NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ganteng Tapi Pengecut

Riasan mata yang berat berpadu dengan rasa kantuk yang luar biasa, membuat kelopak mata Kanaya terasa seperti ditindih beban berat. Beberapa kali ia berusaha menahan untuk menguap akibat waktu tidur yang sangat singkat.

"Ngantuk ya, Mbak?"

Gerakan Kanaya yang sedang bersusah payah menahan gerakan mulutnya agar tidak terbuka lebar, tertangkap oleh mata jeli Tante Widi yang sejak subuh tadi sibuk merias wajah Kanaya.

"Iya, Tan. Semalam baru bisa tidur jam tigaan," aku Kanaya jujur, sambil mendesah pelan.

"Pasti nervous, ya?" Tante Widi tersenyum maklum seraya menepuk lembut pundak Kanaya. "Kalau menjelang akad nikah memang wajar begitu, Mbak. Banyak calon pengantin yang Tante rias juga mendadak insomnia karena gugup jelang hari H," sambungnya, menceritakan pengalamannya.

"Hmph..." Sudut bibir Kanaya tertarik tipis, membentuk senyum getir. Seandainya Tante Widi tahu ada masalah yang jauh lebih besar dari sekedar rasa gugup, yang saat ini sedang berkecamuk di dadanya, mungkin Tante Widi memahami alasan dia susah tertidur.

"Nanti setelah akad, usahakan langsung istirahat dulu ya, Mbak. Biar nanti malam pas resepsi bisa fresh lagi. Acara malam pasti jauh lebih melelahkan daripada prosesi akad, lho," saran Tante Widi penuh perhatian. Sebagai MUA berpengalaman, ia tahu betul, menerima ratusan tamu sambil berdiri dan duduk berulang kali di pelaminan membutuhkan stamina yang fit. Jika Kanaya tidak pandai menjaga kondisi tubuhnya, dikhawatirkan penampilannya nanti malam kurang maksimal. Padahal, sang mempelai adalah sosok sentral dalam acara tersebut.

"Iya, Tan." Kanaya mengiakan.

"Tante ikut senang, akhirnya Mbak Yaya sampai juga di tahap ini." Tante Widi menjeda gerakannya sejenak, menatap Kanaya dari pantulan cermin dengan rasa haru. Dia sudah menjadi MUA langganan keluarga Danur sejak lama. Mulai dari menikahkan Kinanti, Karina, bahkan saat acara khitanan anak pertama Kinanti, semua urusan penampilan diserahkan kepadanya. Sudah lama juga ia berharap bisa mendandani saat Kanaya menikah dan ternyata keinginannya terwujud hari ini.

"Tapi memang nggak sia-sia Mbak Yaya menunggu jodoh. Ternyata jodohnya ganteng banget, lho. Cocok banget bersanding sama Mbak Yaya."

Senyum Tante Widi merekah saat membayangkan Yogi. Tentu saja pria yang dimaksudnya adalah Yogi. Tante Widi belum tahu perihal drama yang terjadi semalam. Dia belum tahu bahwa sang mempelai pria telah berganti orang.

"Ganteng, tapi pengecut, apa gunanya?" Cibiran itu lolos begitu saja dari bibir Kanaya dengan nada dingin.

Tante Widi terkesiap mendengar ucapan Kanaya. Ia sama sekali tidak menduga kalimat sekasar itu akan keluar dari mulut Kanaya dan ditujukan untuk calon suaminya sendiri.

Kanaya mengalihkan pandangannya. Melalui pantulan cermin, ia menatap lurus ke arah mata Tante Widi yang sedang menata rambutnya.

"Tante belum tahu? Kalau calon suami aku kabur?" Kanaya kembali menampilkan senyum getir.

Tidak ada gunanya berbohong pada Tante Widi. Wanita itu sudah beberapa kali bertemu dengan Yogi saat fitting baju pengantin. Pasti akan hapal dengan sosok Yogi. Seandainya Tante Widi menyadari mempelai pria berbeda, bukankah itu akan menimbulkan tanda tanya besar?

"Hahh??" Tante Widi tersentak. Tangannya yang sedang menata sanggul Kanaya langsung berhenti total. "Kabur?" Tenggorokan seketika tercekat.

"Ya, dia kabur kemarin dan membatalkan pernikahan ini secara sepihak. Sekarang, adiknya yang menggantikan posisi dia, Tan," tutur Kanaya, menampilkan senyuman yang mencibir dirinya sendiri.

Tante Widi menelan saliva dengan susah payah. Walau bukan ia yang berada di posisi Kanaya, rasa sesak mendadak ikut menghimpit dadanya.

"Ya ampun... kok bisa begitu, Mbak?" Setelah beberapa saat tenggorokannya tercekat, Tante Widi akhirnya bersuara dengan lirih dan penuh keprihatinan.

"Entahlah, Tan. Tapi, aku mohon, anggap aja Tante nggak tahu apa-apa soal ini. Jangan bertanya macam-macam juga ke mama. Aku kasihan sama papa dan mama, mereka sudah cukup tertekan karena masalah ini. Cukup Tante tahu dari aku aja dan nggak usah diceritakan pada yang lain." Kanaya menatap Tante Widi penuh harap, dia tak ingin terlalu banyak orang yang tahu. Sudah cukup keluarganya menanggung malu, jangan sampai desas-desus ini beredar liar di luaran sana.

Tante Widi mengangguk cepat, bola matanya berkaca-kaca. "Iya, Mbak. Mbak Yaya tenang aja. Tante akan jaga mulut." Ada rasa iba terselip di hati Tante Widi. Sekian lama menanti jodoh, ketika saatnya tiba, justru dikecewakan jelang pernikahan.

Miris

***

Suasana khidmat terasa di ruangan tamu rumah Danur yang akan dijadikan tempat prosesi ijab qobul, ketika sang mempelai pria duduk di hadapan Danur. Penghulu dan para saksi pun sudah mengambil posisi, bersiap untuk menggelar prosesi ijab qobul, yang menjadi salah satu momen paling menegangkan dari rentetan acara akad nikah pagi ini.

Di lantai atas, Kanaya dengan keanggunan bak putri kraton mulai berjalan keluar dari kamarnya. Di sisi kiri dan kanannya, kedua adik perempuannya mengapit erat, Bersama-sama, mereka melangkah menuruni anak tangga satu demi satu.

Saat itulah, pandangan Kanaya langsung terkunci pada sosok pria yang kini duduk berhadapan dengan sang papa. Jantung Kanaya berdegup lebih cepat. Pria itu, yang tak lain adalah Yudha terlihat sangat rupawan. Beskap berwarna broken white yang melekat pas di tubuh tegapnya membuat auranya terpancar begitu berwibawa.

Seakan menyadari kehadiran sang pengantin wanita, Yudha mendongak. Hingga akhirnya tatapan mereka saling bertautan.

Di luar dugaan Kanaya, Yudha tidak tampak tegang. Pria itu justru mengulum sebuah senyuman tipis saat melihat dirinya berjalan menuruni tangga.

Seketika Kanaya langsung melempar pandangannya ke arah lain. Semburat merah mendadak terbias di balik riasan pipinya. karena tertangkap basah, baru saja mengagumi paras rupawan pria yang beberapa menit lagi akan resmi menjadi suaminya.

Ketika sampai di anak tangga paling bawah, kedua adik Kanaya menyerahkan sang kakak pada mama mereka. Anita lah yang selanjutnya menuntun Kanaya hingga terduduk berdampingan dengan Yudha mengharap penghulu.

Acara prosesi ijab qobul pun seketika digelar dengan khidmat. Tak banyak orang yang menyadari jika nama pengantin pria berbeda dengan yang tertulis di surat undangan. Mereka lebih terfokus dan terkagum pada penampilan kedua mempelai yang menjelma bagaikan pangeran dan putri kerajaan yang mampu menghipnotis setiap mata yang memandangnya.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
sunaryati jarum
Siapa yang mengatakan pak Yudha apes,itu salah besar.Padahal.malah untung .Tidak keluar biaya sendiri tanpa persiapan dan lamaran langsung menikah.Malah lebih dewasa perempuan itu yang laki dimanja,lho.😉😉
ρυтяσ kang'typo✨
🧐🧐apa Ayumi dengar mereka gosip yaaaa, jangan sampe dia baper donk🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
heh...ada kang ghibah😏😏😏

apa harus melihat perbedaan usia di saat menikah ya
ρυтяσ kang'typo✨
kenapa tadi u datang Yum kalo u pengen pergi secepat itu, bukan kah u juga penasaran dengan istri Yudha... sabar saja lah jangan terlalu terlihat kalo u itu kecewa banget, ingat jodoh rezeki maut g ada yang tau😇☺
Septi
eh eh eh.. nggak usah komen jelek deh.. kalau nggak tau hubungan mereka kayak gimana
Septi
ya emang niatnya nggak PHP tapi kamu yang deketin.. tetep aja Ayumi mikirnya kamu PHP.. 🤭
sryharty
hey Lusy itu mulut di jaga yah,,kayanya kamu sama Naya aja mukanya masih mudaa. Naya,dan pasti cantikan Naya,,
mau Naya lebih tua dari Yudha apa hak kamu,,toh mereka serasi ko,,
julid amat loh
Teh Fufah
klw ayumyum yg denger pasti masih menyimpan harapan
Teh Fufah
yeaaahhhh gosip nihhhh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
coba Yudha denger mereka pada bergosip,pasti langsung di skakmat .biasa orang luar cuma denger ceritanya tapi gak tau gimana yang sebenarnya terjadi.
seolah olah Kanaya yang salah padahal pihak keluarga Yogi dan Yudha yang bikin masalah.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
tapi Ayumi sudah terlanjur baper 😁
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
sekate Kate nih pak Yudha kalau ngomong.suka fitnes.belum amnesia kan kalau dia sendiri yang mengajukan diri menggantikan Yogi jadi mempelainya
Septi
sabar Yum. nanti pulang rumah puasin puasin nangis biar lega...
besoknya anggap angin lalu. siapa tau jodoh sebenarnya udah deket
Septi
Langsung tepat sasaran 🤣
Septi
ya ampun candaannya lepas banget.. 😅
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
Ayumi sudah berangan-angan terlalu jauh jadinya dia kecewa ketika yang diharapkan tidak jadi kenyataan.
terima nasib aja ayy,positif thinking aja kalau Yudha bukan jodohmu. jangan coba2 buat nikung ya,..
sryharty
berfikir positif aja yum yum,mungkin bukan jodoh kamu mas Yudha nya.
sryharty
jangan gitu yum,,kan mas yud2 pelum sempet katakan cinta sama kamu,baru mulai pedekate saja
nuraeinieni
kenapa harus sakit hati dan kecewa ayumi,lagi pula kan kamu dan yudha nggak pacaran,baru pedekate.
Teh Fufah
keren kamu nayaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!