NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 17

"Sayang! Apa kamu di sini? Aku takut ..." Kirana meraba-raba udara sambil memanggil suaminya dengan suara melengking penuh ketakutan. "Sayang ... Sayang ..."

Arga sedikit mendongak. Mulutnya perlahan terbuka saat menatap manik mata istrinya. Wanita itu terus berjalan sambil memanggil suaminya.

"Sayang ... Kamu di mana?"

Kirana melangkah semakin dekat. "Hiks ... Aku takut! Sayang ... Hiks ..."

"Hiks ... Hiks ... Sayang. Kamu di mana?" panggilnya terisak-isak.

Pria itu melangkah pelan tanpa menimbulkan suara. Wajahnya menatap tajam kepada istrinya.

Kirana ... Aku yakin tadi kamu melakukan kontak mata denganku.

Arga menyipitkan matanya. Ia kemudian mengangkat tangannya setinggi mata wanita itu. Tangannya digerakkan perlahan ke kanan. Kemudian ke kiri.

Tidak ada reaksi.

Arga berhenti. Kirana masih menangis sambil meraba-raba udara. "Sayang ..."

Arga menurunkan tangannya. Apa aku salah lihat ...?

Ia kembali mendekat. "Kirana."

"Iya, Sayang?" jawab Kirana cepat.

Arga tersenyum tipis. "Aku di sini."

Kirana langsung mengulurkan kedua tangannya. "Sayang!" Tubuhnya bergerak ke arah suara Arga.

Arga membiarkan istrinya memegang lengannya. Namun tatapannya tidak pernah lepas dari wajah Kirana.

"Kenapa kamu sampai menangis seperti ini?" tanyanya lembut.

"Aku kira kamu pergi ..." jawab Kirana terisak.

"Aku tidak akan pergi." Arga mengusap rambut istrinya. Namun tiba-tiba tangannya berhenti. Ia menatap wajah Kirana lebih dalam. "Sayang."

"Hmm?"

"Kenapa tadi kamu masuk ke kamar?" tanya Arga.

Kirana terdiam sepersekian detik. "A-aku ..."

Arga tersenyum. "Kamu mencari aku?"

"Iya." Kirana menegang."Padahal aku ... Dari tadi memanggilmu."

Arga menelan ludah. "Tenang, sayang," sahutnya lembut.

Kirana menggenggam lengan suaminya lebih erat. "Aku mendengar suara dari dalam kamar."

Arga melirik ke arah tempat Rena berada. Kemudian kembali menatap istrinya. "Suara apa?"

"Aku tidak tahu ..." jawab Kirana lirih. "Seperti suara orang."

Arga diam. Lalu perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Kirana. "Kalau begitu ..." bisiknya.

"Apa?"

"Aku mau mencoba sesuatu."

Jantung Kirana seketika berdegup lebih cepat. Mencoba apa ...?

Arga melepaskan tangannya dari pundak Kirana. Kemudian berjalan ke belakang tubuh istrinya. Kirana tidak bisa melihat pergerakannya. Hanya suara langkah kaki yang terdengar.

Tak ...

Tak ...

Tak ...

Arga berhenti tepat di belakangnya. "Sayang."

"Iya?" sahutnya.

"Jangan bergerak." Arga berjalan mundur.

Kirana membeku.

Arga mengambil sebuah benda kecil dari atas meja. Sebuah kunci. Ia menggenggam benda itu erat. Kemudian menjatuhkannya ke lantai.

TING!

Kirana refleks menoleh ke arah suara.

Arga langsung menyipitkan mata. Namun Kirana segera menyadari kesalahannya. Ia buru-buru menundukkan kepala.

"Apa itu?" tanyanya.

Arga tersenyum tipis. "Kamu tahu dari mana arah suaranya?"

Kirana terdiam. "Aku hanya mendengar suaranya."

"Oh ..." Arga memungut kunci itu. "Berarti pendengaranmu semakin tajam."

Kirana tertawa kecil, meskipun wajahnya mulai pucat. "Mungkin."

Arga tidak menjawab. Ia kembali berdiri di depan Kirana. "Kalau begitu, coba kamu tunjukkan tanganmu."

"Tanganku?"

"Iya."

Kirana mengulurkan tangannya. Arga menggenggamnya. Kemudian mengangkat satu jari. "Berapa?"

Kirana terdiam. Jantungnya berdegup semakin keras. Ia tidak mungkin menjawab. Namun jika terlalu lama diam, Arga pasti curiga.

Kirana menarik napas panjang. "Aku tidak tahu."

Arga tersenyum. "Bagus."

Kirana mengerutkan kening. "Bagus?"

Iya. Karena memang tidak ada yang perlu kamu tahu. Arga tertawa kecil.

Namun setelah itu, tatapannya berubah tajam. Ia ingin memastikan sesuatu. "Sayang."

"Iya?"

"Kalau aku berdiri di sebelah kananmu ..." Arga berpindah ke sisi kanan. "kamu tahu aku di mana?"

Kirana menggeleng.

"Di mana?"

"Di sini." Arga berpindah ke kiri. "Kalau sekarang?"

Kirana kembali menggeleng. "Di mana?"

Kirana menelan ludah. "Di sebelah kiri?"

Arga membeku. Seketika suasana berubah. Kirana sadar dirinya hampir melakukan kesalahan. Ia buru-buru menambahkan. "Karena aku mendengar langkah kakimu."

Arga menatapnya lama. "Begitu?"

"Iya."

Senyum Arga perlahan muncul. "Baiklah." Ia mendekatkan wajahnya. "Kamu memang pintar."

Kirana tersenyum kecil. Namun di dalam hatinya, ia sedang berteriak. Dia sedang mengujiku. Dia sudah mulai curiga.

Arga tiba-tiba mengangkat tangannya. Jarinya bergerak cepat menuju wajah Kirana. Kirana melihat semuanya dengan jelas. Refleks tubuhnya hampir menghindar. Namun ia menahannya.

Tangan Arga berhenti hanya beberapa sentimeter dari wajahnya. Kirana tetap diam. Tidak bergerak. Tidak berkedip.

Arga menatap mata istrinya. Tatapan mereka hampir bertemu.

"Sayang ..."

"Iya?"

"Kamu takut?"

Kirana tersenyum. "Sedikit."

"Kenapa?"

"Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan."

Arga semakin mendekat. Tangannya perlahan menyentuh pipi Kirana. "Kamu tahu?"

"A-apa?" tanya Kirana, suaranya semakin gugup.

"Aku bisa saja melakukan apa pun kepadamu sekarang."

Tubuh Kirana menegang. Namun ia segera memasang ekspresi takut. "Jangan menakut-nakuti ku ..."

Arga tersenyum. Kemudian membelai pipinya. "Tenang. Aku tidak akan menyakitimu."

Bohong ...! Kirana menahan air mata. Pria ini sudah membunuh Bi Titin. Dia juga berselingkuh dengan Rena. Dan sekarang dia sedang menguji apakah aku sudah bisa melihat.

Arga menatap mata Kirana sekali lagi. Kali ini lebih lama.

"Sayang."

"Hmm?"

"Kenapa aku merasa ..." Arga berhenti.

Kirana menahan napas. Dengan jantung yang berdebar-debar kencang penuh ketakutan.

"Ada sesuatu yang berbeda dari matamu?" timpal Arga dengan suara mendesak.

Jantung Kirana seperti berhenti berdetak. Tangannya mengepal di balik pakaian. "Mataku?"

"Iya." Arga mendekat. "Sepertinya matamu ..."

Kirana menelan ludah.

"Sudah tidak seperti dulu." Arga

Kirana mulai panik. Namun sebelum Arga menyelesaikan kalimatnya

"Haaa—"

Suara Rena terdengar dari dalam kamar.

Kirana dan Arga sama-sama membeku.

Klek ...

"Siap di sana?" sahut Kirana.

Pintu kamar perlahan bergerak. Rena muncul dari balik pintu dengan wajah yang masih panik. "Bu Kirana, aku —"

Rena berhenti. Matanya langsung tertuju kepada Kirana. Sementara Kirana juga membeku.

Untuk sesaat, tatapan Kirana dan Rena bertemu. Rena terlihat pucat.

Arga perlahan menoleh ke arah Rena. Kemudian kembali menatap Kirana. Senyum tipis muncul di bibirnya.

"Sayang ..."

Kirana menahan napas.

Arga melangkah mendekat. "Kamu ..." Tangannya kembali terangkat menuju wajah Kirana.

Dan tepat ketika jarinya hampir menyentuh mata istrinya.

BRAK!"

Sebuah benda tiba-tiba jatuh dari atas meja.

Rena tersentak. "Pak Arga!"

Kirana refleks menoleh. Arga juga menoleh ke arah suara tersebut. Namun hanya sesaat. Setelah itu, pria manipulatif tersebut kembali memusatkan perhatiannya kepada istrinya. Tatapannya berubah dingin. Sangat dingin.

"Kirana ..."

Kirana menggenggam ujung bajunya erat-erat. "Iya, Sayang?"

Arga tersenyum. "Aku ingin bertanya sesuatu."

Kirana terdiam. "Apa?"

Arga mendekatkan wajahnya ke telinga Kirana.

"Kalau kamu benar-benar tidak bisa melihat ..." Ia berhenti sejenak. "kenapa tadi matamu mengikuti gerakan tanganku?"

Kirana membeku. Napasnya tertahan. Rena menatap mereka dengan wajah pucat.

Dan untuk pertama kalinya sejak kehilangan penglihatannya. Kirana tidak tahu apakah sandiwaranya masih berhasil.

Gempuran pertanyaan dan tak-tik dari pria itu tidak berhenti sampai disini. Hingga akhirnya Kirana.

1
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
Muft Smoker
waah siapa lgii itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!