Takdir tak selalu buruk untuk kita. Jadikan masa lalu menjadi pelajaran untuk lebih baik di masa depan.
Seperti yang di alami seorang guru cantik bernama Aretha Zayba Almira. Ia sempat terpuruk dengan masa lalu kelam dan trauma mendalam yang di ciptakan mantan kekasihnya. Harus kehilangan kehormatan yang ia jaga hingga hampir mati bunuh diri. Tapi ia bisa bangkit dan merubah hidupnya menjadi lebih baik. Sempat menutup hati pada beberapa pria yang datang padanya, hingga takdir menemukannya dengan seorang pria yang mau menerima semua masa lalu dan memperlakukan Amira seperti seorang ratu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Republik Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku ingin menghitbah mu
Di kamar Amira
Terdengar shalawat mengalun dari handphone Amira. Memenuhi kamar yang serba pink milik nya.
Sedangkan pemilik nya berbaring di atas kasur empuknya sembari mendengarkan. Sesekali Amira ikut melantunkan shalawat dari penyanyi favorit nya itu.
*Dengan Kasih mu ya Robbi
berkahi hidup ini
dengan cinta mu ya Robbi
damaikan mati ini
Saat salah ku melangkah
gelap hati penuh dosa
beri ku jalan berarah
temui mu di surga
Terima sembah sujud ku
terima lah do'a ku
terima sembah sujud ku
izinkan ku bertaubat
Maulana ya Maulana
ya sami' Duana
Maulana ya Maulana
ya sami' Duana*
Notifikasi handphone Amira berbunyi. Dengan masih tiduran Amira meraih handphone nya.
Ia pun segera membuka notifikasi pesan yang masuk.
Arif " Assalamualaikum wahai calon istri."
Amira tersipu membaca pesan dari Arif.
Amira " waalaikumsalam "
Arif " apakah calon mertua ku sudah pulang ?"
Amira makin tersipu. Pipi nya yang putih memerah bagai memakai blush on.
Amira " mama dan papa baru sampai tadi pagi. "
Arif" persiapkan diri mu malam ini. Aku akan datang memenuhi janji ku. "
" Hah... "
Amira melebarkan mata nya membaca pesan tersebut.Ia sangat terkejut dan segera bangkit dari posisi tiduran nya. Isi dari pesan yang Arif kirimkan memang hanya beberapa kata. Tapi kata malam ini membuat Amira terkejut. Rasa tak percaya kembali menyergap dirinya.
flashback on
Mobil Arif berhenti tepat di depan rumah mewah Amira. Amira pun segera membuka seatbelt.
" Makasih ya pak sudah mengantarkan saya dan Aisyah sampai ke rumah. Maaf sudah merepotkan." ujar Amira formal sembari keluar dari mobil Arif.
" it's oke." balas nya dengan menyunggingkan senyum.
Amira pun turun dari mobil dengan menggandeng Aisyah.
" Ra, " Panggil Arif sembari turun dari mobil.
" ya " Amira menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang .
"mmmmmmm... jangan formal banget lah sama saya. Lagian saya kan belum tua-tua amat" ujar nya
Amira terkekeh.
" jadi saya harus panggil apa? "
" Arif aja . jangan pakai pak. berasa tua banget " balas Arif sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" baiklah. Arif,saya masuk dulu ya "
" nggak diajakin mampir nih Ra?"
" lain kali aja ya Rif. Soalnya mama papa lagi nggak dirumah "
Bersamaan dengan itu, buk Ijah keluar.
" Non udah pulang ? " bik Ijah bergegas berjalan setengah berlari karna melihat Aisyah yang tertidur pulas dalam dekapan Amira. Ia lantas mengambil alih dan membawa Aisyah masuk.
" biar saya bawa masuk non."
" Makasih ya bik " ujar Amira.
" iya non. saya permisi " balas Bik Ijah sembari berlalu.
" kapan orang tua kamu pulang Ra? " tanya Arif ingin tahu kemudian. Sesaat setelah bik Ijah masuk ke dalam rumah.
" insyaallah lusa udah ada dirumah. ada apa ?"
" Aku mau ngomong serius sama mereka. "
" Hahh.... ngomongin apa?"
" Aku ingin menghitbah mu Ra. Jika kamu tidak keberatan. " ujar Arif mantap.
Amira hanya melongo.
" ma... maksudnya gi... gimana? " Amira tergagap. Bukan nya ia tidak tahu apa itu khitbah. Tapi ia merasa syok Arif mengatakan itu.
* **Khitbah adalah pengajuan lamaran atau pinangan kepada pihak wanita. Namun pengajuan ini sifatnya belum lantas berlaku karena belum tentu di terima.
Dengan kata lain meminta restu dari orang tua si mempelai wanita. Boleh atau tidak di nikahi.
" Ra, kita sudah saling mengenal cukup lama. Saya sudah mengenal kamu dengan baik. Begitu juga kamu. Saya tidak ingin menunda niat baik saya. Saya hanya butuh jawaban kamu dan restu dari orang tua kamu "
" ta.. tapi. Kamu belum mengenal saya dengan baik. Kamu tidak tahu apa yang telah saya alami di masa lalu. " jawab Amira lirih.
" Aku tidak perduli dengan masa lalu kamu Ra. Kamu wanita yang baik. Pasti aku akan sangat beruntung menikahi kamu " Ujar nya mantap.
" Apakah nanti kamu tidak menyesal ?" tanya Amira ragu.
" untuk apa menyesal Ra ? menurut ku, kamu wanita yang sempurna. Aku yakin. aku tidak akan menyesal "
" Tidak ada yang sempurna di dunia ini Rif. Apalagi aku. " ujar nya lirih sambil menunduk. Ia tidak ingin nanti nya Arif akan kecewa pada diri nya.
" Ra. memang tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Allah. Tapi kamu adalah wanita yang sempurna bagi aku. " ucap nya dengan tatapan yang lembut. mencoba meyakinkan Amira.
Amira pun terenyuh. Wanita mana yang tidak tersentuh dengan segala ucapan manis lelaki baik seperti Arif. Dan tak bisa di pungkiri pula, Amira pun mempunyai ketertarikan kepada Arif. Bagaimana tidak. Arif selalu bersikap baik padanya.
Akhirnya nya Amira pun mengangguk.
" Apa artinya itu Ra ?"
" iya. kamu boleh menghitbah ku. Datang lah lusa saat orangtuaku kembali. " ujar nya dengan tersipu.
Rona merah di wajah nya sangat terlihat jelas.
" benarkah ? makasih Ra. Makasih. " Arif tersenyum sumringah. Tak henti-hentinya ia mengucap syukur dan mengembangkan senyum bahagia.
" Ya sudah. aku pulang dulu ya Ra. Aku janji akan kembali lagi esok lusa. Aku akan meminta restu dari orang tua mu. " pamit nya pada Amira.
" ya. berhati-hatilah " kata Amira dengan masih tersipu malu.
" Assalamualaikum calon istri. " pamit Arif yang sontak saja membuat Amira makin tersipu.
" Waalaikumsalam. " balas Amira.
Arif pun masuk kedalam mobil nya dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Amira.
flashback off
Amira bergegas keluar kamarnya dan menemui orangtuanya. Ia belum mengatakan kepada orangtuanya mengenai rencana Arif. Karna baru tadi pagi orangtuanya kembali dari Jepang untuk perjalanan bisnis.
" ma.. pa... " Panggil Amira
Tapi tidak ada sautan. Amira mencari ke dapur. Siapa tau mama nya sedang membuat kue. Karna mama nya sangat suka membuat kue jika waktu luang.
Tapi Amira tidak mendapati mama nya di dapur. Hanya ada bik Ijah yang sedang mencuci piring.
" Ada yang bisa saya bantu non ?" tanya bik Ijah segera menghampiri Amira.
" tidak bik. saya cuma mau cari mama.mama mana bik ?" tanya Amira.
" oh, nyonya dan tuan sedang ada di taman belakang non. "
" terima kasih ya bik " Amira berlalu meninggalkan dapur.
Terlihat orangtua Amira sedang berada di taman belakang. Mereka duduk di sebuah gazebo dengan saling tertawa sambil minum teh. Mereka terlihat sangat romantis dan bahagia. Meski sudah tua, mereka tetap harmonis.
Amira segera menghampiri mereka.
" Ma.. pa " Panggi Amira sembari mendekat.
" iya sayang. " jawab orangtua Amira berbarengan.
" Ma, pa. Amira mau ngomong. "
" ngomong ya ngomong aja Ra. " ujar mama nya.
Amira duduk di antara mama dan papa nya. Meski sudah dewasa, terkadang Amira masih suka bermanja kepada mama papa nya.
" Ma, pa. Nanti malam Arif mau kerumah. Nemuin mama papa. "
Mama dan papa Amira saling pandang.
mereka belum membuka suara. mencoba mendengar kan anak nya terlebih dahulu.
" Arif..." Amira menjeda ucapan nya.
" Arif mau menghitbah Amira. " lanjut nya kemudian.
Terlihat raut wajah bahagia orangtua Amira. mereka sangat bahagia jika akhirnya Amira ada yang menghitbah.
" Alhamdulillah ra. " puji syukur orangtua Amira.
" apa kamu sudah siap Ra ?" tanya Mama nya sambil membelai rambut Amira.
" insyaallah Amira siap ma. "
" Ya sudah. nanti mama minta tolong bik Ijah untuk masak makan malam. " ujar mama nya.
Amira dan papa nya hanya mengangguk menyetujui.
****
**Happy reading 💖💖💖
mohon dukungan nya dengan like, koment and vote...
Terima kasih...😁😁😁
Maafkan jika kurang bagus ya para readers. Karna ini merupakan karya pertama ku ☺️☺️**
Emosi tetaplah emosi
Kesal dan sakit hati, jelaslah
Betapa tidak 🙄🙄
manakala sesuatu yang menyakitkan terpampang didepan mata