NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Peringatan Chu Chu

Jiang Yuan memperhatikan dengan saksama, tidak menyela. Tangannya diletakkan di atas meja, jari-jarinya mengetuk pelan permukaan kayu.

"Ling Xi memiliki banyak teknik angin," lanjut Yue Lianhua, suaranya menjadi lebih serius. "Bahkan teknik harta juga tidak terkecuali. Dia menguasai berbagai macam serangan jarak jauh dan jarak dekat. Senjata yang ia pakai hanyalah sebuah pedang, tapi sampai saat ini, belum ada orang yang bisa membuatnya menggunakan pedang itu. Semua lawannya dikalahkan tanpa ia perlu mencabut senjatanya."

Chu Chu menambahkan, "Dia bergerak seperti angin, cepat, tidak terduga, dan sulit diprediksi. Serangannya tajam dan mematikan. Dan yang paling berbahaya, dia tidak pernah menunjukkan seluruh kemampuannya. Setiap pertarungan, dia selalu menyimpan sesuatu."

Pandangan Chu Chu kembali ke Jiang Yuan, dan untuk pertama kalinya, ada sedikit keraguan di matanya.

"Sedangkan kau..." ucapnya dengan nada hati-hati. "Jujur saja, aku tidak menaruh harapan apapun padamu. Bakatmu tidak biasa, cara bicaramu tidak biasa. Tapi pada akhirnya, kekuatanlah yang menentukan di arena pertarungan."

Ia menatap Jiang Yuan dengan tatapan tajam.

"Setidaknya, jangan sampai mati. Menyerahlah jika perlu, tidak ada yang akan menyalahkanmu."

Jiang Yuan tidak terpengaruh oleh kata-kata Chu Chu. Ia tetap duduk dengan tenang, matanya yang tajam berkilauan karena berpikir.

"Ling Xi ini," ucapnya perlahan, "karena menggunakan angin, seharusnya pergerakannya sangat cepat dan serangannya tajam. Berarti dia lebih kuat pada jarak tertentu? Mungkin dia unggul dalam pertarungan jarak menengah dan jauh?"

Yue Lianhua menyilangkan kedua tangannya di bawah puncak kembar miliknya, gerakan yang secara tidak sengaja mendorong bagian dadanya yang padat ke atas, membuatnya lebih menonjol dan bergoyang lembut di balik jubah tipisnya.

"Benar sekali," jawabnya, mengangguk setuju. "Tapi jangan salah, kekuatan fisiknya juga luar biasa. Seni bela dirinya terlalu hebat, seakan-akan dia tidak memiliki kekurangan."

Jiang Yuan menggeleng mendengar itu.

"Kurasa tidak mungkin," ucapnya dengan nada pasti. "Semua orang pasti punya kelemahan. Tidak ada yang sempurna."

"Heh," Chu Chu tersenyum kecil, untuk pertama kalinya ekspresinya sedikit menghangat. "Kau masih bisa berpikir kritis. Itu bagus. Banyak orang yang sudah menyerah secara mental sebelum pertarungan dimulai hanya karena mendengar nama Ling Xi."

Yue Lianhua menatap Jiang Yuan dengan tatapan ingin tahu. Matanya yang cokelat muda menyelidik pemuda di hadapannya.

"Jiang Yuan, menurutmu, berapa persen kemungkinan menangmu?" tanyanya, suaranya penuh rasa ingin tahu.

Chu Chu juga tertarik dengan pertanyaan itu. Kedua wanita itu menanti jawaban Jiang Yuan dengan penuh perhatian.

Jiang Yuan menatap keduanya bergantian. Ia menghela napas pelan, lalu menjawab dengan nada tenang.

"Kalau dalam pertarungan adil dan jujur di arena sekte ini..." Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "...hanya 50%."

Mendengar itu, mata Chu Chu sedikit menyipit. Ada kilatan di matanya, bukan lagi keraguan, melainkan rasa ingin tahu yang mendalam.

"Hoo?" ucapnya, alisnya terangkat. "Kalau bukan pertarungan adil dan jujur?"

Segaris senyuman misterius terbentuk di wajah Jiang Yuan. Matanya berkilauan dengan cahaya yang membuat kedua wanita itu merasakan sesuatu yang aneh.

"Jika pertarungan di mana hidup dan mati ditentukan oleh kekuatan tanpa ada peraturan..." ucapnya perlahan, suaranya rendah namun tegas. "Maka dia mustahil menang melawanku."

Pernyataan itu membuat Chu Chu dan Yue Lianhua saling bertatapan. Keheningan sesaat menyelimuti ruangan.

Kemudian, keduanya tertawa.

"Hahaha, lucu sekali," ucap Yue Lianhua sambil menutup mulutnya dengan tangannya.

"Aku tidak menyangka akan mendengar lelucon yang begitu buruk dari mulutmu," tambah Chu Chu, menyapu air mata yang keluar karena tertawa terbahak-bahak. Gerakannya yang berlebihan membuat roknya sedikit tersingkap, namun ia terlalu asyik tertawa untuk memperhatikannya.

Jiang Yuan hanya tersenyum tipis, tidak terpengaruh oleh reaksi mereka. Ia tahu bahwa kata-katanya sulit dipercaya, tapi ia tidak peduli.

Yue Lianhua akhirnya berhenti tertawa, menatap Jiang Yuan dengan ekspresi yang lebih lembut.

"Baiklah, baiklah," ucapnya, menggelengkan kepalanya. "Pergilah, kami menunggu kabar baiknya. Jangan sampai kau mati di arena, ya?"

Jiang Yuan mengangguk. Ia bangkit dari kursinya, memberikan isyarat hormat singkat pada kedua wanita itu. Kemudian ia berbalik dan melangkah keluar dari ruangan, meninggalkan mereka berdua.

Saat pintu tertutup di belakangnya, keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Chu Chu mengangkat cangkir tehnya, menyesapnya perlahan. Matanya yang tajam menatap pintu yang baru saja ditutup.

"Bocah ini menarik," ucapnya, suaranya rendah. "Dari tatapannya tadi... ia tidak bercanda."

Yue Lianhua mengangguk, ekspresi wajahnya menjadi serius. "Kurasa begitu. Ada sesuatu di matanya, keyakinan yang tidak biasa untuk seseorang di ranahnya. Sekarang aku mulai paham alasan Wanita Suci memilihnya."

"Dia..." Chu Chu berhenti sejenak, mencari kata yang tepat. "...punya takdir tersendiri."

Yue Lianhua menatap Chu Chu. "Nona Chu, kau mempercayainya?"

Chu Chu tersenyum tipis, meletakkan cangkir tehnya di atas meja.

"Mungkin? Kita akan segera mengetahui itu."

Di luar ruangan, Jiang Yuan melangkah menuruni tangga Paviliun Bulan. Matanya tertuju pada arena utama Sekte Bulan Kabut yang terlihat di kejauhan.

'Ling Xi,' pikirnya dalam hati. 'Ranah Da Dou Shi tahap akhir. Pengendali angin yang kuat.'

Di dalam Lautan Kesadarannya, Bing Bi bersuara.

"Tertarik, bocah? Wanita itu cukup kuat untuk tingkatmu sekarang."

Jiang Yuan tersenyum tipis. "Kak Bing, kau bisa membantuku?"

Tawa kecil Bing Bi terdengar. "Tentu. Tapi kau harus membayarnya dengan darah ekstra."

"Kupikir sudah menjadi makanan harianmu."

"Itu untuk bertahan hidup. Ini untuk layanan ekstra."

Jiang Yuan menghela napas. "Baiklah, sepakat."

Ia melangkah keluar dari Paviliun Bulan, menuju arena di mana pertarungannya akan segera dimulai. Di dalam hatinya, tekad membara.

'Mari kita lihat seberapa kuat wanita itu sebenarnya.'

Di kejauhan, angin mulai bertiup lebih kencang, seolah menyambut kedatangannya.

Pertarungan akan segera dimulai.​​​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!