Setelah diet ketat yang dilakukan oleh Crystal akhirnya gadis itu mempunyai badan ideal bak Lisa Blackpink idolanya.
Crystal ingin meninggalkan masa lalu atas pembully an yang dialaminya di sekolah lamanya.
Nona muda itu pindah sekolah di Sky High School yang ternyata di sekolah itu, Crystal bisa mewujudkan cita-citanya yaitu mempunyai dua pacar sekaligus.
Bagaimana cerita Crystal dengan dua pacarnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATB BAB 17 - Berakhir
"Apa kau sudah mengerti?" tanya Raven setelah menjelaskan soal matematika dan cara penyelesainnya pada Crystal.
Crystal hanya bisa tercengang setelah mendengar penjelasan Raven.
"Bisa ulangi sekali lagi, Ketua?" pinta gadis itu.
Karena sudah menyiapkan kesabaran ekstra, Raven mengulangi lagi penjelasannya dengan perlahan supaya Crystal mengerti.
"Kalau tidak mengerti juga akan ada hukuman," ucap Raven.
"Hukuman?" tanya Crystal.
Raven mengambil stabilo lalu mencoret hidung Crystal memakai pewarna terang itu.
"Satu kesalahan satu coretan," ucap Raven.
"Ya ampun, Ketua. Wajahku bisa penuh dengan coretan kalau begini," protes Crystal sambil mengambil kaca dari dalam tasnya.
"Maka dari itu, jangan sampai membuat kesalahan," balas Raven.
Kali ini Crystal mulai bersungguh-sungguh dan menyimak setiap penjelasan dari pemuda itu.
Namun, tetap saja wajah Crystal penuh dengan coretan pada akhirnya.
"Hahaha..." Raven tertawa karena melihat wajah Crystal yang seperti itu.
"Ya ampun, wajah Lisa Blackpink jadi ternoda," Crystal pura-pura memelas. Dia suka melihat Raven yang banyak tertawa.
Hal itu tidak berlangsung lama, karena Dexter menjemput Crystal ke perpustakaan setelah sebelumnya menunggu gadis itu di parkiran.
"Crystal..." panggil Dexter.
Crystal merasa kaget karena pemuda itu menyusulnya ke perpustakaan. "Ada apa, Kapten?"
"Aku dari tadi menunggumu," jawab Dexter yang nada bicaranya tampak gusar.
Buru-buru Crystal mengemasi semua barangnya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Aku pulang duluan, Ketua," pamit Crystal.
Raven hanya bisa memandangi punggung Crystal yang semakin menjauhinya. Entah kenapa dia tidak suka jika gadis itu bersama dengan Dexter.
"Aku kira, kau hanya akan menjemputku sekolah saja," ucap Crystal yang sudah mendekati pemuda badboy itu.
Dexter tidak suka dengan wajah Crystal yang penuh dengan coretan stabilo. "Kenapa kau membiarkan kutu buku itu mencoret wajahmu?'
"Ini hukuman karena otakku yang minimalis," jawab Crystal.
Pemuda itu berusaha mengusap wajah Crystal memakai tangannya tapi bekas coretan itu tidak mau hilang.
"Aku mempunyai toner yang ampuh untuk membersihkan noda jadi tenang saja," ucap Crystal malu-malu ketika Dexter perhatian padanya. Bahkan Dexter sampai mengusap wajahnya.
"Ayo pulang!"
Keduanya pun berjalan ke parkiran dan Dexter benar-benar mengantar Crystal sampai ke mansionnya.
"Apa kau besok belajar lagi sepulang sekolah?" tanya Dexter sebelum pergi.
Seharusnya besok adalah jadwal bersama Dexter karena belajar dengan Raven hanya seminggu tiga kali.
"Besok sepertinya aku sudah mulai latihan cheerleaders," jawab Crystal.
"Aku besok ada latihan basket jadi kita bisa pulang bersama," ucap Dexter.
Tanpa menunggu balasan dari Crystal, pemuda itu langsung memutar gas motornya.
Tertinggal Crystal yang meloncat kegirangan dia benar-benar sudah dekat dengan dua targetnya. Masalahnya sekarang bagaimana kalau mereka bertemu bersama seperti di perpustakaan tadi?
"Aku pikirkan nanti saja," gumam Crystal yang tidak mau ambil pusing.
Berbeda dengan hubungannya bersama Carol yang semakin merenggang bahkan nomor Crystal di blokir oleh temannya itu.
"Memangnya apa salahku? Besok aku harus bertanya pada Carol," Crystal tidak merasa punya salah jadi dia harus bertanya.
Jadi, keesokan harinya, Crystal ingin berbicara berdua dengan Carol.
"Jangan menghindar lagi, sebenarnya kau kenapa?" cecar Crystal.
"Tidak kenapa-kenapa, hanya saja..." Carol menatap tajam pada gadis itu. "Kita tidak usah berteman lagi!"
"Kenapa tiba-tiba kau memutuskan pertemanan?" tanya Crystal yang ingin tahu penyebabnya.
"Tidak butuh alasan, seperti kau yang memutuskan pertemanan dengan Sachie," jawab Carol.
"Kalau itu aku bisa menjelaskan," ucap Crystal. Dia tidak mau Carol salah paham.
"Sayangnya aku tidak butuh penjelasan jadi kita akhiri semua di sini," Carol meninggalkan Crystal begitu saja.
penasaran banget sama ending ceritanya..
tapi apa boleh buat..
semoga suatu saat kak dhevis masih mau ngelanjutin cerita2 yg hiatus walopun tanpa kompensasi apapun..
stay healthy and keep fighting.. 😘😍🥰🤩