NovelToon NovelToon
Bayangkan Di Rumah Sendiri

Bayangkan Di Rumah Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Di balik kemewahan mansion Omerly, Zerya Clarissa Omerly hidup dalam dunia yang tak pernah memberinya hangat. Prestasi dihitung sebagai kewajiban, senyum dihargai sebagai topeng, dan setiap kata bisa menjadi kesalahan.
Hingga suatu malam di sebuah kafe, Zerya bertemu seorang pria yang bertolak belakang dengan dunianya—Javian Arka Talandra, CEO yang dingin namun misterius. Satu pertemuan itu membuat Javian merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan di rumahnya yang hangat: rasa ingin tahu… dan rasa ingin melindungi.
Saat kedua keluarga bertemu dalam pertemuan bisnis, topeng Zerya mulai retak. Perlahan, Javian menyadari bahwa di balik penampilan sempurna, ada rahasia dan luka yang selama ini tersembunyi. Kini, di tengah intrik keluarga, ambisi, dan ekspektasi yang menekan, Zerya harus menemukan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri—atau terus tersesat di bayangan rumahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Bayang-Bayang Sang Ayah

Kemenangan di forum investor elit ternyata hanya tenang sebelum badai. Dua hari berlalu tanpa artikel baru dari The Financial Sentinel, sebuah keheningan yang justru membuat Javian semakin waspada. Dia tahu Julian Vane tidak akan mundur begitu saja.

Zerya sedang berada di ruang kerja suite-nya saat sebuah email masuk ke inbox pribadinya. Bukan email kerja. Itu email anonim dengan lampiran foto-foto lama dan dokumen bertahun-tahun yang lalu.

Zerya membuka lampiran itu, dan napasnya tercekat.

Itu adalah dokumen internal yang menunjukkan bahwa proyek reklamasi yang dulu sempat dihentikan—proyek yang sekarang digantikan oleh CSR Talandra—ternyata didanai melalui suap yang dilakukan oleh Aldric Omerly. Foto-foto menunjukkan Aldric sedang bersalaman dengan pejabat yang terlibat suap.

Di bawah dokumen itu ada pesan singkat:

"Dunia mengira Anda berlian, Zerya. Tapi kau hanyalah warisan lumpur dari ayahmu. Apakah Javian tahu dia membiayai proyek yang dibangun di atas uang suap?"

Serangan personal. Julian tidak menyerang profesionalisme Zerya hari ini; dia menyerang integritasnya.

Zerya keluar dari kamarnya dengan wajah pucat. Ia menemukan Javian sedang berbicara di telepon di ruang tamu. Pria itu tampak tegang, alisnya bertaut.

"Saya tidak peduli dengan sahamnya saat ini, fokus pada keamanan sistem," Javian menutup telepon dengan kasar.

"Ada masalah?" tanya Zerya pelan.

Javian menoleh. Dia melihat ekspresi Zerya dan tahu ada sesuatu yang terjadi. "Apa itu?"

Zerya menyerahkan ponselnya. Javian membaca email tersebut, rahangnya mengeras. Ia tidak tampak terkejut, lebih ke arah marah karena Julian menyerang terlalu personal.

"Dia tidak menggunakan media publik," Javian menganalisis dengan cepat. "Dia mengirim ini ke daftar investor elit kita. Dia ingin kita kehilangan dukungan dari akar rumput."

"Julian benar, Tuan Javian," suara Zerya bergetar. "Saya adalah bagian dari keluarga Omerly. Uang suap itu mungkin saja ada di proyek ini tanpa saya sadari. Saya... saya tidak bisa memimpin roadshow besok."

Javian berjalan mendekati Zerya. Ia tidak memeluknya, tapi berdiri cukup dekat untuk memberikan rasa aman.

"Zerya, dengarkan saya," suara Javian berat namun tegas. "Keluarga Omerly mungkin kotor, tapi Kau bukan uang suap itu. Julian mencoba membuat Kau merasa bersalah atas dosa Ayahmu untuk menghancurkan percaya diri mu."

"Tapi investor tidak akan peduli bedanya!"

"Saya peduli," potong Javian dingin. "Saya menyelidiki latar belakang Anda sebelum menandatangani kontrak ini. Saya tahu Aldric kotor. Tapi saya juga tahu Anda menghabiskan lima tahun terakhir berusaha memperbaiki kesalahan Omerly Group tanpa disadari siapa pun."

Zerya menatap Javian dengan tidak percaya. Pria ini... menyelidikinya?

"Apa rencana kita?" tanya Zerya, menenangkan napasnya.

Javian menatap layar ponsel, memikirkan langkah selanjutnya. "Kita tidak membantah dokumen itu. Kita membingkainya ulang. Besok, saat roadshow, Anda akan mengakui kesalahan masa lalu Omerly, tapi tunjukkan bahwa proyek CSR ini adalah penebusan dosa Anda yang sebenarnya."

"Itu berisiko," bisik Zerya.

"Benar. Tapi itulah bedanya pemimpin dan boneka," Javian menatap mata Zerya lurus-lurus. "Boneka akan lari dan bersembunyi. Pemimpin akan berdiri di depan badai dan menghadapinya. Anda ingin dihancurkan oleh bayang-bayang Aldric, atau keluar darinya?"

Zerya merasakan kekuatannya kembali. Ia tahu ini adalah ujian terberatnya.

"Saya akan berdiri di depan badai," jawab Zerya mantap.

Javian mengangguk. "Tidur yang cukup. Besok, kita buat Julian Vane menyesal telah mencampurkan urusan keluarga ke dalam bisnis ini."

1
Iqlima Al Jazira
next thor, kopi & vote untukmu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!