Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Mereka tiba di rumah aulia pukul 17.25 sudah hampir maghrib.Aulia sendiri tak tahu jika teman temannya akan singgah ke rumahnya sore itu.Pak sarip yang mengintip di celah celah pintu menghampiri mereka bertiga barang kali ingin menanyakan sebuah alamat pikirnya.
"cari siapa a?"tanyanya dengan sopan.
"bapak satpam baru?"tanya dinda tak kalah sopan.Pak sarip dengan cepat menganggukinya.
"oh pantes baru keliatan,kita temen aulia pak.Aulnya ada gak ya di rumah?"tanyanya lagi.
"ohh non aulia,ada ada di dalam.Sudah ada janji temu?"tanya pak sarip dengan detail.
Mereka bertiga menggeleng dengan saling melempar pandangan.
"oh maaf ya aa,teteh.Saya gak berani bukain gerbang sebelum izin sama tuan rumah.Sebentar ya saya temuin dulu non aulianya"
"ehh pakk!!"teriakan dinda membuat langkah pak sarip yang akan berlari terhenti.
"gausah jauh jauh ke sana,kita telpon aja aulianya gimana?"
"yaudah silahkan teh"
Tak lama sambungan telpon antara dinda dan aulia terhubung.Terdengar suara aulia didalamnya.Dinda menjelaskan kepada aulia bahwa mereka ada di depan rumahnya dan belum boleh masuk jika belum ada konfirmasi dari dirinya.Terdengar aulia tertawa terbahak bahak.biasanya mereka dengan berbondong bondong datang ke raumah aulia meski harus membuka gerbangnya sendiri.Sekarang tingkah laku itu tak bisa mereka lakukan karena sudah ada penjaga di rumahnya.
"parah sih lu ul bukannya kesini,malah ngetawain"ucap martin yang ikut bicara saat mendengar tawa lepas dri temannya.
"hahaha,pak sarip bukain aja mereka teman saya semua pak"ucap aulia dengan sedikit keras agar satpamnya ikut mendengar.
"oh baik non"
Gerbang itu di buka dengan lebar,pak sarip mengucap kata maaf karena tidak tahu mereka teman teman anak majikannya.
Dua motor itu dibawanya masuk,di parkirkan di halaman rumah aulia yang tampak luas.
Aulia turun ke bawah menghampiri ketiga temannya yang tengah menunggu diteras depan.wajahnya tampak segar setelah mandi,membuat mata dery tak bisa memalingkan pandangannya.
"kalian kok gak bilang dulu mau kesini?"ucap aulia saat tiba.
"kata si dery hp lu gak aktif jadi kita langsung ke rumah lu aja.sekalian jenguk papa lu ul"ucap dinda.
Aulia mengangguk,ia sampai lupa menghidupkan lagi ponselnya.Matanya tak berani memandang dery,karena ia merasa tak enak setelah membalas pesan darinya.
Sementara dery hanya tersenyum,entah kenapa setiap di dekat aulia.Tubuhnya seperti kaku,hanya bisa tersenyum dengan wajah yang terpesona melihat gadis yang dicintainya.
"lohh ada tamu,aul kenapa gak di ajak masuk temennya sayang?udah mau maghrib di dalem gih." Bu wida yang tak sengaja mendengar suara di luar saat dirinya tengah berada di dapur.
Ketiga teman aulia mencium tangan bu wida dengan sopan.Mereka juga menanyakan kondisi pak arman yang tengah sakit.serta memberikan sebuah bingkisan yang berisi 3bungkus kue kesukaan pak arman.
"masyaallah makasih ya nak,kondisi papanya aul sudah cukup membaik alhamdulillah."ucap bu wida dengan ramah.
Mereka akhirnya masuk ke dalam rumah karena sudah akan memasuki waktu maghrib.Sementara bu wida menemani ketiga teman aulia,sedangkan aulia sendiri ia pergi ke dapur untuk membuatkan minum dan menyiapkan cemilan kecil untuk teman temannya.
"nih minum dulu kalian pasti cape dari kantor langsung kesini,apalagi rumah gue yang paling jauh di antara rumah rumah kalian."
Ia menaruh nampan berisi 4 gelas minuman dingin juga beberapa toples berisi cemilan di meja.
"wah lu tau aja ul kita haus"canda martin sambil menyeruput minuman yang sudah berada di hadapannya.
"wihhh seger banget,enak nih.minuman apa nih ul?gue baru nyoba"ucapnya lagi.Aulia hanya menggeleng,hanya martin lah yang menurutnya sikapnya paling kocak di antara teman temannya yang lain.Meski begitu sikap setia kawannya begitu besar.
"minum aja napa gausah banyak nanya"dinda menatapnya dengan tatapan sinis.
"ini es rasa semangka nak martin,ibu beli di supermarket hari minggu kemarin.Kalo nak martin mau nanti ibu bawain ya buat pulang,masih banyak kok."ucap bu wida yang masih bergabung di sana.
Martin tersenyum dengan kikuk,ia merasa malu dan tak enak hati.
"yaudah kalian lanjut dulu ngobrolnya ya,ibu mau ke atas dulu"ucap bu wida lagi.keempatnya hanya mengangguk dengan sebuah senyuman.
Selepas kepergian bu wida,mereka membahas tentang kepergian mereka besok pagi.Wajah aulia seketika berubah,ia merasa tak enak karena ia yang paling exited namun ternyata ia juga yang tak jadi pergi.Baju baju yang sudah di beli dan di siapkannya seakan sia sia.
"maaf ya guys gue gak bisa ikut kalian,tapi next time gue yang bayarin kalian buat liburan bareng ya?"ucapnya yang masih merasa bersalah.
"kita gak bakal pergi kalo lu gak pergi ul!kita bakal temenin lu disini,kita kumpul aja di rumah lu.bakar bakar kek,apa kek?"usul dinda di setujui oleh kedua teman laki lakinya.
Mata aulia sedikit berair menahan rasa haru.Ia merasa beruntung di kelilingi oleh mereka.Meski ia tahu hati mereka sempat sedih karena tak jadi berlibur di tempat yang sudah mereka rencanakan jauh jauh hari.
Butuh waktu lama lagi untuk menunggu libur panjang ini.tapi mereka tetap dengan prinsip mereka.Jika salah satu dari mereka tak pergi maka mereka semua juga tidak akan pergi.
"kata siapa gak bakal pergi?"
Dengan kompak ke empat orang itu melirik ke arah sumber suara.Terlihat pak arman dan bu wida yang tengah berdiri memperhatikan mereka sejak tadi di anak tangga.
"besok pagi kalian pergi,termasuk aulia."
"pa,gapapa gausah aku gapapa kok gak pergi"Aulia berjalan menghampiri kedua orang tuanya.Ia meraih tangan pak arman dengan pelan.Menempelkannya ke pipi yang tampak lembut itu.
"papa udah sembuh sayang,liat nih papa udah bisa jalan tanpa merem lagi."ucap pak arman dengan tawa kecil.
"iya sayang,ada mama sama pak sarip di rumah yang jagain papa.Kapan lagi kalian liburan bareng,toh akhir akhir ini kalian kan sibuk kerja."sambung bu wida.
Aulia akhirnya mengangguk,membuat ketiga temannya tersenyum senang.Juga dinda yang sontak memeluk aulia dengan erat.Malam ini ia tak jadi tidur sendirian di rumahnya,karena ia akan menginap di rumah aulia seperti ucapannya kemarin.
"makasih ya ma,pa udah izinin aku liburan sama temen temen.Tapi papa janji ya kalo ada apa apa kabarin aku"
"iya sayang,papa udah bener bener sehat kok.Cuma butuh istirahat aja"
Akhirnya suasana menjadi semakin hangat.Wajah garang yang kemarin di tunjukannya berubah menjadi wajah yang teduh.Membuat ketiga teman aulia merasa jauh lebih tenang.
"yaudah,sebelum pulang kalian makan dulu ya nanti tante masakin"ucap bu wida dengan semangat.
"wahh tante makasih banyak ya."kini akhirnya dery yang bersuara.
Martin,dery dan pak arman duduk dilantai yang beralaskan karpet.Mereka duduk bersila dengan tangan yang masing masing menggenggam stik ps.15 menit setelah mereka melaksanakan sholat maghrib berjamaah dirumah besar itu.
Sedangkan bu wida dan aulia tampak sibuk memasak untuk makan malam mereka malam ini.Di susul oleh dinda yang baru selesai mandi di rumah temannya itu.
Suasana rumah tampak begitu ramai karena diisi dengan tawa canda yang lepas.Bahkan pak arman melupakan rasa sakitnya karena terlalu asyik bermain bersama kedua teman laki laki anaknya.
Ia merasa mempunyai teman,atau bahkan anak laki laki.Selama ini dirinya hanya sibuk mengerjakan pekerjaan.tak mempunyai waktu untuk bermain atau nongkrong bersama teman seumurannya.Ia lebih memilih menghabiskan waktu di rumah bersama anak dan istrinya,meski terkadang di rumah pun ia harus tetap bekerja.