Yan Chen ,Penguasa dewa tertinggi merasa hidupnya sudah mencapai akhir, ia kemudian memberikan kekuasaannya kepada muridnya yang paling ia percaya ,Ling Yan ,setelah itu ia berwasiat kepada muridnya untuk tidak membuka segel iblis di gunung Immortal.
Sang murid yang sudah mendapatkan amanat itu mematuhinya dan mengantarkan sang master untuk terakhir kalinya ,sebelum kematiannya ,Yan Chen memberi nasihat untuk muridnya agar ia tidak si makamkan melainkan di baringkan di atas ujung dunia dewa.
Sang murid juga mematuhinya dan setelah kematiannya, secara tidak terduga segel iblis di gunung Immortal terbuka ,hal itu karena desakan dari beberapa murid Junior lain di bawahnya dan akhirnya karena segel telah terbuka ,alam Dewa menjadi kacau dan Ling Yan orang pertama yang menjadi korban dari kekacauan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17 jebakan dan keberhasilannya
Matanya yang sipit melebar hingga terlihat bola matanya, ia mengerti semua yang menjadi mayat menumpuk di hadapannya itu.
" aduh bagaimana mereka tahu tentang para pejuang dari negara Cao dan semua ini adalah mata mata Cao " Matanya yang kecil menoleh ke arah bukit yang tampak biasa biasa saja ,namun ia tahu bahwa bukit itu adalah kunci bagaimana mayat mayat yang menggunung itu berada di depannya.
Di kejauhan terlihat wanita cantik menatap ke arah walikota Fuhan, seringai bibirnya sangat lebar dan sungguh menakutkan.
" hehehe... ternyata perkiraan Chen Gege benar ...!" Gumamnya terkekeh kejam.
Segera ia kembali ke atas bukit dan memberi tahu pasukan untuk bersiaga dengan cepat ,karena serangan terakhir akan datang tidak lama lagi.
Berita tersebut di sambut dengan antusias oleh para prajurit dari sekte Sword Mount, mereka semua sudah tidak tahan untuk melihat darah dan menghasilkan poin kontribusi sekte.
Semangat mereka terlihat membara dan hal itu membuat Yan Chen yang ada di tepi jurang sedikit menggelengkan kepala.
" mereka belum tahu bagaimana Medan perang Xian berdarah ..." gumamnya menatap ke arah benteng tembok perbatasan utara yang terlihat sudah berwarna coklat tua ,seperti sudah tidak terawat dan di mana mana sudah banyak lubang yang terlihat jelas dari atas bukit.
" jaring dan minyak tanah saja tidak cukup , apakah aku harus mencari pengendali elemen tanah dan membuat lubang bayangan, " pikirnya, matanya menoleh ke arah beberapa pemuda dan juga gadis yang terlihat berlatih serius .
Ia segera menghampiri Yun Qingyi yang sedang mempersiapkan strategi perang terakhir dan juga awal dari perang yang akan panjang itu.
" Chen Gege ada apa ?"
" Qingyi, tanyakan ke beberapa orang apakah ada yang memiliki keahlian elemen tanah dan api ?"
" ohh baik...!"
Yun Qingyi segera mengumpulkan para pemimpin regu masing masing dari pasukan 1000 orang itu, dan menanyakan tentang keberadaan para pengendali elemen api dan tanah.
Tak lama kemudian, muncul lima orang pemuda yang memiliki kekuatan elemen api dan juga tanah, Yan Chen tidak menunggu lama dan menjelaskan tujuannya untuk menggunakan para elemen api dan tanah untuk membuat lubang hitam bayangan dan juga kegunaannya.
" ketua regu Chen ,apakah itu efisien bila dilakukan di sekitar benteng tembok yang panjang itu?"
" ketua regu Yu ,jangan khawatir, aku jaminannya ,bila tidak berhasil maka akan ada opsi kedua dan itu merupakan hasil dari penelitian pribadi saya terhadap benteng tembok kota Fuhan itu " kata Yan Chen dengan tenang.
" tapi kami tidak bisa menjamin hasilnya memuaskan ketua regu Chen ,bila ada kegagalan jangan salahkan kami yang bertugas !"
" tidak masalah ... tenang saja ,aku tidak akan menyalahkan kalian , "
Yan Chen tahu bahwa mereka para pasukan seribu orang itu meragukan kepemimpinannya, mereka takut bilamana dirinya akan memanfaatkan mereka untuk melarikan diri,di saat keadaan mendesak dan kalah.
Segera lima orang pengendali tanah dan api bersiap untuk berangkat ke tembok kota di bawah bukit sana, kelima pemuda itu tampak diam dan tidak berkomentar banyak dan mengikuti langkah Yan Chen yang sudah berjalan menuju benteng kota Fuhan.
Sampai di sana mereka semua melihat Yan Chen sudah membentuk beberapa posisi dan secara perlahan mereka mulai mengerti ,pandangan mata mereka mulai berubah saat melihat bagaimana Yan Chen berhasil membentuk segel dan juga tempat yang tepat untuk menggambarkan bagaimana caranya agar para pengguna elemen tanah dan api bisa menggunakan teknik kekuatan dengan kekuatan ganda .
" ketua regu Chen ,saya meminta maaf atas pandangan kami semua, saya kira ketua regu Chen tidak tahu tentang formasi serangan ternyata sangat mahir " ucap salah satu pemuda berelemen tanah dengan menundukan badannya.
" tidak perlu sungkan ,kita juga sama sama rekan satu sekte ,tidak perlu dipikirkan " kata Yan Chen dengan enteng .kedua tangannya meletakan posisi ledakan api dan pemuda yang memiliki elemen api secara cepat mengisinya dengan energi api.
Setelah dirasa cukup ,Yan Chen dan lainnya kembali ke atas bukit, menunggu bagaimana reaksi yang akan ditimbulkan oleh jebakan jebakan yang mereka pasang.
Keesokan harinya ,matahari bersinar indah dan sangat terang, menyapa seluruh penduduk yang tinggal di sekitar benteng utara yang masih diselimuti kabut tebal pegunungan.
Teng
Teng.
Tiba tiba lonceng gerbang utara berdentang dengan keras ,suaranya menyadarkan semua orang bahwa akan ada serangan besar besaran yang datang dari luar benteng utara .
Semua warga sudah ketakutan mereka segera kembali ke kediamannya masing masing ,menunggu bagaimana reaksi dari pasukan penjaga keamanan perbatasan utara, apakah mereka akan melakukan pertahanan secara menyeluruh atau diam dan membiarkan pasukan asing dari utara masuk secara leluasa.
Di atas bukit dengan kota Fuhan, sepasang pria dam wanita memandang minat ke arah benteng utara, menunggu apakah pasukan asing Cao akan menyerang secara cepat atau hanya pengintaian.
Di kejauhan terdengar suara gemuruh yang sangat keras ,suara gemuruh tersebut muncul beberapa menit setelah lonceng gerbang kota Fuhan berbunyi .
" hahahaha... kali ini negara Cao kita akan Makmur, tidak ada lagi yang bisa menghentikan kavaleri khusus Khamir khan ," teriak seorang pria dengan pakaian khas suku utara ,matanya yang tajam bisa melihat bahwa benteng utara sudah rapuh dan tidak bisa lagi dipertahankan.
" jenderal Bei Shou ,hati hati ,kita tidak tahu kalau di sekitar benteng ada jebakan ,".
" Penasihat perang, Hun Tian ,jangan khawatir ,ini hanya benteng yang tidak memiliki pasukan tetap, kita telah menerima berita bahwa hanya ada lima ribu pasukan penjaga benteng utara dan kita telah membawa sepuluh ribu pasukan gabungan kavaleri dan infanteri " ucapnya dengan wajah sombong.
Sang Penasihat langsung terdiam ,pandangan matanya tertuju ke arah benteng utara yang akan mereka kuasai ,ada rasa ragu ragu dan khawatir dalam pandangan matanya itu ,namun karena ia hanya Penasihat, tidak memiliki wewenang untuk memberikan perintah,hanya memiliki tugas sebagai pengatur strategi perang saja.
Ucapan Penasihat militer langsung terbukti nyata ,saat sebagian pasukan sudah masuk ke dalam benteng ,di tengah tengah, tiba tiba terjadi ledakan besar dan menghancurkan benteng utara sedemikian rupa.
Duarrrrhhh....
Ledakan tersebut membuat pasukan asing yang sudah masuk menjadi kalang kabut, karena mereka melihat di sekelilingnya banyak api dan juga tanah runcing ,bahkan saat ada beberapa perwira militer mencoba terbang ,mereka tidak bisa karena formasi tanah mengekang mereka secara langsung.
" jenderal Shou ,kita tidak bisa keluar ,bagaimana ini ,maju atau mundur ?" Seorang perwira militer menoleh ke arah komandan militer mereka yang sudah penuh dengan lumpur yang keras dan panas.
" tidak bisa mundur ,dengan sekuat tenaga kita harus menembus blokade jebakan sialan ini " teriaknya dengan mata memerah ,ada rasa marah dan juga malu di wajahnya, marah karena merasa bahwa dirinya secara cepat telah menghancurkan pasukannya yang ada di belakang, malu karena tidak bisa menerobos cepat jebakan yang menghalangi mereka semua.
" siapa yang memiliki kekuatan elemen air ,segera padamkan apinya dan hancurkan tanah keras ini "
" siap !"