Sekuel dari 'Menikah Muda Denganmu' sebelumnya. Klik profil jika ingin membaca cerita yang pertama!
Sofia Putri Anggara, gadis berisik yang penuh ide gila di kepalanya. Gadis muda berusia 19 tahun ini harus extra keras meluluhkan hati seorang
duda tampan dan kaya raya bernama Dilan Danuarta.
Duda yang memiliki sikap dingin, tegas dan tak suka dibantah.
Karena sebuah surat peninggalan adik kesayangannya, Dilan terpaksa harus menikah dengan Sofia gadis pilihan sang adik yang sudah meninggal.
Bagaimana kehidupan pernikahan antara gadis sembilan belas tahun dan pria beranak satu ini?
Usia yang terpaut dua belas tahun dan sikap yang bertolak belakang.
Sofia
"Abang akan jatuh cinta sama Sofi!"
Dilan
"Dalam mimpi!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bom karatan
Setelah berdebat panjang lebar.
Akhirnya Boy dan Dilan masuk ke dalam Cafe itu berdua. Dua pria dewasa itu mendekati meja Sofia dan teman-temannya.
"Ehheemm ...." Dilan berdehem dengan suara yang agak keras. Mendengar suara itu, Sofia dan teman-temannya kompak menoleh ke arah suara.
Sofia lagi-lagi memanyunkan bibirnya saat tau bahwa Dilan dan Boy mengikutinya sampai ke Cafe. Sofia sama sekali tak bergeming.
Sedangkan teman-temannya sudah terhipnotis dengan pesona Boy dan Dilan yang tanpa celah. Mereka berdua bagai oase di Padang pasir. Memberi setitik harapan pada para jomblo yang kesepian.
"Halo om ... Cari siapa?" Tanya Salsa salah satu teman Sofia yang memang centil dan berani. Gadis itu mengedipkan mata genit ke arah Dilan dan Boy yang sedang berdiri tak jauh dari meja mereka.
Om? gadis ini minta di lakban. Saya masih gagah dan muda. Apa mata gadis ini buta?
kalau Boy memang jelas seperti om-om.
Dilan terkekeh sendiri.
"Duduk om! jangan malu-malu! kita gak gigit kok." Kali ini Marisa yang terkenal manja dan playgirl di kampus.
Gigit? saya yang akan mengigit kalian Nona.
Boy ikut geram dengan tingkah gadis dihadapannya.
"Gak seneng dipanggil om ya? kita panggil oppa aja ya?" Lia menimpali dengan nada menggoda. "Op ... Pa." Lanjut Lia dengan mimik muka manja yang di buat-buat.
"Hahahahaha ...." Para gadis cantik dan fresh itupun tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi manja Lia.
Seketika tubuh dua pria itu merinding. Ingin sekali rasanya Dilan melenyapkan gadis itu sekarang. Melempar Lia ke luar angkasa.
Sedangkan Boy masih menunjukkan wajah datarnya. Dalam hati, ingin sekali dia menjahit mulut para gadis itu. "Kalian masih sekolah Nona. Kejar mimpi kalian bukan malah sibuk bermain. Meladeni gadis labil memang tidak ada habisnya." Gumam Boy.
"Saya ingin bicara dengan gadis yang bernama Sofia. Apa kalian tidak keberatan kalau saya meminjam teman kalian yang bernama Sofia?" Ucap Dilan akhirnya. Sebelum batas kesabaran nya habis.
Kelima gadis itu spontan menoleh ke arah Sofia. Mereka penasaran, ada hubungan apa Sofia dan dua pria dewasa yang begitu menggugah selera para jomblo itu.
"Mereka Paman jauhku. Aku permisi sebentar ya. Ntar aku balik lagi." Sofia berkata dengan datar. Ia masih ngambek sebenarnya, tapi ia tidak ingin teman-teman nya melihat Dilan seperti orang kelaparan. Seolah Dilan adalah daging empuk dengan lelehan keju mozzarella yang siap di santap.
Paman? oh Tuhan cobaan apalagi ini? Gadis ini sudah membuat kesabaran ku habis.
Dilan mengepal tangannya.
"Jangan membuat masalah Tuan! tahan sebentar. Ini bukan saatnya Anda marah." Boy menepuk pundak Dilan agar tuannya itu bisa mengendalikan emosinya.
Sofia, Dilan dan Boy pun pergi. Mereka keluar dari Cafe. Boy berdiri di luar mobil yang terparkir di depan Cafe. Sedang Sofia dan Dilan masuk ke dalam mobil Dilan.
"Kenapa Abang nyusul Sofia sampai ke sini?" Sofia menekuk wajahnya, ia menoleh keluar jendela.
"Ada yang mau saya bicarakan. Ini tentang saya dan kamu." Kata Dilan gugup.
"Cepat ngomong! Sofi gak punya banyak waktu, Sofia kasih Abang waktu lima menit buat ngomong." Masih membuang muka.
"Kamu marah?apa saya punya salah?" Masih tidak mengerti.
Sofia menoleh. Ia masih kesal tapi ia juga rindu dengan wajah pria tampan di sampingnya itu.
Tanpa peduli rasa kesalnya, Sofia spontan memeluk tubuh Dilan. Gadis itu mendekap erat tubuh Dilan.
Deg ... Seketika tubuh Dilan mematung. Pria itu menelan salivanya dengan kasar. Mengerjap mata, merasa kaget dengan perlakuan Sofia.
Kenapa ini aneh?kenapa dengan jantungku? kenapa gadis ini tak punya malu? apa dia tidak takut pada pria? hei ayolah aku pria normal. Dia tidak takut aku berbuat macam-macam.
"Abang kenapa jarang kasih kabar sama Sofi? Sofi kan kangen Abang," ucap Sofia lembut. Seketika saja Dilan berasa meleleh seperti batu es yang tersiram air mendidih.
Sofia melepas pelukannya perlahan-lahan. Gadis itu menatap dalam manik mata Dilan.
Ia bisa mendengar degupan jantung Dilan dari dekat.
"Abang udah jatuh cinta sama Sofia ya?" Sofia mengangkat alisnya, gadis itu tersenyum licik. Dilan sudah masuk perangkapnya.
"Abang udah ketauan sama Sofi, sekarang Abang udah gak bisa lepas lagi dari Sofi. Abang milik Sofi." Gadis itu berkata dengan percaya diri.
"Hahahahah ...," Dilan menjentik jari telunjuknya ke kening Sofia. Wajah Dilan yang semula gugup, kembali horor.
"Jangan suka bermimpi Sofia."
"Abang jahat." Sofia mengelus keningnya yang sedikit sakit.
"Kamu jangan terlalu percaya diri. Saya kesini mau membahas masalah pernikahan kita yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Jadi, jaga kelakuan kamu jika ingin menjadi istri saya. Mengerti!!!" tegas Dilan.
"Apa nikah? Tuh kan, berarti Abang udah sayang dong sama Sofia."
"Saya mau menikah bukan berarti saya sayang dan cinta sama kamu. Saya tidak suka dengan pernikahan yang terbawa perasaan. Saya hanya menuruti keinginan terakhir adiknya saya. Kamu paham?"
"Bilang aja Abang gengsi bilang cinta sama Sofia. Tadi pas Sofi peluk, jantung Abang bunyinya cepet benget. Sofi yakin Abang cinta sama Sofia."
"Teori dari mana itu? Hei gadis bau kencur. Mana mungkin saya cinta dengan gadis kecil seperti kamu. Kamu bukan tipe saya. Tubuh, wajah, " Dilan melirik Sofia dari bawah sampai atas. " Tidak ada yang menarik sama sekali." Remeh Dilan.
"Emang Abang itu maunya cewek kayak apa? Ininya gede?" Menangkup dua dadanya.
"Atau ininya yang seksi?" Kali ini meraba bokongnya.
Dilan spontan melotot kaget melihat tingkah gadis di hadapannya.
"Punya Sofia gak kecil kok Abang. Abang mau liat? Siapa tau cocok sama Abang."
JJEEDDAAARR .... Dilan menjambak rambutnya kesal. Bagaimana mungkin seorang gadis menawari tubuhnya untuk di lihat secara gratis.
"BOOOOYYY ..." Teriak Dilan memanggil Boy yang berada di luar.
Boy tersentak mendengar teriakan Dilan. Dengan cepat Boy menghampiri pintu mobil dan membukanya.
"Ada apa Tuan?"
"Suruh gadis ini keluar. Saya sudah selesai bicara. Kamu saja yang lanjutkan. Saya sudah tidak tahan." Dilan mengoceh tak jelas.
"Abang gak tahan? ke hotel aja sekarang Abang! Sofi juga udah siap." Celoteh Sofia asal, gadis ini memang selalu berucap tanpa berpikir.
"Singkirkan dia dari hadapan saya Boy!" seru Dilan.
"Ayo Nona, kita bicara di luar! jangan sampai bom ini meledak di sini. Sudah lama bom karatan ini tidak meledak." Boy semakin mengompori.
"Hei boy! Kamu benar-benar sudah bosan hidup?" Dilan semakin frustasi.
"Bom? Bom apa mas Boy? Abang Dilan punya bom? Sini Sofi jinakin bomnya, Sofi pernah liat adegan penjinak bom di film." Sofia pura-pura meraba tubuh Dilan. Mencari keberadaan bom yang di maksud Boy.
"SOFIA ... BOY ... Kalian benar-benar."
Sofia dan Boy segera menjauh. Mereka sadar Dilan sudah sangat kesal pada mereka.
Sofia dan Boy terkekeh di luar mobil. Rencana mereka hari ini ternyata berhasil.
Dilan masuk perangkap yang Boy dan Sofia buat.
"Abang sangat Lucu mas Boy." Kata Sofia.
"Terimakasih sudah mau menerima Tuan Dilan Nona, walaupun Tuan masih banyak kekurangan."
"Sejak awal Sofi memang udah jatuh cinta sama Abang, walaupun Abang belum cinta sama Sofi."
"Semangat Nona." Boy menepuk pundak Sofia." Saya yakin tidak lama lagi Tuan akan jatuh cinta pada Anda."
* * *
Semangat ya Sofi!! bikin Abang Dilan jadi bucin level satu.
Gimana kalo Mas Boy juga di bikin jadi bucin? Tapi sama siapa?🤔🤔
Ntar othor pikirkan🙄
Jangan lupa like, komen n vote ya!!!