Satu malam karena pengaruh alkohol, Arkananta Mahendra merenggut segalanya dari Zevanya, seorang pelayan hotel yang tak berdaya. Arkan pergi tanpa tahu wajah wanita itu, meninggalkan Zevanya dengan janin yang tumbuh di rahimnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Rmdhn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cahaya Arsen Adistira
Setelah Bayi Zevanya lahir bu sumi dan pak rt langsung menuju rumah sakit.
"Cepat, Pak! Mbak Zevanya wajahnya pucat sekali kita harus segera ke rumah sakit, dia butuh penanganan dokter segera!"
seru Bu Sumi cemas sambil mengusap kening Zevanya yang dingin.
Pak RT menginjak pedal gas lebih dalam.
"Sabar, Bu! Sedikit lagi sampai!"
Begitu mobil berhenti tepat di depan lobby Instalasi Gawat Darurat (IGD),
"Suster! Tolong! Ada warga melahirkan di mobil!" Teriak bu sumi.
Dua orang perawat berlari membawa brankar tempat tidur dorong.
Dengan sigap, mereka membantu memindahkan Zevanya yang masih setengah sadar.
Bu Sumi dengan hati-hati menyerahkan bayi mungil itu ke pelukan suster lainnya.
"Ibu tenang saja, bayi dan ibunya akan kami tangani," ucap salah satu suster mencoba menenangkan.
Beberapa jam kemudian, Zevanya sudah dipindahkan ke ruang perawatan yang tenang.
Ia sudah mendapatkan transfusi cairan dan kondisinya mulai stabil.
Di samping tempat tidurnya, sebuah ranjang bayi kecil diletakkan.
Di dalam ruangan rumah sakit yang tenang, dan cahaya lampu neon yang terang,
menyinari wajah Zevanya yang masih pucat namun memancarkan kebahagiaan seorang ibu.
Dengan tangan yang masih terikat selang infus,
ia mengikuti instruksi suster untuk mulai memberikan ASI pertama bagi bayi kecilnya.
"Bisa Di beri asi sekarang untuk bayinya ya bu" ucap suster.
Zevanya mengangguk dan menangis saat merasakan tarikan kecil dari bayi di pelukannya,
Rasa haru segera menyapu rasa sakitnya.
Ia menatap dalam wajah mungil yang sangat bersih itu.
Di bawah penerangan lampu rumah sakit, kemiripan itu semakin nyata dan tidak bisa lagi dibantah oleh zevanya.
"Kamu tampan sekali, Nak..." bisik Zevanya.
air matanya menetes pelan mengenai selimut bedong bayinya.
"Wajahmu... benar-benar mirip sekali dengan pria itu. Pria yang bernama Arkananta Mahendra."
Zevanya teringat kembali setiap detail wajah Arkan saat pria itu membantunya di mal beberapa bulan lalu.
garis rahang yang kokoh, bentuk hidung yang sempurna, dan wajah dingin yang sangat dominan.
Semuanya kini seakan berpindah ke wajah bayi di pelukannya.
“Apa Firasatku benar?,” batin Zevanya.
“Aroma itu, dan nama Mahendra yang dia sebut, dan sekarang wajah anak ini... Kenapa Mirip sekali dengan dia.
Atau memang pria yang meniduriku di hotel malam itu memang dia. Dan Kamu adalah darah dagingnya?.”
Namun, alih-alih merasa senang memiliki kaitan dengan keluarga terkaya di kota itu, Zevanya justru merasa ketakutan.
Bayangan Clarissa yang kejam dan dunia elit Mahendra yang penuh tekanan membuatnya gemetar.
"Ibu tidak akan bertindak apapun tentang firasat ibu kepada pria itu karna Ibu takut... mereka tidak akan menerima kita,
dan pria itu sudah memiliki calon istri dari keluarga terpandang. Kita mungkin hanya akan dianggap sebagai pengganggu bagi mereka."
Zevanya mengusap pipi bayi itu dengan ujung jarinya.
Ia menarik napas panjang, memantapkan hatinya untuk mengubur rahasia ini sedalam mungkin.
Baginya, siapapun ayah dari bayinya hanyalah masa lalu yang pahit,
dan mulai detik ini, masa depannya hanya ada pada bayi ini.
"Mulai sekarang, kita lupakan saja siapa ayahmu. Dia tidak perlu tahu kamu ada, dan kamu tidak perlu tahu siapa dia.
Ibu akan mencukupkan segalanya untukmu," ucap Zevanya dengan nada penuh tekad.
Ia mencium kening bayinya lama.
"Ibu akan menamakanmu Arsen Adistira.
Arsen yang kuat, dan Adistira yang berarti cahaya.
Kamu akan menjadi cahaya di hidup Ibu yang redup ini."
Zevanya menatap ke arah jendela rumah sakit yang masih basah oleh sisa hujan.
Di dalam hatinya, ia sudah menyusun rencana.
Begitu kondisinya pulih dan jahitan pasca persalinannya mengering,
ia akan berhenti bekerja dan mengambil seluruh tabungannya,
Untuk membuka usaha sendiri agar bisa selalu menjaga bayi nya arsen adistira.
"Tidurlah yang nyenyak, Arsen. Dunia luar mungkin keras, tapi tangan Ibu akan selalu menjagamu." ucap zevanya
gas terus sampai mereka bersatu..💪💪💪