NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Armor Kain Beludru

Olin menatap kosong ke dalam kotak beludru hitam yang kini terhampar terbuka di atas ranjang kamar paviliun barat. Di balik lapisan kertas tisu sutra yang berderit halus saat disibak, sehelai gaun malam berbahan satin sutra berwarna hijau zamrud gelap berkilau lembut diterpa cahaya lampu dinding. Potongannya bergaris tegas, lurus, dan tanpa payet yang berlebihan—sebuah selera yang terlampau presisi untuk ukuran seseorang yang memilihkan pakaian berdasarkan ingatan tujuh tahun lalu.

Di bawah gaun itu, sepasang sepatu hak tinggi berbahan beludru senada berdiri tegak, sol merahnya memantulkan pendar tajam. Zayyan tidak sedang menyiapkannya untuk sebuah jamuan mewah; pria itu sedang membekalinya dengan sebilah zirah kain untuk menghadapi medan perang korporasi sore ini.

"Potongan geometrisnya simetris, Mommy," suara cicitan Xavi terdengar dari ambang pintu interkoneksi. Bocah itu berdiri sembari menyesuaikan letak dasi kupu-kupu hitam kecil yang melingkari kerah kemeja putih kaku miliknya. Setelan jas kecil berwarna abu-abu arang membungkus tubuh mungilnya, membuat Xavi tampak seperti miniatur hidup dari para pria yang biasa mengisi halaman depan majalah finansial. "Desainer gaun itu menggunakan rasio emas untuk siluet bahunya. Kurasa Tuan CEO sengaja memilihnya agar Mommy tidak terlihat tenggelam di antara pilar-pilar marmer Menara Utama."

Olin membalikkan tubuh, memandang putranya dengan senyum tipis yang sarat akan kegetiran. Dia melangkah mendekat, lalu berlutut untuk merapikan ujung jas Xavi yang sedikit terlipat. "Kau tidak perlu menganalisis rasio baju ini, Jagoan. Katakan pada Mommy, kau tidak merasa sesak dengan kerah sekaku itu?"

Xavi menggeleng, matanya yang bulat di balik lensa kacamata menatap lurus ke dalam manik mata Olin. "Kerah kaku menahan daguku agar tidak mudah menunduk, Mommy. Itu yang kubaca dari manual etiket digital para eksekutif El-Ghazali tadi subuh. Aku tidak akan membiarkan mereka mengira kita bisa diintimidasi hanya karena ukuran pakaian kita lebih kecil."

Olin merasakan ulu hatinya seperti diremas pelan. Ketegasan yang mengalir di dalam darah anaknya adalah cerminan dari pria hitam legam yang kini menanti mereka di luar paviliun. Olin bangkit, meraih gaun hijau zamrud itu, lalu menutup pintu kamar mandi dengan ketukan yang tegas.

Dua puluh menit kemudian, daun pintu jati paviliun barat terbuka dengan derit halus.

Zayyan sudah berdiri mematung di ujung jembatan kaca, membelakangi mereka sembari menatap riak air kolam koi di bawah sana. Setelan jas formal tiga potong berwarna biru dongker gelap membungkus tubuh tegapnya yang kokoh, dengan saputangan saku putih yang terlipat rapi membentuk garis lurus yang kaku. Mendengar ketukan sepatu hak tinggi Olin di atas lantai granit, sang CEO perlahan memutar tubuhnya.

Sepasang mata elang Zayyan menyipit lamat-lamat. Pandangannya menyapu siluet Olin yang terbalut satin hijau zamrud—gaun itu melekat sempurna, mempertegas garis lehernya yang jenjang dan menyembunyikan kerapuhan yang semalam sempat mendominasi wanita itu. Arang tipis yang semalam mengotori dahinya kini telah bersih, digantikan oleh tatanan rambut sanggul rendah yang modern dan riasan wajah yang tipis namun berkarakter tegas.

Zayyan tidak mengucapkan sepatah kata pun pujian. Pujian adalah variabel yang tidak berguna dalam kalkulasi bisnisnya. Namun, cara pria itu menahan napas selama dua detik sebelum membetulkan letak kancing manset platinanya adalah konfirmasi yang lebih dari cukup bagi Olin.

"Mobil sudah bersiap di pelataran bawah," suara bariton Zayyan mengalun rendah, bergema di sepanjang koridor kaca. Dia menurunkan pandangannya pada Xavi, mengamati jas abu-abu arang anaknya dengan anggukan kecil yang langka. "Tablet portabelmu sudah tersambung dengan enkripsi satelit cadangan di dalam bagasi SUV, Jagoan. Jangan gunakan jaringan nirkabel publik begitu kita memasuki lobi utama."

"Aku sudah menanamkan firewall berlapis di saku jasku, Tuan CEO," sahut Xavi datar, menepuk saku jas kecilnya di mana gawai kunonya tersembunyi dengan aman. "Bahkan jika tim sibermu mencoba mengendus alamat IP-ku dari jarak dekat, mereka hanya akan menemukan enkripsi kosong."

Zayyan memalingkan wajah, menyembunyikan kedutan puas yang kembali muncul di sudut bibirnya. Dia berbalik, melangkah memimpin jalan menyusuri koridor menuju lobi utama, di mana Malikh telah berdiri di samping pintu mobil yang terbuka luas. Angin siang yang membawa aroma tanah basah sisa gerimis menyergap mereka saat melangkah keluar menembus selasar, menandakan bahwa batasan aman paviliun telah resmi mereka tinggalkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!