NovelToon NovelToon
- Believe In Magic -

- Believe In Magic -

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Akademi Sihir / Reinkarnasi
Popularitas:226
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Sihirnya tajam, hampir terlalu sempurna untuk usianya. Mantra yang lain pelajari selama bertahun-tahun, ia pahami hanya dalam hitungan detik. Namun, setiap kilau kekuatan yang ia tunjukkan justru menjadi bayangan yang menjauhkannya dari yang lain.

Mereka menyebutnya dingin.
Mereka menyebutnya sombong.

Padahal, yang tak pernah mereka lihat adalah badai sunyi yang ia peluk sendirian.

Evelyn tidak pernah memilih untuk menjadi berbeda. Tapi sihir di dalam dirinya… terasa seperti sesuatu yang hidup—berdenyut, berbisik, seolah menyimpan rahasia yang bahkan ia sendiri takut untuk sentuh.

Dan di balik tatapan tenangnya, tersembunyi pertanyaan yang terus mengendap:

Apakah ia mengendalikan sihir itu… atau justru sedang perlahan dikuasai olehnya?


- Believe in magic -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Rasa apa ini?

Pagi, mulai merayap di kota — Matahari memancarkan sinar hangatnya. angin sejuk semilir terasa di balkon, Laura berdiri menatap orang-orang yang berlalu lalang sedang berkerja di bawah.

Begitu menyejukan hati nya sekali, ia menatap kosong ke arah matahari yang memancarkan cahaya berwarna kekuningan lembut cahayanya menghangatkan dunia. Laura memejamkan matanya, satu hal yang tidak pernah ia rasakan kala di dunia sihir

Ketenangan, di dunia sana hanya ada ambisi bisa menjadi apa yang orang lain lakukan. Paksaan kekerasan — Laura membuka pelupuk matanya perlahan-lahan, menyesuaikan sinar matahari dengan retinanya " Indah, sekali ciptaan tuhan satu ini... Aku terpikat dan terpesona! " Katanya

Ia, tersenyum lembut matanya berbinar penuh semangat saat ia berbalik betapa terkejut nya dirinya saat melihat sosok yang membuatnya terkatuk reling balkon. Sosok tersebut membuatnya sangat terpojok,

Laura, mendorong — Dada bidang Martin hingga punggung tersebut menabrak pintu balkon. Laura menegakkan punggung nya

" Buat kaget saja!, " Kesal Laura, Martin tidak mempedulikan gadis tersebut — ia menegakkan punggung nya. Lalu berdiri di samping nya, " Di cariin, mama tuh dasar menantu kesayangan! " Kata Martin penuh sindiran

" Maksud kamu apa? " Tanya Laura menatap Martin, " Ck!, gitu aja ngga tahu! " Sunggut Martin saat Martin, ingin beranjak dari balkon. Gerakan nya tercekat karena tangan Laura,

" Sebentar!, kenapa kamu menjauh dari aku?... Aku salah apa sama kamu? " Tanya Laura matanya mulai berkaca-kaca. Martin menatap intens lalu menepis kasar tangan Laura,

" Martin! " Panggilan tersebut membuat tubuh menjulang tinggi, yang memungungi Laura terhenti. " Kalau aku ada salah, bilang aja"

" Ck!, muka dua! " Cemooh Martin lalu melengos.

" Sayang, makan yang banyak biarkan aja si Martin jangan di peduli kan! " Kata Nyonya Quenza menatap tulus Laura. Yang tersenyum lembut ke dirinya " Ya ma makasih "

" Oh ya sayang, nanti kamu ikut sama si kulkas ke kantor biar dia perkenalkan kamu sebagai istrinya! " Kata Nyonya Quenza

" Eh, apa-apaan sih ma kenapa dia diajak dia itu kaya anak kecil kalau ke kantor ku! "

" Martin! " Tekan Nyonya Quenza membuat Martin menghela napas panjang,

" Ma, mama kan tahu kantor adalah tempat para manusia berkerja bukan tempat Anak ini main! " Jelas Martin dengan suara berat

" Ma, ngga usah ngga apa-apa aku juga ngga mau ikut Martin ke kantor " Kata Laura dengan suara pelan Membuat Nyonya Quenza menatap nya lekat.

" Sayang, sebelumnya kamu tidak pernah loh bantah mama kenapa sekarang kamu sering bantah mama?. Mama mau kamu ikut sama Martin! " Kata Nyonya Quenza Matanya menatap keduanya penuh harap,

" Baiklah, " Martin beranjak dari tempat duduknya ia melirik dengan ekor matanya ke Laura yang asik mengunyah tanpa mempedulikan dirinya,

" Hei, kamu mau ikut atau tidak? " Tanya Martin membuat Laura menoleh dengan mulut yang penuh makanan.

" Kemana? " Tanya lagi dirinya

" Ke hutan! "

" Eh? "

" Ke kantor sayang, cepat minum susu habis itu pergi sama Martin " Perintah Nyonya Quenza senyuman bahagia mengembang di bibirnya.

" Aku pamit ma! " Laura bangkit dari duduknya, ia menundukkan kepalanya hormat Ia menyusul Martin yang memang dasarnya jalannya cepat.

" Martin! " Pekik Laura ia berlari ke arah lelaki tersebut. Tubuhnya hampir menabrak punggung tinggi Martin karena tetiba Martin berhenti untung dirinya, sempat kontrol dulu

Tubuh menjulang tinggi tersebut berbalik, menatap gadis berambut pirang panjang dengan mata elangnya yang seolah menguliti wanita tersebut.

" Kamu, " Tunjuknya pada Laura membuat detak jantung Laura tidak karuan.

" Di bagasi!, saya paling tidak suka sekali satu mobil sama gadis! " Kata Martin lalu masuk ke dalam mobil yang sudah di buka kan pintu nya oleh. Asistennya

" Martin maksud kamu apa? " Tanya Laura setelah terdiam beberapa saat

" Anto, buka pintu bagasi untuk dia masuk! " Perintah Martin kepada lelaki berusia dua puluh lima tahun tersebut.

" Tapi, Tuan muda dia istrimu "

" Saya tidak peduli! " Katanya dingin. Membuat Anto langsung menutup pintu mobil belakang ia berjalan ke belakang mobil,

Lalu membuka kan pintu bagasi, membuat Laura meneguk Silvia nya

" Silakan masuk nyonya muda , Hati-hati kepalanya! "

" Terimakasih, pak Anto" Kata Laura ia tersenyum tulus. Lalu masuk ke dalam Bagasi yang memang sudah tidak ada barang-barangnya,

" Sama-sama, Nyonya muda ! " Dengan hati-hati Anto menutup pintu bagasi. Ia hanya bisa menghela napas kasar melihat atasan nya itu memperlakukan sang istri,

Laura, tersenyum senang ia tidak pernah merasakan sebahagia ini saat dirinya ada di dunia sihir. Ia tidak pernah yang namanya duduk di bagasi mobil,

"Martin, aku lebih suka duduk disini ketimbang sama kamu di depan! " Katanya asal ceplas-ceplos

" Maksud kamu? " Tanya Martin tanpa menoleh ketegangan mengelilingi mereka. Membuat Anto yang sedang menyetir was-was.

" Kalau duduk sama kamu dingin, kalau duduk disini hangat! " Ungkapnya

Membuat Anto, harus siap-siap tidak tertawa lepas kala mendengar perkataan majikannya tersebut. Dada Martin naik turun melambangkan dirinya benar-benar sedang marah dengan gadis tersebut,

" Sial! "Gumamnya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!