Vanessa Meidina harus menerima kenyataan kalau ia harus menikah muda dengan dosennya Sendiri Arga Budi Santosa karena ketahuan tidur bersama di ruang kerja milik Arga di kampusnya. Hal itu terjadi bukan karena tanpa alasan, melainkan Arga yang notabennya dosen killer di kampus tersebut, menghukum Vanessa Karena ia lupa tak membawa tugasnya.
bagaimanakah kisah keduanya? apakah pernikahan mereka akan baik - baik saja, sedangkan Vanessa masih punya kekasih, begitu pula dengan Arga?
Yuk ikuti kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gara - Gara Roni
Vanessa masih diam, sungguh ia tak tahu harus menjawab apa dan menjelaskan dari mana belum lagi kalau sampai suaminya dan Roni mantan pacarnya terlihat adu jotos.
"Maksudnya apa ya kak?" tanya Vanessa pura - pura bodoh.
"Kamu enggak perlu bohong. Aku lihat semuanya! kamu cium tangan Pak Arga dan Pak Arga mencium kening kamu." jawab Pria itu sedikit tersulit emosi. Ia tak menyangka akan melihat memandangan yang cukup menyayat hatinya. Ah sungguh apa benar mantan kekasihnya itu berhubungan dengan pria yang selama ini ia idolakan saat kuliah? kesal sekali rasanya jadi Roni.
Vanessa makin bingung saja, tapi untung saja ponselnya berdering. Jadi ia bisa berkilah walaupun itu sama sekali bukan solusi.
[Halo, kenapa Ngel?] tanya Vanessa serius.
[Buruan bego kelas Bu Yovie, lima menit lagi mulai] jawab Angel serius.
[Oh iya, siap. Gua matiin ya telponnya] balas Vanessa seraya mematikan panggilan dari Angel.
Dengan begitu Vanessa bisa kabur dari Roni, walaupun ia yakin pria itu akan mengerjai dirinya, dan meminta penjelasan.
"Sorry gua duluan." Ujar Vanessa, ia lantas berlari meninggalkan Roni di tempat. Sedangkan Roni masih diam disana. Roni sebenarnya ingin mengejar Vanessa, tapi ia tahu ini bukan moment yang tepat untuk meminta penjelasan.
Tak berselang lama Pak Arga keluar dari ruangannya. Ia sendiri juga merasa heran saat melihat Roni mematung di depan ruangannya.
"Kenapa Ron?" tanya Pak Arga dengan wajah datar dan serius.
"Tidak apa - apa pak." jawab Pria itu berbohong.
Ia tak mungkin langsung mencerca Pak Arga sebagai perebut atau selingkuhan karena ia tak tahu kisah Vanessa dan pria itu sebenarnya.
Mendapat jawaban yang dingin dan tak ramah dari Roni, tampaknya Pak Arga tak ambil pusing. Ya, walaupun agak aneh juga, jika seorang Roni yang biasanya sopan dan kalem bersikap demikian.
Sementara itu Vanessa kini sudah ada di dalam kelas. Gadis itu bahkan sampai lari tergopoh - gopoh karena takut terlambat.
"Elo dari mana sih?" tanya Angel penasaran. ia tadi sampai sempat perpikit kalau sahabatnya itu tengah frustasi dan berencana bunuh diri kembali.
"Ketemu suami gua, dan ketahuan sama Roni." Jawab Vanessa jujur.
"Hah? serius. Terus reaksi Roni gimana?" tanya Angel penasaran.
"Dia marah dan minta penjelasan tapi nggak gua jelasin." balas Vanessa.
"Gila elo ya, masa sudah ketahuan tidak di jelasin sih Van?" tanya Angel. Ia sungguh heran dengan sikap sahabatnya itu.
"Momentnya belum tepat. gua enggak mau mereka adu jotos." jawab Vanessa masih berusaha mengatur nafas.
"Ya salam, tapi kalau kaya begini ceritanya sama aja elo membuat diri elo sendiri terjebak dalam masalah! elo mah pintar Van, tapi bego juga." cibir Angel.
"Sudah deh, pikir nanti saja gua pusing." balas Vanessa seraya memijat kepalanya sendiri dengan tangannya.
Sesaat setalah itu Bu Yovie datang dan memulai pembelajaran di kelas itu. hampir 120 menit semua orang tampak serius, dan baru bisa bernafas laga saat kelas akhirnya di tutup oleh wanita yang tak lagi muda itu.
"Jadi ngemall kan?" tanya Angel antusias.
"Jadi dong, tapi gua cuman bisa satu jam, karena laki gua bilang harus pulang sebelum dia pulang." jawab Vanessa serius.
"Yah, suami elo kok kaya Pak Arga ya perasaan." komentar Angel benar - benar selalu tetap sasaran.
"Kenapa elo ngomong gitu" tanya Vanessa serius.
"Ya, karena dia terlalu disipilin. Sejenis kan sama Pak Arga." jawab Angel seraya tertawa.
"Asal banget deh elo kalau ngomong. Elo kira suami gua binat*ng pakai istilah sejenis lagi." balas Vanessa seraya menjitak kepala sahabatnya itu dengan bolpoin yang kini ada di tangannya.
"Cie, sudah cinta nih kayanya sama Pak Suami." Goda Angel.
"Proses, sudah ayo, jangan bikin mood gua buruk, nanti gua jadi malas pergi." jawab Vanessa, lantas berjalan keluar dari kelas bersama sahabatnya itu.
Tapi siapa sangka, tenyata Roni ada di depan kelas Vanessa, dan langsung menyerat Vanessa pergi dari sana sedang Angel terus mengejar pria itu.
"Lepasin Vanessa Ron, elo Jangan gila," Maki Vanessa benar - benar kesal sendiri dengan kalakuan Roni yang cukup durjana itu.
"Elo enggak perlu ikut campur, ini urusan gua sama Vanessa." jawab pria itu dengan wajah memerah menahan amarah.
"Tapi elo jangan kasar dong." Kata Angel menasehati.
"Siapa yang kasar gua cuman mau ngajak dia pergi." jawab Roni lalu melepaskan cengkeramannya pada tangan Vanessa.
"Apaan sih elo enggak jelas banget jadi cowok. Kita kan sudah putus jadi elo enggak perlu paksa - paksa gua." Jawab Vanessa marah.
"Tapi gua butuh penjelasan dari elo." Sarkas Roni.
"Tapi gua enggak mau jelasin ke elo, kalau butuh penjelasan datangin aja suami gua." Jawab Vanessa lalu langsung mengajak kabur Angel dari koridor kampus yang ramai itu.
Semua orang jadi menatap Vanessa penuh selidik. Apalagi kini semua orang jadi tahu kalau dia sudah punya suami telah putus dari Roni.
Cibiran dan umpatan kini terdengar dimana - mana. Ada yang mengatai Vanessa wanita murahan karena sudah bersuami tapi punya pacar. Ada juga yang mengatai Vanessa Jal*ng. Dan tentu saja itu semua karena Roni.
"Brengs*k si Roni. Gua bakal jadi Bahan Bullyan sehabis ini." umpat Vanessa.
"Roni bisa gila juga ternyata, gua kira dia kalem. Ternyata main kasar ya kalau marah." Kata Angel berkomentar setelah masuk ke dalam mobilnya.
"Gua harus gimana dong Beb?" tanya Vanessa lagi - lagi hanya bisa menangis. Apalagi langsung viral di grup angkatan dan grup kelas kalau Vanessa sudah bersuami tapi berhubungan dengan Roni.
"Tuh kan Angel, langsung ada yang post kaya gini. Sialan emang Roni." umpat Vanessa lagi - lagi. kesal sekali rasanya. Rencana mau jalan eh malah kebongkar semuanya.
Sementara itu Pak Arga yang baru keluar kelas, nampak terkejut saat beberapa mahasiswa tengah membicarakan tentang Vanessa.
"Sumpah gua enggak sangka ternyata Vanessa sudah punya suami dan masih berhubungan dengan Roni. Cantik - cantik murahan ya." ujar salah satu mahasiswa yang duduk di deretan kursi yang ada di depan kelas.
"Iya, enggak sangka banget." jawab yang lainnya.
Pak Arga jelas saja langsung panas telinga mendengar berita itu. Tak mungkin Vanessa yang membocorkannya sendiri. Apa mungkin Roni?
"Kalian itu kalau di kampus jangan suka gosip. Pikiran tuh Skripsi biar cepat Lulus dan enggak jadi mahasiswa abadi." sahut Pak Arga dengan wajah dingin dan datarnya.
Semua orang langsung diam, siapa sih yang berani dengan pria itu. Tapi mereka melanjutkan ghibahan itu kembali saat Pak Arga sedikit menjauh.
"Apaan coba pak Arga. Apa jangan - jangan Pak Arga ya yang jadi suaminya Vanessa?" tanya sala satu di atas mereka dan tentu saja masih terdengar jelas di telinga Pak Arga yang belum jauh dari tempat mereka duduk.
Saat itu rasanya pria itu ingin marah dan murka, dan ingin bilang pada seluruh dunia kalau Vanessa adalah istrinya.
🤲🤲🤲🤲
awas nanti jatuh cinta Lo.....🤭🤭🤭