Karena suaminya menderita gangguan pada organ reproduksinya, membuat Jenna dan suaminya memutuskan untuk melakukan inseminasi. Namun, setelah Jenna hamil, ia justru di minta untuk menggugurkan kandungannya tersebut atau ia akan ceraikan oleh suaminya tersebut. Bahkan Jenna di tuduh selingkuh oleh keluarga suaminya.
Jenna memilih mempertahankan kehamilannya meski pada akhirnya ia di ceraikan dan di buang oleh suaminya.
Bertahun-tahun berlalu, Jenna menjelma menjadi ibu muda yang tangguh dan mandiri. Jenna baru saja kehilangan pekerjaan dan Ia mendaftar menjadi seorang perawat pria lumpuh yang dingin dan kejam demi menyambung hidup bersama kedua anaknya.
Meski tidak mudah awalnya, Jenna tetap bertahan hingga cinta itu perlahan mulai tumbuh diantara mereka. Saat itulah sebuah fakta besar terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embunpagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Selama ini, Arion tak pernah bertindak kelewatan. Terutama dalam berhubungan dengan seorang wanita. Ia sama sekali belum pernah melakukan hal yang pantasnya di lakukan oleh sepasang suami istri. Lalu bagaimana bisa terjadi kemungkinan ada seorang wanita yang hamil dan melahirkan anaknya?
Satu-satunya jawaban yang masuk akal di benak Arion adalah rumah sakit. Ya, hanya rumah sakit yang memungkinkan hal itu terjadi. Rumah sakit satu-satunya tempat kemungkinan dimana bisa di dapatkan sepermanya. Dan kini ia sedang berada di kota X untuk pergi ke rumah-sakit yang ada di kota tersebut. Dimana ia menyimpan cairan kental itu di sana beberapa tahun yang lalu.
Setelah terjadi kecelakaan tragis yang menimpanya beberapa tahun yang lalu, Arion berpikir jika ia tidak akan pernah menikah dan memiliki anak. Untuk itu, ia memilih untuk menyimpan sepermanya di rumah sakit kota X tersebut.
Sembari menunggu salah seorang dokter kenalannya, Arion melihat layar ponselnya, berharap Jenna menghubunginya. Namun, ternyata hingga detik ini wanita itu tak ada kabarnya. Tak mungkin ia duluan yang menghubungi Jenna. Bisa besar kepala wanita itu, pikirnya.
Tapi, semakin lama menatap layar ponselnya, semakin gelisah ia rasakan. Tangannya gatel untuk menekan tombol call pada ponselnya tersebut, namun ia tahan. Gengsinya yang selangit mengalahkan keinginannya mendengar kabar wanita itu.
"Maaf, lama menunggu, tuan!" suara dokter yang baru saja kembali ke ruangannya tersebut mengagetkan Arion. Ia lekas menyimpan ponselnya ke dalam saku.
"Bagaimana dokter? Bagaimana bisa ada seorang wanita yang kemungkinan hamil dan melahirkan anak saya? Apa beberapa tahun lalu ada kejadian malpraktik atau semacam tindakan inseminasi mungkin?" tanya Arion tak Sabar.
Dokter yang juga pemimpin rumah sakit tersebut tampak menghela napas dalam sebelum menjawab pertanyaan Arion.
" Begini tuan Arion. Sebelumnya kami dari pihak rumh sakit benar-benar minta maaf kepada, tuan atas apa yang terjadi," ucap dokter.
"Apa itu artinya benar jika seperma saya di salah gunakan, dokter?" selidik Arion meminta penjelasan lebih.
Dokter mengangguk, "Lebih tepatnya, beberapa tahun yang lalu, salah satu staff rumah sakit kami melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan terjadinya kekacauan data," jelas dokter.
"Dimana petugas itu?" tanya Arion, ia harus menyelidiki ini sampai tuntas dan mendapat jawaban memuaskan.
"Sayangnya petugas itu langsung kami pecat saat itu juga, tuan. Dan kami tidak tahu dimana keberadaannya sekarang, maafkan kami. Untuk memastikan apakah benar waktu itu seperma anda atau bukan, hanya petugas itu yang tahu pasti," jelas dokter.
Arion mengusap wajahnya kasar. Sekarang bagaimana ia akan menyelidiki hal ini jika staff itu saja tidak tahu keberadaannya. Ini akan mempersulit penyelidikannya.
....
Tiga hari di kota X tanpa hasil, membuat Arion sedikit kecewa. Namun, apa boleh buat. Ia benar-benar kehilangan jejak staf rumah sakit itu yang kini entah dimana keberadaannya.
Arion Memilih untuk kembali. Saat Arion sampai Mansion, rupanya Jenna sudah tak ada di sana. Wanita itu sudah kembali ke rumahnya. Mungkin ia kesepian karena di rumah besar itu hanya seorang diri, meski tentu saja ada para asisten rumah tangga. Namun, terasa berdeda.
Arion tak sempat turun dari mobil. Ia meminta sopir mengantarkan ke rumah Jenna. Entah kenapa ia ingin sekali pergi kesana dan melihat wanita itu.
Tidak sampai masuk ke halaman, mobil Arion perintahkan berhenti di sekitaran rumah wanita itu saja tanpa mendekat.
Dari kejauhan, Arion melihat lampu yang menyala dari dalam rumah Jenna, membuat hati dan pikirannya menjadi tenang. Sesekali bayangan sosok wanita yang ada di dalam rumah tersebut terlihat dari balik gordyn jendela. Arion nyaman dengan posisinya yang hanya memerhatikan dari jauh tersebut. Sebeenarnya itu tak cukup buatnya. Namun ia tak memiliki alasan untuk mendatangi wanita itu. Begini saja ia rasa cukup.
Rasanya arion tak ingin beranjak dari sana. Ia akan kesal sendiri saat bayangan jenna tak nampak, namun akan kembali tersenyum jika wanita itu kembali muncul meski hanya dalam siluet saja.
Sementara itu, ternyata sejak tadi si kembar mengintip ada mobil yang parkir tak jauh dari rumah mereka.
Si kembar memberitahu Jenna. Jenna oun akhirnya ikut mengintip, "Itu kan, mobil Arion?" gumam Jenna. Antara senang dan penasaran. Senang karena pria itu sudah kembali tapi juga penasaran apa yang pria itu lakukan di sana.
Atas saran si kembar, Jennapun keluar rumah dan mendekati mobil tersebut. Sebelumnya ia berpesan jika si kembar tidak boleh ikut keluar dan menyuruh mereka masuk ke dalam kamar. Mereka menurut.
Setelah memastikan si kembar masuk ke kamar, Dengan buru-buru Jenna berlari mendekati mobil Arion.
Arion yang menyadari kedatangan Jenna langsung membuka pintu dan berusaha keluar meski masih dengan susah payah karena kakinya belum benar-benar semhuh total.
"Kapan kembali, kenapa tidak memebritahuku? Bagaimana keadaan kakimu di sana. Apa baik-baik saja?" serentetan pertanyaan Jenna lontarkan seolah ia adalah kekasih posesif Arion.
Arion tersenyum dan menarik Jenna ke dalam pelukannya tanpa berkata apapun.
...----------------...
semangat up lagi yok sampe tamat kisah Jenna dan Arion kak jangan lama-lama ya up selanjutnya🥰