Update 2 hari sekali 🍒
Kisah ini menceritakan 2 saudara yang saling memperebutkan semuanya, prinsip mereka adalah jika dia punya aku juga harus punya, jika hanya ada 1 di dunia maka itu adalah milikku.
"Selagi janur kuning belum melengkung, masih berlaku hukum tikung tikung, wlee" kata Andika sambil mengejek.
Awalnya mereka memperebutkan satu wanita yang sama tapi setelah salah satu dari mereka dijodohkan akhirnya wanita tersebut jadi benci dengannya karena perempuan yang ingin dojodohkan dengannya malah mencelakainya...
Siapakah yang akan dipilih wanita tersebut?
Apakah perjodohan akan berlanjut?
"Bapak tidak usah ganggu mereka ya pak, saya akan gagalin semua rencana bapak, ingat itu" kata sesosok wanita tiba tiba datang
Siapakah wanita tersebut?
Akankah mereka berempat berakhir bahagia?
Nantikan kisahnya ya teman teman 🤗
Jangan lupa tap tombol like, karena apa? karena like itu gratis 😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Aisha Syaidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Ardi
Keadaan tiba tiba hening, ternyata yang datang tidak lain adalah Ardi, hal ini membuat Andika sedikit gugup
“Hai pa, kenapa baru datang?” tanya Nana
“Ohh maafkan papa, tadi papa lupa” ucap Ardi
“Oh” ucap Nana ketus sambil melipat kedua tangan di depan dada
“Maaf papa benar benar lupa, bagaimana bisnis kamu Andika?” tanya Ardi tiba tiba
“Baik om semuanya lancar Alhamdulillah” ucap Andika
“Syukurlah, ngomong mgomong pegawai kamu ramah ramah ya, cantik juga semuanya” ucap Ardi tanpa basa basi
“Papa!!! Mau bilang sendiri atau dibilangin, tapi kalau dibilangin aku tambah tambahin” ucap Nana kesal, dia bermaksud mengancam papanya dengan mengadu kepada Lastri
“Jangan dong Na papa kan hanya bercanda” ucap Ardi sambil keringatan
Andika hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku keduanya, mereka memang ayah dan anak tapi mereka begitu akrab tidak seperti Andika dan Hendri mereka jarang sekali berbicara bersama, bahkan jika sekali berbicara hanya beberapa kalimat
Andika sangat iri kepada Bintang, Bintang selalu mempunyai perhatian lebih dari Hendri, Andika berpikir mungkin karena Bintang anak pertama
“Pah tau tidak?” ucap Nana disela sela keributan
“Tentu saja tidak kan kamu belum beritahu papa” ucap Ardi
“Huh papa ngeselin, Nana tu mau kasih tau papa” ucap Nana kesal
“Iya sayang, cepat katakan papa penasaran nih” ucap Ardi
“Ternyata Andika selama ini jadi imam di masjid perusahaan, dia keren banget kan pah?” ucap Nana sambil tersenyum
“Wah benarkah itu Andika?” tanya Ardi tiba tiba
“Emm... anu... benar om” ucap Andika gugup
“Kalau begini om nggak bakal ragu buat jadiin kamu imam Nana dimasa depan” ucap Ardi tanpa basa basi, Andika hanya tersenyum senang
“Papa!!! Apaan sih” Nana kesal sampai semua mukanya merah karena malu dan juga kesal dengan perkataan Ardi tapi entah kenapa saat Nana melihat Andika tersemyum jantung Nana berdetak kencang serasa mau copot ditambah lagi dengan pernyataan papanya barusan
“Hehehe” Ardi hanya tertawa
“Andika kamu nanti mau mampir ke rumah om tidak? Om mau mengundang kamu makan malam di rumah om” ucap Ardi percaya diri
“Emm... baiklah om nanti kalau sudah jam 7 malem saya akan datang ke rumah om” ucap Andika mengiyakan
Saat jam pulang kerja tiba...
Nana segera pulang ke rumah bersama Ardi dan Herman sedangkan Andika pulang sendirian, saat Nana dan Ardi sampai di rumah mereka langsung menemui Lastri untuk diajak berbelanja bahan makanan untuk makan malam
“Mah, mah...” seru Ardi dari lantai satu begitu dia datang
“Iya pah, ada apa kok ribut ribut?” tanya Lastri
“Cepat siap siap kita akan pergi ke toserba untuk membeli bahan makanan” ucap Ardi begitu semangat
“Lho kan bahan makanan di rumah masih banyak pah, ngapain beli segala?” tanya Lastri bingung
“Nanti Andika akan makan malam disini jadi menu hari ini harus spesial” ucap Ardi
“Ohh, nak Andika akan kemari nanti malam? Baiklah nanti kita beli bahan makanan spesial” ucap Lastri , dia segera pergi ke kamar atas untuk berganti pakaian selang 10 menit kemudian Lastri pun turun
“Ayo pah” ucap Lastri semangat
“Iya” ucap Ardi sambil melangkah keluar, Nana tidak ingin ikut sehingga dia langsung pergi ke kamarnya, Entah apa yang merasuki kedua orang tuanya tersebut hingga mereka sekarang sangat suka dengan kehadiran Andika
Sementara itu di rumah Andika...
Waktu masih menunjukkan pukul 4 tapi Andika sudah menyiapkan beberapa setelan baju untuk dikenakan pada makan malam nanti akhirnya dia memilih kemeja berwarna biru garis garis dan juga celana berwarna hitam
Andika sedari tadi berjalan bolak balik seperti setrika dari lantai satu ke lantai dua, Hendri, Neli, dan Bintang yang melihat kejadian tersebut akhirnya mulai penasaran dan bertanya
“Kau kenapa Ndik bolak balik kaya setrika?” tanya Bintang
“Emm... Nggak papa Andika Cuma lagi cari jam tangan Andika, lupa naruhnya dimana” ucap Andika
“Tumben mau pake jam tangan biasanya mah enggak” ucap Neli
“Iya mah soalnya malam ini Andika mau pergi” ucap Andika dengan spontan
“Pergi kemana nak?” Tanya Hendri
“Andika mau pergi ke rumah Nana pah, tadi papanya Nana ngundang Andika buat makan malam” Andika tidak sengaja keceplosan mengucapkannya
Bintang yang mendengar pernyataan Andika pun menjadi murung dan langsung melangkah pergi ke kamarnya, Andika merasa bersalah karena tidak sengaja memberitahu tentang undangan makan malam om Ardi, tapi mau bagaimanapun Andika tetap harus ijin kepada Hendri terlebih dahulu
Andika segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap siap, dia menghabiskan waktu di kamar mandi cukup lama 30 menit kemudian Andika baru keluar tampak wajahnya sangat bersih dan kinclong sedangkan tangannya keriput karena terlalu lama berada di dalam air
Andika segera naik ke kasur untuk menghangatkan tubuhnya yang saat ini terasa dingin, tapi alhasil Andika malah ketiduran, saat bangun waktu sudah menunjukkan pukul 6
Fyuhh, untungnya masih jam 6 kukira sudah jam 9
Andika segera mengambil wudhu dan segera memakai pakaian, tidak lupa dia sholat maghrib terlebih dahulu, setelah selesai sholat dia segera merkapikan rambutnya yang kini berantakan, dia juga menyemprotkan parfum ke badannya sampai habis satu perempat botol, kini Andika berbau sangat wangi semerbak seperti taman bunga yang baru saja mekar keseluruhannya
Andika beranjak turun ke bawah untuk pergi ke rumah Nana dan berpamitan kepada Hendri dan Neli, saat berpamitan Andika tidak melihat batang hidung Bintang kata Hendri Bintang berada dikamarnya dan tidak turun sedari tadi, Andika pun segera melajukan mobilnya
Bintang sedari tadi berada di balkon kamar, dia melihat mobil Andika yang beranjak pergi, hatinya kini serasa hancur setelah tau jika Ardi mengundang Andika untuk makan malam sedangkan Bintang saat ini sangat tidak disukai Ardi
Bintang berfikir keras agar Ardi merubah pandangannya tentang Bintang tapi bagaimana caranya? Bintang masih bingung, Bintang akhirnya menyalahkan dirinya sendiri
Kalau saja aku tetap mengejar Nana pada hari itu mungkin Nana tidak akan diculik oleh Devita maka om Ardi tidak akan membenciku lagi, tapi jika Devita tidak berhasil menculik Nana apakah papa mau membatalkan pertunanganku dengan Devita, arghhh ini sangat rumit
Bintang memikirkan hal tersebut hingga dia sendiri pun merasa lelah memikirkannya lagi akhirnya Bintang pun tidur
Akan kupikirkan besok lagi
Sementara itu...
Andika berfikir jika dia datang ke rumah Nana tidak maka tidak sopan jika dia tidak membawa buah tangan sama sekali, maka Andika pun pergi membeli parsel buah dan juga buket bunga,
Parsel buah untuk tante Lastri dan om Ardi sedangkan buket bungan untuk Nana, Andika kamu memang pintar
Andika pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Nana, saat sampai di rumah Nana Andika sedikit heran karena ada satpam yang membukakan gerbang untuk Andika
Sejak kapan rumah Nana ada satpamnya? Perasaan kemarin saya kesini belum ada... ah masa bodoh yang penting sekarang aku harus masuk
Andika pun segera memasukkan mobilnya ke halaman rumah Nana, sejenak sebelum dia turun dia melihat jam tangan terlebih dahulu, jam menunjukkan pukul 06.55
"Tepat waktu" ucap Andika sambil melangkah keluar dari mobilnya dengan membawa parsel buah dan buket bunga...
Terima kasih sudah membaca ☺️💙