NovelToon NovelToon
Rumah Untuk Mikayla

Rumah Untuk Mikayla

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Ibu Tiri
Popularitas:310
Nilai: 5
Nama Author: Danisa Danish

Mikayla benci rumah barunya. Ia benci Hesti, ibu tiri tegas yang dianggapnya menghancurkan keluarga lamanya. Demi membalas dendam, Kayla nekat masuk ke pergaulan bebas bersama Gavin, mengabaikan peringatan Arka.
Namun, saat bahaya mengintai, bukan ibu kandungnya yang datang menyelamatkan, melainkan Hesti—ibu tiri yang selama ini ia lawan habis-habisan. Di sela perang dingin dan tingkah bucin kocak ayahnya pada Hesti, sebuah rahasia besar masa lalu siap terbongkar. Siapa korban dan siapa pelaku sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danisa Danish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu dari Masa Lalu

Langkah kaki Kayla terasa begitu ringan saat ia mendorong pintu kaca sebuah kafe estetik di sudut kota. Jantungnya bertalu-talu oleh rasa bahagia yang sudah lama tidak ia rasakan. Matanya bergerak lincah, melihat ke sekeliling ruangan yang dipenuhi pengunjung, mencari di mana sosok wanita yang sangat ia rindukan itu duduk.

Hingga akhirnya, pandangan Kayla terkunci pada seorang wanita anggun berambut sebahu yang duduk di dekat jendela kaca besar. Itu Mommy-nya. Bu Meyda.

Tanpa memedulikan pandangan orang-orang di sekitar, Kayla berlari kecil ke arah meja tersebut. Ia langsung berhambur ke pelukan hangat sang ibu, mendekap tubuh wanita itu seerat mungkin, menumpahkan segala kerinduan yang selama setahun ini membakar dadanya.

"Mommy... Mommy ke mana aja selama ini? Kenapa gak ada kabar?" isak Kayla, air matanya menetes membasahi blazer mahal yang dikenakan ibunya. "Kayla kangen banget sama Mommy... Kayla kesepian di rumah gak ada Mommy."

Bu Meyda mengusap punggung Kayla pelan, lalu menuntun putrinya untuk duduk di hadapannya. Ia tersenyum tipis, meski binar matanya sulit diartikan. "Maaf ya, sayang. Mommy lagi sibuk banget di luar negeri, banyak kerjaan yang gak bisa ditinggal. Dan... Mommy juga butuh waktu buat tenangin diri setelah perpisahan kemarin."

Kayla menggenggam erat jemari ibunya, menatapnya penuh harap. "Mommy, Kayla mau ikut Mommy aja ya? Kayla gak mau tinggal sama Papih lagi. Apalagi... apalagi sekarang Papih nikah lagi, Mom. Kayla gak mau serumah sama wanita asing pengganti Mommy!" adu Kayla, menumpahkan seluruh beban yang menghimpitnya sejak kemarin.

Mendengar penuturan itu, raut wajah Bu Meyda mendadak berubah. Semburat kesedihan sekaligus kekecewaan yang dipaksakan tercetak jelas di wajahnya. "Oooh... jadi Papih kamu udah nikah lagi, Kay?" tanya Bu Meyda dengan suara yang mendadak melemah.

"Iya, hari ini acara pernikahannya," jawab Kayla lirih, menundukkan kepalanya.

Bu Meyda menghela napas panjang, memalingkan wajahnya ke luar jendela dengan tatapan terluka. "Secepat itu ya, Papih kamu ngelupain Mommy... Secepat itu dia mencari pengganti wanita yang udah menemani dia dari nol."

Melihat ibunya sedih, rasa benci Kayla kepada ayahnya semakin berlipat ganda. Namun, Bu Meyda kembali menoleh, menggenggam balik tangan Kayla dengan sangat erat, menatap lurus ke dalam manik mata putrinya dengan tatapan yang sarat akan tuntutan.

"Sayang, dengerin Mommy. Ibu kamu itu cuman Mommy, ya? Gak akan pernah dan gak boleh ada seorang pun yang bisa ngegeser posisi Mommy di dalam hati kamu. Kamu paham, kan?" ucap Bu Meyda penuh penekanan.

"Pasti, Mom! Gak akan ada yang bisa gantiin Mommy," tegas Kayla tanpa ragu. Ia kemudian menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca. "Makanya, boleh ya Kayla tinggal sama Mommy? Boleh ya, Mom? Kayla mau kemas barang-barang Kayla sekarang."

Bu Meyda terdiam sesaat. Ia perlahan menarik tangannya dari genggaman Kayla dengan gestur yang halus namun terasa kaku. "Maaf, sayang... untuk saat ini gak bisa. Hak asuh kamu secara hukum masih ada di tangan Papih kamu. Lagipula, Mommy masih ada banyak kerjaan di luar negeri. Besok pagi juga Mommy udah harus berangkat lagi ke sana. Mommy cuman kangen banget sama kamu, makanya Mommy maksain pulang sebentar ke Indonesia cuma buat ketemu kamu."

Mendengar penolakan halus itu, hati Kayla yang sempat melambung tinggi seketika jatuh menghantam dasar bumi. Kecewa. Ternyata ibunya pun tidak bisa menjadi tempatnya pulang. Namun, rasa sayangnya pada sang ibu membuat Kayla lagi-lagi mengalah dan memaklumi.

Sore harinya, setelah seluruh rangkaian acara pernikahan yang melelahkan selesai, Pak Hendra langsung membawa istri barunya, Hesti, menuju ke rumahnya. Mobil putih milik Pak Hendra perlahan memasuki pekarangan rumah, berhenti tepat di depan teras.

Namun, tepat di saat Pak Hendra dan Hesti baru saja melangkah turun dari mobil, sebuah mobil sedan mewah hitam juga tampak berhenti di depan pagar rumah mereka. Pintu penumpang terbuka, memperlihatkan Kayla yang turun dari mobil tersebut, disusul oleh Bu Meyda yang sengaja ikut keluar untuk mengantarkan putrinya sampai ke depan teras.

Seketika itu juga, atmosfer di halaman rumah yang luas itu mendadak berubah menjadi sangat canggung dan pekat. Udara seolah berhenti berputar.

Pak Hendra menghentikan langkahnya di dekat pintu utama, tubuhnya menegang menatap sosok mantan istrinya yang sudah satu tahun tidak ia ketahui keberadaannya. Sementara Hesti yang berdiri di samping Pak Hendra hanya bisa diam, merasakan ketegangan yang mendadak menyeruak.

Bu Meyda melangkah anggun dengan kacamata hitam yang bertengger di kepalanya. Ia melempar senyum tipis yang sarat akan sarkasme. "Halo, Mas Hendra. Lama tidak bertemu," ucap Bu Meyda dengan nada suara yang dibuat seadanya.

Matanya kemudian perlahan bergerak, melirik ke arah Hesti yang masih mengenakan kebaya putih sisa acara akad nikah tadi. Bu Meyda menatap Hesti dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan pandangan mata yang penuh dengan rasa tidak suka dan meremehkan.

"Baik," jawab Pak Hendra singkat dan dingin. Ia mencoba menetralkan emosinya demi menjaga perasaan istri barunya.

"Ini istri baru mu? Selamat ya atas pernikahan kalian. Semoga pilihanmu kali ini gak salah," ucap Bu Meyda lagi, nadanya terdengar manis namun menyimpan sindiran yang tajam.

Pak Hendra menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh ke arah Hesti yang tampak canggung. "Dek... ini Meyda, ibu kandungnya Kayla," ucap Pak Hendra memperkenalkan mantan istrinya kepada Hesti.

Hesti, dengan sifatnya yang penyabar dan tahu posisi, mencoba bersikap seprofesional dan seramah mungkin. Ia melangkah satu tapak maju ke depan, lalu menyunggingkan senyum tulus yang hangat.

"Halo, Mbak. Saya Hesti," ucap Hesti dengan nada sopan, menjulurkan tangan kanannya ke depan untuk mengajak bersalaman sebagai bentuk penghormatan sesama wanita.

Namun, Bu Meyda sama sekali tidak menggerakkan tangannya. Ia hanya menatap jemari Hesti yang terulur di udara dengan pandangan dingin, lalu membuang muka dengan angkuh tanpa berniat sedikit pun untuk membalas jabat tangan tersebut. Kayla yang berdiri di belakang ibunya hanya diam menyaksikan, merasa puas karena posisi Mommy-nya memang tidak akan pernah tergantikan.

"yasudah kay,mommy pergi dulu,jaga diri kamu baik baik ya sayang"ucap Bu Meyda mengabaikan Hesti sepenuhnya.

Bu Meyda pun melenggang pergi menuju mobilnya,meninggalkan Kayla yang menatap punggungnya dengan perasaan sedih,lalu beranjak meninggalkan pak Hendra dan Hesti yang masih diam di tempat.

"Jangan peduliin dia ya dek,Ayo masuk,Mas butuh kehangatan"goda pak Hendra yang membuat Hesti tersipu malu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!