Antara mencintai atau obsesi itu beda tipis nggak sih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nggak Penting.
Jagat kembali mengantarkan Arina ke sekolah, sesuai dengan janjinya.
“Kamu nggak kembali masuk?”
Jagat hanya mengelengkan kepalanya sambil tersenyum lembut. “Aku kena skors selama dua hari, nanti pulangnya aku jemput ya.”
“Nggak usah, Asrama aku kan tinggal nyebrang Gat.”
“Kalau kangen?”
“Kita baru aja ketemu.”
“Yah.”
“Byee,” pamit Arina langsung, sebelum Jagat kembali drama.
.
.
“Lu dari mana sih Ar, katanya jenguk Risky malah nggak balik?” tanya Mila yang terheran heran untuk pertama kalinya Arina bolos jam pelajaran.
“Gue tadi balik ke Asrama, nggak enak badan masuk angin.” jelas Arina dengan ragu.
“Sekarang gimana, udah enakan?”
Arina mengangguk cepat, “udah kok.”
“Syukurlah.”
“Ar, Lu udah denger belum Jagat, di skors beberapa hari?”
“Kok bisa, gara-gara berantem tadi?”
“Iya, terus gimana Risky jadi ikut lomba nggak?”
Arina terlihat gelagapan, “gue belum sempet ketemu dia lagi, perut gue sakit banget tadi, sampai nggak tahan.” jelas Arina yang terlihat kaku, karena ini pertama kalinya dia berbohong terus menerus.
Nina langsung tersenyum smirk sambil menatap dingin Arina, kali ini reaksi nya beda dari biasanya. “Eneg banget gue dengernya.” ucap Nina yang pergi dari bangkunya.
“Kenapa dia?”
“Nggak tau.”
“Leher Lu kenapa?”
“Hah,” Arina segera memeriksa nya. “Oh ini kerokan, kan gue udah bilang masuk angin tadi.”
“Oh, kirain bekas cupang, habis mirip banget.”
“Di cupang siapa coba, pacar aja nggak ada.” Arina dengan cepat menutup leher nya dengan rambut.
“Nih pakek foundation aja, biar nggak jadi rumor yang negatif.” Kali ini Mila dengan polos membantu Arina menutup semua bekas kepemilikan Jagat di leher Arina.
“Thanks ya Mil.”
“iyaaa.”
Sedangkan di tempat lain, Jagat mendapatkan full hukuman dari Eyangnya yang terkenal tegas dan kejam. “Cambuk tangan yang dia gunakan untuk berbuat onar sepuluh kali.”
“Baik Tuan.”
“Tapi Eyang,”
“Tambah lima kali badannya,”
“Baik Tuan.
Jagat terlihat terus mengerang menerima setiap cambukan dari bodi guard Eyangnya, begitu juga dengan Wijaya dan Herlina mereka ikut meringis nyeri dan tidak berani membela Jagat. Karena mereka tau setiap kesalahan yang di bela akan berlipat hukuman yang akan di terima pelaku.
Tangan kanan dan kiri Jagat terlihat memar memar, begitu juga dengan punggungnya. Jagat sampai tersungkur saat tubuhnya merasakan kesakitan. Dia terus mengerang saat cambuk menyapa kulitnya.
Setelah hukumannya di rasa cukup Eyangnya pergi begitu saja, sambil mengkode para bodyguard nya jika tugasnya sudah selesai.
“Kamu kenapa berantem sih Gat?” tanya Herlina sambil menolong anaknya.
“Aku kan cowok ma, Mama nggak usah kawatir.”
“Harusnya kamu paham, Eyang mu nggak bisa melihat kenakalan mu.”
“Arrggghhhh sakit ma,”
“Bik siapin kompres sama obatnya sekalian.”
“Baik nyonya.”
Jagat langsung terhuyung ke sofa, dengan keringat yang bercucuran.
“Ma, nanti Arina suruh libur aja ma.”
“Kenapa?”
“Ya malu lah ma, kondisi aku lagi babak belur gini,”
“Dia udah ijin deh tadi Gat, mau off dua hari, soalnya mau ikut lomba antar sekolah.”
“Dimana?”
“Ya harusnya kamu yang lebih tau Gat, kok malah tanya mama.”
“Dia nggak cerita.”
“Ya karena kamu bukan orang yang penting baginya.”
Deg… jantung Jagat mendadak nyeri mendengar ucapan mamanya. “Cewek mana juga yang suka berandalan modelan kamu.”
“Dia selalu nurut sama aku ma,”
“Ya karena ada kontrak kerja antara kamu sama dia Gat, kalau enggak ya paling kamunya cuma sebatas teman sekolahnya.”
“Udah ma, aku mau tidur.”
...----------------...
...“Hai, semoga suka ya, bantu Like, koment dan Vote.”...