NovelToon NovelToon
Pengasuh Majikan Impoten

Pengasuh Majikan Impoten

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pengasuh / Disfungsi Ereksi / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Jauh-jauh merantau ke kota demi membantu calon suami mengumpulkan modal nikah, Diani Ayu Larasati terjebak dalam sebuah perjanjian kerja yang sama sekali tidak dia ingini.

Hanya karena tergiur gaji di atas UMR, gadis manis yang biasa dipanggil Ayas itu iya-iya saja kala seorang kenalannya menawarkan pekerjaan untuk menjadi pengasuh anak konglomerat di ibu kota.

Siapa sangka, yang akan dia asuh bukanlah balita, melainkan seorang pria impoten yang merupakan produser sekaligus CEO dari Wijaya Corp, Givendra Kama Wijaya. Tidak hanya itu yang membuat Ayas tercengang, tapi tugas utamanya sebagai pengasuh sangat sulit diterima akal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 - Aku Ingin Berhenti

Ida membawakan kabar buruk untuknya, Ayas pulang kampung tanpa sepengetahuan Kama. Tanpa pikir panjang, pria itu memutuskan untuk menyusul Ayas ke kampung halamannya.

Kama sempat marah karena mengira Ayas sengaja kabur. Namun, begitu mendengar alasan sebenarnya, seketika tubuh Kama lemas. Dia yang awalnya marah pada Ayas, mendadak marah pada Ida lantaran membiarkan Ayas pulang sendirian.

Dapat dia bayangkan bagaimana Ayas melewati perjalanan dengan isak tangis lantaran kepergian ibunya. Ida bilang, bus yang ditumpangi ibu Ayas mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke dalam jurang.

Berita tentang bus tersebut juga sudah memenuhi stasiun televisi. Kecelakaan yang berlangsung diri hari itu merenggut 20 nyawa, dan salah satunya adalah sang ibu yang menjadi korban.

Karena itulah, Kama tidak berpikir dua kali untuk mendatangi Ayas. Tidak peduli sekalipun perjalanan yang dia tempuh itu menyita waktu, tapi Kama sama sekali tidak lelah. Tepat pukul tujuh malam, Kama tiba di sebuah rumah sederhana yang tampak berdesakan.

Dia jelas tidak bisa menemukan Ayas secara langsung, tapi dia sudah pastikan dengan beberapa tamu di luar bahwa memang benar rumah duka tersebut adalah alamat yang Kama tuju.

Sementara rumah duka masih ramai, Kama turut bergabung di jajaran para tamu duduk di luar. Dunia Kama seolah jungkir balik, malam kemarin di club dan malam ini di rumah duka yang membuatnya mendadak ingat kematian.

Bulu kuduk Kama meremang, dia memang agak sedikit penakut dengan hal-hal semacam itu sejak lama, terlebih lagi mengingat setragis apa kecelakaan yang dialami para korban. Hanya satu harapan Kama semua ini, segera selesai dan bertemu Ayas secepatnya.

Cukup lama Kama menunggu, hingga perlahan rumah Ayas terlihat sepi dan satu persatu pelayat meninggalkan tempat itu. Hingga, mata Kama menangkap sosok yang sejak tadi dia cari-cari.

Matanya terlihat memerah, dia kacau dan Kama ingin turut merengkuhnya. Walau sudah bisa dia hampiri, tapi Kama memilih diam di tempat seraya memandangi Ayas yang tampak dikuatkan oleh beberapa orang di sana.

Kama mungkin belum berada di posisi itu, keluarganya masih lengkap begitu sempurna. Namun, melihat hancurnya Ayas dia bisa Kama seolah kembali merasakan kehilangan seseorang di masa lalunya, dan rasanya sakit.

Tanpa terduga, Ayas yang sejak tadi dia tatap kini balik menatapnya. Bukan hanya itu yang membuatnya terkejut, tapi Ayas justru menghambur ke pelukannya tanpa Kama minta. Tanpa bicara, Kama membiarkan Ayas meraung dalam pelukannya.

Tindakan Ayas jelas disaksikan beberapa pasang mata yang berada di sana. Sama sekali dia tidak peduli sekalipun hal ini akan sampai ke telinga calon mertua. Ayas kehilangan dunianya, dan seseorang yang harusnya menguatkan Ayas justru tidak ada.

Sebelum pulang, Ayas sempat menghubungi Marzuki dan pria itu sama sekali tidak berniat mengantarnya pulang. Jangankan mendampingi Ayas, dia bahkan membalas pesan itu dengan sangat lama dan jelas balasannya sekadar formalitas mengucapkan bela sungkawa, pria itu juga mengatakan tidak bisa pulang dengan alasan sibuk dan jadwalnya sangat padat.

Malam ini, tanpa diduga dan tanpa Ayas harapkan kedatangannya, Kama justru berdiri dan memberikan pelukan erat untuknya. Cukup lama Ayas menangis, hingga ketika sedikit lebih tenang barulah dia melepaskan pelukannya.

"Kenapa bisa tahu?"

"Ida yang kasih tahu, kamu sendiri kenapa tidak pamit?"

Ayas masih menyeka air matanya, wajahnya memerah begitu sadar sebasah apa baju Kama akibat ulahnya. Tidak ingin terlalu menjadi pusat perhatian tetangga, Ayas mengajak pria itu untuk masuk.

Sebuah rumah sederhana tanpa fasilitas mewah dan kondisi yang cukup memprihatinkan berhasil membuat hati Kama teriris. Kondisinya bahkan lebih buruk dari foto-foto yang Hani laporkan, jika tahu kondisinya semiris ini, rasanya 2M terlalu kecil sebagai hadiah.

"Yas, bikinin minum."

Ayas mengangguk, wanita cantik yang mengenalkan diri sebagai Dania itu adalah kakaknya, wajah mereka mirip. Dia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kama.

Kesempatan itu Kama gunakan untuk bertanya sedikit tentang keluarga mereka. Menurut penjelasan kakaknya, mereka pisah rumah dan hanya datang sesekali untuk sekadar memastikan keadaan ibunya.

Sementara Ayas tinggal bersama sang ibu, dan rencananya setelah menikah bersama Marzuki, Ayas juga akan ikut suami. Namun, mendengar bagian itu Kama mendadak tidak lagi tertarik, beruntung saja Ayas segera hadir dengan segelas teh hangat dan nasi beserta lauk pauknya untuk Kama.

Kedatangan Ayas membuat Dania berlalu pergi, berlasan anaknya menangis dan Ayas iya-iya saja walau mungkin tujuan kakaknya bukan itu. Wajah lesu Ayas masih terlihat jelas, bahkan untuk mempersilakan Kama makan saja seolah tak kuasa.

"Ehm Ayas maaf, tapi kamu tahu aku tidak terbiasa makan nasi."

"Adanya nasi, di sini tidak ada roti ... jangan manja dulu," ucap Ayas lesu, sungguh dia tidak lagi memiliki daya untuk melayani manjanya Kama malam ini.

Jawabannya sedikit berbeda, dan seperti bukan Ayas yang membuat Kama mengatupkan bibir. "Ah okay ... tidak terbiasa bukan berarti tidak bisa."

Kama tidak berbohong, dia lapar sebenarnya. Bahkan sejak tadi perutnya sudah berontak minta di isi, karena itu sekalipun lidahnya tidak lagi terbiasa mengunyah nasi sejak beberapa tahun terkahir, Kama tetap makan. Di luar dugaan, rasa lapar seolah menepis prinsip hidup sehat dan lainnya, semua yang ada di piring benar-benar habis tak bersisa.

.

.

Walau dalam keadaan berduka, Ayas tetap memperlakukannya dengan sangat baik. Bahkan dia merelakan kamarnya untuk Kama tiduri sementara dirinya justru pindah ke kamar sang ibu. Hanya berjarak dinding yang terbuat dari kayu, Kama sengaja menggambil posisi di dekat tembok dengan harapan Ayas juga berada di sisinya.

"Yas, sudah tidur?"

Kama yakin suaranya bisa terdengar di kamar sebelah. Namun, anehnya Ayas tidak menjawab dan besar kemungkinan dia diabaikan. "Baiklah, selamat mal_ hah?"

"Belum, kamu juga belum 'kan?"

Kama terperanjat kaget kala pintu dibuka dari luar, dia sana juga memperlihatkan Ayas yang tiba-tiba masuk dan duduk di tepian ranjang.

Kedatangan Ayas membuat pria itu beranjak bangkit, dia duduk menarik selimut hingga ke atas lehernya. Jujur saja udara di sini terlalu dingin, bahkan sampai menusuk kulit.

"Ini."

"Apa ini?" Kama mengerutkan dahi begitu Ayas memberikan sebuah buku tabungan berikut atmnya.

"2M yang kemarin aku kembalikan."

Kama menghela napas kasar, dia sedikit tidak suka dengan ucapan Ayas walau tujuan sebenarnya belum jelas. "Apa maksudmu, Laras?"

Sebelum menjawab, dia tampak menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan. "Setelah kupikir ... aku lebih baik berhenti saja, aku tidak bisa terus-menerus melakukan pekerjaan itu. Selain itu, kamu juga sudah sembuh, 'kan? Biarlah yang kemarin tidak perlu dibayar, anggap saja biayaku menginap di rumahmu."

.

.

- To Be Continued -

1
Ayuk Witanto
😂😂😂
Ayuk Witanto
ngakak terus🤣🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
sabar kay
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
kapok
Ayuk Witanto
kok Podo Iki dukune😂😂
Ayuk Witanto
parut aja
Ayuk Witanto
makanya jangan sok blokir semua nomer...jadi gak tau kan
Ayuk Witanto
kepo
Ayuk Witanto
Slamet Slamet
Ayuk Witanto
kualat🤣🤣😂😂
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
hayo 😂
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣🤣biar adem si kama
Ayuk Witanto
bundir dia
Ayuk Witanto
overcook🤣🤣
Ayuk Witanto
sweetnya.. terharu 🥲🥲
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
kukira si Juki minta maaf beneran ternyata emang gak perlu di kasihani
Ayuk Witanto
ngomong dong🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!