Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
"Maaf, tetapi memang seperti itulah hubungan kami selama ini," jawab Gladis santai.
"Itu dulu. Sekarang status Cristian sudah berbeda. Dia adalah suamiku, bahkan ayah dari anakku."
Jawaban Serina yang tenang membuat Gladis terdiam sesaat.
Serina kemudian mengalihkan pandangannya kepada ketiga orang yang duduk di hadapannya. Cristian tetap meminum kopinya dengan wajah datar. Sementara Marcel dan Pilson terlihat sama dinginnya.
Dalam hati, Serina bertanya-tanya apakah suasana akan selalu sesunyi ini jika mereka berkumpul bersama. Atau mungkin karena dirinya berada di sana sehingga mereka memilih diam?
Yang membuatnya semakin kesal adalah sikap Cristian yang sejak tadi sama sekali tidak membantunya. Pria itu hanya duduk santai seolah tidak peduli dengan situasi yang terjadi.
Benar-benar suami yang menyebalkan.
"Serina, kamu harus berhati-hati terhadap mereka. Mereka termasuk orang-orang berpengaruh. Untuk saat ini jangan membuat masalah terlebih dahulu. Lagi pula, suamimu masih belum berpihak kepadamu. Tunggu sampai dia benar-benar berada di sisimu, maka semuanya akan menjadi lebih mudah," bisik Mochi mengingatkan.
Serina mengangguk pelan. "Baiklah."
Dia kemudian mengeluarkan sebuah flashdisk dari dalam tasnya. "Sayang, seperti yang aku katakan kemarin, ini adalah bukti ketulusanku."
Serina menyodorkan benda itu kepada Cristian. Tatapan pria itu langsung tertuju padanya. Namun seperti biasa, Serina tidak pernah mampu memahami arti tatapan Cristian yang sulit ditebak.
"Kalau begitu aku pamit dulu." Sebelum pergi, Serina mencondongkan tubuhnya sedikit ke arah Cristian. "Jangan terlalu dekat dengan perempuan yang duduk di sebelahmu. Aku cemburu."
Bisikannya terdengar pelan. Setelah itu Serina melangkah pergi dengan senyum puas.
***
Setelah Serina pergi, suasana ruangan kembali hening.
"Istrimu berubah."
Orang pertama yang memecah keheningan adalah pria berkacamata hitam bernama Marcel Neiland.
"Ya, aku juga tidak menyangka dia bisa terlihat secantik dan seanggun itu sekarang," sahut Pilson santai.
Perubahan Serina memang sangat mencolok. Bahkan mereka yang jarang berinteraksi dengannya dapat melihat perbedaannya.
"Apakah sekarang kamu mulai menyukainya, Cristian?" tanya Gladis dengan suara lembut.
Tidak ada jawaban. Cristian hanya menatap flashdisk yang masih berada di atas meja.
"Sudahlah. Kita lihat saja sampai kapan dia bisa mempertahankan sandiwaranya," ujar Pilson datar.
"Ngomong-ngomong, bagaimana hubunganmu dengan istrimu, Marcel?" tanya Gladis, sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Dia masih marah dan menyuruhku keluar dari kamar," jawab Marcel santai.
"Itulah sebabnya kamu harus lebih memperhatikan istrimu. Meskipun pernikahan kalian berawal dari perjodohan, bukan berarti kamu boleh terus bersikap dingin."
"Lalu bagaimana dengan dirimu dan Cristian?" goda Marcel dengan senyum miring.
Wajah Gladis langsung memerah."Aku belum memikirkan hal seperti itu."
Padahal semua orang di ruangan itu tahu bahwa keluarga mereka pernah berencana menjodohkan Gladis dan Cristian sebelum kemunculan Serina di dalam hidup pria itu.
"Pulanglah jika kalian hanya ingin membahas urusanku," ucap Cristian dingin.
"Baik, baik. Mari kembali membicarakan kerja sama kita."
Pilson buru-buru mengalihkan topik. Dia tidak ingin Cristian membatalkan proyek yang sedang mereka kerjakan bersama. Tak lama kemudian pembahasan bisnis kembali berlanjut, waktu berlalu cukup cepat hingga satu per satu dari mereka berpamitan.
Pada akhirnya hanya Gladis dan Cristian yang tersisa di ruangan itu.
"Christian."
Gladys memanggil pelan.
Pria itu tidak langsung menjawab, pikirannya masih tertuju pada flashdisk yang diberikan Serina.
"Orang tuaku kembali menanyakan soal perjodohan kita. Mereka ingin bertemu denganmu dan keluarga besarmu."
Cristian akhirnya mengangkat kepala. Namun tatapannya tetap dingin.
"Tanyakan saja kepada Ibuku. Aku tidak ada urusan dengan itu."
Gladys menggigit bibirnya. "Tetapi yang dijodohkan denganku adalah kamu."
"Bukankah kamu sudah tahu bahwa aku sudah memiliki istri dan seorang anak?"
"Tetapi kamu tidak pernah mengakui mereka."
Ucapan itu membuat Cristian terdiam sejenak. Anehnya, bayangan Serina yang tersenyum saat menggendong Arcelio kembali muncul di kepalanya.
"Ya, untuk saat ini."
Jawaban singkat itu membuat Gladis menatapnya penuh harapan. Namun harapan itu langsung runtuh oleh kalimat berikutnya.
"Pergilah." Nada suara Cristian tetap dingin dan tidak memberi ruang untuk membantah.
"Christian..." Gladis mengepalkan tangannya. Dia tidak ingin kehilangan pria yang selama ini dicintainya.
Selama bertahun-tahun dia yakin tidak ada perempuan yang mampu bertahan di sisi Cristian, karena itulah dia selalu menunggu.
Menunggu hari ketika pria itu membatalkan pernikahannya dan kembali menjadi miliknya. Namun sekarang, untuk pertama kalinya, Gladis mulai merasakan ancaman.
Ancaman itu bernama Serina Elvano. Perempuan yang dulu tidak pernah dianggapnya kini perlahan mulai menarik perhatian pria yang selama ini tidak pernah memedulikan siapa pun.
"Pergilah, Gladis."
Dengan tatapan penuh kesedihan, Gladis akhirnya meninggalkan ruangan Cristian. Dia tidak ingin membuat pria itu semakin marah kepadanya.
Setelah pintu tertutup, suasana kembali sunyi. Cristian mengalihkan pandangannya ke arah flashdisk yang masih tergeletak di atas meja.
Beberapa saat kemudian, dia mengambil benda itu dan memasukkannya ke laptop pribadinya.
Layar monitor menyala, dan sebuah video langsung terbuka. Cristian menatap rekaman yang diberikan Serina dengan ekspresi datar.
Ternyata isi flashdisk itu adalah rekaman pertemuan Serina dengan Rehan di sebuah kafe. Sudut bibir Cristian terangkat membentuk senyum tipis.
Sayangnya, Serina tidak mengetahui satu hal. Dia sudah melihat video itu jauh sebelum flashdisk tersebut diberikan kepadanya.
Bahkan Jay telah menyerahkan salinan rekaman itu beberapa hari lalu. Namun Cristian tetap menonton hingga selesai, tatapan matanya semakin dalam.
"Menarik." Jari-jarinya mengetuk permukaan meja perlahan. "Aku ingin melihat sejauh mana rencanamu, istriku."
Pria itu menyandarkan tubuhnya ke kursi. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kehidupan yang selama ini terasa membosankan mulai menunjukkan sesuatu yang menarik.
"Kalau memang kamu ingin masuk ke dalam kehidupanku, silakan." Suara Cristian terdengar pelan di dalam ruangan kosong itu. "Tetapi jangan menyesal setelahnya."
Tatapan matanya menjadi tajam. "Karena jika suatu hari nanti kamu benar-benar masuk ke duniaku, aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan mudah."
Bagi Cristian, orang yang telah masuk ke dalam wilayahnya tidak akan pernah bisa keluar begitu saja. Terlebih lagi jika orang itu adalah istrinya sendiri.
mulai berpihak ke serin kamu cris🫶
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣
heheheheeheeee