NovelToon NovelToon
Dokter Jodoh Polisi (Diakah Jodohku 3)

Dokter Jodoh Polisi (Diakah Jodohku 3)

Status: tamat
Genre:Romantis / Dokter / Tamat
Popularitas:751.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Zean Sin adalah putri bungsu dari Tora Sin dan Sherly Lee. Menjadi putri kebanggaan Tora yang meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai polisi. Wanita cantik itu sedikit tomboi, dan juga terkenal sangat usil. Ia akhirnya bisa membanggakan kedua orang tuanya dan sekarang bisa menjadi Brigadir Polisi.

Brian adalah seorang dokter tampan dan juga cerdas, ia juga putra dari dokter Jack sahabat dari Tora Sin. Dokter Brian dan Zean Sin bersahabat sejak usia mereka baru 6 tahun, keduanya dijodohkan keluarga sejak kecil. Namun baik keluarga Tora maupun keluarga Jack tak pernah memaksakan keduanya.

Persahabatan mereka harus terputus karena Brian kuliah kedokteran di luar negeri, sedangkan Zean Sin juga sibuk dengan tugasnya sebagai anggota kepolisian di Bandar Lampung. Keduanya akhirnya bisa bertemu kembali setelah Zean Sin ditugaskan di Jakarta dan dokter Brian bertugas di rumah sakit Jakarta.

Mereka juga akhirnya bisa berlibur bersama saat si kembar Sin, kakak Zean menikah di Amerika. Akankah persahabatan keduanya menjadi cinta dan bisa bersama selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi Ulah Teo

Kedatangan Zean di Polda bersama seorang pria tampan membuat para anggota kepolisian terkejut, apalagi keduanya terlihat sangat mesra walaupun hanya dengan lambaian tangan saja. Kehebohan itupun terdengar sampai ke telinga Teo. Pria itu sangat kesal hingga menghampiri Zean ke kantornya.

Kedatangan Inspektur tiba tiba membuat anak buah Zean terkejut, mereka menyapa Teo namun tak dihiraukan pria itu.

"Kalian keluarlah, aku ingin berbicara empat mata dengan bu Zean." perintah Teo.

"Siap pak laksanakan." jawab semuanya.

Zean terkejut mendengar perintah Teo pada mereka. Teo mulai berbicara setelah tak ada lagi anggota kepolisian yang lain di ruangan itu.

"Baru saja kau masuk kerja, dan kau izin hanya untuk pergi kencan dengan kekasihmu. Sikap apa yang kau tunjukkan pada anak buahmu hah." bentak Teo.

"Maaf pak, bukan seperti yang anda kira." jawab Zean.

"Apa kau sangat senang membuatku kesakitan Zean? Apa pria itu lebih baik dariku?" tanya Teo.

"Pak Teo, bisakah anda memisahkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi. Aku sedang bekerja, sangat tak pantas anda terus menunjukkan sikap ketertarikan anda padaku. Ini sangat tidak profesional." kata Zean.

Teo tertawa. "Profesional? Kau bisa menyebutkan kata itu padahal kau sendiri tidak profesional."

"Jika anda ingin menghukum perbuatanku, aku menerimanya. Tapi anda tak perlu ikut campur urusan pribadiku."

"Menghukummu adalah cara terbaik untuk saat ini, tapi aku akan pikirkan apa yang pantas buatmu." jawab Teo seraya meninggalkan Zean.

Zean menghempaskan tubuhnya ke kursi, ia kembali mengumpat.

"Bagaimana aku bisa menyukai orang sepertimu? Dasar pria gila." umpatnya.

Anak buah Zean kembali masuk lalu menatapnya.

"Jangan bertanya, pria itu sudah gila." ujar Zean membuat mereka semua tertawa. Hanya Zean yang berani memanggil pak inspektur seperti itu.

"Maaf bu, lalu siapa pria yang mengantarkan anda kemari? Dimana mobil anda?" tanya Ega.

"Pria tadi seorang dokter, namanya Brian. Mobilku ada di rumahnya, aku dari bandara untuk mengantar ayahnya kembali ke Lampung, ayahnya adalah sahabat ayahku. Kenapa aku menjelaskannya padamu." ujar Zean seraya tertawa.

Ega dan yang lainnya kembali tertawa. "Dokter tadi sangat tampan dan sangat cocok dengan ibu Zean."

"Sudah hentikan bergosip. Kembalilah bekerja." perintah Zean.

"Tapi kami serius, pak dokter itu lebih cocok dibandingkan pak inspektur. Benar kan?" ujar Ega meminta persetujuan yang lain. Mereka semua mengangguk.

Zean tersenyum. "Hentikan, mulailah bekerja lagi." perintahnya.

"Siap laksanakan." jawab semuanya.

Mereka melanjutkan pekerjaan hingga hari semakin sore.

*****

Inspektur Teo kembali mengunjungi ruang kerja Zean dengan setumpuk berkas ditangannya. Sesampainya di depan meja Zean, ia meletakkan berkas itu.

"Kau selesaikan berkas berkas ini, besok kembalikan padaku. Itu perintah sekaligus hukuman buatmu." ujar Teo.

"Baik pak." jawab Zean datar tanpa menatap Teo sama sekali.

Teo tersenyum sinis melihat sikap Zean padanya. "Apa seperti itu cara seorang polisi menerima hukuman?" tanyanya.

Zean seketika berdiri dan bersikap formal padanya. "Siap pak laksanakan." jawabnya.

Teo tersenyum kembali lalu meninggalkan Zean begitu saja.

Zean menghela nafasnya dengan keras. "Ingin sekali aku pindah dari sini." gumamnya.

"Jangan lakukan itu bu, kami sudah sangat senang bu Zean berada disini." ujar Ega.

"Benar bu, jangan hiraukan pak inspektur." jawab yang lain.

"Itulah mengapa aku sangat berat pindah karena ada kalian." jawab Zean. "Sepertinya aku akan lembur di hari pertama ku berkerja." sambungnya.

"Kami akan membantu."

"Tidak perlu, bukankah kalian mendengar ucapan pak inspektur, jika ini hukuman buatku." kata Zean.

Mereka menghela nafasnya lalu mengangguk.

"Cinta ditolak hukuman bertindak." ejek Ega.

"Kembalilah bekerja, jika sudah waktunya pulang, kalian boleh duluan." ujar Zean.

"Baik bu." jawab mereka.

Zean kembali duduk lalu mulai membuka berkas berkas yang ada di depannya. Berkas berkas beberapa kasus lama yang harus diselesaikan. Sebenarnya tidak terlalu penting, tapi sepertinya Teo memang mencari masalah. Hari semakin malam, satu per satu anak buahnya berpamitan pulang.

"Apa ibu yakin sendiri?" tanya Ega.

"Jangan khawatir." jawab Zean.

"Aku hanya khawatir pada pak Teo." kata Ega.

Zean terkekeh. "Aku memiliki pistol." godanya.

Ega menghela nafasnya. "Anda seorang polisi bukan pembunuh."

"Itu bisa terjadi sebagai pertahanan diri, pulanglah, aku sudah biasa menghadapi pak Teo." jawab Zean.

"Anda terlalu cantik, pria manapun akan tertarik." goda Ega.

"Terlalu memuji tidak baik Ega. Kau bawahanku yang paling berani." ujar Zean.

"Maaf atas kelancanganku bu." jawab Ega menyesal.

Zean tertawa. "Aku hanya bercanda, kau memang yang paling dekat denganku. Aku senang saat pertama kali bertemu denganmu Ega. Kau bukan bawahanku, tapi temanku."

Ega tersenyum. "Aku juga senang memiliki anda di kantor ini, anda tak pernah tinggi hati walaupun jabatan anda lebih tinggi dari kami. Anda sangat sempurna."

"Jangan mulai lagi, pulanglah. Aku akan menyelesaikan pekerjaan ini sebentar lagi." perintah Zean.

"Baik bu, anda berhati-hati." jawab Ega.

"Kau juga Ega." kata Zean.

Zean akhirnya sendirian di kantornya, hanya anggota kepolisian yang bertugas malam kesana kemari, tapi mereka bukan sekantor dengannya. Zean melewatkan makan malamnya karena ingin segera menyelesaikan pekerjaannya.

Saat ia serius dengan pekerjaannya, suara ponsel sangat mengejutkannya. Brian lah yang menghubunginya.

"Halo..." jawab Zean.

"Apa kau lembur?" tanya Brian.

"Maaf aku lupa memberi kabar padamu." jawab Zean.

"Apa kau lembur sayang?" tanya Brian lagi.

"Bisa dibilang begitu." kata Zean datar.

"Ada masalah, sepertinya kau kesal." kata Brian.

"Sangat sangat kesal, sebentar lagi aku selesai."

"Apa sudah makan malam?" tanya Brian. Ia tak mau bertanya lebih lanjut, karena Zean bisa menjelaskannya setelah mereka bertemu nanti.

"Sayangnya belum Bri, aku sangat ingin menyelesaikan pekerjaan ini dan pulang." jawab Zean.

"Kau akan aku beri hukuman sayang, makan juga penting untuk kesehatanmu." ancam Brian.

"Kau harus mentraktirku makan." ujar Zean.

"Baiklah, aku kesana sekarang. Aku mencintaimu." ujar Brian.

"Aku juga mencintaimu Bri, kata katamu membuatku kembali bersemangat. Kau hati hati di jalan. See you." kata Zean.

"See you Zee." jawab Brian seraya menutup ponselnya.

Zean mulai membereskan pekerjaannya, ia akhirnya bisa menyelesaikan pekerjaan itu. Sosok pria di depan pintu mengejutkannya, siapa lagi kalau bukan Teo.

"Apa sudah selesai?" tanya Teo.

"Terima kasih atas hukumannya pak Teo." jawab Zean datar.

"Maafkan aku terlalu keras padamu Zean." kata Teo.

Zean hanya tersenyum menanggapinya.

"Aku akan antar kau pulang." ujar Teo lagi.

"Tidak perlu, terima kasih pak Teo." jawab Zean.

"Oh ayolah Zean, bukankah apartemenmu satu arah denganku." kata Teo seraya mendekati Zean.

"Aku sudah dijemput pak Teo. Terima kasih atas perhatiannya."

Teo menarik tangan Zean dengan erat. "Tak bisakah kau melihatku?"

"Pak Teo, anda menyakitiku." kata Zean sambil berupaya melepaskan pegangan Teo.

"Lihatlah aku, aku berusaha naik pangkat hanya untukmu. Aku bahkan meminta dipindahkan kemari untuk mengikutimu. Apa kurangnya aku Zean, aku memiliki segalanya." bentak Teo.

"Pak Teo, anda jangan memaksakan. Aku tak memiliki perasaan apapun dengan anda."

"Kau bisa perlahan menyukaiku, aku bisa menunggumu. Tapi setidaknya kau terima perasaanku terlebih dahulu Zean." ujar Teo.

"Pak Teo, hentikan. Kau semakin menyakitiku." teriak Zean.

"Teriak sesukamu, tak ada yang akan mendengar karena mereka sedang berpatroli." ujar Teo tertawa.

"Aku yang mendengarnya pria sinting." ujar Brian seraya menarik Teo dan melayangkan tangannya ke wajah Teo. "Aku sudah memberimu peringatan untuk tidak menggangu kekasihku, sepertinya kau memang sudah sinting." sambungnya.

Zean segera memeluk Brian, tubuhnya gemetar karena takut. Ia memang seorang polisi, tapi kejadian tadi membuatnya takut karena ia bingung harus melawan inspektur seperti apa. Brian menenangkan Zean dengan mengusap punggungnya.

"Maaf aku terlambat sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Brian.

Zean mengangguk.

Teo berdiri dengan terhuyung, pukulan Brian memang sangat keras. "Aku akan menuntutmu." ancamnya.

"Lakukan itu, karena itulah yang aku tunggu." bentak Brian seraya membawa Zean keluar.

Dengan kesal Teo mengacak-acak meja Zean. Hampir semua barang milik Zean jatuh ke lantai.

*****

Hai para Readerku, maaf atas keterlambatan up karena Author harus beristirahat. Mulai hari ini dan seterusnya, Author akan mulai up 1 hari 1 episode kembali. Author akan menyelesaikan novel ini terlebih dahulu, untuk novel "Chef Cantik Pilihanku Season 2" akan Author up setelah novel ini tamat. Mohon pengertiannya ya🙏🙏🙏

Happy Reading All...😘😘😘

1
inisial AE ✨
untung remnya pakem Bri 😂😂😂
inisial AE ✨
menurutku bahasanya kurang formal ya, antara dokter dan pasien, atau sesama rekan kerja di lingkungan kerjanya... bukankah harusnya 'anda saya' bukan 'aku kamu'😁😁 sorry y Thor 🙏
inisial AE ✨
ada ya kata 'membunuh' buat becandaan 😪
inisial AE ✨
mana tahan punya atasan begitu😑
R is
baguss
💕Leyka Gallardiev 💕
cantik polwan nya
Fuzi Maulida
pak teo gercep euy
Fuzi Maulida
bertemu di restoran
Ratna Wati
Akhirnya jadian juga pak dokter ma bu polisi
Nur Adam
smgt thor ujtuk krya mu
Rahma Inayah
hrs nya visual nya peran utama brian dan zean
Rahma Inayah
untung brian mash inget pesan zean walau sempat pesimis dan menganggp omongan zean terllu berlbhn..pd akhr mmg bnr aralyn mmg licik mau menjebk bryan
Rahma Inayah
dasr polisi gelo
Rosalinda Yo_2
Suka sama ceritanya Thor
Rosalinda Yo_2
Selalu keren ceritamu Thor

Semangat 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Rosalinda Yo_2
Semakin seru....
The Sin Series...

Love you Thor 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻🙏🏻🙏🏻
Maritza Hanan
baru awal
CAT ME
lanjut ke 4
Purnama
kalau di suatu hubungan untuk pilihan perempuan menang
tp kalau berdebat adu argument pria pasti menang🤭
karna perempuan harus nurut Ama suami
Purnama
Teo polisi stress....🤜
jd polisi kan ada tes kejiwaan, mana bisa jd polisi kalau labil kayak gitu😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!