NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Paranormal

Sistem Kekayaan Paranormal

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College / Tamat
Popularitas:310.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

IG : al_orchida66

Julian sedang mengamen di sebuah perumahan ketika dituduh mencuri ponsel genggam salah satu warga, ia dipukuli preman kampung setempat hingga sekarat.

Julian yang miskin, yang kenyang dengan penghinaan dan bullying, akhirnya mendapatkan sebuah sistem untuk merubah hidupnya.

Alih-alih mendapatkan sistem menjadi superhero atau pemain sepak bola hebat seperti di film-film, Julian justru mendapatkan sistem kekayaan dengan cara menjadi paranormal.

Mari simak kisah Julian hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibu dan Adik?

Julian kembali bergabung dengan Laila di ruang yang akan digunakan untuk pesta. Julian mengorek lebih banyak latar belakang Laila dengan mengajaknya mengobrol ringan.

“Kenapa kamu tidak sekolah di Jakarta saja, Laila?”

“Kakek yang meminta aku tinggal di sini.”

“Biasanya orang tuamu datang berapa bulan sekali ke sini?”

Laila menjelaskan, “Kadang dua bulan kadang tiga bulan, intinya kalau mereka tidak sibuk pasti menjengukku. Nanti pas ulang tahunku kalau tidak ada perubahan jadwal syuting, mama pasti datang!”

“Mama kamu bintang film?” tanya Julian terkejut. Kalau wanita yang dicarinya adalah bintang film seharusnya ia tahu dari sejak dulu. Julian yang jarang menonton televisi atau wanita yang dicarinya sudah banyak melakukan operasi plastik sehingga tidak begitu ia kenali?

“Mama pemain sinetron, tapi tidak begitu terkenal sih. Kalau kamu pernah lihat sinetron yang judulnya Mawar Beracun, mamaku yang jadi peran antagonis bernama Yunita.”

Julian mengangguk, “Aku tidak pernah nonton sinetron itu jadi tidak tau. Maksudnya aku jarang nonton televisi karena harus bekerja cari uang untuk makan.”

“Iya aku juga paham, lagian sinetron itu bukan tontonan untuk anak muda kayak kita. Isinya masalah rumah tangga.”

Dalam hati Julian berjanji akan mencari lebih banyak informasi melalui internet dan artikel gosip. “Tayang setiap hari apa?”

“Setiap Senin sampai Kamis jam enam sore!” jawab Laila.

“Oh oke, aku coba lihat deh besok biar tidak penasaran! Siapa tau ada kesempatan ketemu langsung, jadi aku bisa minta tanda tangan,” ujar Julian dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan.

Hati Julian mendadak marah karena wanita yang melahirkannya ternyata bukan orang susah. Putrinya yang bernama Laila terlihat makmur dan hidup berkecukupan.

Laila berkendaraan mobil walaupun masih SMA. Rumah kakek Laila juga tidak termasuk golongan rumah sederhana. Jadi kenapa ibunya tidak menjemputnya dari panti?

Julian bahkan menghabiskan hidupnya dalam kemiskinan dan hinaan teman-teman. Bukankah sangat menyakitkan ketika ia butuh kasih sayang justru dibuang dan dilupakan?

Bu Rosidah pernah mengatakan kalau Julian akan dijemput setelah lulus SMA. Namun, mimpi indah itu harus kandas di hari kelulusan. Julian tidak mendapatkan kejutan manis tersebut, dan Bu Rosidah hanya bisa meminta maaf sambil menangis.

Tapi, semua itu hanya sebatas dugaan Julian, kalau Laila adalah adiknya dan wanita dalam potret keluarga yang baru saja dilihatnya adalah ibunya. Julian masih harus memastikan banyak hal, dan ia jadi sangat tak sabar menunggu acara ulang tahun Laila.

“Kalau mama jadi datang pas ulang tahunku, nanti aku mintakan tanda tangan di gitar Kak Julian, gimana?”

Julian menjawab cepat, “Ide bagus. Aku belum pernah punya gitar yang ditandatangani artis. Kalau kamu tidak keberatan, aku juga ingin kenalan dengan orang tuamu!”

Laila mengangguk, “Tentu saja, semua temanku selalu punya kesempatan berkenalan dengan mama. Jangan khawatir, mama orangnya ramah!”

“Ya udah aku pulang sekarang kalau begitu, mau latihan nyanyi sama Topan dan teman satu lagi. Salam buat kakek nenekmu, Laila!” pamit Julian. Ia meninggalkan kediaman Laila dengan moge barunya bersama Topan.

Perjalanan pulang tidak selancar yang dipikirkan Julian, di tengah jalan mereka harus berhenti karena menemukan korban perampokan yang terluka parah dan ditinggal begitu saja di pinggir jalan.

Julian mencari kendaraan dan meminta Topan untuk mengantar korban yang tidak sadarkan diri ke rumah sakit. Sementara Julian mendatangi keluarga korban sesuai alamat yang ditemukan di kartu identitas korban. Selesai memberi kabar pada keluarga korban, Julian menemui Topan di rumah sakit.

Topan langsung memberondong Julian dengan banyak pertanyaan, “Ketemu alamat rumahnya? Keluarganya segera kesini, kan? Ini pihak rumah sakit butuh jaminan dan persetujuan keluarga pasien untuk melakukan tindakan!”

“Istrinya sedang mengurus administrasi, kita pulang setelah ini. Beliau meminta kita menunggu sebentar!”

“Okelah, aku was-was kalau sampai tidak ada keluarga yang bertanggung jawab! Kelihatannya korban baru saja dianiaya. Katanya bukan pingsan biasa!”

Julian menimpali, “Maksudmu koma?”

“Entahlah, tadi dokter yang memeriksa bilang begitu!” jawab Topan dengan raut iba.

Tak lama, wanita yang mengaku istri korban mendatangi Julian dan Topan untuk mengucapkan terima kasih sekali lagi. Suaminya dinyatakan koma oleh dokter sehingga tidak bisa ditanyai mengenai pelaku perampokan bersenjata.

“Teman saya ini paranormal muda, mungkin bisa menerawang kejadian yang menimpa suami ibu di tempat kejadian,” ujar Topan menanggapi sekaligus memasang iklan.

Julian menginjak kaki Topan agar tidak banyak bicara, tapi si ibu malah langsung percaya dengan ucapan Topan.

“Kalau memang Nak Julian ini paranormal yang bisa melacak pelaku perampokan, ibu minta tolong sekarang juga untuk membantu menemukan penjahat yang sudah melukai suami ibu. Kalau soal mobil dan uang yang hilang tidak ibu pikirkan, tapi yang namanya kejahatan harus diberantas agar tidak terjadi pada orang lain lagi!”

DING!!!

[Misi 14 : Menemukan pelaku perampokan yang menyebabkan seorang pria terluka parah. Waktu untuk menyelesaikan misi : 3 jam.]

Julian tertegun, rasanya sungguh mustahil bisa menemukan penjahat yang pergi membawa mobil dalam waktu tiga jam. Sayangnya, Julian tidak bisa menolak misi. Ia mulai memutar otak ketika Topan dan si ibu sibuk berbicara.

“Saya permisi ke kamar mandi sebentar,” kata Julian beralasan. Ia memilih pergi ke tempat sepi untuk mengatur rencana.

Julian memutuskan memanggil danyang desa tempat terjadinya perampokan. Ia bertanya pada lelembut yang ada di lokasi mengenai rentetan kejadian, identitas dan ciri-ciri perampok yang telah melarikan mobil dan melukai korbannya.

Julian akhirnya mendapatkan informasi lokasi persembunyian pelaku perampokan, sesaat setelah lelembut yang dipanggilnya itu menyebarkan berita dan bertanya pada lelembut lainnya. Julian pun mengajak istri korban perampokan untuk membuat laporan ke kepolisian.

Hampir tiga jam Julian menunggu kabar dari polisi yang menggerebek tempat mobil disembunyikan oleh pelaku perampokan. Dari tempat itu, dua orang pria digelandang karena tidak sempat melarikan diri. Mereka ditangkap tim sergap anti bandit dari kepolisian.

Istri korban perampokan mendatangi Julian dan Topan di ruang tunggu kepolisian, dengan senyum dan air mata bercucuran. “Ibu mengucapkan banyak terima kasih. Dua pelaku perampokan sudah diamankan.”

Julian tersenyum tipis, ia berniat pamit jika tidak ada lagi yang harus dilakukannya sebagai saksi. Semua keterangan sudah diungkapkan pada penyidik ketika istri korban membuat laporan. “Saya pamit kalau begitu, Bu!”

“Terima ini sebagai ucapan terima kasih dari ibu, Nak Julian!” Si ibu menyodorkan cek dan memaksa Julian untuk menerimanya.

Setelah berbasa-basi sejenak, Julian pun akhirnya meninggalkan kantor polisi bersama Topan.

[Misi 14 berhasil. Hadiah uang sebesar dua ratus juta rupiah telah dikirim ke rekening Tuan.]

“Nginep di tempatku aja ya, Pan! Udah malam banget, males aku kalau harus nganter kamu pulang dulu. Arah ke rumahmu juga berlawanan!”

Topan menjawab, “Oke, aku bisa pulang sendiri besok pagi kalau kamu ada kesibukan!”

“Sip, ini baru rekan kerja!”

Mereka tiba di depan ruko sekitar dua puluh menit kemudian. Julian merasa ada yang tidak beres dengan kondisi tempat tinggalnya. Udara panas melingkupi ruko, seolah ingin menggerus rajah pelindung yang dipasang Julian di atas pintu.

Seseorang sepertinya ingin menjebol pertahanan gaib miliknya. Ditilik dari energinya, masih sama dengan pengirim buhul berisi pocong kemarin malam. Julian menggeram jengkel. Dukun dari desa itu sepertinya sengaja menguji kesabarannya.

Jangan salahkan aku kalau sampai terjadi sesuatu denganmu, Pak Dukun! Kau yang menjual masalah, jadi malam ini aku akan membelinya … kontan!

***

1
Ria Maulida
Kereen
Yuu Puttichai Kasetsin
ini sama kaya Elzero ap bukan kak? kl Elzero nama pemandunya mbah gondo, musuh NY mbah jambrong, mbah wereng sama mas bambang
Yuu Puttichai Kasetsin: kirain sama Al orchida dan El orchida. AQ download aplikasi ini karna info dari komen author di aplikasi fizo kak. karna penasaran kisah panji kak, nongol di cerita elzero, Shaka n Sadewa soalnya🤣🤣
total 3 replies
.
Good recommended 👌
.
Menu makanan juga ganti pasti, nggak sering lagi oseng kangkung dan tempe setipis silet wkwkwkwk
.
Sekedar adek cukup lah Laiii, soalnya hati Jull msh diisi Marsha
.
jangan lupa bayar pajak kekayaan Jull
.
bisa dikatakan Danyang itu saksi kunci disetiap kejadian kali ya.
.
Nyoman Paul sekarang nggak cakep lagi, machoan Rony Parulian wkwkwkwk
.
brarti klo pacaran sama yg lebih muda orientasinya apa? happy happy gitu Jull?
.
Harga diri akiaki yg nggak mau terkalahkan Jul, alasan nya. masa aki aki udah bnyk umur kalah sama dukun newbie 😂 gengsi lah
.
keknya dari semua misi, misi 14 ini durasi waktu nya yg paling lama.
Fatkhur Kevin
jgn batu bata. batu Kombong sja
𝖓𝕯o🕷
ada2 aj, ide buat cerita Thor. kek gaya vintage. tradisional dengan interlokal. tapi syukaaaa.. hehe..
Diana Dwiari
ini paranormal si elz kah?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: elz alias el zero kisahnya ada di fiszo kak, sistem kekayaan dhukun milenial judulnya🙏
total 1 replies
Diah Susanti
kalau aq, alhamdulillah masih mampu beli ayam walaupun jarang
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih. /Joyful/
total 1 replies
Diah Susanti
aq pernah di beri ajian jaran goyang, trus aq praktekin ke mantan suami, tapi gak ngaruh apa apa. mungkin karena dapatnya instan tanpa ada tirakatan/semacamnya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk iya kah?
total 1 replies
Satrya Oy
memang paranormal Sableng...😁😁😁
Satrya Oy
Luar biasa
Felicia
ada kelanjutan nya ga ?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: gak ada kak, klo mau baca cerita sistem karya al yg lain ada di fizso dgn nama pena yg sama, Al Orchida. terima kasih🙏
total 1 replies
Felicia
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!