Sofia Angelista, gadis sederhana, periang dan cantik yang merupakan primadona di sekolahnya dulu, memiliki seorang sahabat kaya raya namun sering dibully karena fisiknya yang gemuk dan dijuluki "kutu buku" bernama Vernon Bramaputra.
Bagaimana jadinya bila sahabat yang sering dibully berubah menjadi tampan?
Penasaran kisah selengkapnya seperti apa? yuk simak kisahnya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP17 Memaafkan (2)
Sofia merasa tidak ingin bertemu Vernon hari ini. Karena itu, Sofia memutuskan untuk pulang dengan Angel. Tanpa Sofia sadari, ada sepasang mata yang menatapnya dari kejauhan. Ya, itu adalah Vernon. Vernon dari tadi menunggu Sofia karena Sofia tidak juga mengangkat teleponnya. Tapi yang didapatinya Sofia hanya membaca pesan itu dan pulang bersama Angel.
Kamu kenapa menjauh begini Sofia. Gumam Vernon
Flashback on
Vernon melakukan meeting dengan kliennya di sebuah restoran. Ia tidak menyangka kliennya kali ini merupakan mantan pacarnya, yang bernama Bianca Almaira. Mereka berpacaran saat kuliah, tetapi hanya bertahan 5 bulan saja karena Bianca selingkuh dari Vernon. Anehnya Vernon tidak merasa sakit hati, ia merasa selama berpacaran tidak memiliki perasaan apapun terhadap Bianca. Vernon dan Bianca memutuskan untuk berteman setelah mengakhiri hubungan mereka.
"Hai Vernon. Ternyata kamu partner bisnis aku. Sudah lama ya kita nggak ketemu" sapa Bianca.
"Oh hai. Iya sudah lama ya. Silahkan duduk" ujar Vernon sambil menyesap kopinya.
"Kamu apa kabar sekarang? kelihatannya semakin tampan saja setelah putus denganku" goda Bianca.
"Hahaha. Aku baik-baik saja. Kamu sendiri bagaimana? kamu jadi nikah dengan selingkuhanmu?" kini Vernon yang mencoba menggoda Bianca.
"Hah.. sudahlah jangan bahas dia. Ternyata dia cuma porotin uang aku aja" kata Bianca dengan malas.
"Itu karma bagi tukang selingkuh sepertimu"
"Sepertinya begitu. Aku sangat menyesal putus denganmu" ujar Bianca.
Vernon yang merasa bercandaan mereka sudah terlalu jauh, akhirnya mulai mengalihkan topik pembicaraan.
"Berhenti bercanda. Karena kau bercanda seperti itu asistenku tidak merasa nyaman sekarang"
"Aku tidak bercanda" tiba-tiba wajah Bianca berubah menjadi sangat serius mengatakan hal itu.
Vernon yang mulai merasa tidak nyaman, memutuskan untuk segera membahas kerja sama perusahaan mereka.
"Baiklah Bianca, terima kasih sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kami. Semoga dengan kerja sama ini, perusahaan kita akan semakin menguntungkan" kata Vernon.
"Iya tentu saja. Aku harap bisa bertemu denganmu lagi Vernon" Bianca mencoba merangkul lengan Vernon, tapi dengan sigap Vernon menjauhkan badannya dari Bianca.
"Saya permisi dulu" Vernon dan asistennya segera berlalu meninggalkan Bianca dan asistennya.
"Kirimkan nomor dan alamat rumah Vernon ke saya. Ohiya satu lagi, jangan lupa cari tahu dia sudah punya pacar lagi atau belum" perintah Bianca pada asistennya.
Ternyata dia sekarang menjadi direktur. Aku pikir dia tetap dengan cita-citanya menjadi dosen. Kalau begini aku harus mendekatinya. Batin Bianca
Flashback off
Bianca memang merupakan pacar pertama Vernon. Dulu Vernon berusaha keras melupakan Sofia, tetapi Vernon tetap saja tidak bisa melupakannya. Akhirnya ia memutuskan untuk mulai berpacaran dengan Bianca. Ia mulai berpacaran karena Bianca duluan menembaknya. Selama pacaran, tidak ada sama sekali perasaan suka di dalam hati Vernon. Vernon merasa lega setelah mempunyai alasan untuk putus dengan Bianca, karena Bianca sendiri yang berselingkuh darinya.
Vernon mengunjungi rumah Sofia. Seharian ini ia tidak mendapat pesan apapun dari gadisnya itu, bahkan teleponnya pun tidak diangkat.
tok tok tok tok
Sofia membuka pintu, ia terkejut melihat Vernon dihadapannya.
"Kamu kenapa kesini mas?" tanya Sofia.
"Kamu sendiri kenapa seharian ini seperti menjauh dari aku? apa aku punya salah sayang? kata Vernon dengan lembut.
"Tidak!" tegas Sofia.
"Aku mohon kamu bilang kalau mas mu ini ada salah, jangan diamin kayak gini"
"Udahlah mas, mending kamu pergi aja sama wanita yang katanya teman meeting mu itu" sungut Sofia.
Vernon akhirnya sadar, ternyata Sofia dari tadi cemburu padanya.
"Jadi kamu lihat? kenapa nggak nyamperin mas sayang" ujar Vernon.
"Ngapain mau nyamperin orang yang lagi meeting. Meetingnya di restoran lagi sambil ketawa nggak jelas" cibir Sofia.
"Kamu nggak izinin mas masuk dulu nih? mas bakal cerita semua kok"
"Yaudah masuk" Sofia mengizinkan Vernon masuk ke rumahnya.
"Mau minum apa?" tanya Sofia lagi.
"Nggak usah, ngeliat kamu aja udah cukup kok" Vernon mencoba merayu Sofia.
"Dih nggak mempan. Tunggu disini aku ambilin minuman dulu"
Vernon terkekeh melihat tingkah Sofia.
"Ini silahkan diminum"
"Terima kasih sayang"
"Jadi, kenapa kamu ketawa-ketawa sama perempuan tadi?" kata Sofia to the point.
"Mas bakal cerita semua ke kamu tapi kamu harus janji nggak marah lagi"
"Kenapa gitu? pasti kamu berbuat yang aneh-aneh kan mas? teriak Sofia sambil berdiri dari kursinya.
"Tenanglah sayang, duduk dulu. Gimana mas mau cerita kalau kamu masih marah terus"
Sofia akhirnya duduk kembali dan mulai mendengarkan cerita Vernon.
"Jadi gini. Nama wanita tadi adalah Bianca. Dia sebenarnya mantan pacar mas saat kuliah dulu" ujar Vernon, membuat Sofia menbulatkan matanya tidak percaya.
"Jadi kamu selama ini punya mantan mas? kenapa baru cerita? aku aja nggak punya mantan gara-gara mikirin kamu" kini Sofia kembali kesal karena baru mengetahui Vernon memiliki mantan pacar.
"Tapi mas cuma punya 1 mantan aja, dan dia juga yang menembak mas duluan. Hubungan mas dengan dia hanya bertahan 5 bulan. Mas putusin dia karena dia selingkuh" kata Vernon panjang lebar mencoba meyakinkan Sofia.
"Apa yang kamu suka dari dia mas?" tanya Sofia dengan mata berkaca-kaca.
"Sejujurnya mas tidak pernah menyukainya sayang. Mas menerimanya karena berusaha untuk lupain kamu dulu. Tapi ternyata mas salah, mas tetap nggak bisa lupain kamu"
"Kamu nggak bohong kan mas? tanya Sofia menatap mata Vernon mencoba mencari kebohongan di dalamnya.
"Tidak sayang, mas serius. Mas cuma cinta sama kamu. Jangan nangis ya, hati mas sakit kalau lihat kamu nangis" ucap Vernon sambil memeluk Sofia.
"Iya mas" Sofia membalas pelukan Vernon.
Setelah beberapa lama mereka mengobrol. Vernon pun pamit pulang.
"Mas pulang dulu ya, besok kita makan siang bareng" kata Vernon sambil mengusap kepala Sofia.
"Beneran mas? mas nggak bohong kan?" Sofia sangat senang mendengar Vernon mengajaknya makan siang, karena akhir-akhir ini mereka memang jarang keluar bersama.
"Iya benar mas janji. Mas pulang dulu ya Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" kata Sofia sambil tersenyum.
Setelah dilihatnya mobil Vernon sudah menjauh, ia pun menutup pintu rumahnya dan mulai bersorak kegirangan.
Setengah jam kemudian, hp Sofia berbunyi. Sofia sangat senang melihat pesan masuk yang ternyata dari Vernon. Selamat malam bidadari ku. Baru setengah jam yang lalu kita ketemu, tapi aku sudah merindukanmu lagi
Sofia tertawa melihat sms Vernon. Entah kenapa sekarang Sofia sudah tidak jijik lagi setiap melihat gombalan Vernon, malah Sofia selalu ingin mendengar gombalan pacarnya itu setiap hari.
Di tempat lain. Terdapat Bianca yang sedang menatap sebuah foto. Foto itu merupakan foto Sofia dan Vernon yang sedang berpelukan.
Ternyata kamu sudah punya pacar. Baiklah, kita lihat berapa lama hubungan kamu akan bertahan. Gumam Bianca tersenyum sinis.
Bianca Almaira
mampir yaa
" Hessel Steven"
ternyata mama cantik Ira Wibowo dan satu lagi yang pernah jadi mamanya Steven William di sinetron apa gitu lupa....udah lama gak nonton sinetron tv Indonesia...FTV di SCTV sudah lama gak nonton padahal durasinya sebentar 2 jam selesai.