Dijodohkan dengan seorang laki laki dari usia bayi tanpa diketahui, yang ternyata laki laki itu adalah musuh bebuyutannya di sekolah. Namun perjodohan sudah tidak bisa lagi untuk dihindari.
Bagaimana kisah kehidupan Arin dan Rafa selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Setelah selesai makan, Arin langsung cepat melangkah menuju ke anak tangga untuk langsung ke kamarnya sendiri. Sementara Rafa masih melanjutkan beberapa pekerjaan di laptop. Ia duduk di ruang tamu dimana laptop sudah menyala di atas meja.
Di dalam kamar, Arin merasa tak tenang dan hanya bisa mondar mandir saja di balik pintu. Semua ucapan Rafa begitu mengusik jiwanya, tentang sebuah hubungan yang memang belum siap Ia lakukan.
Hingga tengah malam, Arin tak bisa terlelap sama sekali dan kembali ke bawah untuk mengambil air minum.
"Lo masih kerja aja sih? kan besok pagi sekolah?" tanya Arin melihat suaminya masih duduk dengan laptop di hadapannya dalam kegelapan.
"Lo sendiri ngapain belum tidur? mau tidur sama Gue?" celetuk asal Rafa tanpa menoleh ke arah istrinya.
"Gue haus mau minum!" jengkel Arin dan bergegas ke arah dapur.
Begitu Arin hendak kembali ke kamar, Rafa menahan tangan istrinya dengan masih duduk di sofa.
"Temenin Gue" pinta lembut laki laki dengan menatap dalam mata istrinya.
Gadis dengan balutan pakaian tidur pendek tersebut menyetujui saja permintaan suaminya. Toh Dia juga belum terasa mengantuk dan tak ada salahnya menemani suaminya bekerja.
Arin duduk bersila di samping suaminya, menampilkan paha putih mulus miliknya. Maklum saja Ia kini tengah mengenakan pakaian tidur yang panjangnya hanya sampai paha atas. Dan begitu duduk maka semua akan otomatis naik, hingga mata Rafa leluasa mengamati keindahan kaki jenjang tersebut.
"Sengaja ya Lo godain Gue?" seru Rafa sudah melarang istrinya memakai pakaian mini malah kini lebih mini lagi.
"Mana Gue tahu sih kalau Lo belum tidur!" jengkel Arin memang tak mengenakan pakaian tidur yang dibelikan Mamanya itu dengan sengaja.
"Nih juga dada pakai dibuka buka gini, engga pakai apa apa lagi" tegur kembali Rafa menatap ke arah istrinya memperhatikan baju tidur tali satu dengan belahan dada terbuka.
"Apaan sih Lo" jengkel Arin menarik piyama pink miliknya ke atas.
"Gila tahu gak Gue sama Lo lama lama! Gue normal Rin, Gue normal!"jengkel laki laki merasakan suhu tubuh meningkat melihat tubuh istrinya begitu menggoda dalam balutan piyama satin.
"Ngapain Lo bentak bentak Gue sih?! mau Lo apa sih Fa?!" tegas Arin kesal karena suara Rafa sedikit meninggi.
"Gue mau Lo, Gue pengen Lo, puas?!" tegas Rafa langsung mendekat ke arah istrinya.
Tubuh terus bergeser ke samping hingga menyentuh sandaran sofa yang tak ada lagi ruang untuknya menghindar.
"Fa, Gue belum siap" mata Arin terpejam sudah sedikit terhempas tubuhnya ke sandaran sofa dengan kaki masih bersila.
Rafa langsung terbahak melihat ekspresi ketakutan Arin, dan seketika membuat Arin terkejut membuka mata cepat.
"Becanda lagi Rin" seru Rafa di sela tawa, langsung dipukul keras tubuhnya dengan bantal sofa oleh Arin.
"Rese banget Lo, gila dasar cupu" jengkel Arin merasa dipermainkan emosinya oleh Rafa.
"Sakit" protes Rafa karena Arin terus memukul tanpa henti menggunakan bantal.
"Biarin, Gue jengkel sama Lo! udah nakut nakutin Gue malah ketawa lagi" ketus gadis masih terus memukul tersebut.
Tak bisa menghentikan Arin dengan kata kata, Rafa langsung memegang kedua tangan istrinya hingga kini saling memandang dalam jarak dekat. Jantung keduanya berdetak begitu cepat dalam posisi ini, hingga seakan saling berlompatan ingin keluar saja.
Soal’y wktu bru rilis saya ikutin smpe selesai
Eh pas pngen baca lgi ko di potong gini cerita’y
Jdi aneh deh
nganter ditimpuk ma rafa hahah