NovelToon NovelToon
Perjodohan Dan Pernikahan

Perjodohan Dan Pernikahan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Putritritrii

Seberkas Cinta dari perjodohan, apakah ada?

Davina gadis berumur 25 tahun, mencoba ikhlas akan perjodohan yang dilayangkan oleh sang Ayah yang sedang berjuang melawan penyakit Kankernya.

Hati anak mana yang tidak sakit. Melihat sang Ayah berjuang untuk bertahan hidup. Di selah rasa kuatir sang Ayah akan dirinya, bila mana suatu saat nanti, selamanya menghilang dari dunia, tanpa ada sosok pria pengganti dirinya untuk sang putri.

Jadilah Albert nama sang Ayah, menjodohkan putri semata wayangnya Davina dengan cucu sahabat kakeknya Davina.


"Aku harus ikhlas, mungkin Rasyid bukan jodohku. Apakah kelak, ada seberkas cinta dari perjodohan ini? Mari kita coba." Davina duduk di koridor rumah sakit sambil mengusap air matanya.
.
Jangan lupa follow IG saya, @putritritrii_
Tolong jadi pembaca yang aktif
Tolong berikan dukungan kalian. Terima kasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB17 - OMA ALEXA

Sebelumnya saya selalu bilang kakak-kakak. Kalau ada waktu pasti saya update. Karena saya lagi fokus ke Daddy Kendrick di lapak sebelah, siapa tau kakak semua mau mampir memberikan dukungannya 😁. Jadi saya izin mohon pengertiannya ya kesayanganku. Jangan tanya kapan updatenya atau minta up. Terima kasih 🙏.

.

.

.

"Entahlah. Aku rasa, kau sebenarnya orang yang lucu Dave." Dave menatap ringan ke Davina, dengan alis yang di tarik ke atas.

"Lucu? apa aku mirip badut gitu?"

Davina kembali tertawa.

"Gak badut juga kali."

Dave medengus.

"Aku pikir seperti itu."

Davina mengubah pandangannya ke arah kaca yang memperlihatkan jalanan dengan bertopang tangan. Tiba-tiba, kaca itu bermandikan air hujan. Respon Davina sangat menggemaskan bagi Dave yang sedang memperhatikan istrinya.

Bola mata yang di bulatkan sempurna dengan tangan yang perlahan menurun.

"Yah ... kok hujan?" Wajah Davina berubah kecewa.

Dave mengerutkan dahinya.

"Kenapa kalau hujan?"

"Aku tidak bawa payung Dave," ucap Davina polos.

"Kita naik mobil Vina," balas Dave merasa lucu.

Davina kembali bertopang tangan menatap air hujan yang memeluk erat beningnya kaca jendela.

Sejenak Davina menarik napasnya.

"Saat hujan turun, ayah selalu mengingatkan aku untuk tidak lupa membawa payung. Sekarang, pria itu sudah tidak berada di sisiku lagi." Davina mencoba mengingat kenangannya saat bersama sang ayah.

"Sekarang ada aku yang akan selalu melindungimu dari hujan."

Davina menatap ke arah Dave. Mereka saling memandang.

"Aku tidak semenarik itu untuk mendapatkan perlindungan dari mu, Dave."

"Kau istriku. Itu kenyataannya."

Tak lama, pelayan datang menyajikan makanan mereka. Memotong pembicaraan serius keduanya. Akhirnya mereka memilih makan dalam diam dan dengan pikiran mereka masing-masing tentunya.

Selesai makan Dave mengajak Davina untuk pulang. Di rasanya Davina sudah tidak merasa bersedih, ada perasaan tenang di sudut hati Dave.

"Tunggulah di sini. Aku ambilkan payung," kata Dave tanpa menunggu jawaban Davina menembus derasnya hujan.

"Kau akan basah Dave."

Dave tidak peduli. Dia terus berjalan dan mengambil payung dari jok belakang mobilnya. Dengan eleganya, ketampanan Dave bersinar di bawa payung yang bermandikan hujan dan di terangi sorot cahaya lampu restoran.

Davina tertegun mendapati sisi ketampanan sang suami. Entah kenapa menurutnya selama ini, Dave itu biasa-biasa saja di matanya. Davina belum tau saja, kalau Dave dulunya pria tertampan di kelasnya.

"Hey!" Dave melambai-lambaikan tangannya ke arah Davina.

"Ngeh," ucap Davina seperti terbodoh.

Dave tersenyum.

"Apa kau barusan menyadari, kalau suamimu ini sangat tampan kan?"

Wajah Davina memerah malu. Tampak rona merah di bagian tulang pipinya.

"Perasaanmu saja Dave," tukasnya.

Dave mengulurkan tangannya ke arah Davina.

"Ayo," ajaknya.

Davina menoleh ke arah punggung tangan Dave.

"Kenapa cuma hanya melihat. Ayooo ... aku sudah merasakan dingin di sini."

Tanpa ragu Davina membalas uluran punggung tangan Dave. Keduanya saling bergandengan tangan dan bersama-sama berjalan di bawah payung menuju mobil.

***

Sesampainya di kediaman rumah omanya. Dave bersama dengan Davina memang langsung di sambut duluan oleh sang Oma yang centil dan suka meleceh.

"Selamat malam pengantin baru. Duh, basah-basah ya Dave. Kok romantis banget sih lindungi Davina biar gak kena hujan. Habis kencan ya? Enak makan malamnya? Buaya goreng dan cicak goreng, apakah ada di sana Dave?" Oma Alexa seakan meledek seraya tertawa-tawa senang.

Davina di buat bingung. Apakah Oma Alexa itu seorang cenayang pikirnya. Kenapa dia tau segalanya pikir Davina.

"Oma ... suka banget sih nguntit? ganggu orang pacaran aja."

"Dave," panggil Davina.

Dave membalas tatapan Davina yang memang menuntut penjelasan dari ucapan sang Oma.

"Kau kagetkan? karena itu kau harus berhati-hati sama Oma. Di luaran sana, ada CCTV Oma bahkan papaku. Jadi, aku dan kau tidak bisa macam-macam Vin."

Davina merinding mendengarnya.

"Bagaimana Oma? apa Oma sudah senang?" tanya Dave kesal.

Oma Alexa tertawa manja.

"Hahahah ... tentu saja oma-mu senang cucuku. Akhirnya, kau mundur dari pertahananmu. Jangan abaikan Davina kalau kau mau aman. Davina itu wanita yang tepat untukmu, Dave. Jadi, jangan pernah menyia-nyiakan perjodohan kalian." Oma Alexa memandang serius.

Dave mendengus kesal.

"Terserah Oma aja!" katanya dengan berjalan meninggalkan Davina dan Omanya. Davina bisa apa. Dia masih tidak paham dengan ucapan keduanya. Hanya saja, dengan penjelasan singkat Dave tadi, membuat Davina merasa ngeri melihat Oma Alexa. Bulu kuduknya terasa berdiri. Sekuat apa pikirnya wanita tua yang centilnya seperti anak gadis itu.

Oma Alexa yang melihat perubahan wajah Davina, mengetahui kalau cucu mantunya sedang takut. Oma Alexa mendekati Davina yang mematung.

"Davina sayang. Jangan takut sama Oma. Oma gak gigit. Oma hanya mau tau, bagaimana Dave memperlakukan kamu. Jadi jangan merasa canggung dan takut, kalau saja di luaran sana, pekerja Oma akan sering mengikutinya. Kamu harus tau, Dave hari ini memilih melepas kekasihnya Ecca. Oma merasa senang untuk itu. karena gadis itu tidak baik untuk dirinya. Gadis itu, hanya mau uangnya Dave saja. Tapi Dave tidak pernah perduli soal itu. Ya karena dia mampu memberikan apapun yang di inginkan gadisnya itu. Tapi Oma tidak suka. Untuk apa dia menikah dengan gadis yang selalu mengedepankan tampilan glamornya di muka umum. Oma hanya ingin yang terbaik untuk cucu tunggal Oma. Apa Oma salah menurut kamu?" Davina menatap kedua mata yang masih terlihat jernih itu, memandang sendu ke arahnya.

Davina tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Ya enggak sih Oma. Menurut Davina keinginan Oma tidak salah. Tapi Oma, apakah Davina lebih baik dari pacarnya Dave?" keraguan tampak dari wajah Davina.

Oma Alexa tersenyum memandang Davina.

"Oma pastikan jauh lebih baik. Sudah sana, hibur suamimu. Dia saja sedang sedih, tetapi malahan menghibur kamu."

Davina mengerti jalan ucapan Oma Alexa. Dirinya juga dalam pantuan Omanya si Dave. Dengan polos dia tersenyum.

"Baiklah Oma. Davina ke atas ya," katanya dan mendapatkan jawaban sang Oma.

Sesampainya di depan pintu kamar. Davina menarik handle pintu dan memutarnya. Saat kakinya sudah melangkah masuk dan berjalan, Dave mengangkat dagunya, tidak terduga Dave keluar dari pintu kamar mandi dengan handuk putih membalut pinggangnya tanpa atasan.

"Dave," jerit Davina seraya menutup kedua matanya.

Dave masih saja santai. Tangannya mengusap rambutnya yang setengah basah itu dengan handuk kecil seraya duduk di atas ranjangnya.

"Biasa aja. Cuma lihat dada montok aja responnya lebay banget. Kalau aku yang melihat punya kamu, cocok responnya seperti kamu tadi," kata Dave dengan santainya.

Refleks Davina melepas tangan yang menutup matanya. Kedua matanya melotot dengan bibir yang di cebikkan.

"Kenapa? mau marah?"

"Dave!"

"Jangan membentak suamimu! gak sopan."

Davina berjalan mendekati Dave tanpa malu lagi dan berdiri tepat di depan Dave. Dave menatap wajah Davina yang sangat cantik. Ia, dia mengakuinya, semakin sering di lihat, Davina itu memang cantik.

"Kenapa? apa mau aku peluk?" Dave tersenyum menggoda.

Dengan menggertakan giginya Davina berkata," Pakai bajumu Dave," katanya geram.

"Sebagai istri yang baik, tolong dong di ambilkan pakaian suamimu," katanya dengan meledek.

Davina berkacak pinggang menahan gemasnya. Kakinya menghentak lantai. "Kau itu ternyata mengesalkan Dave," kata Davina seraya berjalan menuju lemari pakaian Dave.

"Dan kau akan menyukainya," sambung Dave sambil tertawa. Matanya mengikuti pergerakan tubuh Davina yang hampir di ambang pintu lemarinya. Saat kesadaran Dave kembali, spontan dia mengejar Davina untuk menghentikan tangan Davina menarik lemari pakaiannya. Tetapi Dave terlambat. Davina menarik lemari pakaian yang bukan menyimpan pakaian Davina.

Bruggggggg ...

Isi lemari seketika berserak di atas lantai. Davina kaget bukan main. Dave, dia pasrah dengan keadaan yang terjadi di depannya.

Bersambung.

1
Margareta Djawan
Lumayan
Margareta Djawan
Biasa
Micke Rouli Tua Sitompul
ecca pelakor
Micke Rouli Tua Sitompul
tinggalkan aja si dave
muhammad anshari
Kecewa
muhammad anshari
Buruk
srimusvita
seru
Vera Wilda
terima kasih Thor...
Vera Wilda
Alurnya agak bolak balik, 🤔🤔🤔
Vera Wilda
selalu aja ada yg mengganggu jd gak selesai2 🤭😄😄😄
Vera Wilda
kelamaan banget Thor dg situasi SPT ini, belum ada perkembangan mereka berdua, jd bosan dikit 🤭😊
Vera Wilda
kok Dave ngomong nya jd begitu ? ngomong SM Davina nya mau sama2 belajar mencintai sekarang ngomong k William lain lagi...
kirain bener Dave mulai menyukai Davina 🤔🤔🤔🤔
Vera Wilda
masak iya Davina cuma gara2 d cium aja marah, dia kan suami mu, agak lebay sich sikap Davina ... 😊
Vera Wilda
hadir nich Thor ....
Rari
Cerita menarik tidak bertele2
Melani Mardiansyah
rekomemded banget cerita ny
Siti Aminah
😊
Ayu Prasetyowati
❤️❤️
Risti Sari
👍❤
sari emilia
kl gtu hrs nya byk berdoa ucp syukur krn selamat bukan mlh minun2an....dasar manusia tdk berguna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!