NovelToon NovelToon
Sistem: Keberkahan

Sistem: Keberkahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vyyy ink

Shevi (20 tahun) adalah pemuda miskin di Jakarta yang menyambung hidup sebagai buruh cuci motor panggilan. Sudahlah dihina dan dicampakkan oleh pacarnya karena dianggap tidak punya masa depan, emaknya pun terancam diusir dari kontrakan petak karena menunggak tiga bulan.

Di titik terendah hidupnya, sebuah mukjizat datang lewat "Sistem Poin Keberkahan".

Setiap kali Shevi bersabar dari hinaan, bekerja jujur, dan ikhlas menolong sesama di kerasnya ibu kota, dia akan mendapatkan Poin Keberkahan yang bisa ditukar dengan uang tunai atau kemampuan ajaib. Berbekal jalur langit ini, Shevi merangkak naik membalikkan takdir dari buruh jalanan menjadi miliarder nomor satu di Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah dan Besi Daan Mogot

Ujung kunci inggris ukuran tiga puluh dua milimeter itu hanya berjarak beberapa sentimeter dari dada Shevi. Pendar lampu neon ruko memantulkan kilatan besi dingin di tangan Asep Babi. Di belakangnya, empat anak buah berbadan kekar berdiri menyilangkan tangan, memblokir penuh akses keluar-masuk ruko dengan sikap mengancam. Suara gerimis yang menimpa atap seng ruko mendadak kalah bising oleh ketegangan yang membeku di udara.

Beni dan belasan kurir logistik yang turun dari lantai dua tertahan di anak tangga terakhir. Wajah Beni menegang kaku, jemarinya meremas pegangan tangga besi. Dia paham betul siapa Asep Babi. Selama tiga tahun terakhir, Asep adalah penguasa tunggal jasa perawatan armada di kawasan Daan Mogot yang terkenal keras, licik, dan tidak segan menggunakan tekanan fisik jika wilayah bisnisnya terganggu.

"Sep, tenang dulu, Sep... Ini urusan resmi kantor pusat Mbak Gita," Beni mencoba melangkah maju satu pijakan tangga dengan suara bergetar menahan cemas, berusaha menengahi.

"Diam lu, Beni!" bentak Asep Babi tanpa menoleh sedikit pun. Suaranya parau, berat, dan menyimpan Getaran frustrasi yang teramat sangat. Matanya yang memerah dan bernoda lingkaran hitam menatap Shevi dengan amarah membara. "lu enak cuma bisa laporan dan terima gaji bersih dari kantor pusat! Tapi gua punya enam montir senior di Bengkel yang udah ikut gua belasan tahun! Mereka punya anak, istri, dan cicilan yang harus dibayar! Kalau lima belas armada ini dicabut total dari tempat gua dan dilempar ke ruko sampah ini, minggu depan bengkel gua gulung tikar! Anak buah gua mau makan apa, hah?!"

Mendengar jeritan frustrasi Asep Babi, Shevi tertegun sesaat di tempatnya berdiri. Di balik gertakan kasar, tato di lengan, dan ancaman kunci inggris itu, Shevi melihat sesuatu yang jauh lebih kompleks: keputusasaan seorang pemilik usaha kecil yang panik karena sumber penghidupannya mendadak terancam punah. Asep bukan sekadar preman jahat tanpa alasan, dia adalah pria setengah baya yang terdesak oleh kerasnya kompetisi jalanan Jakarta Barat.

Namun, di dalam dada Shevi sendiri, gelombang ketakutan yang hebat sebenarnya sedang berkecamuk. Jantungnya berdegup teramat kencang menghantam tulang rusuknya. Tangannya di dalam saku celana mengepal amat erat hingga kuku-kukunya memutih, menyembunyikan getaran cemas yang mendalam. Ruko Daan Mogot ini adalah pertaruhan hidup dan matinya. Di ruko inilah terikat harapan kesembuhan Emak Aminah, martabat keluarganya, dan janji masa depan bersama Dika. Jika tempat ini hancur diamuk massa atau disegel akibat kerusuhan hari ini, seluruh impian yang baru dirintisnya akan runtuh tak berbekas.

Kelemahan terbesar dalam diri Shevi adalah sifatnya yang terlalu menanggung segala beban kecemasan sendirian. Dia selalu memaksakan diri tampil sempurna dan tegar di hadapan orang lain, meski jiwanya sendiri sedang diremas ketakutan hebat.

Dika yang baru keluar dari gudang belakang memegang stang las listrik kuat-kuat, matanya menyala marah melihat sahabatnya dipojokkan. "Tapi tidak dengan cara menipu oli bekas dan merusak komponen motor kurir, Bang Asep! Kamu memeras operasional mereka demi menutupi bobroknya manajemen bengkelmu!"

Asep Babi mengepalkan tinjunya, raut wajahnya mengeras getir dipenuhi kelelahan. "Kalian anak-anak muda tidak paham rasanya diperas setoran wilayah oleh oknum, ditagih sewa lahan yang melambung, dan harus menutupi operasional bengkel yang makin sepi tergerus zaman!"

Shevi menarik napas panjang, mengalirkan udara dingin ke dalam paru-parunya untuk menekan rasa gentar yang bergejolak. Dia melangkah satu tapak ke depan, mendekati Asep hingga dadanya hampir bersentuhan dengan besi kunci inggris.

"Saya paham rasa takut kehilangan usaha, Bang Asep," tutur Shevi dengan suara teratur, tebal, dan jujur. "Saya ini juga orang kecil yang merintis tempat ini dari bawah, dari seorang kuli cuci motor jalanan di Tambora yang tidak punya apa-apa. Saya tahu persis rasanya dikejar-kejar tagihan dan takut tidak bisa memberi makan keluarga. Tapi menutupi kerugian bengkelmu dengan cara membiarkan sasis motor kurir ini retak dan membahayakan nyawa orang lain bukan jalan keluar yang benar. Kalau motor ini saya lepas begitu saja tanpa diperbaiki, pengendaranya bisa celaka ditabrak tronton di jalan raya Daan Mogot."

Shevi memutar tubuhnya sedikit, menunjuk ke arah unit hidrolik nomor dua. Di sana, sasis bawah motor kurir terlihat dipotong dan disiapkan plat besi tebal untuk diperkuat melalui proses pengelasan.

"Kalau Bang Asep mau ngajak ribut dan merusak ruko ini hari ini, silakan. Tapi biarkan saya menyelesaikan pekerjaan mengelas sasis ini dulu demi keselamatan kurir di jalan. Setelah motor ini aman, terserah Bang Asep mau menyelesaikan masalah ini dengan cara apa," lanjut Shevi, menatap lurus mata Asep tanpa berkedip.

Beni yang melihat keteguhan itu langsung melangkah turun dari tangga, berdiri tegap tepat di samping Shevi. Belasan kurir logistik di belakangnya merapatkan barisan, memblokir ruang di belakang tempat Shevi berdiri.

"Sep... kami selalu menghargai kamu selama tiga tahun ini," ujar Beni dengan nada tegas. "Tapi keselamatan nyawa kami di jalanan ada batasnya. Kalau kamu berani membuat kerusuhan dan merusak ruko ini, saya sendiri yang akan melapor ke Mbak Gita dan membawa seluruh tim kurir Jakarta Barat untuk menempuh jalur hukum!"

Asep Babi memandangi deretan kurir yang bersatu di belakang Shevi, lalu melirik ke arah sasis motor yang sedang diperbaiki. Tidak ada satu pun mekanik di kawasan Daan Mogot yang mau repot-repot membongkar sasis dan mengelasnya secara presisi di luar manifes resmi pembayaran perusahaan, kecuali Shevi. Asep menyadari bahwa dirinya telah kalah secara moral, profesional, dan posisi hukum. Keputusasaannya perlahan berubah menjadi kelelahan emosional yang mendalam.

"lu menang hari ini, Shev..." bisik Asep Babi dengan suara parau menahan rasa malu yang membakar dadanya. "lu ngerasa hebat karena dibela kurir-kurir ini. Tapi ingat, bisnis di Daan Mogot ini sangat keras. Kita lihat seberapa sanggup lu nanggung beban tempat ini sendirian tanpa gulung tikar!"

Asep Babi menarik kembali kunci inggrisnya, meludah ke atas teras ruko, lalu berbalik melangkah gontai menuju motornya. Bersama empat anak buahnya, mereka memutar tuas gas dalam-dalam, melaju pergi membelah gerimis siang yang mulai mereda.

Begitu deru motor Asep menghilang di balik kepadatan lalu lintas, ketegangan mental yang ditahan Shevi serasa runtuh seketika. Lututnya mendadak lemas, dan tangannya bergetar hebat.

Dia harus berpegangan pada tiang hidrolik besi agar tubuhnya tidak jatuh terduduk di atas lantai. Keringat dingin bercucuran deras dari pelipisnya.

Dika memegang pundak Shevi dengan raut khawatir. "Shev! Kamu tidak apa-apa, Bro? Wajahmu pucat sekali!"

"Saya... tidak apa-apa, Dik. Cuma agak lelah," bohong Shevi, memaksa dirinya berdiri tegak meski dadanya masih berdebar kencang akibat dampak intimidasi fisik tadi.

Tanpa membuang waktu untuk beristirahat, Shevi segera menyambar topeng las dan menyulut inverter. Dia kembali berjongkok di samping meja hidrolik untuk menyelesaikan perbaikan sasis motor ke-empat belas. Namun, konsekuensi fisik yang harus dibayar Shevi sangatlah nyata dan menyakitkan.

Saat jemarinya yang gemetar memegang stang las, percikan api biru membara berulang kali menyengat kulit tangan kirinya yang sempat tergores kemarin. Panas lelehan besi merembes menembus sarung tangan kainnya yang tipis, membakar lapisan kulit luarnya hingga melepuh dan berwarna kemerahan. Rasa perih yang amat sangat membakar saraf tangannya.

Shevi menggigit bibir bawahnya rapat-rapat, menahan rasa sakit luar biasa itu tanpa merintih sedikit pun di depan Dika dan para kurir.

Pengerjaan lima belas motor secara maraton sejak pagi hingga sore memeras habis stamina fisiknya. Otot lengannya terasa tebal, kaku, dan pegal luar biasa.

Tepat pukul tiga sore, seluruh pengerjaan lima belas motor kurir selesai secara sempurna. Beni menandatangani manifes tagihan sebesar Rp4.500.000,00 yang disetujui penuh untuk dicairkan oleh Mbak Gita esok pagi.

"Mas Shevi... terima kasih banyak," tutur Beni penuh rasa hormat sebelum memimpin belasan kurir melaju pergi meninggalkan ruko.

Setelah ruko kembali hening, Shevi akhirnya terduduk lemas di atas lantai keramik ruko yang dingin. Tangan kirinya yang melepuh dibalut kain perca, napasnya memburu kelelahan.

Kemenangan hari ini tidak didapat secara gratis—ia dibayar mahal dengan ketakutan mental yang menguras jiwa, luka bakar fisik di tangannya, dan ancaman kompetisi terselubung dari Asep Babi yang kini menjadi musuh di wilayah Daan Mogot.

1
Was pray
kirain gak dilanjutkan Thor....
xvy: lagi bikin ide supaya ngga di tolak lagi kak🙏
total 1 replies
Ardi
boleh
xvy: siap ketua
total 1 replies
Ardi
hmhmhm
xvy: siap ketua
total 1 replies
Ardi
.........
xvy: .....
total 1 replies
Ardi
keren
xvy: terimakasih ketua🙏
total 1 replies
Ardi
oke lumayan
xvy: oke ketua..
total 1 replies
Ardi
oke
xvy: oke ketua...
total 1 replies
Ria Gazali Dapson
koq mou ga pake dp ya , buat biaya operaional , gituh , isi nya cuma perjanjian doang , berupa berkas²
xvy: soalnya Shevi baru terjun ke dunia bisnis kak, serta terimakasih atas sarannya 🙏
total 1 replies
Diana Lely
Dikasih bonusnya kecil ya gk kaya novel sistem lainnya....tp saya salut thor jd shevi tdk mengandalkan sistem yg ada jd murni hasil kerja shevi
xvy: betul kak, jadi Shevi ikut berjuang mengubah nasibnya.
total 1 replies
Luna
maaf nih Thor,,,hadiah uangnya segitu apa GK sedikit yh ,nanti bayar gaji karyawan karena dari awal saldonya mentok di 5 juta saja
xvy: kedepannya misi sistem nya lebih susah kakak serta hadiahnya juga lebih besar
total 1 replies
Was pray
nah muncul pelanggan ngeyelan kan...? yg mengandalkan harta dan kekuasaan bokap ... ini persis seperti tingkah anak orang kaya di negeri Konoha... besar mulut doang... 🤣🤣
Was pray: itulah kenapa negara Konoha kalah sama negara kodomo karena mental generasi muda yg pingin serba instan, dari nilai akademik sampai urusan cinta aja instan.... 🤣
total 2 replies
Was pray
beri keahlian beladiri buat shevy Thor, karena terkadang ketemu orang yg berakal pendek yg sulit dikasih pengertian sehingga hilang akal dan mengandalkan otot
xvy: siap kak, nanti update selanjutnya kita kasih Shevi keahlian
total 1 replies
Was pray
nyari bengkel yg jujur dan transparan di negeri Konoha ibarat mencari jarum di tumpukan jerami dan seekor semut di Padang rumput, amat suuulit di jaman now. yg sering ditemui servis kurang memuaskan dan sering dipalak harga diluar nalar apalagi pelanggan dadakan yg motornya rusak diperjalanan langsung di cekek dengan harga gak masuk akal
xvy: betul kak, emng susah
total 1 replies
Was pray
bilang aja emakmu shevi kalau dipercaya oleh seorang bos untuk mengelola bengkel... ntar seiring waktu bilang aja kalau bengkel itu kemudian dibeli karena bosnya udah punya usaha lain yg lebih besar
Was pray: siiip... lanjut Thor... /Good/
total 2 replies
Was pray
berhati baik itu bagus juga shev, tapi profesinal kerja tetap dijalankan, laporan pada manifes ditambah dengan pengelasan rangka
xvy: siap, terima kasih atas sarannya mas🙏🤗
total 1 replies
Was pray
discount 20% ya sama aja minta gratis perawatan kendaraannya... itu kontrak kerjasama parasitisme namanya
xvy: Shevi juga masih dapat untung kka
total 1 replies
Was pray
memori otot?
xvy: siap, terimakasih mas🙏
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!