Satu... dua... tiga..."
Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.
[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]
"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17.menuai sang penuai
Ghost_Reaper mundur tiga langkah. Sabit besar di tangannya yang tadi memancarkan aura superioritas sekarang gemetaran parah. Untuk pertama kalinya sejak dia megang gelar juara bertahan LFG, dia ngerasain apa yang namanya diteror ketakutan murni.
Di depannya, seorang cowok Level 2 dengan tudung hitam berjalan santai ngelewatin badai debu digital sisa pasukannya. Mata emas cowok itu berkilat tenang, tapi hawa membunuhnya kerasa nyata banget sampai menembus sensor sistem VR.
"B-Bangsat! Lu jangan remehin gua ya!" Ghost_Reaper teriak histeris, nyoba nutupin rasa takutnya. "Gua masih punya stat Level 65! Tanpa pasukan pun, *damage* serangan murni gua bisa nge-one-shot lu!"
Dia ngangkat sabit besarnya tinggi-tinggi. Aura kegelapan di sekelilingnya mendadak meledak, terkonsentrasi penuh di mata sabit yang merah menyala.
"*[Soul Reap - Penuai Jiwa]*!!"
Ghost_Reaper melompat, membelah udara dengan sabetan sabit raksasa yang ngeluarin tebasan gelombang hitam berbentuk sabit ke arah gua. Jangkauan serangannya luas banget, ngebuat tanah di sepanjang jalurnya terbelah dua.
Netizen di kolom *chat* yang tadinya melongo nahan napas, langsung histeris lagi.
> **[Room Chat Live]**
> * **GamerGarisKeras:** Wah, *skill* ulti kelas tunggal! Biar gak ada pasukan, kalau kena tebasan itu tetep aja akun level 2 langsung wassalam!
> * **Analis_Pro:** Betul, itu jenis serangan *Sure-Hit* (Pasti Kena) kalau jaraknya sedekat itu. SwordGod gak bakal bisa nge-parry serangan tipe energi magis kayak gitu pake pedang besi biasa!
>
Gua natap gelombang hitam yang meluncur deras ke arah gua. Bener, serangan magis gak bisa di-*parry* pakai benturan fisik biasa. Kalau pedang gua nyentuh energi itu, pedang gua bakal langsung hancur tanpa sempat mengalihkan arah serangannya.
Tapi bagi seorang *Sword God*, memotong energi itu bukan soal kekuatan fisik. Ini soal **Aliran Sinyal**.
Di dunia game ini, semua *skill* magis visual sebenarnya adalah kumpulan data gelombang yang punya titik pusat sinkronisasi saraf si pengguna. Singkatnya, ada satu titik di mana energi itu terhubung langsung sama pergerakan senjata si pelempar.
Gua nunggu sampai gelombang maut itu tinggal berjarak satu meter di depan muka gua.
*Sret.*
Gua gak ngayunin pedang gua buat nahan. Gua justru menusukkan ujung **[Pedang Besi Karatan]** gua lurus ke depan, tepat ke arah retakan mikro di tengah-tengah energi hitam itu—titik mati di mana arus data *skill* itu mengalir.
*PING!*
Suara lentingan kecil terdengar, disusul sama retaknya pedang karatan gua yang ke-21. Tapi di saat yang sama, gelombang hitam raksasa milik Ghost_Reaper mendadak pecah dan buyar jadi asap gak berguna di sekitar badan gua.
**[Sistem: Pematahan Arus Skill Sempurna! Musuh Mengalami 'Backlash Mana'!]**
**[Ghost_Reaper terkena efek Silence dan Stun selama 3 detik!]**
"Ugh?!" Ghost_Reaper mendadak berlutut sambil memegang dadanya. Karakter level 65-nya batuk darah hebat gara-gara mana di dalam tubuh virtualnya berbalik nyerang dirinya sendiri.
"Gua udah bilang, kan?" Gua melangkah santai ngelewatin asap hitam yang mulai pudar, berdiri tepat di depan mukanya yang lagi kaku. "Tuhan lu itu... cuma program komputer lemah."
Gua narik pedang karatan gua yang ke-22 dari *quick-slot*. Gua pegang dengan satu tangan, lalu guaarahin ujungnya tepat ke sela-sela zirah leher hitamnya yang terbuka.
"T-Tunggu..." Mata Ghost_Reaper melotot dari balik celah helmnya, memohon lewat tatapan matanya.
Gua gak peduli. Gua tebas lehernya dengan satu gerakan horizontal yang sangat halus dan presisi.
*JLESSS!*
**[SISTEM: PEMENANG PERTANDINGAN – SWORDGOD77!]**
**[WAKTU PERTANDINGAN: 01:12 DETIK]**
**[PENGUMUMAN: 'SwordGod77' Resmi Lolos ke BABAK SEMIFINAL LFG Musim 7!]**
*BOOOOM!*
Sang juara bertahan LFG musim lalu meledak, hancur berkeping-keping jadi cahaya kegelapan yang lenyap ditelan malam Lembah Tulang Tua.
Di detik yang sama, angka penonton di ruang siaran langsung gua bener-bener jebol, menembus angka yang gak pernah tercapai dalam sejarah platform *streaming* Korea: **1.200.000 penonton serentak!**
Kolom *live chat* udah gak bisa dibaca lagi. Semuanya cuma berisi spam emotikon mahkota, pedang, dan angka saweran yang nilainya bikin pusing.
> **[Room Chat Live]**
> * **SultanSawer mengirimkan 10.000.000 KRW: "GUA KAGAK BISA NGOMONG APA-APA LAGI!!! 10 JUTA WON BUAT SANG LEGENDA BARU KOREA!!!"**
> * **NetizenBaru mengirimkan 5.000.000 KRW: "Sumpah demi tuhan, lu beneran bukan manusia biasa, Bang! Lu tuhan game yang sebenernya!"**
> * **[System: Server LFG Mengalami Overload. Siaran akan ditutup otomatis dalam 10 detik.]**
>
Gua bahkan gak sempat pamit ke netizen pas layar virtual di depan mata gua mendadak kedap-kedip hitam dan langsung melempar gua keluar dari sistem secara paksa akibat server platform yang tumbang gara-gara saking ramenya manusia.
*Zzzzt.*
Begitu pandangan gua kembali ke kamar kosan yang remang-remang, gua langsung ngelepas *headset* VR lama gua yang sekarang udah kerasa panas banget. Tubuh gua langsung ambruk ke lantai, dada gua kembang kempis nyari oksigen. Kepala gua rasanya kayak lagi ditusuk puluhan jarum, efek kelainan saraf gua bener-bener udah nyampe titik kritis.
"Ji... Jin-woo..."
Suara Jinho kedengaran gemeteran parah dari balik meja kerja. Gua nyoba ngangkat kepala gua lemes, natap dia dengan pandangan yang agak blur.
Jinho gak lagi ngeliatin hp atau laptopnya. Dia lagi berdiri kaku sambil natap ke arah pintu kosan kami yang sempit.
*Tok. Tok. Tok.*
Suara ketukan pintu kali ini kedengaran pelan, berwibawa, dan sangat ritmis. Beda banget sama ketukan barbar Jinho atau orang nagih kosan.
"Si... Siapa, Jinho?" tanya gua serak sambil nyoba duduk nyender ke kasur.
Jinho gak ngejawab. Dengan tangan yang gemeteran, dia pelan-pelan jalan buat ngebuka selot pintu kosan.
Begitu pintu kebuka, sesosok pria tinggi dengan setelan jas hitam formal dan kacamata hitam berdiri di sana. Di belakangnya, bersandar di lorong kosan yang sempit, ada dua orang berbadan tegap mirip *bodyguard* militer yang lagi ngegenggam sebuah kotak koper metalik berukuran raksasa dengan logo s-Teknologi berwarna emas menyala.
Pria berkacamata hitam itu nundukin kepalanya sedikit ke arah Jinho, lalu pandangannya beralih lurus ke arah gua yang lagi duduk lemes di lantai.
"Selamat malam, Tuan Kang Jin-woo," ucap pria itu dengan nada suara yang sangat dingin dan profesional. "Saya adalah utusan langsung dari Ketua Dewan Direksi Tertinggi s-Teknologi Pusat."
Dia ngisyaratain dua *bodyguard* di belakangnya buat masuk dan naruh koper metalik raksasa itu tepat di tengah-tengah kamar kosan kami yang sempit sampai bikin ruangan makin sesak.
"Ketua kami menonton pertandingan Anda barusan. Beliau bilang, kontrak kemitraan komersial kemarin emang terlalu murah buat orang seperti Anda," Pria itu ngebuka koper metalik raksasa tersebut.
*WUSH.*
Uap dingin keluar dari dalam koper, nampilin sebuah mesin *capsule* hitam metalik dengan desain custom berlambang sayap emas yang memancarkan kemewahan mutlak. Itu bukan lagi tipe Nex-Gen 7 biasa, melainkan **[Nex-Gen 7: Sovereign Edition]**—mesin prototipe khusus tingkat dewa yang cuma diproduksi tiga unit di seluruh dunia, yang harganya bahkan gak bisa dinilai pake angka seratus dua puluh juta won lagi.
Pria itu menyodorkan sebuah dokumen digital tanpa syarat mengikat di depan muka gua.
"Ini adalah hadiah langsung dari Ketua. Tanpa kontrak sponsor, tanpa kewajiban promosi, dan tanpa syarat apa pun. Beliau cuma punya satu permintaan untuk Anda." Pria itu menatap gua dari balik kacamata hitamnya.
"Beliau ingin melihat Anda menghancurkan babak final besok malam menggunakan mesin terbaik yang diciptakan oleh umat manusia saat ini. Tolong... tunjukkan pada kami seberapa jauh seorang *Sword God* bisa melangkah."