NovelToon NovelToon
TIGER'S

TIGER'S

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Harem / Bad Boy / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Karena kecerobohan seseorang Camelia harus mempertahankan hidupnya dari kejaran para penjahat yang menginginkan sesuatu didalam tubuhnya. Dia tidak sengaja menelan sebuah microchip yang berisikan informasi penting untuk para penjahat kelas kakap di seluruh dunia dan mengancam nyawanya. Melibatkan Sang Putra Mahkota keluarga bangsawan Albarack yang ternyata menjadi pelaku utama atas kecerobohan ini.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa yang akan dilakukan sang putra mahkota Albarack pada Camelia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiger's Bab 17

Selepas pertemuan serta perdebatan yang tak terduga antara dirinya dan beberapa siswi yang sama sekali tak dikenal nya, Camelia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sekolah tidak berminat lagi untuk kembali ke kafetaria. Saat ini gadis berambut sebahu itu tengah berjalan menyusuri setiap rak buku, mata bulatnya begitu jeli mencari buku yang ingin di bacanya.

Camelia tidak ingin memikirkan hal yang baru saja dialaminya, tidak peduli dengan semua ucapan siswi yang ditemuinya ditoilet. Memangnya kalau temannya gadis itu adalah kekasih dari si Macan Gila apa urusannya dengannya, apa dia peduli? tentu saja tidak.

Gadis itu menyunggingkan senyuman tipis saat melihat buku yang diinginkannya. Tangannya terulur meraih benda itu, cukup sulit karena posisinya yang tidak sebanding dengan tinggi tubuhnya tapi setelah bersusah payah pada akhirnya Camelia berhasil meraihnya.

Tapi gerakan tangannya terhenti di udara saat dia merasakan kalau ada seseorang yang mengawasinya. Camelia reflek menoleh, dahinya mengerut, bola mata bulatnya bergerak mencari sesuatu yang mencurigakan tapi sekian detik mencari Camelia tidak kunjung menemukannya.

Gadis itu mengedikkan bajunya tak peduli, bergegas dia melangkah menuju ruang khusus baca yang ada di perpustakaan. Suasana hening di ruangan ini sangat dibutuhkan olehnya setelah beberapa hari ini dirinya tertekan dari berbagai penjuru, berusaha baik-baik saja dihadapan semua orang padahal yang terjadi sebaliknya. Camelia setiap saat di bayangin kematian yang tidak tahu kapan, bahkan setiap dirinya melangkah dia merasa kalau seseorang tengah mengawasinya dan siap membawanya pergi untuk mendapatkan benda berharga yang tertanam didalam tubuhnya.

Sreettt...

Suara mencurigakan itu terdengar, seperti kursi yang terseret. Camelia mengedarkan pandangannya tapi sayang disana tidak ada apapun, hanya ada beberapa siswa-siswi yang juga tengah membaca buku sepertinya. Suasana masih tenang, ketenangan yang entah mengapa justru membuat Camelia merasa ada sesuatu yang aneh.

'Perasaan tuh suara jelas banget kedengeran, tapi kenapa mereka pada diem ya kayak enggak denger apa-apa.' Batin Camelia terus saja bertanya.

Rasa heran semakin merasuk, tapi dia berusaha menghalau nya sebisa mungkin. Camelia menganggap kalau suara yang dia dengar tadi hanyalah halusinasi belaka.

"Aku kurang tidur kali ya," Gumamnya.

Camelia kembali bangkit, minat membacanya hilang dia berniat untuk mengembalikan buku yang diambilnya ketempat semula. Kedua kaki berbalut sepatu sekolah itu berjalan pelan, terasa lemas tidak bertenaga.

Helaan napas kasarnya terdengar saat melihat rak buku yang sempat dia sambangi, dengan cepat Camelia mendekat dan meletakan benda itu ditempatnya semula. Gadis itu berbalik, matanya membulat saat merasakan seseorang membekap mulutnya dan membawanya pergi melewati rak rak buku dan menyudutkan dirinya di sudut ruangan.

"Sssttt... ini aku," Bisik seseorang.

Mata bulat berwarna coklat itu kian membelalak, leher kaku Camelia berusaha bergerak untuk melihat orang yang saat ini sudah sangat kurang ajar membekap serta menyekapnya di sudut ruangan.

"Haaah...!" Helaan napas Camelia terdengar saat bekapan tangan di area mulutnya terlepas. Dia menoleh cepat, menatap tajam pada si pelaku, tapi belum sempat dirinya mengeluarkan kata kata mutiara miliknya orang itu kembali menarik lengannya.

"Mereka ada disini," Bisiknya lagi.

Camelia masih mengatur napasnya, dia berusaha melipat bibirnya agar lidahnya tidak mengeluarkan suara emasnya dan membuat tempat persembunyian mereka ketahuan.

"Sejak kapan kau disini? Bukannya kau masih tid-,"

"Tidak penting kapan aku kesini. Aku sudah bilang jangan pergi sendirian, kau tidak tahu kalau setiap langkah yang kau ambil nyawamu sebagai taruhannya. Mereka bisa menyamar menjadi apapun demi bisa mendapatkan apa yang diinginkan!" Desisnya tajam.

"Ikut aku!" Paksa nya lagi.

Sayangnya Camelia enggan bergerak dari tempatnya, dia malah menghempaskan tangan besar yang sedari tadi terus saja mengikatnya. Gadis itu memalingkan wajahnya sembari melipat kedua tangannya di dada. Dagunya terlihat naik menampilkan keangkuhan yang berhasil membuat sudut bibir seseorang berkedut geli.

"Aku tidak mau berurusan lagi dengan kekasihmu dan para antek-anteknya. Lebih baik kau jauh jauh darimu, hush... hush... hush... aku malas kalau nanti bertemu dengan mereka lagi!" Camelia mengibaskan kedua tangannya mengusir remaja pria yang saat ini malah terlihat tengah bersandar pada salah satu rak buku. Kedua tangannya terlipat di dada, satu alisnya naik, sudut bibirnya berkedut sebelum bibirnya berdecak pelan.

"Terlalu banyak bicara!" Dengan cepat dia meraih tubuh kecil Camelia, membawa paksa gadis itu sembari membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara. Sungguh suara gadis bermata bulat itu benar-benar mengganggu pendengaran, bahkan bisa memecahkan gendang telinga. Hal itu membuatnya teringat pada seseorang yang saat ini tengah bersantai di istana Albarack.

Jiddah dan Mamanya.

"Hhmmmppphh...," Camelia terus saja memberontak, kaki dan kedua tangannya bergerak liar penuh tenaga berusaha melepaskan bekapan remaja pria yang ada di belakangnya.

"Aaaakkkhh...!" Remaja tampan itu memekik tertahan saat Camelia berhasil menggigit telapak tangannya.

"Hhmmmppphh...!" Mulut Camelia kembali dibekap, kali ini cukup kencang hingga dirinya sulit untuk bernapas. Bahkan belum sempat dirinya memekik dan menghajar orang itu dirinya kembali di tarik tidak dibiarkan untuk memberontak.

"AAHHH...!" Des*ah Tiger saat Camelia kembali berhasil menggigit salah satu jarinya. Gadis itu bahkan sampai menjauh, mengernyit geli, bergidik luar biasa mendengar suara serak serak basah yang Tiger keluarkan.

"Kau gila!" Camelia mundur, dia menatap ngeri pada Tiger yang saat ini sedang memegangi jari telunjuk yang berhasil dia gigit. Gigitannya memang cukup keras hingga berbekas, Camelia yakin itu pasti sakit. Tapi sikap aneh yang Tiger lakukan saat ini malah membuatnya merinding, remaja bertubuh jangkung itu terlihat meniup telunjuknya sendiri setelah mengemutnya beberapa saat tadi.

"Kalau telunjuk ku sampai putus, kau harus ganti rugi bahkan kau bisa rugi." Cetusnya asal.

Kerutan di dahi Camelia semakin menjadi, tapi lagi-lagi belum sempat dirinya mengeluarkan satu umpatan untuk Tiger, pria muda itu terlebih dahulu menarik lengannya, memojokkan tubuhnya di antara rak buku. Tangan besarnya kembali membekap mulutnya, memepetkan tubuh mereka berdua hingga terlihat cukup ambigu di mata orang lain.

Mereka berdua terlihat sedang melakukan hal mesum di perpustakaan.

"Mereka berkeliaran di dekat sini." Bisiknya.

Tiger menarik tudung hoodie yang dia pakai, menutupi permukaan kepala hingga wajah. Di tambah lagi dengan posisi dia menunduk membuat wajah Tiger tidak terlihat dari sisi manapun, begitu pula dengan Camelia. Tubuh kecilnya terhimpit raga besar tinggi milik Tiger, dia tidak bisa melepaskan diri hingga akhirnya memilih untuk pasrah walaupun Camelia tidak tahu apakah yang di ucapkan oleh Tiger itu benar atau tidak.

Cukup lama posisi mereka seperti itu, berulang kali Camelia menelan salivanya, berusaha memalingkan wajahnya saat mata tajam milik Tiger terus saja tertuju kearahnya tanpa berkedip.

Sialan dirinya salah tingkah!

Camelia berdehem, tangannya berusaha menyingkirkan tubuh besar itu dari hadapannya tapi tetap saja tidak bisa. Gadis itu kian gelisah, dia takut kalau petugas perpustakaan akan memergoki mereka berdua disini dalam posisi yang-

Aakkhhhh... ingin sekali Camelia menendang sesuatu yang pastinya akan berhasil membuatnya terlepas, tapi dia takut kalau Tiger meminta pertanggungjawaban.

Bagaimana kalau pria ini tidak bisa punya anak karena ulahnya? Lalu Tiger dan keluarganya menuntut dirinya, memenjarakannya, atau menghukum pancung, bahkan lebih parahnya Tiger meminta anaknya nanti sebagai bentuk pertanggungjawaban.

TIDAAAKKKKKKKKKKK

Camelia sibuk dengan pemikirannya sendiri, begitu pula dengan Tiger. Entah apa yang sedang pria muda itu pikirkan saat ini, yang jelas karena sibuk dengan pikiran masing-masing keduanya hingga tidak menyadari kalau saat ini ada seseorang secara diam-diam mengambil potret keduanya dalam posisi yang cukup intim.

BERSAMBUNG...

SEE YOU TOMORROW😘😘😘

1
Diana Dwiari
ih ....buat apa punya saudara banyak di indo termasuk polisi jika kamu ga bisa nemuin dg cepat....
Diana Dwiari
ngapain susah2 cari alamat....bukannya bisa dilacak melalui mikrochip ditubuh Camelia....pada lupa ya
Diana Dwiari
Weh....meski diam tapi tetap perhatian.....
Diana Dwiari
Adam ya
Sherly Neovita
🥰🥰🥰🥰🥰
alpaca_09
ada ga sih novel nya om raga
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
udah tamat aja thor, masih kurang babnya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
waduuuhhh ga kelar² bahaya ngintai Camelia dan bayi'nya dong.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
aduuuhhh itu Ambu kasihan mamah Dahliara...heboh bener.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Aamiin ambu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Werrrr... Anak macan nerkam.🫣🫣🫣💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
harusnya mau sih karna nafkah bathin itu tujuannya bukan hanya untuk ngeluarin chiff itu aja tp sudah kewajiban kamu Camelian sebagai istri menuhin kebutuhan biologisnya Tiger sebagai suami mu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Azka ada² saja pencair dibsaat lagi tegang²nya suasana, mentang² bos cabe itu cabe di bawa² trs.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Emmir sama Lucas kah yg nyususl.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kemal thor bukan Kenan.. ada beberapa typo jadi kadang bacanya sambil mikir teka teki nyambungin.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
cieee ada yang mulai baper di belain Cuami Anak macan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
saaahh juga Anak singa sama Camelia, siap² di terkam aja tar pas sepi kamu Camelia.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
gkgkgkgk lucu anak singa kalau udah mulai bucin garang sama galaknya entah pergi kemana malah tingkahnya sekarang jadi kayak anak kucing.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
akhirnya ketemuan juga... bakal jd nikah dadakan gemparin kampung ini mah, apa lagi kalau musuh bebuyutan tau pasti tambah iri.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
jeng jeng jeneengng... bakalan jadi ketemu ga Tiger sama Camelia ya.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!