kisah ini mengisah seorang suami yang bernama danu yang menyesal,dikarenakan telah menelantarkan sang istri karena sang istri tidak secantik dulu.pada saat ia bertemu dikarenakan badan sang istri mekar menjadi gendut dikarenakan sang istri habis melahirkan bayi kembar laki laki yang masih empat bulan,setelah melahirkan istrinya sangat lahap memakan apapun karena hormon yang selalu lapar yang menyebabkannya menjadi gendut.padahal dulu sang istri sangat cantik body nya bagaikan biola spanyol.
pada saat istri nya mulai kembali langsing seperti dulu apakah dia akan menyesalkan atas keputusan nya menelentarkan sang istri yang bernama maya.
karya ini diterbitkan atas izin noveltoon.
isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya,tidak mewakili noveltoon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gita mayda pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Danu Selingkuh
Kabar buruk kini hadir dari pasangan Danu Dan Susan, sang suami tercinta selingkuh dengan Seorang gadis nan cantik jelita yang bernama Jelita, Jelita merupakan gadis cantik blasteran Jawa Perancis, perawakan nya tinggi putih Semapai bak model Internasional dengan hidung Nya yang sangat mancung. selingkuhan Danu Merupakan seorang mahasiswi,
Di perguruan tinggi ternama di Jakarta.
Ini merupakan visual Jelita
Pertemuan Danu dan Jelita, bermula di sebuah Kafe ternama di Jakarta, dan akhirnya Danu Tertarik pada saat melihat Jelita, Jelita tidak Mengetahui kalau Danu Sudah memiliki istri, Danu Mengaku kepada Jelita bahwa ia seorang Perjaka, Dan sedang mencari istri untuk di ajak serius.
Jelita dan Danu selalu menghabiskan waktu Berdua, bahkan sekarang Danu jarang pulang ke Rumah, ia sering menghabiskan waktu bersama Jelita, bahkan Danu sering bermalam di Apartement Jelita. Walaupun Danu menginap di Apartement Jelita mereka tidak tidur sekamar, Melainkan pisah kamar, Jelita masih menjaga Kesucian sebagai seorang gadis, menurut nya Makhota wanita harus tetap dijaga dan diserahkan Kepada suami nya kelak.
"Sayang kau kapan wisuda?
Setelah kau wisuda, secepatnya aku akan Menikahi kamu, aku sudah tidak sabar,
Ingin segera memiliki mu seutuhnya, dan memiliki Bayi yang lucu-lucu sayang." ucap Danu
Jelita pun tersenyum, dan tersipu malu.
"Dua bulan lagi mas, aku akan wisuda,
Tetapi apakah gak terlalu buru-buru?
Apalagi kita belum lama saling mengenal?
Kita juga belum mengetahui karakter
Masing-masing, takutnya salah satu dari kita Menyesal." ucap Jelita
"Aku tidak akan menyesal sayang, kau satu-satu Nya bagi ku, kau harus yakin itu." ucap Danu
Kini Danu pun dengan gigihnya, memberikan Penjelasan kepada Jelita bahwa dia adalah wanita
Satu-satu nya. Jelita makin berbunga-bunga Saja, Tetapi hati nya masih belum yakin terhadap Danu, Ia belum terlalu percaya terhadap Danu, takutnya Kalau ia mencintai nya terlalu dalam ia akan di Kecewakan.
Susan meringis kesakitan sambil memegang Perutnya, ia takut kenapa kenapa akan kandungan Nya, karena Susan kebanyakan pikiran, ia tak Habis pikir akan tingkah laku Danu, terhadap nya. Danu sekarang berubah sangat jahat terhadap Nya, bahkan menemani nya periksa kandungan ia Tidak mau, bahkan sekarang ia jarang pulang ke Rumah dengan alasan meeting.
Susan pun akhirnya memutuskan untuk Menelepon Dokter Adrian.
"Halo, Assalamu alaikum Dok. Ini saya Susan. Saya ingin bertanya dok? Perutku sangat sakit, Dan kram, Apakah kandungan saya tidak Brmasalah?" ucap Susan
Susan pun kini sangat cemas dan panik.
"Tidak perlu khawatir, Saya akan berikan resep Untuk kamu. Apakah sekarang kita bisa bertemu?
Bisa temui saya di rumah sakit, sebentar lagi jam Kerja saya usai." ucap Dr. Adrian
Susan dan Dr.Adrian pun, memutuskan untuk Bertemu di rumah sakit. Setiba nya di rumah sakit, Ia langsung masuk ke ruangan Dr.Adrian,
Dr. Adrian langsung memberikan resep obat untuk Penguat janin Susan. Dokter Adrian pun reflek Mengelus perut Susan, Susan yang mendapat Perlakuan lembut dari Dokter Adrian pun tersipu Malu, ia tak habis pikir kenapa Dokter Adrian yang Memberikan perhatian lembut terhadap dirinya, Bahkan sang suami Danu tidak peduli, bahkan Semenjak hamil Danu tidak pernah mengelus Perut Susan, Susan pun menitikan air mata.
Dokter Adrian yang melihat Susan menitikan air Mata pun reflek, menghapus air mata nya, dan Mencium kening Susan.
"Kau tidak Apa-apakan? Apakah perut mu sakit?"
Ucap Dr.Adrian
Dr. Adrian pun mengelus perut Susan, dengan Penuh kasih sayang.
Bersambung...
Mohon dukungan nya kaka ku tercinta.
Sarangheo😍😍😍😍
sukses
semangat
mksh