Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17. Menerawang
Tepat di tengah malam, Nyonya Rita setelah melaksanakan sholat dua raka'at, dia menengadahkan kedua tangannya berdo'a memohon agar diberi petunjuk tentang keberadaan Putranya.
"Bismillaahi ya haadiyaddholaal wa rooddaddhoollati urdud ‘alaa dhoolatii bi’izzatika wa sulthoonika fa innahaa min ‘athoo`ika wa fadhlika."
Artinya : "Dengan menyebut nama Allah Wahai Pemberi Petunjuk kesesatan dan Yang Mengembalikan sesuatu yang hilang. Kembalikan lah kepadaku sesuatu yang hilang itu dengan sifat KemuliaanMu, KuasaMu dari pemberianMu dan anugerah Mu.
Nyonya Rita menangis didalam do'anya. Bermacam cara telah dia lakukan, untuk menemukan Putranya.
Nyonya Rita tetap yakin pada firasatnya kalau Ariel Putranya masih hidup, dia tidak akan percaya kalau Putranya telah tiada sebelum dia melihat jasadnya.
Sementara di pondok pesantren, Abah Ilham juga tidak berhenti berdo'a agar cucu kesayangannya kembali kepadanya.
Abah Ilham mulai menerawang, dia memejamkan kedua matanya sambil terus berzikir berharap Ariel muncul dalam terawangannya.
Tidak lama kemudian, Abah Ilham, atau Kiai Ilham menyudahi terawangannya, dia tersenyum dan menengadahkan kedua tangannya meminta terimakasih kepada Allah SWT atas petunjuk yang didapatkannya.
***
Keesokan pagi, seperti biasa, Ariel pergi bekerja, dia tetap semangat menjalani hidup, apa yang terjadi kemaren dia anggap sudah berlalu.
Bukan Ariel tidak mencintai Arumi, kalau soal cinta sampai saat ini dia masih menyimpan cinta dihatinya untuk Arumi, tapi Ariel pasrah diri, jika Arumi dan dirinya berjodoh pasti akan dipersatukan.
Jika sebaliknya Arumi bukan jodohnya, di ikhlas melepas Arumi, karena bagi Ariel mencintai hanya untuk membuat orang yang dicintainya bahagia.
Jadi Ariel rela melepas Arumi asalkan Arumi bahagia walaupun dirinya harus tersiksa melupakan orang yang kita cintai.
Ariel dengan semangat 46 pergi ke kota dengan mengendarai motor butut milik Pak Imran.
Ditengah jalan Arumi sudah menunggu Ariel, Arumi ingin minta maaf pada Ariel karena Abinya sudah menghina Ariel dan mempermalukan Ariel didepan orang banyak.
"Mas, Mas Nazriel, tolong berhenti sebentar, aku ingin bicara." Arumi menghentikan motor Ariel yang berjalan pelan.
Ariel yang melihat Arumi mengadang jalannya dia langsung menghentikan motornya.
"Ada apa Arumi, kenapa kamu berdiri ditengah jalan, bagaimana kalau tertabrak ?"
"Mas, aku sengaja menunggu Mas disini, aku ingin minta maaf soal kemaren, aku tidak menyangka kalau Abi akan menghina dan mempermalukan mas." Arumi sangat merasa bersalah.
"Oh, soal itu, tidak apa-apa, aku sudah melupakannya." Jawab Ariel sedikitpun tidak ada dendam dihatinya.
"Dan aku minta maaf sudah membuat mas kecewa, aku lupa kalau aku ada perjanjian dengan Abi soal Imamku yang bisa menghafal 30 juz Al Qur'an." Ucap Arumi lagi.
"Itu juga bukan salahmu, tapi aku yang tidak bisa, semua orang tua ingin yang terbaik untuk Anaknya, jadi aku ikhlas asalkan kamu bahagia dengannya." Jawab Ariel lagi.
"Setidaknya aku sudah mencoba, tapi aku gagal, anggap aja kita tidak berjodoh, sayangi dan hormati orang yang akan menjadi imammu, jangan pernah mengecewakannya." Pesan Ariel untuk Arumi.
"Kalau begitu aku pergi dulu takut telat." Ariel segera menghidup lagi motornya dan meninggalkan Arumi yang terpaku dengan kata-kata Ariel tadi.
Arumi hanya bisa menatap punggung Ariel dengan nanar, air matanya jatuh tidak terasa, Ariel benar-benar lelaki yang baik, sungguh beruntung wanita menjadi istrinya nanti. Pikir Arumi.
Arumi tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang melihat dia dan Ariel bertemu dan berbicara.
"Dari mana kamu, sudah jelas kemaren Reza yang bisa menghafal Al-Quran, kenapa, untuk apa lagi kmu bertemu dengan Anak tidak jelas itu ?" tanya Ustadz Amir sedikit emosi karena mendapat laporan kalau Arumi dan Ariel masih bertemu.
Arumi heran kenapa Abinya bisa tau kalau dia bertemu dengan Ariel tadi. Arumi mengira-ngira siapa orang yang memberitahu Abinya.
"Ini pasti Reza, selain dia tidak ada yang berani berbicara dengan Abinya." Gumam Arumi.
"Reza yang memberi tahu Abi 'kan, itu yang tidak aku suka, dia diam-diam mengikuti ku, dia juga tukang ngadu. Aku bertemu dengan mas Nazriel tadi karena aku mau minta maaf, dan mengakhiri hubungan kami dengan baik-baik." ujar Arumi.
"Untuk apa meminta maaf, semua sudah jelas, dia harus terima kalau dia tidak pantas untukmu, karena tidak bisa memenuhi syarat yang Abi berikan, kamu bersiap-siap, sebentar lagi kedua orang tua Reza akan datang." Ucap Ustadz Amir tegas.
"Untuk apa mereka datang lagi?" tanya Arumi, dia tidak suka pada kedua orang tua Reza, karena menurutnya kedua orang tua Reza sangat sombong.
"Apa maksudmu bertanya seperti itu, sudah jelas mereka datang ingin melamar mu, jika kamu masih menolak, Abi akan cap kamu Anak durhaka." Ancam Ustadz Amir membuat Arumi tidak berkutik.
Arumi tidak bisa membantah lagi, dia terpaksa menerima, apa lagi Abinya sudah mengancam seperti itu, Arumi paling takut kalau dikatakan Anak durhaka.
Arumi dengan kesal memasuki kamarnya, dia duduk termenung, memikirkan nasibnya yang harus menikah dengan orang yang tidak dicintainya.
Sementara di tempat lain Deril baru saja menerima telepon dari Kakeknya yaitu Kiyai Ilham, atau Abah Ilham.
Kiai Ilham mengatakan pada Deril tentang terawangnya tadi malam, dia menyuruh Deril mencari disepanjang sungai, karena menurut terawangnya Ariel sedang berada disebuah kampung, dia berada disebuah keluarga sederhana dalam keadaan hilang ingatan.
"Biak Kek, aku akan segera menyuruh anak buahku untuk mencari, jika nanti pekerjaanku sudah selesai, aku sendiri juga akan mencarinya." Jawab Deril, setelah itu Kiai Ilham memutuskan sambungan teleponnya.
Dirumah, Nyonya Rita juga bolak balik, dari pintu kedalam, dari dalam kepintu, kakinya sudah sangat gatal, dia ingin mencari sendiri Ariel setelah mendapatkan kabar dari Abahnya.
Namun dia tidak bisa, karena Deril sama sekali tidak mengizinkan dirinya kelelahan dengan alasan dia akan sakit kalau kelelahan.
Yang dikatakan Deril memang benar, mengingat dirinya sering sekali sakit beberapa bulan ini, jadi dia terpaksa harus menunggu kabar dari Deril dirumah.
Deril segera menghubungi Re, dia mengatakan apa yang barusan dikatakan oleh Kakeknya tadi kepada Re.
Re yang mendengar, dia langsung keperusahaan Deril, hatinya sudah senang karena mendapat petunjuk tentang keberadaan Ariel.
"Kalau Ariel berada di suatu tempat, kenapa dia tidak pulang?" tanya Re saat sudah Samapi diperusahaan Deril.
Re bertanya seperti itu karena dia tidak tau kalau Ariel hilang ingatan karena Deril tidak mengatakan itu padanya tadi.
"Dia hilang ingatan, bagaimana mau pulang, kalau hilang ingatan namanya saja sendiri tidak ingat." Ujar Deril memberitahu Re karena tadi dia lupa.
"Oh, berarti kita harus mencari kemana, kampung kan banyak, kita harus mencari ke kampung mana?" tanya Re dia bingung.
Deril menggeleng, benar yang dikatakan Re, ke kampung mana. "Eh tunggu, tadi Kakek bilang disuruh telusuri sungai, Berti kita harus mencari dikampung yang dekat dengan sungai." Ujar Deril saat ingat yang Kakeknya bilang tadi.
"Sungai, maksud kamu, apa sungai yang kita lihat waktu itu ?" tanya Re lagi.
Deril mengangguk sambil berkata. "Benar, kita harus menelusuri sungai itu, Ariel pasti jatuh kesungai dan ditolong oleh seseorang." Ujar Deril lagi.
Bersambung.
Ternyata orang" kampung g' prnh liat wajahnya fira,,klo si reza liat pasti dia mau jga ma fira..
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..