NovelToon NovelToon
Ibu Susu Sambung

Ibu Susu Sambung

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Ibu susu / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: phoebeee

Luna Amara Kaito adalah wanita cantik yang hidupnya hancur karena dosa masa lalu kakaknya. Karena kesalahan itu, ia dipaksa menikah dengan Galen Arlan Wilson, pria tampan namun berhati dingin dari keluarga yang menuntut balas. Bagi keluarga Wilson, pernikahan itu bukan cinta, melainkan hukuman.

Galen yang memiliki pesona luar biasa tapi penuh amarah memperlakukan Luna dengan kejam. Ia memaksa Luna menjadi ibu susu sambung bagi bayi mungilnya meski Luna belum pernah melahirkan.

Namun segalanya berubah pada suatu malam ketika Galen merenggut kehormatan Luna. Sejak malam itu, Luna hidup dalam ketakutan. Ia takut hamil, takut masa depan, dan takut pada suaminya sendiri.

Hingga suatu keajaiban datang, membawa kebenaran yang selama ini tersembunyi. Luna akhirnya mengetahui bahwa perbuatan kakaknya jauh lebih kejam dari yang ia bayangkan. Dan satu fakta mengejutkan, bayi yang selama ini ia rawat ternyata anak kandung Kakanya.

Apakah itu anak kandung Galen juga? akankah luluh pada Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phoebeee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Imunisasi Bersama

Suasana di meja makan sangatlah canggung dan ia terpaksa berada ada di sini, jika saja Galen tidak memaksanya untuk tetap berada di sini mungkin ia memilih pergi.

“Kamu tetap makan di dapur” tunjuk Yura

Tangan Luna terhenti menyuapi Regan, ia terdiam sejenak melihat Yura menatapnya tidak senang dan angkuh. Luna menganggukan kepalanya, ia tahu kok kenapa ia berada di sini.

Ia di sini juga hanya ingin menyuapi bubur kepada Regan.

Luna menoleh ke arah Galen yang hanya diam. terlihat sama sekali tidak terganggu sama sekali.

“Kamu harus menangin tender ini. Jangan sampai gagal”

Luna menoleh ke arah Yura yang berbicara kepada Galen. Pria itu sama sekali tidak terusik, ia melanjutkan makananya sama sekali tidak terganggu atau membalas ujaran Mamanya

“Jangan seperti kemarin. Kamu selalu gagal, kapan kamu bikin Mama bangga? Kamu beda banget sama Ayah dan Kakak kamu”

Ctakk

Suasana seketika menegang ketika terdengar suara sendok berdeting keras. Luna sontak melihat ke arah Galen yang terdiam, namun bahunya menegang, rahangnya mengeras dan nafasnya memburu berusaha menahan untuk tetap tenang. Mata coklat terang tajamnya membara, membakar sekitar, namun pria itu berusaha menahannya.

Kakak?

Galen memiliki Kakak?

Galen berdiri dari tempat duduknya, Luna menatap Galen dengan bingung bercampur takut.

Wajah pria itu sangat mengintimidasi

Apa yang akan dilakukan oleh Galen? Luna melihat bagaimana mata tajam Galen menoleh sejenak ke arah Mamanya namun hanya diam, tidak ada marah, sedih maupun kecewa melainkan hanya tatapan datar.

Tatapan yang tak memiliki emosi.

“Berdirilah”

Luna tersentak, matanya mengikuti Galen yang mengambil Regan dari high chairnya dan menggendongnya. Luna seketika berdiri sesuai perintah Galen, Yura menatap Galen tidak senang.

“Mau kemana kamu bawa Regan?” tanya Yura dengan berteriak.

Galen menghentikan langkahnya, ia membalikan badan menatap Mamanya dengan datar. “Apa Mama lupa jadwal kontrol ulang dan imunisasi cucu Mama?” sarkas Galen

Yura membisu tidak mampu membalas sarkasan Galen. Melihat keterdiaman Mama membuat Galen sadar akan satu hal.

Ternyata benar, dugaanya.

Galen kembali membalikkan badanya, berjalan menuju keluar.

Namun langkahnya terhenti, ia merasa ada yang tertinggal. Ia menunduk melihat bagaimana Regan bergerak gelisah di pangkuannya, tangan mungilnya terulur ke belakang berusaha mengapai sesuatu dibelakang, ke arah Luna.

Galen menoleh ke belakang.

Jadi sedari tadi Luna tidak mengikutinya?

“Mama ikut” ujar Yura dengan tiba-tiba. Ia tidak mau Galen dan Regan terlalu lengket kepada Luna. Ia tidak akan membiarkan itu.

Galen berjalan mendekat ke arah Luna dan menarik tangan wanita itu dengan cepat. Galen menoleh ke samping mengatakan, “Tidak perlu. Mama lupa kalau jadwal hari ini Mama arisan ke rumah Tante Vera?”

Siapa yang memberitahu Galen?

Bagaimana Galen bisa tahu?

Galen mengabaikan wajah keterkejutan Mamanya, ia menarik tangan Luna menuju keluar rumah. Ia menunduk saat merasakan pergerakan senang Regan yang bertepuk tangan melihat Luna ikut bersamanya.

“Apa Regan sangat sayang sekali dengan Luna?” batin Galen

Sampailah mereka di mobil hitam mahal milik Galen. Ia hanya mengikuti Galen kemana ia akan membawa Luna.

Luna dengan sigap menerima Regan digendonganya ketika Galen memberikannya. Galen masuk lebih dahulu ke dalam mobil meninggalkan Luna dalam keterbingungan.

Jadi ia ikut?

Dimana ia duduk? Depan? ah tidak mungkin, sangat tidak sopan sama sekali.

Luna membuka pintu belakang, ia hendak duduk namun suara Galen terlebih dahulu menghalanginya.

“Kamu kira saya supir kamu?”

Luna menatap Galen dengan bingung, apakah ia melakukan kesalahan?

Melihat kebingungan Luna membuat Galen geram. Bagaimana bisa wanita ini lemot sekali?

“Depan!” ujar Galen singkat

Luna menunduk melihat Regan yang sangat senang digendonganya. Apa maksud Galen, ia duduk di depan? Ah mungkin maksud Galen adalah Regan.

Luna membuka pintu depan meletakkan Regan di kursi memastikan Regan di kursi samping Galen memakaikannya sabuk pengaman. Dahi Galen berkerut bingung melihat tingkah Luna, apa yang sebenarnya yang dilakukan oleh wanita ini?

Mendudukan balita mungil itu di kursi sampingnya? Sendiri???!!

Mata Galen terbelalak saat melihat Luna menutup pintu depan, meninggalkan Regan di kursi samping sedangkan wanita itu membuka pintu belakang dan hendak duduk.

Are you kidding me?!!!

Galen semakin shock melihat wanita itu duduk dengan polos dan tenang di belakang. “Are you serious?? Kamu kira saya supir kamu, hah? Depan!” ujar Galen dengan geram

“Gapapa aku duduk depan?” tanya Luna dengan naif menunjuk dirinya sendiri.

Galen mengusap wajahnya dengan kasar, bagaimana bisa Luna sangat lemot sekali. Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar mengatakan, “Cepat duduk depan!”

Luna mengangguk cepat, ia bergegas berdiri saat melihat wajah Galen sudah memerah menahan amarah, rahangnya mengeras. Ia duduk di samping Galen dan menggendongnya Regan di pangkuannya.

Galen menoleh ke samping melihat Luna yang sudah aman menggendong Regan di pangkuannya.

Jalanan dipagi hari ini terbilang padat seperti biasanya. Lampu merah tepat mereka berhenti, Galen menatap lurus ke depan namun ia teralihkan saat mendengar tawa.

“Hahahaha, geli ya humm? Humm Regan harumm, badan Regan juga udah makin berat hih” ujar Luna mengangkat Regan di gendonganya dan mencium seluruh wajah Regan.

Bayi kecil itu berteriak ketawa khas bayinya. Galen terpana melihat mereka berdua terlihat sangat akrab, hingga tidak sadar lampu sudah berwarna hijau.

“Galen, lampunya udah hijau” ujar Luna

Galen tersentak, ia dengan cepat mengalihkan pandanganya fokus ke depan ke arah jalan. Sial, bagaimana bisa ia menjadi tidak fokus seperti ini.

1
OneFold
mana kelanjutannya thor? lumutan ini nungguin dr 2025
Mecca Delsa
Up banyak dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!