NovelToon NovelToon
Bocah Cadel Itu Suami Ku

Bocah Cadel Itu Suami Ku

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Brielle Ardelia Noor selalu hidup bak putri kerajaan—dikelilingi keluarga hangat, kakak-kakak jahil, dan Daddy yang selalu memanjakannya.

Sampai suatu malam… hidupnya berubah.

Demi menyelamatkan perusahaan keluarga, Brielle harus menerima perjodohan dengan putra keluarga rival.

Masalahnya?
Calon suaminya adalah cowok dingin, menyebalkan… dan seorang bocah cadel yang paling ingin ia hindari.

Namun, siapa sangka—di balik tutur katanya yang tak sempurna, tersembunyi cinta paling tulus yang belum pernah sebelumnya Brielle temui

•“Katanya dia cadel dan aneh…
Tapi kenapa cuma dia yang mampu bikin Princess Noor jatuh paling dalam?” ✨


•“Dijodohkan demi bisnis? Brielle siap memberontak.
Tapi semuanya berubah saat si bocah cadel itu mulai memanggilnya… ‘istri’.” 💍

" kenapa harus bocah kek lu sih, yang jadi Suami gw~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diculik

Pagi itu, sekolah kembali dihebohkan oleh satu pasangan yang tak pernah absen dari pusat perhatian.

“Mereka tuh kayak drama China, visualnya gila banget!”

“Brielle cantik natural, Nevran cool-nya minta ampun.”

“Couple goals abis, sumpah. Gue iri tingkat dewa.”

“Berdua aja udah kayak sampul novel romantis.”

“Tuh lihat, mereka duduk semeja. Hati gue meleleh.”

Brielle mendengar bisik-bisik itu. Biasanya ia akan cuek, bahkan melotot jika ada yang terlalu berisik. Namun hari ini berbeda. Matanya tak berani menatap ke samping. Karena di sebelahnya, Nevran duduk dengan tenang—terlalu tenang—dan itu membuat jantung Brielle berdegak tak karuan.

Pertanyaan semalam masih terngiang. “Lo pernah mikir gak, hubungan kita ini akhirnya bakal gimana?” Brielle menggigit pulpen. Gila. Cowok itu bikin pusing.

Sedangkan Nevran? Ia seperti tak ada yang berubah. Jemarinya dengan santai memilin ujung rambut Brielle yang terurai. Sekali, dua kali. Lalu tiba-tiba—cup. Ia mencium puncak kepala Brielle pelan.

“WOI!” Brielle refleks menepis, wajahnya merah padam.

“Berisik.” Nevran tersenyum kecil. Datang. Sialnya, itu membuat banyak cewek di kelas ikut-ikutan memekik histeris.

---

Jam istirahat tiba. Dan seperti biasa, pintu kelas XII-A disambut oleh satu sosok yang tak kalah populer.

“Princess.”

Elvaro berdiri dengan senyum lembut, tangan membawa kotak makan siang.

Seketika kelas kembali heboh.

“Anjir, Elvaro datang lagi!”

“Brielle tuh beruntung banget sih. Dideketin cowok cool kayak Nevran, tapi punya pacar tulus kayak Elvaro.”

“Gue rela jadi Brielle walaupun sehari.”

“Serius, hidupnya kayak main game pakai cheat.”

Brielle tersenyum manja lalu menggandeng lengan Elvaro. Mereka berjalan keluar kelas bertiga bersama Keisha dan Celine.

Di belakang mereka—

Krek.

Ujung pulpen Nevran patah tertindih jempolnya.

Rahangnya mengeras. Matanya gelap. Tanpa suara, ia berdiri dan berjalan keluar. Kael, Zevian, dan yang lainnya hanya saling pandang, lalu mengikuti tanpa bertanya.

---

Di kantin, suasana berbeda. Biasanya meja panjang milik geng Nevran selalu penuh sesak. Kini meja itu justru kosong melompong. Sementara meja lainnya penuh seperti sarden kaleng.

Brielle, Elvaro, Keisha, dan Celine kebingungan.

“Loh, pada ke mana sih?” Keisha mendongak.

Celine mengamati sekeliling. “Aneh. Biasanya ramai.”

“Mending ke sana aja,” ujar Keisha sambil menunjuk meja kosong milik Nevran. “Toh kosong, sayang.”

Brielle langsung geleng cepat. “Gak mau. Awas aja.”

“Ah elah, takut?” Keisha sudah menarik tangan Brielle.

“Keisha—!”

Terlambat. Mereka sudah sampai di depan meja itu. Keisha, tanpa rasa takut, menyapa lebih dulu. “Permisi, kami duduk di sini ya. Di kantin lain penuh.”

Kael mengangkat alis. “Biasanya nyari tempat duduk, tapi nyari mati.”

Namun sebelum suasana memanas, semua mata tertuju pada Nevran. Cowok itu terdiam sejenak, menatap Brielle. Lalu ia mengangguk kecil. Sekadar anggukan. Tapi cukup membuat anak buahnya saling berpandangan heran.

Meja itu menjadi sunyi. Canggung. Tapi tidak lama.

Keisha mencolek Kael. “Lo punya pacar, Bang?”

Kael terkekeh. “Banyak. Tapi belum ada yang sah.”

“Brengsek.” Keisha tertawa.

Zevian ikut nimbrung. “Lo sendiri gimana? Single?”

“Ya iyalah. Jomblo abadi,” sahut Celine ketus.

“Wih, padahal cantik,” goda Zevian.

“Tutup mulut lo.”

Seketika suasana berubah cair. Tawa dan ledekan memecah kebekuan.

Hanya dua orang yang tidak ikut tertawa.

Elvaro yang seperti biasa—lembut dan perhatian. Ia membuka kotak makan, lalu menyuapi Brielle perlahan. “Sayang, buka mulutnya.”

Brielle tersipu, namun menurut. “Makasih, Ayang.”

Dan Nevran? Ia menonton. Duduk diam di ujung meja. Matanya mengikuti setiap gerak-gerik Brielle. Namun senyumnya—senyum miring yang hanya ia sendiri tahu artinya—terbit perlahan. Seperti singa yang mengamati mangsanya dari kejauhan. Tenang. Tahu kapan harus menerkam.

---

Jam pulang tiba. Hujan mulai rintik.

Nevran tanpa permisi menarik pergelangan tangan Brielle.

“WOI, LEPAS!”

“Pulang.”

“Gue pulang sama El—!”

“Coba ulang.” Nevran mendekat, suaranya turun menjadi bisikan berbahaya. “Lo pilih: ikut gua sekarang, atau gue ceritain ke satu sekolah kalau kita tunangan.”

Brielle menggigit bibir. Tahu posisinya kalah. Dengan cemberut sepanjang jalan, ia naik ke motor Nevran.

Namun bukan langsung pulang. Mereka singgah di gerobak pinggir jalan. Gerobak lusuh dengan lampu minyak seadanya. Bau asap dan kecap manis bercampur di udara basah.

“What? Serius lo ngajak gue makan di sini?!” Brielle melotot.

“Diam. Gua laper.”

“Tapi—!”

Nevran sudah memesan dua porsi nasi goreng. Brielle hanya bisa manyun sambil melipat tangan. Tapi begitu suapan pertama masuk ke mulutnya—matanya sedikit membulat. “Enak juga…”

Nevran terkekeh pelan. “Cadel.”

“Lo yang cadel.”

Setelah perut kenyang, mereka melanjutkan perjalanan. Hujan turun semakin deras. Batu-batu air menghantam helm dan jaket. Brielle mengeluh keras. “Nevran! Berhenti dulu! Hujan!”

Namun motor itu tetap melaju kencang. Membelah malam. Membelah hujan.

Setibanya di apartemen Nevran, Brielle sudah basah kuyup. Rambutnya menempel di pipi. Bibirnya menggigil. “Gila lo! Bisa sakit tahu!”

Nevran turun terlebih dahulu. Lalu tanpa bicara, ia mendekat, mendekap tubuh Brielle, dan mengangkatnya bridal style.

“WOI! TURUNIN!”

“Diam. Lo basah.”

“MOMMYYYYY PRINCES MU DICULIKKK!!!! "

"Brisik"

*****

Bersambung

1
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lucu bngt sih pasangan ini
M. T🌻
kasian juga briella, jadi pusing gara" cowok🤣
Europa.
nice brielle! jangan sampe terbuai hanya karena ketampanan semata. tapi sifat dan sikap juga, meski tahu bahwa Nevran adalah tunanganmu/Doge//Ok/
Europa.
ya marah dong. niat hati pengen cuma nganter makanan doang, eh dapet hadiah ongkir sebuah ciuman🤭🤭
Europa.
agak berbahaya ya masuk kamar cowo yang abis mabuk/Frown/
THE GIRL COOL😑
cadel itu bukan penggangu itu nama nya kelainan genetik!!!!
Mingyu gf😘
wahhh nevran mulai mengancam karena posesif😆
Mingyu gf😘
udanlan briella, Terima aja nevran
Alia Chans: eitsss🤭
total 1 replies
RahmaYesi
Kirain ini ratu drama marahnya paling dikit dikit aja.ah ternyata gacor juga
RahmaYesi
Sekarang sih emang belum, Elle. Tapi semoga nanti kalian gak rebutan deh.... 😂
Alia Chans: AWok"🤭🤭🤭
total 1 replies
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲
Jadi serba salah ya, Brielle
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kesel aku sama Briella kenapa enggak Jujur aja
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
nah loh berarti ada rada tuh
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
cari perhatian dong ini si Nevran
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku kaget loh di bab ini. ternyata ada kisah mengerikan
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
jangan marah2 mulu el. nanti bucin loh😄
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku juga menganggap ini adegan romatis.😄 maaf ya el
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
mau ky gimana juga. nevran punya hak krn dia tunanganmu El..
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ngelag kalo aku thor🤣😄
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ya ampun. aku bayanginnya kenapa malah kocak ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!