NovelToon NovelToon
Arumi

Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​Dicap sebagai janda rendahan, dipermainkan oleh pria tak bertanggung jawab, dan dicemooh oleh keluarga sendiri karena kemiskinannya, Arumi memiliki segalanya untuk hancur. Namun, Arumi memilih untuk bangkit dari abu.

​Ia mematikan hatinya, menolak bantuan siapa pun, dan bekerja dalam diam hingga namanya disegani.

Saat ia kembali, ia tidak datang untuk memohon. Ia datang untuk menagih setiap air mata yang pernah ia jatuhkan.

​Karena pembalasan yang paling manis adalah kesuksesan yang membuat musuhmu tidak mampu lagi menatap matamu.

Kita Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Arumi.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33

Suara deru mesin mobil Bram perlahan menghilang, menyatu dengan bisingnya jalan raya di depan ruko A.R Design. Arumi masih berdiri di dekat jendela, jemarinya mematung di atas bingkai kayu yang terasa dingin.

Sinar matahari pagi yang mulai meninggi menerpa wajahnya, menyinari rona merah tipis yang sejak tadi berusaha ia sembunyikan di balik cangkir kopi.

"Ehem. Sepertinya jendelanya lebih menarik daripada tumpukan kain sutra organik di bawah, ya?" sebuah suara serak dan penuh seloroh membuyarkan lamunan Arumi.

Arumi tersentuh kecil, lalu berbalik dengan cepat. Madam Ling berdiri di ambang pintu ruang kerja sambil bersedekap. Di wajahnya yang dihiasi riasan tipis khas wanita matang berkelas, tersungging senyum miring yang sangat faham akan situasi.

"Madam," panggil Arumi, mencoba menetralkan nada suaranya agar kembali datar seperti seorang direktur yang profesional. "Saya hanya sedang memastikan cuaca hari ini cukup baik untuk pengiriman barang ke gudang pusat Nusantara Galeria."

"Oh, tentu saja. Cuaca hari ini sangat cerah, secerah senyuman pemuda bermobil biru laut itu," goda Madam Ling lagi sambil berjalan mendekat, lalu meletakkan sebuah buku catatan keuangan di atas meja jati. "Arumi, kamu bisa membohongi seluruh majalah mode dengan wajah tenangmu itu. Tapi kamu tidak bisa membohongi orang tua yang sudah makan asam garam kehidupan sepertiku. Ada riak yang berbeda di matamu sejak kemarin malam."

Arumi menghela napas panjang, memutuskan untuk duduk di kursi kerjanya. Ia melipat tangan di atas meja, menatap lurus pada Madam Ling dengan tatapan defensif, gaya khasnya setiap kali ada hal yang mulai mengusik zona nyamannya.

"Madam, Bram hanya seorang mitra bisnis yang sangat bertanggung jawab. Dia kebetulan ada di saat Kirana membutuhkan pertolongan. Rasa kagum saya padanya murni karena dedikasinya pada Green Fibers, tidak lebih." Arumi berucap tegas, seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri daripada meyakinkan wanita tua di depannya.

Madam Ling terkekeh pelan, lalu menepuk pundak Arumi dengan kelembutan seorang ibu. "Mengagumi seseorang yang memperlakukan anakmu seperti permata itu bukan kejahatan, Arumi. Kamu adalah wanita yang mandiri, kamu janda yang sukses membangun kerajaanmu sendiri dari nol setelah dihancurkan. Tapi ingat, menjadi tangguh bukan berarti kamu harus menutup rapat pintu hatimu hingga menjadi batu."

Setelah mengucapkan kalimat yang cukup menohok itu, Madam Ling berbalik pergi, meninggalkan Arumi yang kembali termenung.

Arumi menatap jemarinya sendiri. Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ia tahu ia sedang berbohong. Ada getaran aneh yang menolak mati setiap kali Bram menyebut kata kita.

Namun, trauma masa lalu dengan Reza yang penuh kebohongan dan tekanan dari keluarga besarnya dahulu, bertindak seperti jangkar berat yang menahan langkahnya untuk merasa... bahagia.

Sementara itu, di lantai bawah, suasana workshop justru terasa sangat kontras. Pasukan Jarum, para janda yang kini menggantungkan harapan hidup mereka pada jarum dan benang A.R Design, sedang berada dalam puncak produktivitas.

Pengumuman resmi dari Nusantara Galeria di surat kabar pagi ini laksana bensin yang menyiram api semangat mereka.

"Mbak Lastri, lihat ini!" Shinta menunjukkan layar ponselnya dengan heboh saat jeda istirahat makan siang. "Di forum pencinta mode online, gaun putih gading kita yang dipajang di manekin depan Nusantara Galeria Sudirman sudah dapat ribuan komentar positif! Banyak yang bilang potongannya sangat jenius karena menyembunyikan kekurangan bentuk tubuh tapi tetap terlihat mewah!"

Mbak Lastri yang sedang memotong kain furing tersenyum bangga, dadanya membusung. "Tentu saja! Ibu Arumi itu kalau mendesain tidak pernah setengah-setengah. Dia memikirkan kenyamanan penggunanya. Tidak seperti desainer instan yang cuma menang nama tapi kainnya bikin gatal."

Di tengah keriuhan itu, sebuah mobil taksi berhenti di depan ruko. Langkah kaki dengan sepatu hak tinggi yang berbunyi nyaring, tok, tok, tok, mendekati pintu masuk workshop yang terbuka.

Suasana ruangan mendadak hening ketika sosok seorang wanita dengan gaun ketat bermotif macan tutul dan kacamata hitam besar melangkah masuk. Itu adalah Mbak Sari, salah satu anggota inti grup arisan Sosialita Elit yang dulu paling rajin mencibir Arumi saat awal-awal perceraiannya.

Mbak Lastri langsung berdiri, memegang gunting besarnya dengan posisi siaga, sementara Shinta dan pekerja lain saling berpandangan dengan sanksi.

"Oh... jadi ini toh tempatnya?" Mbak Sari menurunkan kacamata hitamnya ke ujung hidung, matanya berkeliling menilai ruko yang dipenuhi gulungan kain berkualitas tinggi. Nada suaranya terdengar berusaha ramah, namun ada kecanggungan yang kentara. "Arumi-nya ada?"

"Ibu Arumi sedang sibuk di atas, Bu," jawab Mbak Lastri dengan nada ketus yang sopan. "Ada keperluan apa, ya? Jika ingin memesan baju, antrean kami sudah penuh sampai bulan depan."

Mbak Sari berdehem, wajahnya agak memerah karena tersindir. "Eh, sebenarnya... saya ke sini bukan mau cari masalah, Jeng. Saya cuma mau melihat-lihat... dan, yah, kalau bisa mau pesan gaun untuk acara gala dinner minggu depan. Saya lihat di berita online, A.R Design sekarang jadi desainer utama Nusantara Galeria, ya? Hebat sekali si Arumi."

Dulu, Mbak Sari adalah orang pertama yang mengusir Arumi dari barisan kursi depan saat acara amal, menganggap status janda Arumi akan membawa sial.

Namun kini, melihat roda nasib Arumi yang melesat bak roket, ia datang dengan senyum menjilat demi bisa memamerkan gaun buatan A.R Design di kalangan sosialita lainnya.

Sebelum Mbak Lastri sempat membalas dengan kalimat yang lebih tajam, suara langkah kaki yang tenang terdengar dari arah tangga. Arumi turun dengan keanggunan yang natural. Ia telah melepas celemeknya, kini hanya mengenakan kemeja putih polos yang lengannya digulung rapi dan celana bahan hitam.

"Mbak Sari," panggil Arumi datar, namun tatapannya lurus memaku wanita di depan pintu itu.

Mbak Sari langsung tersenyum lebar, mencoba mendekat untuk mengecup pipi kanan dan kiri, tradisi palsu kalangan mereka. Namun, Arumi dengan halus mengambil satu langkah mundur, menjaga jarak yang sangat tegas.

"Eh, Arumi... duh, kamu pangling banget ya sekarang. Makin cantik dan sukses," puji Mbak Sari dengan tawa yang dipaksakan. "Ini lho, Mbak mau pesan gaun sutra yang seperti di koran tadi pagi. Buat dipakai di acara asosiasi pengusaha. Berapa pun harganya, Mbak bayar tunai deh!"

Arumi tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak memiliki kehangatan, namun penuh dengan wibawa seorang pemenang.

"Terima kasih atas kunjungannya, Mbak Sari," ucap Arumi dengan suara yang tenang namun terdengar sangat jelas di seluruh penjuru ruangan. "Tapi seperti yang dikatakan Mbak Lastri tadi, kapasitas produksi kami saat ini sepenuhnya didedikasikan untuk memenuhi kuota eksklusif Nusantara Galeria. Kami tidak menerima pesanan individu untuk sementara waktu. Terutama... untuk orang-orang yang dulu meragukan bahwa kain dari ruko kecil ini layak dipakai."

Kalimat terakhir Arumi diucapkan tanpa nada tinggi, namun rasanya seperti tamparan telak yang tak kasatmata bagi Mbak Sari. Wajah wanita sosialita itu langsung berubah merah padam. Ia tahu persis Arumi sedang menyindir kelakuannya di masa lalu.

"Arumi, kamu... kamu jangan sombong ya! Baru juga menang satu kontrak sudah merasa di atas angin!" sengat Mbak Sari yang mulai kehilangan muka di depan para pekerja penjahit.

"Saya tidak sombong, Mbak Sari. Saya hanya sedang memilih klien yang memiliki visi yang sama dengan nilai-nilai A.R Design, yaitu kejujuran dan saling menghargai," jawab Arumi tenang, lalu berbalik arah memunggungi Mbak Sari. "Mbak Lastri, tolong antar Mbak Sari keluar. Pintu ruko kita harus steril dari debu luar karena kita akan mulai membungkus kain sutra premium."

"Baik, Bu Arumi! Silakan lewat sini, Bu Sari yang terhormat," sahut Mbak Lastri dengan senyum kemenangan yang luar biasa lebar.

Mbak Sari menghentakkan kakinya dengan kesal, memakai kembali kacamata hitamnya dengan kasar, lalu melangkah pergi meninggalkan ruko dengan perasaan malu yang luar biasa.

Di dalam workshop, sorak-sorai tertahan dan tawa kecil para pekerja langsung pecah. Ini bukan sekadar penolakan klien, ini adalah simbol bahwa mereka, kini memiliki kekuatan penuh untuk menentukan harga diri mereka sendiri.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Dew666
💝💝💝💝
Patrish
kalau sudah mekar merona..pasti banyak semut yang datang...
enak saja mau minta gabung gabung..ngaca Buuu
Dew666
👄👄👄👄
Patrish
tulang selangka..itu bahu
tulang selangkang...itu diantara paha
beda ya thor..
Patrish
sudahlah Arumi...buka pelan pelan pintunya...tanpa suara derit...supaya semua tetap nyaman...
Patrish
Kirana permpuan kan ya?
Dew666
🪭🪭🪭🪭
Patrish
ayook Arumi....semangat.....ada pengagum baru..semangat❤❤
Patrish
Reza licik...menyerang anaknya sendiri
Yunita Asep
sudah tamatkah., ?
Yunita Asep
lanjuttkaaannn...
Yunita Asep
lanjuutt...
Yunita Asep
siiaaapp...
Yunita Asep
lanjuutt...
Yunita Asep
hebat euy.. Arumi... semangaatt..!!
Yunita Asep
woww kerreenn.. Arumi... lanjuutt...
Yunita Asep
thorr.. punya dendam ap y DindaRini kok julid amat gitu.. am Arum...
Yunita Asep
ah gk sanggup terus bcnya... thorr... tapi penasaran....
Yunita Asep
ya Allah sedihnya...
Yunita Asep
kasian Arumi thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!