua kakak nya membuat nya memutat bola matanya malas
"Kenapa tidak besok saja" ucap Clarine yang terlihat sangat lelah
"Gak bisa" ucap Helin dan Laura bersama
"Huh!" keluh Clarine
Kemudian Clarine melenggang masuk membiarkan kedua kakak nya masuk ke dalam
"Tutup pintunya " ucap Clarine tanpa menoleh
Setelah pintu tertutup pintu terkunci dengan otomatis
Laura mengagumi design kamar Clarine yang bernuansa putih dan emas
"Apa.. " tanya Helin menggantung
"Ruangan ini kedap suara gak akan ada yang bisa mendengarkan pembicaraan kita" potong Clarine yang paham ke arah mana pertanyaan Helin
" Apa masalahmu dengan Arley sampai sampai dia segitu dendamnya sama kamu" tanya Laura to the poin
"Ini sudah malam dan cerita nya sangat panjang besok aja gimana" ucap Helin
"Heh emang kau tahu" tanya Laura ragu
"Aku disini sama Clarine berdua jadi aku tahu setiap musuh dan setiap lika liku kehidupan Clarine paham?" ucap Helin ketus
"Kenapa aku gak yakin ya" ucap Laura
"Terserah"
Mereka berdua sibuk berdebat sedangkan yang menjadi perdebatan mereka kini sedang tertidur pulas
Entah mengapa rasa kantuk tiba tiba melanda dirinya
"Yeehh dia malah tidur" ucap Laura kemudian keluar tapi tidak bisa
"Lah ini gimana gak bisa dibuka" ucap Laura
Helin berjalan mendekati Laura yang sedang kebingungan
"Aduhh dia menggunakan sistem sidik jari untuk membuka pintu ini" ucap Helin dengan kesal menendang pintu tersebut
"Aww" ringis Helin
"Kenapa? sakit?" tanya Laura sambil menahan tawa
"Udah tau pake nanya ini pintu terbuat dari apa sih" gerutu Helin
"Terus ini gimana" tanya Laura
"Ya kita terpaksa tidur disini" ucap Helin
Laura dengan cepat segera menuju ke arah sofa yang berada di dalam kamar itu dan merebahkan tubuhnya disana
"Kamu ngapain tidur disitu kenapa gak dikasur" tanya Helin kemudian melirik ke arah ranjang yang penuh dengan tubuh Clarine yang sedang tertidur memenuhi ranjang
"Huh" kesal Helin
Atau otak ku yg cetek ya
Tp semangat buat author dah nulis
sekedar komen ya Thor
Thor, Sd apaan ya ☝️☝️☝️
dan Ray....hendaknya menepi, kalau memang ingin mengambil hp itu